PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
71. Perisai Pembalik Serangan


__ADS_3

Bibi Xue Yuelin



Zhuang An tersenyum melihat serangan yang begitu emosional, bertujuan untuk membunuhnya.


Dan ketika serangan itu tinggal satu langkah mengenai dirinya, ia memutar tangan kanannya dengan Tekhnik dari Kitab Dewa Langit yang ke enam, dia membentuk Perisai Pembalik Serangan yang cukup tebal dan padat.


Sehingga, ketika api perubahan energi dari pedang itu mengenai Perisai Pembalik Serangan, api itu langsung berbalik arah dengan dasyat menyerang pemilik pedang tersebut.


" Whuuus"


"Blaaar"


Pendekar Aliran Hitam itu, tidak siap menghadapi serangan yang berbalik kepada dirinya, dia terpelanting ke belakang hingga sepuluh meter, dada kirinya terbakar oleh api perubahan energi miliknya sendiri.


"Ehuk..ehuk"


Manusia bejat itu, batuk-batuk mengeluarkan segumpal darah kental dari mulutnya, tubuhnya seperti habis dibanting-banting. Namun, karena hatinya terbakar oleh amarah dia segera bangkit lalu duduk mengambil pil penyembuh.


Kemudian setelah menelan pil penyembuh pria jahat itu, segera duduk menyetabilkan nafas dan energinya.


Sementara, Zhuang An memperhatikan dua Tetua Sekte Burung Merak Emas yang sedang bertarung dengan dua Pendekar Aliran Hitam, tampak sangat terdesak dan mengkhawatirkan.


Oleh karena itu, Zhuang An segera mengambil tindakan. Dia menjentikkan dua jarinya, lalu melesatlah dua cahaya kuning keemasan mengurung masing-masing dua Pendekar Aliran Hitam, yang menjadi lawan dua Tetua Sekte Burung Merak Emas.


Kubus Kuning Keemasan itu adalah bentuk lain dari Perisai Kubus Pembalik Serangan.


Kali ini, Zhuang An sengaja tidak terlalu sempurna membentuk Perisai Kubus Pembalik Serangan, karenanya, bagian bawah tanah tidak dilapisi dengan Perisai tersebut.


Tujuannya, untuk bermain-main dengan mereka, mengingat mereka juga telah mempermainkan lawan-lawannya.


Merasa dirinya terjebak, dua Pendekar Aliran Hitam itu, bergerak cepat mengerahkan energinya kedalam pedang lalu menyabetkan kearah Perisai Kubus Pembalik Serangan.


Tetapi, pedang tersebut berbalik arah, setelah membentur dinding Perisai Pembalik Serangan, karena terkejut Pendekar Aliran Hitam itu, menjatuhkan dirinya ketanah untuk menghindari serangan pedangnya sendiri.


Sementara dua Tetua Sekte Burung Merak Emas, memanfaatkan situasi tersebut, untuk duduk bersila menyetabilkan kondisinya, yang terkuras energinya dalam pertarungan yang tidak seimbang.


Dua Pendekar Aliran Hitam, yang masih terkurung dalam Perisai Kubus Pembalik Serangan, berusaha lebih keras lagi, untuk menghancurkan Perisai Kubus Pembalik Serangan, mereka mengumpulkan tenaga dalam, yang cukup banyak, kemudian disalurkan ke dalam pedangnya.


Lalu dengan tekhnik perubahan energi, muncul lah api yang sangat panas. Setelah itu, mereka mengarahkan serangannya dengan sekuat tenaga, kearah dinding Perisai Pembalik Serangan.


" Whuuus"

__ADS_1


" Duuaar"


Ledakan terjadi, namun Perisai Kubus Pembalik Serangan tak tergoyahkan, bahkan yang terjadi di luar dugaan dua Pendekar Aliran Hitam tersebut.


Api perubahan energi yang digunakan untuk menghancurkan dinding Perisai Pembalik Perangan, justru menyerang dirinya.


Dan karena ruang yang sempit, api perubahan energi selalu membentur dinding perisai.


Maka, dengan sendirinya berbalik menyerang Pendekar Aliran Hitam dan itu terjadi terus menerus sampai api perubahan energi itu habis.


Dua Pendekar Aliran Hitam, berhenti dengan nafas tersengal- sengal.


Mendapatkan kenyataan seperti itu membuat dua Pria jahat itu, duduk bersila mengatur tenaga dan nafasnya sambil berpikir, mencari solusi untuk bisa keluar.


Bibi Xue Yuelin, memperhatikan tekhnik Perisai Kubus Pembalik Serangan dengan takjub. Seumur hidupnya belum pernah melihat yang seperti ini.


Sementara Pendekar Aliran Hitam, yang terluka dada kirinya, segera bangkit dari duduknya, setelah berhasil mengobati lukanya, dia mengumpulkan energi tenaga dalam yang sangat tinggi.


Dan dengan tekhnik perubahan energi, ia menyiapkan serangan yang mematikan dan lebih dasyat.


Melihat Pendekar Aliran Hitam itu akan menyerang dirinya, Zhuang An mengibaskan tangan kananya, lalu muncul lah angin yang begitu kuat dan dasyat.


Pendekar Aliran Hitam itu segera menangkisnya dengan Tehnik Perubahan Energi miliknya, tetapi siapa Zhuang An? Dia adalah Pendekar Dewa Langit.


" Whuuus"


"Blaaar"


Pendekar Aliran Hitam yang paling tinggi ranah kependekaran nya itu, terjengkang kebelakang, hingga dua puluh tombak jauhnya.


"Ehuk..ehuk"


Dia terbatuk-batuk, tulang-tulangnya patah, dan dari mulut serta hidungnya mengeluarkan darah segar.


Zhuang An segera melesat mengejarnya, kemudian mencengkeram lehernya dan mengangkatnya.


" Ampuni aku! Jangan bunuh aku! Aku akan bertaubat, tidak akan berbuat jahat lagi" dengan sekuat tenaga yang tersisa Pria jahat itu berusaha berbicara memohon pengampunan.


" Aku, tidak percaya kepada mu!" Zhuang An menjawab tegas.


" Sungguh ! Aku bersumpah demi langit dan bumi!" Pendekar Aliran Hitam itu memohon dengan serius.


"Aku, tidak peduli kepada mu!" Zhuang An menjawab tanpa ekspresi. Lalu dengan tenang dia mematahkan leher Pendekar Aliran Hitam itu dengan sekali tekan.

__ADS_1


" Kraakk"


Seketika itu Pendekar jahat tersebut, tewas tanpa mengeluarkan jeritan apapun dari mulutnya.


Bibi Xue Yuelin dan dua Tetua Sekte Burung Merak Emas, tertegun menyaksikan hal itu, walaupun mereka Pendekar, akan tetapi melihat kematian seperti itu cukup jarang juga.


Sementara dua orang Pendekar Aliran Hitam, yang masih terkurung dalam Perisai Kubus Pembalik Serangan menjadi lebih panik.


Tiba-tiba salah satu Pendekar Aliran Hitam yang masih terkurung, berdiri dan menyalurkan tenaga dalam yang begitu tinggi sehingga sinar merah keluar dari pedangnya.


Lalu dengan tekhnik perubahan energi, dia menghantam tanah yang dia duduki dengan sekuat tenaga...


" Duuaar"


Ledakan terjadi dan menyebabkan tanah berlobang hingga sepuluh tombak dalamnya, setelah itu dia turun kedalam lobang lalu...


" Duuaar"


Ledakan kedua terjadi...


" Duuaar"


Dan ledakan yang ketiga pun terjadi. Kemudian dia muncul dari tanah yang berjarak sekitar lima tombak dari Perisai Kubus Pembalik Serangan.


Setelah itu, Pendekar Aliran Hitam tersebut langsung melesat melarikan diri, meninggalkan tempat itu.


Namun, semua itu sudah diduga oleh Zhuang An, sehingga dengan mudahnya Zhuang An mengedipkan matanya mengirim serangan mematikan.


Dari mata Zhuang An muncul sinar putih salju, melesat dengan sangat cepat, dan langsung membungkus tubuh Pendekar Aliran Hitam yang melarikan diri itu.


Seketika itu, Pendekar jahat tersebut, berhenti dan membeku bagaikan balok es yang berdiri tegak tak bergerak lagi.


Detik berikutnya, Zhuang An menjentikkan jarinya, dan melesatlah serangan penghancur yang begitu cepat menyambar tubuh balok es tersebut.


" Duuaar"


Tubuh balok es Pendekar Aliran Hitam itu, hancur bagaikan butiran salju yang berserakan di tempat itu.


Dan perlahan, namun pasti butiran-butiran es itu mencair bersatu dengan tanah.


Melihat hal itu, Pendekar Aliran Hitam yang tersisa segera mengambil sikap memohon pengampunan


" Ampuni aku! Beri aku kesempatan hidup!" Pendekar Aliran Hitam yang paling rendah tingkatan ranah kependekaran nya, memohon dengan wajah pucat pasi.

__ADS_1


Zhuang An mendeteksi pikiran pria di depannya dan mendapati niat bertaubat yang serius, tetapi masalahnya, dia juga paham, bahwa, niat dan pikiran seseorang bisa berubah kapan saja.


__ADS_2