
Yang Chen dan Yuan Lian merasa sangat bahagia melihat orang tuanya begitu menyayangi Yang Fan. Mereka begitu perhatian pada cucu laki-laki sekaligus cucu pertamanya tersebut.
Sementara Xie Shen dan Fan Wei juga Zhu Lin mengelilingi sekte pedang langit bersama beberapa orang yang mereka kenal sejak dulu pertama kali mereka datang.
Xie Shen dan Fan Wei selalu membicarakan jurus-jurus yang di gunakan Zhuang An salah satunya jurus tendangan angin topan. Jadi mereka mendatangi pustaka sekte untuk melihat-lihat kitab yang disewakan di ruang pustaka.
Zhu Lin yang memang punya minat sejak awal ahirnya mengikuti mereka.
" Aku akan mencari kitab yang mengesankan, aku pernah melihat pendekar Zhuang menggunakannya." Zhu Lin menjadi bersemangat menuju pustaka.
Tidak lama setelah mereka memasuki pustaka sekte, merekapun mulai melihat banyak kitab ilmu silat yang menarik hati mereka, hingga mereka terus melihat-lihat karena banyaknya pilihan.
" Inikah yang kalian cari ?." Seorang rekan anggota sekte pedang langit yang menemani mereka menunjukkan sebuah kitab tendangan angin topan.
" Ach benar sekali ." Xie Shen merespon dengan ceria. Pendekar dari sekte tebing tinggi itu menyambut kitab tersebut dengan begitu gembira.
Zhu Lin begitu sibuk mencari sebuah kitab jurus pedang yang sempat dilihatnya pernah digunakan Zhuang An walau sebentar tapi sangat mengesankan yaitu kitab pedang bayangan.
" Ahahaa ini dia kitab pedang bayangan." Zhu Lin tampak puas dengan apa yang ditemukannya.
Mereka berkumpul di depan petugas pustaka kitab sekte dan bertanya tentang beberapa hal yang mereka butuhkan.
" Jadi kami boleh menyewa kitab-kitab ini.?" Tanya Xie Shen dengan penuh harap.
" Boleh, semua kitab-kitab yang ada di pustaka sekte ini boleh di sewa baik oleh anggota sekte ataupun rekan dari sekte lain asal bukan dari sekte aliran hitam." Petugas pustaka kitab sekte menjelaskan.
" Och tentu saja kami orang baik-baik, jadi pasti bukan dari sekte aliran hitam." Fan Wei menyambut kata-kata itu dengan tertawa.
" Tapi apakah tidak khawatir kitab-kitab ini habis di pinjam, jika yang meminjam semakin banyak. ?." Xie Shen menambahkan pertanyaan pada petugas pustaka tersebut.
" Kami memiliki team untuk menyalin dan menggandakan kitab-kitab ini, sehingga setiap kitab yang ada di pustaka memiliki ribuan salinan. Dan kitab yang paling banyak diminati akan kami perbanyak salinannya. Hanya saja 5 kitab jurus tinggi utama sekte tidak ada di sini karena hanya boleh dipelajari melalui para Tetua Pedang ." Petugas itu menjelaskan dengan panjang lebar.
" Emm iya ya, kalau begitu kami boleh menyewa beberapa kitab sakti.?" Xie Shen mulai melirik beberapa kitab yang sempat menarik perhatiannya.
__ADS_1
" Boleh, silahkan dicari sendiri kitab yang dirasa cocok !." Petugas tersebut mempersilahkan Xie Shen dan teman-temannya.
Setelah mengelilingi pustaka sekte pedang langit Xie Shen dan Fan Wei juga Zhu Lin medapatkan tambahan kitab lain. Xie Shen juga mengambil kitab yang sama dengan yang diambil Zhu Lin yaitu kitab pedang bayangan.
Sementara Fan Wei mengambil kitab pedang empat penjuru angin. Zhu Lin melengkapi dengan jurus tangan kosong yaitu kitab pukulan seribu bayangan. Setelah itu mereka membawa kitab-kitab tersebut ke petugas pustaka sekte.
" Baiklah, kami akan memproses atministrasinya." Petugas tersebut mengambil alat tulis dan pembukuan pustaka.
Mereka bertiga bersama rekan-rekannya yang menemani dari sekte pedang langit keluar dari ruang pustaka dengan wajah ceria.
*****
Sementara Zhuang An mulai naik ketahap 75, ya itu Energi Kristal Salju Dewa.
Jurus ini adalah jurus yang di kendalikan dengan hati...
" Eyang, aku kesulitan untuk mempelajari tehnik ini." Zhuang An merasa jurus ini tidak seperti jurus pada umumnya.
Jadi tehnik kristal salju lebih refleks dari tehnik api amarah dewa. Karena tehnik ini tidak dikendalikan menggunakan pikiran menjadikannya lebih sulit untuk dipelajari.
Setelah dua minggu mempelajarinya Zhuang An baru bisa mengeluarkan kristal salju dari tangannya namun karena baru permulaan munculnya kristal tersebut masih terlalu kecil.
" Gunakan energi murni, bukan tenaga dalam." Zhuang Kun memberi arahan.
" Baik Eyang." Zhuang An membutuhkan energi murni untuk menambah besar kristal salju tersebut.
Setelah Zhuang An mengalirkan energi murni perlahan kristal membesar dan semakin terasa hawa dingin yang dipancarkan dari benda itu. Zhuang An mencoba membentuk kristal tersebut sesuai keinginan hatinya.
Dalam seharian pemuda tersebut melatih terus agar kristal salju bisa membentuk lempengan yang melapisi tembok-tembok marmer serta langit-langit seperti yang dilakukan eyang sepuhnya kemarin.
Usaha Zhuang An tidak sia-sia, kristal salju mulai melapisi setiap bagian dari dinding marmer dan juga langit-langit ruangan.
Setelah berlatih selama 3 minggu Zhuang An sudah bisa mengendalikan jurus energi kristal salju dewa...
__ADS_1
" Sekarang bentuklah kristal itu sebagai tameng ataupun senjata untuk menyerang." Zhuang Kun menyarankan cucunya.
" Siap Eyang." Zhuang An menjadi lebih bersemangat dengan membentuk semacam prisai kristal abadi ataupun kubah salju abadi.
Selain itu ia juga bisa membentuknya menjadi senjata berupa jarum-jarum kristal, tombak kristal ataupun segala bentuk yang berguna sebagai senjata.
" Kita keluar ruangan." Zhuang Kun melayang keluar ruangan menuju halaman belakang.
Zhuang An mengikutinya melayang dan turun di samping eyangnya.
" Coba kau hancurkan pohon dan batu menggunakan hawa kristal salju !." Zhuang Kun memberi instruksi.
Zhuang An tersenyum kemudian merasakan energi hati nya bergerak, hawa kristal salju keluar seperti kabut kemudian membungkus sebuah pohon besar mulai dari pangkal bawah sampai ujung daun-daunnya.
Pohon itu perlahan membeku dan dengan kekuatan perasaannya Zhuang An menghancurkan pohon tersebut...
" DUAAR".
Suara ledakan pohon beku itu hancur menjadi buih berserakan.
Zhuang An kemudian mengalihkan hawa kristal salju kearah sebuah batu yang cukup besar seukuran kerbau.
Kabut putih menyelimuti batu seukuran kerbau, perlahan kabut tersebut menjadi sangat tebal dan memutih lalu dengan kekuatan hatinya Zhuang An menghancurkan batu itu...
" JLAAR."
Batu tersebut hancur berkeping- keping bahkan lebih kecil lagi. Zhuang Anpun merasa takjub dengan kekuatan energi kristal salju dewa.
" Eyang, kekuatan ini luar biasa." Zhuang An berkomentar.
" Iya, itu juga tergantung energi murni yang kau miliki, semakin besar energi mu semakin besar pula daya penghancur tehnik ini." Zhuang Kun menambahkan penjelasan.
Dalam satu minggu berikutnya Zhuang An terus melatih kepekaan dan refleksinya sehingga dia mampu menggunakan kekuatan itu seolah-olah bukan dia yang melakukannya, karena dia tidak perlu bergerak bahkan tidak perlu melihat sasaran yang akan dihancurkannya.
__ADS_1