
Ketika Zhuang An dan Han Fang sedang bertarung melawan pendekar bumi Jie Xia, Huang Liang dan Wang Li juga tak menyianyia kan kesempatan, untuk uji coba kekuatan dengan melanjutkan pertarungan mereka melawan para pendekar mumpuni dan pendekar satria.
"Wang Li! Jangan terlalu bermurah hati! Mereka telah terpengaruh darah iblis!" Huang Liang berteriak mengingat kan junior nya.
"Siap! Senio Huang!" Jawab Wang Li cepat.
Wang Li tidak terlalu kerepotan karena lawannya tidak ada yang setingkat dengan dirinya, namun jumlah yang cukup banyak membuat dia tidak bisa bertindak cepat.
Karena dia dikeroyok, maka emosinya mulai naik sehingga dia dengan cepat menggunakan Teknik andalan nya, teknik elemen pedang api milik sekte pedang langit.
"Wuuuss"
"DUUAARR"
Sepuluh pendekar ahli langsung terkapar, namun Wang Li tidak berhenti di situ, karena pendekar mahir dan mumpuni masih terus mengepung dirinya.
"Jurus kedua, terjangan pedang api membara!" Teriak Wang Li sambil mengarah kan serangan nya, pada para pendekar yang mengelilinginya.
Karena teknik dan tingkatan dirinya lebih tinggi, tak satu pun musuh yang mampu menahan serangan Wang Li.
"Jlaaaar"
Musuh-musuh Wang Li terpental tak berdaya terkena serangan hebat jurus elemen pedang api.
Akan tetapi seorang Pendekar Satria puncak gerbang ketujuh, datang menghadang dirinya.
*
*
*
*
Huang Liang, juga telah berhasil merontokkan kombinasi serangan pendekar mumpuni dan pendekar satria gerbang satu dan dua yang mengeroyok nya.
Dan denga tekhnik pedang pusaran angin topan, dia akan segera mengakhiri lawan-lawannya.
"Swosss"
"Blaaaar"
Ledakan pusaran angin topan, menghancurkan musuh yang mengepung Huang Liang.
Namun, tiba-tiba sebuah serangan hebat datang dari belakang nya.
Huang Liang tidak dapat menghindar, dengan cepat ia menyalurkan tenaga dalamnya pada telapak kiri, dan menghadang serangan maut tersebut.
"Wuuuss"
"Buuum"
Sebuah benturan keras terjadi, Huang Liang terhuyung tiga tombak jauhnya
Dadanya terasa nyeri tangan kiri seperti mau lepas, saking sakitnya.
Sedang kan musuh juga terpental, namun, dengan mudah mendarat manis ke belakang.
"Hahaa! Bagus-bagus, anak muda! Kau sungguh berbakat!" Pendekar Satria puncak gerbang delapan, tertawa keras.
"Aku sungguh penasaran apakah kau akan mampu mengalahkan aku, terimalah jurus ku ini, Api iblis merah!" Pendekar Satria puncak gerbang delapan, berteriak keras.
__ADS_1
Huang Liang belum sempat menata tenaga dalamnya, yang kacau menjadi sedikit panik.
Tetapi dia tidak mau mati konyol, sehingga dengan cepat dia menyongsong serangan tersebut, dengan energi murni yang disalurkan pada pedang nya.
Sama-sama memiliki ranah Pendekar Satria puncak gerbang delapan, dan juga tekhnik yang sama hebatnya membuat keduanya sangat percaya diri.
Namun, Huang Liang sedikit tertekan, karena dia sejak awal sudah menghadapi musuh yang begitu banyak.
Ditambah musuhnya ini datang dan menyerang secara mendadak, betul-betul tak menguntungkan diri nya.
Akhirnya, Huang Liang mengempos seluruh energi murni yang di miliki untuk beradu nyawa dengan musuhnya yang juga Pendekar Satria puncak gerbang delapan.
"Wuuuss"
"Jlaaaar"
Pendekar Satria puncak gerbang delapan musuh Huang Liang terkejut luar biasa, karena tekhnik api iblis merah dapat diimbangi oleh anak muda di depannya.
Namun, itu sebenarnya karena Huang Liang berhasil menyalurkan semua energi murninya tepat waktu, kalau tidak dia pasti sudah tewas.
Sekarang keduanya sama-sama terpental lima belas tombak, dan kemudian pingsan tak sadarkan diri.
*
*
*
*
*
Han Fang terdorong tiga tombak jauhnya, setelah menahan serangan pendekar bumi Jie Xia gerbang pertama.
Sementara pendekar bumi Jie Xia gerbang pertama, terkejut serangan hebatnya tak mampu menciderai Han Fang.
"Och! Ini pertama kalinya aku menghadapi lawan hebat seperti ini" Gumam pendekar bumi Jie Xia gerbang pertama.
"Aku akan menggunakan tekhnik ketiga api iblis hitam" Batin pendekar bumi Jie Xia gerbang pertama.
"Och! Ini tekhnik andalan nya, aku harus bersiap!" Batin Han Fang.
Dengan cepat, Han Fang menyiapkan energi murni yang dipadukan dengan tekhnik pedang petir, untuk menghalau api iblis hitam.
"Zhuuuut"
Api iblis hitam menyerang dengan dasyat ingin menghancurkan apa saja yang ada di hadapannya.
"DUUAARR"
Sebuah ledakan terjadi, tubuh Han Fang terpental sepuluh tombak dengan memuntahkan darah kental.
Namun, nasib yang sama juga dialami pendekar bumi Jie Xia gerbang pertama.
Pendekar tersebut, muntah darah kental setelah terbanting sepuluh tombak jauh nya.
Namun, pendekar bumi Jie Xia gerbang pertama itu bangkit lagi, dengan sisa energi murninya, dia mengangkat tangan kanannya dan melesat cepat ke arah Han Fang.
"Wuuuss"
Melihat kegigihan musuhnya tersebut, Han Fang mau tak mau hanya bisa menyiapkan tekhnik pedang petir, dan mengempos energi murninya.
__ADS_1
"Blaaaar"
Benturan terakhir, membuat dua tubuh melayang tak terkendali.
Pendekar bumi Jie Xia gerbang pertama, menabrak gedung dan akhirnya tewas.
Sementara, Han Fang tubuhnya melayang deras kearah pohon besar. Di saat itu lah sebuah bayangan putih menangkap nya dari belakang.
"Ehuk-ehuk"
Han Fang batuk-batuk dan kemudian muntah darah kental berwarna kehitaman.
"Senior Han! Cepat telan Pil penyembuh luka dalam ini! " Ucap Zhuang An.
Zhuang An dengan cepat mengambil pil penyembuh luka dalam tingkat tinggi. Dan langsung memberikan ke mulut Han Fang yang masih ada di papahan tangan kirinya.
Han Fang hanya bisa membuka mulut nya sedikit, lalu menelan nya.
Pemuda tampan itu, tidak bisa berkata sepatah pun karena luka dalamnya memang parah.
Zhuang An segera menyalurkan energi murninya, untuk membantu proses penyembuhan Han Fang.
Pada sisi lain Wang Li juga terdesak hebat, mulutnya mengeluarkan cairan darah kental kehitaman.
Bahkan! tangan kirinya di bagian lengan telah patah.
Namun, bocah satu generasi dengan Zhuang An itu tak mau menyerah.
Walaupun tenaga dalamnya sudah terkuras habis, tetapi dia masih memiliki cadangan energi murni.
Jadi, dia bermaksut mengadu jiwa dengan Pendekar Satria puncak gerbang tujuh yang menjadi lawannya kali ini.
Keduanya melesat ke udara, dengan tekhnik dan energi murni terakhir mereka.
"Jiiaaaat!"
"Jiiaaaat!"
Zhuang An yang sedang mengobati Han Fang, menjadi khawatir melihat ekspresi Wang Li.
"DUUAARR"
Dua tubuh melayang dengan keras hingga puluhan tombak.
Zhuang An bergerak cepat, untuk menangkap tubuh Wang Li, agar tak membentur batu besar di belakang nya.
Wang Li benar-benar pingsan di pelukan sahabatnya.
Zhuang An, segera bertindak cepat agar nyawa Wang Li tidak melayang.
Pemuda tampan itu, tak memperdulikan Pendekar Satria puncak gerbang ke tujuh, yang menjadi lawan Wang Li, kemungkinan tewas karena luka dalam dan menabrak gedung.
Jadi, dia segera memasukkan sumber daya penyembuh kemulut Wang Li, dan membantunya untuk mencerna dengan energi murni.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.