
Perayaan pertunangan Yang Chen dengan Nona Yuan Lian berjalan lancar sampai larut malam, orang-orang sangat menikmati moment tersebut dan ketika semua orang akan bubar tiba-tiba datang anggota bawahan Zhu Lin melapor.
Zhu Lin membawa orang tersebut langsung di hadapan Zhuang Shing dan lainnya.
" Ketua Zhuang...saya mau melaporkan hasil penyelidikan kami dalam beberapa hari ini terhadap situasi sekte burung hantu." Pelapor itu berbicara.
" Ada perkembangan apa saja silahkan jelaskan!." Zhuang Shing memberi kode.
" Begini......" Pelapor itu menjelaskan bahwa sekte burung hantu ternyata benar-benar sekte yang misterius, kekuatan beserta jumlah mereka ternyata tidak sama dengan yang selama ini diketahui.
Perbedaannya cukup besar sisa jumlah mereka yang saat ini berada di dalam sekte mencapai 2000 lebih. dan tampaknya ada beberapa pendekar yang tingkatannya cukup tinggi.
Mendengar laporan ini Zhuang An agak terkejut bukankah jumlah mereka sudah banyak berkurang saat menghadapi dirinya beberapa hari yang lalu. Jika ternyata sekarang masih memiliki anggota cukup banyak berarti ada salah satu info yang salah, karena info di awal mereka cuma 2000 anggota.
Lebih lanjut laporan itu mngatakan bahwa saat ini mereka memiliki beberapa pendekar tingkat tinggi.
Namun bagi Zhuang Shing laporan tersebut tak merubah apapun besok pagi mereka tetap menyerang sekte burung hantu.
" Mari istirahat, persiapkan diri kalian besok pagi kita menyerang.! Kata Zhuang Shing.
Malam itu mereka segera membubarkan diri dan istirahat karena besok pagi penyerbuan tetap dilaksanakan.
Pagi-pagi Zhuang An sudah bangun menunggu di ruang makan. Dan setelah sarapan Zhuang Shing dan Yuan Fan beserta rombongan pergi menuju perkemahan anggota Sekte Tebing Tinggi.
Zhuang Shing berjalan bersebelahan dengan Yuan Fan sementara Yang Chen beriringan dengan Yuan Lian.
Zhuang An menyaksikan dengan perasaan bahagia. Sampai di perkemahan semuanya sudah siap sehingga bisa langsung berangkat menuju markas sekte burung hantu.
Selama perjalanan Zhuang An memikirkan waktu peristiwa bulan darah sudah dekat, jadi sepertinya dia tidak akan bisa mengikuti acara pengantin Gurunya. Ada rasa menyesal tentu saja, tetapi dia tetap bahagia.
Perjalanan itu ditempuh hampir seharian, setelah melewati sebuah hutan merekapun tiba di dekat benteng sekte burung hantu.
" Berhenti," Zhuang Shing memberi komando mengambil jarak yang cukup dengan benteng sekte.
__ADS_1
Zhuang An merasakan ada pergerakan yang cukup membahayakan dari dalam benteng, pemuda tanggung itu berpikir ketua sektenya pasti juga mengetahui adanya gerakan yang tidak biasa tersebut, jadi dia menunggu kode dari Zhuang Shing.
" Semua jangan bergerak sebelum ada tanda dariku," Zhuang Shing terbang keudara dan mendekat kearah gerbang, tapi tiba-tiba ada beberapa suara berdesing meluncur kearah dirinya.
Zhuang Shing dengan tenang menangkap anak panah yang berukuran besar sekitar 1 meter lebih lalu melemparkan kearah para penyerangnya suara jeritan menggema memenuhi lingkungan benteng tersebut.
Ketua sekte pedang langit tersebut terbang kearah benteng ia melihat di atas benteng terdapat barisan balista atau busur dengan ukuran besar yang di kendalikan puluhan orang.
Tanpa pikir panjang Zhuang Shing mengerahkan energi murni dan dengan perubahan energi api ia menghancurkan senjata-senjata berat tersebut.
" Whuuss......Whuuss".
" Blaarr......Blaarr".
Senjata-senjata tersebut hancur berantakan bersamaan dengan terpentalnya para pendekar kelas tiga yang mengendalikannya.
Kemudian Zhuang Shing kembali mendekati gerbang dan mengangkat tangannya dari telapak tangannya keluar petir yang dasyat menyambar gerbang benteng.
"Zhuuut".
Gerbang benteng sekte burung hantu hancur dan mengeluarkan asap yang mengepul, kemudian ketua sekte pedang langit tersebut memberi kode untuk menyerang.
" Serbuuu..." Para pendekar berteriak kencang.
" Guru, murid menyerang duluan." kata Zhuang An.
" Hati-hati." Yang Chen memperingatkan.
Zhuang An yang sudah bersiap dari tadi langsung melesat mendahului yang lain.
Dengan pedang yang sudah siap dia mencipta angin beliung salah satu jurus tingkat tinggi pedang elemen angin.
Angin bergerak bergulung dari pedang dan dengan dasyat melabrak orang-orang yang menghadang di depan gerbang.
__ADS_1
" Zuuut........Wuuus.....Zlaaar.."
Orang-orang anggota sekte burung hantu yang membentuk formasi di gerbang benteng tergulung arus beliung dan buyar berantakan.
" Jangan jauh-jauh dariku, mereka cukup berbahaya." Yang Chen berbicara pada Yuan Lian.
" Emm..." Yuan Lian menjawab tunangannya dengan singkat.
Yang Chen dan Yuan Lian bergerak bersamaan menyusul Zhuang An. Kemudian Xie Shen dan Fan Wei beserta Zhu Lin tak mau kalah semangat, mereka menghambur masuk bersama ratusan anggota sekte Tebing Tinggi.
Yuan Fan juga bergerak di belakang anggota sektenya, mengawasi dan mengiringi mereka.
Zhuang Shing terbang keatas benteng dan membersihkan area tersebut dari para pemanah maupun pelempar tombak. Kemudian dia berdiri diatas benteng memperhatikan jalannya pertempuran.
Sementara di dalam pertempuran terjadi dengan dasyat karena jumlah anggota sekte burung hantu ternyata lebih dari 2000 pendekar, sedangkan anggota sekte Tebing Tinggi yang ikut menyerang 1300 anggota, jadi ada perbedaan jumlah yang hampir separuhnya.
Melihat situasi tersebut Zhuang An menggunakan pedangnya untuk mencipta puluhan pisau angin yang digunakan menyerang anggota sekte burung hantu,
" Haaat." Suara Zhuang An.
" Zeet...Zeet...Zeet."
" Jless...Jless...Jless."
Dalam tiap kali ayunan pedangnya puluhan anggota sekte burung hantu roboh tertembus pisau anginnya.
Zhuang An terus merangsek kedepan, sementara di belakangnya Yang Chen bersama Yuan Lian juga bergerak dengan gesit pedang mereka bergerak begitu cepat setiap tebasannya membuat lawan-lawannya roboh bersimbah darah.
Zhuang An, Yang Chen dan Yuan Lian membuat anggota sekte burung hantu terus kehilangan anggota mereka.
Xie Shen dan Fan Wei juga Zhu Lin menyerang kebagian pinggir kiri sementara Yuan Fan masih mencari-cari ketua sekte burung hantu dan sesekali menghabisi musuh yang lebih dekat denganya.
Setelah membereskan para pemanah dan lainnya yang berada di benteng sekte Zhuang Shing turun di halaman sekte. Cara terbang dan turunnya Zhuang Shing menyebabkan ketakutan tersendiri bagi anggota sekte burung hantu mereka tidak ada yang berani mendekatinya.
__ADS_1
Zhuang An menjadi orang tang yang paling banyak membunuh pedangnya berkelebat ke kiri dan ke kanan setiap kelebatannya meluncurkan puluhan pisau angin dan memakan korban nyawa puluhan anggota sekte burung hantu.