
Dua Jendral puncak ranah bumi itu, segera bangkit dan memancarkan energi puncak nya.
"Tinju Selaksa Api Biru"
"Hiaaat"
"Wuuss"
"Wuuss"
Dua serangan datang kearah Zhuang An secara bersamaan, dengan tenang pemuda itu, kembali menjentik kan dua jari nya.
"Zhuuut"
"Zhuuut"
"Jlaaar"
"Jlaaar"
Dua ledakan kembali terjadi, kali ini kedua Jendral tingkat bumi puncak itu, terpental hingga empat puluh tombak jauh nya. Dan kemudian pingsan di tempat.
Zhuang An segera melesat dan memasukkan keduanya, ke dalam penjara tujuh dimensi.
"Hahaa...! Dua sasaran sudah beres" Ucap Zhuang An dengan tenang.
Zhuang An segera melesat kearah lokasi yang sempat dibicarakan dua Jendral sebelum nya.
*
*
*
*
*
Sementara, di Negeri Tibet Liu Xie sedang duduk di kedai besar, menikmati segelas teh hangat kesukaannya, sambil mendengar kan pembicaraan dua pendekar bumi tingkat delapan.
"Sejauh yang kita selidiki, di wilayah selatan Negeri Tibet ini, tidak ada Pendekar tingkat tinggi.Bahkan pendekar tingkat bumi pun tidak kedengaran" Ucap seseorang, yang menyamar sebagai pengembara.
"Aku juga merasa begitu, mungkin kita harus mencari di wilayah lain, di utara atau mungkin di bagian barat" Jawab temannya.
"Sebaik nya, kita ke wilayah bagian barat dulu, biar tidak terlalu jauh. Ayo berangkat!" Dua Jendral yang sedang menyamar itu, segera membayar di kasir dan kemudian pergi, meninggalkan kedai tersebut.
Liu Xie segera mengikuti kedua nya, dan ketika mereka berdua sudah berada di tempat yang sepi, Liu Xie segera mencegat nya.
"Berhenti kalian!" Teriak Liu Xie cukup lantang.
Mendengar suara wanita yang sangat keras di telinga, membuat kedua Jendral yang menyamar itu pun berhenti.
"Siapa kau?" Teriak salah satu nya.
"Aku, adalah orang yang kalian cari. Kalian mencari orang yang mengambil seribu gadis kan?" Tanya Liu Xie dengan sinis.
"Ka..Kau! Apa mau mu?" Kedua Orang yang sedang menyamar itu, tiba-tiba tertekan oleh aura yang dikeluarkan Liu Xie.
"Hahahaa...! Mungkin aku akan membunuh kalian, atau kalau tidak aku bisa menangkap kamu berdua. Bagaimana?" Liu Xie menggertak garang.
__ADS_1
"Kalau begitu, hadapi dulu kami!" Teriak salah satu jendral itu.
"Jiaaat"
Salah satu Jenderal menyerang dengan ganas. Dan seberkas sinar. biru pekat menerjang kearah Liu Xie.
Namun, gadis cantik itu segera menggerakkan tangannya, dan sinar putih jernih keluar dari telapak tangan Liu Xie menghadang kekuatan besar itu.
"Wuuss"
"Jlaaar"
"Aach..!" Suara teriakan Jendral itu, membayangi tubuhnya yang terpental jauh ke belakang.
Liu Xie, dengan cepat mengejar dan memberikan pukulan berikutnya.
"Dess"
Pria tersebut langsung pingsan seketika. Dan Liu Xie memasuk kan kedalam cincin tujuh dimensi nya, lalu tersenyum kearah Jendral yang satu nya.
"Majulah! Jika ingin mencoba" Ujar Liu Xie.
"Baiklah! Kau akan merasakan jurus andalan ku" Jawab pria kekar itu.
"Pukulan Selaksa Api Biru..!Hiaat...!" Teriak Jendral yang kedua itu.
Sinar dasyat biru pekat melesat menghantam ke arah Liu Xie. Sekali lagi gadis cantik itu, membuka telapak kanan nya, dan sinar putih jernih melabrak ener biru pekat tersebut.
"Wuuss"
"Blaaar"
Liu Xie bergerak lebih cepat, sebelum pria itu bangkit. Gadis energik itu sudah menotok urat-uratnya.
"Sekarang, kau jadi tawanan ku. Jadi, tinggallah di penjara cincin ku !" Ucap Liu Xie dengan tersenyum.
"Haach! Dapat dua sudah" Gadis itu bernafas lega.
*
*
*
*
*
Sementara itu, Zhuang An di Sekte Pedang Langit sedang berpikir keras. Ia ingin bergerak cepat memilih dan menentukan, siapa yang akan dibantu, untuk segera naik tingkat ranah pendekar nya.
Pemuda tampan itu, kemudian memasuki asrama Huang Liang, sambil membawa menu makan siang kesukaan diri nya, dan kakak seperguruannya tersebut..
Biar pun sudah lebih dari tiga bulan, Huang Liang belum juga ada tanda, akan naik tingkat ke ranah pendekar bumi.
Ketika Zhuang An memasuki tempat tinggal Huang Liang, kakak seperguruan nya menyadari. ada aura yang begitu dikenal nya.
Sehingga ia segera menyudahi meditasinya, karena ada hal yang ingin dia tanyakan kepada Zhuang An.
"An'er! Kau kah itu?" Suara Huang Liang, terdengar menggema di tempat itu.
__ADS_1
"Benar! Liang'gege! Bagaimana kabar mu ?" Zhuang An bertanya dengan ramah.
"Aku, baik-baik saja, An'er! Kebetulan kau kemari, ada hal yang ingin aku tanyakan" Huang Liang menjawab dengan cukup antusias.
"Tentang, apakah itu?" Zhuang An kembali bertanya.
"Ini, tentang ranah pendekar bumi. Mengapa aku, belum juga ada tanda-tanda akan menembus ranah Pendekar Bumi? Setelah tiga bulan bermeditasi penuh" Tanya Huang Liang dengan ekspresi wajah penasaran.
"Mengenai hal itu, memang cukup sulit. Liang'gege juga tahu para Tetua di Sekte Pedang Langit ini, paling cepat butuh satu tahun untuk menembus setiap gerbang pendekar bumi" Jawab Zhuang An dengan tenang.
"Tapi, mengapa Senior Han Fang saat itu hanya dua hari dua malam?" Tanya Huang Liang, masih penasaran.
"Itu! Karena aku mengorbankan banyak energi murniku, dengan tekhnik darurat yang aku gunakan, hari itu aku terlalu khawatir. Jadi, akhirnya aku putuskan untuk menggunakan tehknik tersebut" Jawab Zhuang An.
"Och! Jadi, menurutmu aku butuh berapa lama lagi, jika menggunakan batu bintang energi ini?" Lanjut Huang Liang.
"Jika, menggunakan batu bintang energi tipe lama ini, mungkin dua bulan lagi Liang'gege bisa menembus ranah Pendekar Bumi" Jawab Zhuang An tetap dengan tenang.
"Hemm..! Lumayan!" Respon Huang Liang cepat.
"Tapi, baiklah! Aku akan membantu Liang'gege, untuk menembus ranah Pendekar Bumi lebih cepat lagi" Zhuang An menambahkan kata-kata nya, yang membuat suasana hati Huang Liang menjadi lebih semangat. Bahkan! sangat antusias.
"Och ya! Bagus sekali, An'er!" Huang Liang sangat senang.
"Tapi, sebelum itu, mari makan dulu. Kita nikmati hidangan siang ini!" Seru Zhuang An .
"Ach ! Aroma nya, luar biasa. Kau memesan dari resto khusus?" Tanya Huang Liang.
"Benar! Aku tahu, Liang'gege sudah beberapa hari tak makan kan?" Jawab Zhuang An sambil menyiapkan hidangan tersebut.
Zhuang An dan Huang Liang segera menyantap menu yang lezat tersebut. Tanpa menyianyiakan nya.
Selang beberapa waktu. Makan siang pun selesai.
*
*
"Liang'gege! Masa pertempuran tinggal tiga bulan lagi, jika tidak bergerak cepat, kemungkinan kekuatan kita akan kalah dari pihak musuh. Untuk itu, aku akan membantu Liang'gege untuk secepatnya naik tingkat lagi" Zhuang An menjelaskan tujuan nya.
"Jika begitu, aku sudah siap! Mari kita mulai!" Jawab Huang Liang dengan mantab.
"Baik!" Zhuang An segera mengeluarkan batu bintang energi tipe baru, yang besar dan mirip kursi tersebut.
"Och! Apa ini?" Huang Liang kaget melihat artefak jenis baru itu.
"Ini, artefak batu bintang energi yang model baru. Liang'gege akan segera merasakan perbedaannya" Jawab Zhuang An dengan semangat.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1