
"Makanan sebanyak ini, Hua'er semua yang memasak?" Zhuang An bertanya pada Zhuang Li Hua.
"Emm..! Pastinya begitu! Tapi dibantu tiga bibi di dapur utama" Ucap Zhuang Li Hua dengan santai.
'Kepercayaan diri gadis ini begitu tinggi, ditambah bakatnya yang hebat kedepan pasti menjadi sosok yang luar biasa' Batin Zhuang An, ia merasa bangga pada adik sepupunya itu.
Han Fang dan Wang Li memperhatikan tingkah laku Zhuang Li Hua dengan perasaan kagum.
Mereka berdua sudah sering mendengar kelebihan putri Patriark Zhuang Shing ini, akan tetapi melihat nya secara langsung sungguh sesuatu yang menarik.
Sementara Huang Liang yang sudah sering bertemu dan melihat langsung kecerdasan dan kelebihan Zhuang Li Hua, juga masih tetap merasa kagum.
Dia hanya bisa berpikir keluarga bermarga Zhuang ini, memang sesuatu yang lain dari yang lain.
*
*
*
*
Sementara di Sekte Istana Bunga, jati diri Zhuang An masih dengan tekun mendampingi Fang Xiang dan Fang Dishi berlatih, untuk menguasai Kitab Sakti Dewi Bulan.
Walaupun belajar bersama, akan tetapi hasilnya sungguh berbeda.
Fang Xiang melesat bagaikan meteor, sementara Fang Dishi melesat bagaikan batu gunung yang meluncur ke bawah.
Awalnya Fang Dishi merasa sedikit tertekan oleh keadaan ini, akan tetapi pada ahirnya ia bisa berdamai dengan kenyataan.
Bakat bawaan lahir Fang Xiang memang tidak bisa dibohongi, akan tetapi prestasi Fang Dishi juga tidak rendah.
Jadi, dia ahirnya cukup berbangga dengan bakatnya sendir,i dan juga kesempatan mempelajari Kitab Sakti Dewi Bulan harus disyukuri.
"Cici Dishi! Jangan patah semangat! Tidak banyak pendekar yang berkesempatan mempelajari Kitab Sakti Dewi Bulan. Ini menunjukkan bahwa Cici adalah orang yang beruntung" Ucap Zhuang An menyemangati Cici iparnya.
"Benar! Aku adalah orang yang beruntung dapat mempelajari Kitab hebat ini, aku harus berusaha lebih keras lagi" Jawab Fang Dishi dengan mantap.
Pada tahap ini, Fang Xiang telah jauh meninggalkan Fang Dishi, karena dalam beberapa hari saja dia sudah menembus gerbang tiga kali.
Sementara Fang Dishi baru menembus gerbang satu kali, itu pun karena dia mendapat bantuan batu bintang energi milik Fang Xiang.
Sementara Fang Xiang saat ini, betul-betul sudah masuk dalam meditasi dari tekhnik Kitab Sakti Dewi Bulan.
Zhuang An segera duduk di belakang nya dengan konsentrasi tingkat tinggi, pemuda itu membantu memperkuat Dantian serta mempertebal meridian Fang Xiang.
Semua itu akan mempercepat proses Fang Xiang menuju tingkatan Pendekar Bumi dan kemudian tingkat Pendekar Langit.
__ADS_1
*
*
*
*
Kembali ke Sekte Pedang Langit, selesai menyantap hidangan Han Fang, Huang Liang dan Wang Li segera kembali ke asrama nya masing-masing.
Sementara Zhuang An masih dipegangi tangan nya oleh Zhuang Li Hua, sehingga tak bisa kemana-mana.
"Jangan kemana-mana dulu! An'gege harus cerita selama ini hilang kemana?" Zhuang Li Hua, bertanya dengan ekspresi yang gemes.
"Hahaa..! Cerita apa? Mengapa ga tanya Jia'gege, selama ini juga menghilang kemana?" Zhuang An mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Sudah! Jia' gege, sudah cerita banyak sejak setahun yang lalu, sekarang giliran An'gege yang cerita!" Jawab Zhuang Li Hua tak mau kalah.
Patriark Zhuang Shing dan Zhuang Jia tertawa melihat sikap putri kecil manis tersebut.
"An'er! Yang sabar ya!" Patriark Zhuang Shing, meninggalkan ruangan sambil tertawa.
"An'er! Kalau terganggu bilang saja padaku!" Ucap Zhuang Jia, sambil berlalu dan tersenyum.
"Jia'gege! Tidak perlu khawatir! Ini cukup menyenangkan" Jawab Zhuang An dengan santai.
Zhuang Li Hua, mendengar kan cerita petualangan Zhuang An dengan manggut-manggut.
Bagi Zhuang Li Hua, Zhuang An adalah saudara bahkan kakak kandung sebagaimana Zhuang Jia, sehingga sebenarnya kalau bisa, dia ingin selalu dekat dan belajar banyak hal dari Zhuang An.
Sikap manja Zhuang Li Hua pada Zhuang An, sudah lama ditunjukkan sejak ia masih berumur tiga tahunan.
"Hua'er! An'gege punya hadiah untuk mu!" Zhuang An menutup ceritanya.
"Benarkah? Hadiah apa gege?" Zhuang Li Hua, langsung bereaksi penuh antusias.
Zhuang An membuka telapak tangan kanannya yang kosong, lalu dengan cepat mengayunkan dan menutup telapak tangan tersebut.
"Ayo tebak! Apa isinya?" Zhuang An sedikit berteka-teki.
Zhuang Li Hua melihat dengan seksama, lalu dengan cermat dia berpikir keras dan kemudian suara merdu nya terdengar nyaring.
"Cincin!" Teriak Zhuang Li Hua.
"Huahahaa! Betuul..! Cincin tujuh dimensi!" Suara Zhuang An tak kalah nyaring.
Zhuang An segera memberikan pada Si kecil yang lucu tersebut.
__ADS_1
Walaupun sebenarnya fisik Zhuang Li Hua sudah lebih tinggi dan lebih besar dari usia nya, akan tetapi wajah nya yang imut manis dan sikapnya yang lucu menggemaskan membuatnya tampak terkesan seperti boneka barbie.
"Terima kasih!An'gege!" Ucap Zhuang Li Hua dengan wajah sumringah.
"Ya! Tetapi masih ada satu lagi" Ujar Zhuang An dengan tersenyum lembut.
"Och..! Ya..!" Zhuang Li Hua agak terkejut.
"Ini dia! Batu Bintang Energi!" Ucap Zhuang An dengan semangat.
Zhuang Li Hua terdiam, dia masih belum memahami benda apa itu, kemudian dia menyentuhnya ada getaran hangat dari batu tersebut.
Batu berbentuk bintang tujuh sisi tersebut memancarkan energi yang begitu kuat, membuat Zhuang Li Hua tambah terdiam, kemudian baru dia bertanya dengan serius.
"Gege! Ini pusaka apa sebenarnya?" Zhuang Li Hua bertanya dengan mimik serius.
"Ini pusaka langit! Terbuat dari batu meteor, ditempa dengan api nirwana, berfungsi untuk mempercepat proses tenaga dalam dan energi murni pendekar" Ujar Zhuang An.
Mendengar penjelasan Zhuang An, membuat wajah Zhuang Li Hua tambah serius.
"Gege! Mengapa kau berikan barang ini kepadaku? Ini terlalu berharga untuk anak kecil seperti ku" Ucap Zhuang Li Hua dengan setengah berbisik.
"Tidak apa-apa! Ini memang khusus aku buat untuk mu, tetapi jangan ditunjukkan ke orang lain, biar tidak diincar orang!" Zhuang An menjelaskan.
Zhuang Li Hua segera memasukkan batu bintang energi, kedalam Cincin tujuh dimensi.
Zhuang An tersenyum, ternyata ketika Zhuang Li Hua serius, dia tampak lebih dewasa dari biasanya.
"Gadis kecil! Kau ini sungguh menyenangkan kepribadian mu!" Zhuang An mengelus pucuk kepala Zhuang Li Hua, masih dengan tersersenyum.
"Gege! Cepat istirahat! Hari ini kan gege baru datang, pasti masih lelah. Jangan lupa besok temani Hua'er berlatih! Sekarang aku ke kamar dulu mau nyoba batu bintang energi" Dengan cepat gadis kecil itu berlari ke kamar nya.
"Emm....!" Zhuang An tersenyum melihat prilaku gadis imut itu.
Tak lama kemudian, Zhuang An pun segera melangkah meninggalkan ruangan tersebut, menuju asrama nya.
Ada beberapa orang yang ingin ditemuinya, namun, ia ingin bertemu dengan guru Yang Chen terlebih dahulu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.