PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
120. Analisa Zhuang An


__ADS_3

Zhuang An segera menemui Yang Chen di kediamannya. Akan tetapi, Pemuda tampan itu terkejut karena di situ ada banyak orang yang sedang bersantai di sana.


Zhuang An mendengar dari Huang Liang, bahwa perkembangan Wisma 20 Elemen Pedang Angin sangat pesat dalam beberapa tahun terahir.


Saat ini Wisma mereka memiliki 500 murid secara keseluruhan, dan 50 di antaranya adalah gadis-gadis muda dari berbagai kalangan.


Yang Chen sudah mulai menerima murid banyak sejak tiga tahun yang lalu, karena saran dari Patriark Zhuang Shing.


Tetapi, orang-orang yang di Kediaman Yang Chen ini jelas kebanyakan adalah orang dewasa.


Jadi, Zhuang An cukup terkejut melihat nya.


"Pendekar Zhuang!?" Suara Zhu Lin mengagetkan semua orang.


"Benarkah?" Yuan Lian masih ragu dengan keberadaan Zhuang An.


Semua orang memandang ke arah Zhuang An, dengan diliputi perasaan kagum, ragu dan penasaran.


Dari dalam wisma besar keluar Yang Chen, dengan tatapan mata penuh kerinduan pada murid kesayangannya itu.


"Guruu...!" Zhuang An berteriak cukup kuat bercampur perasaan berat.


Pemuda tampan itu, segera mendekat dan memberi hormat.


"Guru!Terima lah hormat murid mu ini!" Dengan penuh perasaan, Zhuang An kemudian berdiri dan menundukkan kepala nya dalam-dalam sebanyak tiga kali.


"An'er!" Yang Chen memeluk Zhuang An dengan perasaan haru.


"Rupanya, kau tumbuh dengan baik?!" Ucap Yang Chen.


"Benar Guru! Murid tumbuh dengan baik" Zhuang An mencurahkan perasaan kangen nya pada Gurunya.


*


*


*


*


Dalam kesempatan hari itu, Zhuang An beramah tamah dengan kedua mertua gurunya Yuan Fan dan istrinya.


Selanjutnya dia juga berbincang dengan Yuan Lian, Xie Shen, Fan Wei seeta Zhu Lin.


Mereka adalah rekan-rekan lamanya, saat menumpas komplotan perampok sebelum dia memasuki alam dimensi energi.


Yang membuat dia terkejut, ternyata semua orang telah mengalami kemajuan pesat, dalam tingkatan pendekar nya.


Yang Chen telah mencapai ranah Pendekar Bumi gerbang ke tiga.


Yuan Lian juga berkembang mencapai puncak gerbang delapan Pendekar Satria.

__ADS_1


Bahkan! Xie Shen, Fan Wei , dan Zhu Lin yang berasal dari sekte tebing tinggi telah menembus gerbang ke enam dan ke lima Pendekar Satria.


Ini sungguh hal yang tak pernah terduga sebelumnya. Padahal dulu pertama bertemu Xie Shen, Fan Wei dan Zhu Lin masih setingkat pendekar ahli.


"Bagaimana bisa, kalian berkembang begitu cepat sekarang?" Zhuang An bertanya kepada tiga teman laman nya itu.


"Hehee...Ini adalah berkah dari perkawinan Nona Lian, sehingga kami bisa sering di Sekte Pedang Langit ini, dan bisa menyewa beberapa kitab juga mendapatkan sumber daya yang cukup besar" Jawab Xie Shen dengan wajah berhias senyum.


"Benar! Kami kerasan di sini, banyak keuntungan yang bisa kami perolehan" Fan Wei menambahkan ucapan Xie Shen.


"Sudah berapa lama di sini?" Tanya Zhuang An serius.


"Kalau ditotal mungkin hampir empat tahun, kami beberapa kali bolak-balik kemari" Zhu Lin mencoba menghitung waktu yang mereka lalui di Sekte Pedang Langit.


*


*


*


*


Zhuang An sangat menyukai anak kecil, jadi ketika bertemu Yang Fan yang hampir tiga tahun umurnya, ia langsung akrab.


Jadi, hari itu ia menghabiskan cukup banyak waktunya untuk bermain dengan Yang Fan.


"Fan-fan! Sini sayang! Ayah ada kepentingan dengan An'gege mu" Yuan Lian memanggil putra tercintanya.


"An'er! Bagaimana persiapan mu? Situasi sekarang tak menentu. Peristiwa yang dikhawatirkan sudah semakin dekat" Yang Chen membuka diskusi dengan Zhuang An.


"Guru! Secara pribadi murid sudah sangat siap, akan tetapi untuk kemungkinan lainnya juga perlu persiapan" Jawab Zhuang An.


"Kemungkinan lain?" Yang Chen bertanya lagi.


"Benar! Murid rasa banyak sisi pendukung yang harus dipersiapkan, jika tidak tentu akan banyak korban berjatuhan" Ucap Zhuang An.


"Benar juga! Jika engkau berusaha sendiri untuk menghancurkan iblis negeri Jie Xia itu terlalu berlebihan, dan jika engkau membawa team pendukung tanpa persiapan justru akan banyak timbul korban" Ucap Yang Chen.


"Jadi, engkau sudah bisa mengukur kekuatan musuh saat ini?" Yang Chen ingin memastikan.


"Secara garis besar sudah, kekuatan inti mereka melebihi Sekte Pedang Langit saat ini" Ucap Zhuang An berdasar penglihatan sinar mata dewa.


" Degg"


Yang Chen terkejut, ia bahkan sampai hampir terbatuk saking kagetnya.


Di Kekaisaran Tang ini, Sekte Pedang Langit adalah kekuatan terbesar dan terhebat saat ini, jika kekuatan inti negeri Jie Xia melebihi Sekte Pedang Langit, itu akan sangat sulit diterima.


"Komandan pengintai mereka saja setingkat Pendekar Bumi gerbang ke tiga, lalu bagaimana dengan jendral perang mereka, atau bahkan petinggi lainnya?!" Zhuang An menambah kan fakta dalam penjelasannya.


"Jadi, apa rencana mu?" Yang Chen menatap Zhuang An dengan serius.

__ADS_1


"Aku akan membantu para Tetua Sekte Pedang Langit, untuk menjadi lebih kuat dalam beberapa bulan ini, kemudian kita bisa bergerak bersama setelah enam bulan kemudian" Zhuang An memaparkan rencananya.


"Enam bulan, cukup sempit waktu nya" Yang Chen berucap pelan, dan menarik nafas yang dalam.


.


.


.


"Guru! Ini ada hadiah untuk pernikahan guru. Maaf An'er baru bisa memberikan nya sekarang!" Zhuang An mengeluarkan kotak kristal yang indah.


"Och! Apa ini?" Yang Chen cukup penasaran.


"Di dalamnya, ada beberapa benda cukup bermanfaat" Zhuang An berkata pelan.


Yang Chen segera membuka kotak kristal tersebut, dan dirinya cukup terkejut, mendapati isi nya ternyata barang yang sangat langka dan berharga.


Satu persatu mengeluarkan barang tersebut.


Mulai dari eliksir tingkat tinggi, pusaka air mata darah dewa, batu bintang energi, cincin tujuh dimensi dan banyak sumber daya tingkat tinggi lainnya.


"An'er! Mengapa kau memberikan barang-barang berharga ini?" Yang Chen berkata serius.


"Karena, An'er banyak memiliki barang yang seperti ini" Jawab Zhuang An dengan tersenyum.


"Och..!" Yang Chen dibuat kaget dengan jawaban Zhuang An.


"Dan tentu saja, karena An'er sayang Guru!" Zhuang An menambahkan ucapannya.


Yang Chen, memeluk Zhuang An dengan haru. Ia tahu sejak dulu Zhuang An selalu baik hati dan menyenangkan.


"Guru! An'er melihat semua orang telah mengalami kemajuan, akan tetapi itu belum cukup untuk menghadapi bahaya yang akan terjadi kedepan, untuk itu Bibi Yuan Lian juga harus lebih kuat lagi" Ucap Zhuang An sebelum keluar meninggalkan ruang kerja Yang Chen.


"Terima kasih! Untuk perhatian mu An'er" Ucap Yang Chen tulus.


Zhuang An segera meninggalkan ruang kerja gurunya, ia menuju wisma nya yang telah lama ditinggalkan.


Sebenarnya dia ingin menemui Han Mei, dan sepuluh sahabat nya di wisma 19 Elemen Pedang Angin.


Ia ingat saat-saat masih sering berlatih bersama dengan mereka dahulu, jadi dia penasaran bagaimana kabar mereka sekarang.


Akan tetapi, rencananya diurungkan untuk saat ini, karena situasi sudah mulai malam.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2