
Di tempat lain, Jie Jie dan ke dua senior nya telah banyak menghajar lawan-lawannya.
Namun, kali ini yang dia hadapi adalah salah satu pemimpin Organisasi Pembunuh Srigala Liar dan pendamping nya.
"Matilah Kau!" Salah satu pendekar, melemparkan pisau-pisau es dari perubahan energi kuat. Pisau-pisau itu terbang melesat kearah Jie Jie
" Whuut"
Namun, Pendekar wanita ini, menggerakkan telapak tangannya yang terlapisi energi yang lebih kuat lagi.
"Huch! Kau culas sekali!" Bentak Jie Jie, dengan marah.
Dan seketika itu, pisau-pisau es tersebut melesat kearah pemiliknya, dengan kecepatan empat kali..
" Whuus"
" Jless.."
"Aach"
Pisau-pisau es terbang menancap di dada, Pendekar Aliran Hitam yang menggunakan pisau-pisau tersebut, dengan sangat dalam.
Pria jahat itu, tak bergerak lagi dan akhirnya jatuh kebelakang dengan suara yang keras.
"BRAAK"
Jie Jie membalikkan arah tubuhnya, pada Pimpinan Pendekar Aliran Hitam.
"Aku, akhiri saja hidupmu" Ucap Jie Jie.
"Kau! Apa maksudmu?" Pemimpin Organisasi Srigala Liar kaget.
Namun, Jie Jie mengangkat telapak tangannya yang ditujukan pada pria tersebut.
Seketika, muncul lah pusaran energi yang begitu kuat menyedot Pendekar Aliran Hitam itu, kearah telapak tangan Jie Jie. Itu adalah salah satu Tekhnik ras iblis.
Walaupun, Pendekar Aliran Hitam itu sudah di ranah Pendekar Bumi Gerbang Ke dua, namun itu tidak ada sulitnya bagi Jie Jie.
"Zhuuut"
"Aaach"
"Tehknik, apakah ini?" Teriak Pemimpin Srigala Liar.
"Kau tak perlu tahu, aku hanya akan membunuh mu" Jawab Jie Jie
Tubuh Pria ini, tersedot kearah telapak tangan Jie Jie, dan ketika Pimpinan Srigala Liar itu tercengkeram kerah baju dada nya. Jie Jie langsung memukul kepalanya hingga retak.
"Kraak"
"Aack"
Pendekar Aliran Hitam itu tewas, tanpa bisa membalas sama sekali.
*
*
*
*
*
*
Di tempat lain Jia Xin, juga akan segera mengakhiri lawannya.
"Tapak Api Emas!" Ucap Jia Xin dengan lantang.
Suara menderu bersamaan dengan munculnya sinar keemasan.
"Zhuuuut"
Penasehat Kelabang Beracun, menghadang dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya.
"Tehknik Pukulan Racun Hitam"
"Wuuuss"
__ADS_1
"Blaaaar"
Sebuah ledakan dasyat terjadi, tanah di tempat itu bergetar.
Perbedaan kekuatan dan ranah yang begitu jauh, tentunya membuat akibat yang fatal.
Jia Xin, masih berdiri dengan tenang, melihat musuhnya melayang cepat menabrak tembok, di belakang nya hingga tewas.
"Kau! Akan aku habis kau!" Pimpinan Kelabang Beracun, sangat marah, sehingga menghilangkan kecerdasan nya.
Ia tak begitu peduli, dengan kemampuan lawannya. Yang jelas dia ingin segera membalas kematian penasehat nya.
"Buktikan ucapan mu! Aku masih di sini" Respon Jia Xin, dengan senyum meledek.
Pimpinan Kelabang Beracun, menyalurkan seluruh energi nya di kedua telapak nya.
Telapak tangannya memancarkan energi hitam yang berkilau, lalu dengan sekuat tenaga ia menghantamkan kearah Jia Xin.
"Hiaat"
"Wuuss"
Jia Xin tidak tinggal diam, ia menggunakan teknik nya. Tapak Api Emas...
"Zhuuut"
"Jlaaaar"
Ledakan itu terdengar begitu dasyat, Jia Xin merasakan ada getaran hangat di tangannya. Tapi, tidak demikian, dengan Pimpinan Kelabang Beracun, tubuhnya melesat ke belakang dan menabrak batu, dan tewas seketika.
*
*
*
*
*
Sementara, Zhuang An juga sudah di akhir finishing pertarungan nya.
Tiga Pendekar Satria terlempar hingga dua puluh tombak jauhnya, entah pingsan atau tewas Zhuang An tak peduli.
Lalu dengan sekuat tenaga, di mengarahkan serangan nya pada Zhuang An.
"Kampus kau sekarang! Hiaat!" Teriak Pimpinan Organisasi Harimau Hitam.
"Zhuuuut"
Zhuang An, dengan sangat tenang mengendalikan energi murninya dengan rasa. Ya ini adalah tehknik kristal salju.
"Jangan terlalu yakin dulu! Terima ini!" Ucap Zhuang An.
"Wuuuss"
Pusaran kristal, yang mirip mata bor besar meluncur dengan deras menembus energi api hitam milik Pemimpin Organisasi Harimau Hitam.
"Auuchk"
Mata bor kristal salju, menembus tubuh PimpinOrganisasi Harimau Hitaman.
Tubuh itu kemudian membeku putih salju dan kemudian meledak.
"DUARR"
Tubuh pemimpin Organisasi Harimau Hitam menjadi serpihan es, dan kemudian meleleh menjadi air.
"Haach! Habis sudah dia" Gumam Zhuang An pelan.
Zhuang An menoleh ke sekeliling, dan ternyata pertempuran sudah berakhir.
Banyak tubuh tergolek pingsan tak sadarkan diri. Banyak juga yang mati.
Setelah itu, pemuda tersebut menarik kembali seluruh bayangan dirinya, yang adapertempuran itu, untuk menyatukan semua informasi dan peristiwa yang terjadi.
"An'er! Bagaimana keadaan mu?" Zhu Fai, menyapa Zhuang An.
"Och! Paman! Aku, baik-baik saja" Zhuang An menjawab dengan tersenyum.
__ADS_1
"Ach! Ternyata, kalian saling mengenal?" Tanya Penatua Sepuh Klan Zhu.
"Benar! Paman! An'er ini pendekar hebat" Jawab Zhu Fai.
"Paman Zhu Fai, pernah menolong ku, saat masih kecil" Zhuang An memberi penjelasan.
"Och! jadi begitu!" Respon Pendekar Satria , tngkat puncakPenatua Sepuh.
Putri Fie, didampingi empat Pengawal nya mendekat.
"Hai..!" Sapa Putri Fie pada Zhuang An.
"Hai..! Bagaimana? Ada yang ingin disampaikan?" Tanya Zhuang An.
"Kami, ingin tinggal di wilayah Klan Zhu ini, bagaimana menurut mu?" Tanya Putri Fie pada Zhuang An.
"Och! Bagus itu! Kami akan senang menerima nya" Respon Penatua Sepuh Klan Zhu dengan cepat.
"Kalau, Penatua Sepuh saja, sudah bilang begitu. Apa lagi yang perlu dibicarakan" Jawab Zhuang An dengan senyum senang.
"Ach! Terima kasih! Jika, seperti itu" Jawab Putri Fie.
Akhirnya, Putri Fie dan empat pengawalnya mulai hari itu, tinggal di Klan Zhu.
Mereka menempati gedung yang cukup besar milik Paviliun Klan Zhu. Dan itu, membuat anggota Klan merasa senang, karena penduduk lebih merasa aman, dengan kehadiran mereka, yang memiliki kemampuan pendekar tingkat tinggi.
Selain itu, dengan fisik mereka yang terlihat sangat cantik, menjadikan keindahan sendiri di tempat tersebut.
*
*
*
*
"Fai'er! Kami, telah membicarakan tentang masa depan Klan, dengan beberapa Tetua yang ada. Kami menyepakati, agar engkau bersedia menjadi Patriark Klan Zhu. Karena saat ini, kau lah yang memiliki kemampuan tertinggi setelah aku, sedangkan umur ku sudah uzhur. selain itu, engkau adalah keturunan Patriark Klan Zhu sebelumnya" Tutur Penatua Sepuh Klan Zhu, dengan serius.
"Paman! Aku..aku belum siap!" Jawab Zhu Fai, agak berat.
"Yunior Fai! Klan Zhu, sangat membutuhkan mu. Lalu, apa yang menjadi masalah mu?" Wu Ming, menepuk pundak adik seperguruannya itu.
"Aku..merasa belum siap" Ujar Zhu Fai dengan pelan.
"Baiklah! Jika, engkau, saat ini merasa belum siap. Kami, akan menunggu sampai empat atau enam bulan kedepan. Aku mimta engkau segera mempersiapkan diri" Ujar Penatua Sepuh Klan Zhu.
"Baik! Paman!" Jawab Zhu Fai.
*
*
*
*
Zhuang An, Wu Ming, Qiao Jin dan Zhao Sheng kembali ke Sekte Istana Bunga. Mereka segera fokus mempersiapkan diri dengan rencana berikutnya.
Bahkan! Zhuang An menarik semua tubuh bayangan nya, untuk menyatukan segala informasi. Karena ia merasakan ada firasat yang tidak baik, dari pergerakan Iblis Api Biru, Barzora dan pengikutnya.
"An'er! Kau memanggilku?" Fang Dishi merasa heran
"Benar!'Hari ini, aku akan membantu Cici untuk menembus ranah bumi hingga gerbang ke empat. Jika fisik Cici, siap?" Ujar Zhuang An dengan serius.
"Och! Bagus itu! Aku, sudah merasa siap. Tapi, mengapa tiba-tiba sekali?" Tanya Fang Dishi.
"Karena, Iblis Api Biru sudah mulai bergerak ke arah wilayah kekaisaran Tang" Jawab Zhuang An.
"Och!" Fang Dishi terkejut.
"Duduklah! Gunakan Batu bintang energi yang baru ini!" Ucap Zhuang An.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.