
Pimpinan Organisasi Harimau Hitam, tak sempat mengelak, karena saking cepatnya serangan Zhuang An. Akhirnya Pria itu, menahan dengan kedua tongkat cakar nya, yang dilapisi energi murni.
"Jlaaar"
"Aach"
Ledakan membuat Pemimpin penjahat itu terlempar, dan kedua tongkat cakar nya pun, lepas dari tangannya.
Melihat hal tersebut, Penasehat Organisasi Harimau Hitam, tak tinggal diam, ia langsung melesat membantu pimpinan nya.
"Aku.., tidak apa-apa!" Ucap Pimpinan Organisasi Harimau Hitam, sambil memegang dada nya yang terasa sakit.
"Kita, harus memaksimalkan serangan. Dia sangat sulit dihadapi. Siapkan racun mu! Kita kepung dia!" Ucap Pimpinan Organisasi Harimau Hitam itu.
"Siap! Pimpinan!" Jawab Penasehat.
"Bagaimana? Mana lagi, omong kosong mu?" Zhuang An masih memprovokasi dengan tersenyum.
"Huch! Bedebah! Kepung dia..! Jangan diberi jeda!" Penasehat itu, jadi marah.
Serentak, puluhan Pendekar Satria, bergerak kearah Zhuang An.
Mereka langsung melancarkan serangan, dengan tembakan perubahan energi, dari senjata nya masing-masing.
"Wuuss" "Wuuss"
"Wuuss"
Namun, dengan ringan dan mudah nya, Zhuang An menghindar dan menangkis serangan tersebut.
"Deess"
"Deess"
"Deess"
Sementara, Penasehat Organisasi Harimau Hitam, mencoba mencari peluang untuk menyerang secara mendadak. Tetapi, Zhuang An memang hebat, dan sungguh terlatih dengan baik, sulit dicari celahnya.
Zhuang An yang tampak agak sibuk, menjadikan Penasehat nekat bergerak dengan racun nya.
"Hiaaat"
Pria yang sudah tampak tua itu, menembak kan racun, yang dibungkus dengan energi murni.
"Zhuuut"
Zhuang An dengan tenang, menyambut dengan elemen angin, yang juga disertai energi murni kuat.
"Zhuuut"
"Blaaar"
Racun yang terbungkus energi murni itu, meledak menghambur kearah Penasehat. Pria itu, tak sempat merespon, serangan nya yang kembali pada diri nya.
""AACHH...! Wajahku..! Tubuhku..!" Teriak Penasehat dengan kesakitan.
Pendekar yang sudah mulai menua itu, tubuh nya terlempar dan jatuh ketanah, memutih seperti terbungkus salju.
Kuat nya, racun dan hantaman membuat ia membeku, dan beberapa waktu kemudian, ia pun tewas oleh racun nya sendiri.
"Kurang ajar kau! Serang dia! Kita habisi dia bersama-sama!" Teriakan Pimpinan Organisasi Harimau Hitam, terdengar emosional.
__ADS_1
Puluhan pendekar Satria puncak, menyerang dengan garang.
Zhuang An, masih dengan santai menghindar, dan menyerang balik, dengan kibasan tangan nya. Gerakan-gerakan pemuda itu berenergi begitu tinggi, dengan diiringi deruan angin yang mengelilingi.
Pimpinan Organisasi Harimau Hitam, ikut menyerang dan menekan dengan jurus yang lebih hebat, yang dimiliki.
Namun, Zhuang An masih bisa menghadapi, dengan begitu tenang dan santai. Hal ini, membuat lawan-lawannya menjadi tambah jengkel, dan frustasi.
"Kau sungguh berhasil membuat kami menjadi marah!" Pimpinan penjahat tampak bersungut-sungut.
"Bakat dan semangat mu yang lemah, tak layak menjadikan kamu pemimpin" Zhuang An, justru menjawab dengan kata-kata pedas.
Petinggi Alienasi itu, tidak tahan lagi. Ia menyerang Zhuang An dengan tongkat cakar yang ganas, ledakan sinar energi menghantam di sana-sini.
Walaupun Zhuang An, harus membagi konsentrasinya, menghadapi banyak musuh.
Namun pemuda ini tidak ada masalah sama sekali. Bagi Zhuang An pertarungan ini hanyalah, gerakan meregangkan otot saja.
Menghadapi puluhan Pendekar Satria, dan Pendekar Bumi sekaligus. Bukanlah hal yang mudah. Namun, hal tersebut berbeda, jika yang bertarung adalah Zhuang An, pendekar tingkat dewa.
"Wuss...wuss."
"Sing..Sing..Sing"
Suara beberapa jarum beracun, melesat kearah Zhuang An. Itu adalah tehknik rahasia milik, Pemimpin Organisasi Harimau Hitam.
Dengan mudah pemuda itu mengibaskan tangannya, dan serumpun energi sinar emas, merontokkan jarum-jarum tersebut.
Bahkan! Beberapa di antaranya, mengenai pendekar-pendekar satria, yang mengeroyok nya.
"Uuch"
"Aach"
Serangan rahasia itu masih terus saja digunakan, tetapi Zhuang An lagi-lagi dengan mudah, menangkis dan bahkan! Tak perlu menghindari.
Sesungguhnya, pengalaman sepert ini, bukanlah yang pertama bagi Zhuang An.
Selama ini, dia sudah pernah bertarung, menghadapi musuh yang menggunakan racun, dan senjata rahasia.
Di tempat lain, Penatua Sepuh Klan Zhu, akhirnya dapat mengalahkan musuhnya, ketika satu lawan satu, dia bisa fokus dengan sempurna.
"Akhirnya, jatuh juga kau! Aku, tidak ingin melihat orang seperti dirimu, selamat. Oleh karena itu, hari ini, kau harus mati!" Ucap Penatua Sepuh Klan Zhu.
"Tu..tunggu!" Pendekar Satria gerbang delapan itu, mencoba bernegosiasi.
Namun, Penatua Sepuh itu, tidak mau menghentikan laju pedang nya dan kemudian...
"Cress"
Pedang tersebut, dengan cepat memenggal kepala penjahat itu.
Darah muncrat dan kepala tersebut, terpisah dari raga nya.
"Huuch! Akhirnya, beres juga kau sekarang" Desah Penatua Sepuh Klan Zhu. Dari arah lain Zhu Fai, datang menghampiri.
"Paman! Bagaimana keadaan Paman?" Tanya Zhu Fai.
"Aku, baik-baik saja! Hanya beberapa luka kecil ini, tidak perlu dikhawatirkan!" Jawab Penatua Sepuh.
"Baguslah!" Zhu Fai, kemudian memberi kan eliksir kepada Penatua Sepuh Klan Zhu.
__ADS_1
Setelah menerima minuman langka, orang tua itu segera menenggaknya. Dan perlahan kondisi dan luka-lukanya segera membaik.
"Kita harus terus bergerak! Agar pertempuran ini, segera selesai!" Ucap Penatua Sepuh, dengan lebih semangat.
"Baiklah! Paman! Mari!" Sambut Zhu Fai, dengan lebih optimis.
Di satu sisi, Wu Ming mengajak dua rekan nya, melanjutkan langkah untuk terus, menumbangkan musuh-musuh.
"Huuch! Untung nya, An'er memberikan eliksir, kalau tidak aku sudah kehabisan energi" Ucap Zhao Sheng.
"Aku juga sama, jumlah musuh terlalu banyak" Respon Qiao Jin.
Di tempat lain, Zhuang An yang lain mendekati Putri Fie yang tampak mulai lelah.
"Kau butuh ini?" Tanya Zhuang An.
"Apa itu?" Respon Putri Fie.
"Ini! Eliksir" Jawab Zhuang An.
"Och! Baiklah! Terima kasih?" Putri Fie menerima eliksir itu. Kemudian segera meminumnya.
"Huch! Ras mu ini, ternyata cukup banyak juga jumlahnya. Banyak dan merepotkan" Desah Putri Fie.
"Hahaa..! Begitulah ada nya. Kita akan terus menghadapinya" Jawab Zhuang An dengan tawa.
"Kalau begitu! Mari! Kita selesaikan bersama, pertempuran ini" Ajak Putri Fie.
"Kau, benar-benar ingin bertempur bersamaku?" Tanya Zhuang An dengan tersenyum.
"Yah! Tentu! Aku, ingin selalu di dekat mu!" Ucap Putri Fie.
"Waw! Itu! Terlihat bagus, seperti nya" Zhuang An tertawa.
Di depan mereka, para pendekar Aliansi aliran hitam, menunggu dengan ragu-ragu antara menyerang atau tidak.
Memang gadis di depannya, selain terlihat lembut dan cantik, juga senjatanya hanyalah kain selendang sutra, yang tampak indah.
Akan tetapi, mulai dari awal hingga kini, justru pihak mereka lah yang menjadi korban nya.
Zhuang An bergerak begitu ringan, dengan tapak arhat di kombinasikan, dengan elemen angin.
"Wuuss" "Wuuss"
Setiap gerakan tangan nya, puluhan pendekar terlempar, terkena sapuan angin.
Putri Fie, yang ada di sampingnya menggerakkan selendang sutra dengan indah, namun mengandung energi hebat.
Sehingga, membuat para pendekar Aliansi, terjungkal, terkena sambaran energi Putri Fie.
Zhuang An dan Putri Fie, terus bahu membahu. Praktis gerakan keduanya, mirip sepasang kekasih yang sedang menari.
"Ini! Seperti, bukan pertempuran" Ucap Putri Fie, dengan tersenyum senang.
"Och! Ya! Mirip menari atau sedang berolah fisik?" Respon Zhuang An.
"Mirip, kedua nya, berolah fisik dan juga menari" Jawab Putri Fie, masih dengan gerakan selendang nya.
Pendekar muda-mudi itu, bertarung sambil terus berbicara santai. Seakan, begitu menikmati suasana.
.
__ADS_1
.