
Setelah Zhuang An dan Liu bersaudara plus Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, meninggalkan kebun herbal.
Sekarang mereka sudah berada di tempat, yang terdapat banyak Pendekarnya, baik aliran hitam maupun aliran putih.
"Kalian semua! Tunggulah di sini. Aku akan menjemput Bibi Xue Yuelin" Zhuang An berkata pada semua gadis cantik itu.
Zhuang An melesat dengan cepat, dan menghampiri Bibi Xue Yuelin, kemudian menyerahkan sebotol kristal Harta Pusaka Air Mata Dewa.
"Bibi! Tujuan kita, sudah selesai. Mari tinggalkan tempat ini!" Zhuang An mengekspresikan wajah serius, sambil menyerah kan botol kristal tersebut.
"Apa ini?" Matriark Sekte Burung Merak Emas itu, bertanya penasaran.
"Itu, harta pusaka air mata dewa!" Zhuang An menjawab dengan ringan.
Bibi Xue Yuelin, merasakan aura yang luar biasa, keluar dari botol kristal tersebut.
Wang Ming Yue, Matriark Sekte Kelelawar Beracun, yang berada di sebelah nya, begitu terkejut melihat dan merasakan aura botol kristal, berisi air mata dewa itu.
'Bagaimana bisa, Harta Pusaka Air Mata Dewa berada pada pemuda ini' Matriark Sekte Kelelawar Beracun, berbicara dalam pikirannya sendiri.
Zhuang An mengeluarkan enam botol kristal Harta Pusaka Air Mata Dewa, kemudian ia memberikan pada Matriark Sekte Kelelawar Beracun, Wang Ming Yue.
"Matriark Wang! Tolong Harta Pusaka Air Mata Dewa ini, dibagikan kepada lima Patriark Sekte yang ada di sini! Dan yang satu, untuk Matriark Wang" Zhuang An memberikan botol kristal, berisi air mata dewa, sambil tersenyum ramah.
"Ach! Aura ini begitu menarik. Ini betul-betul Harta Pusaka Air Mata Dewa. Bagaiman kau bisa mendapatkan ini semua?" Matriark Sekte Kelelawar Beracun, berucap dengan penuh kekaguman.
"Och iya! Mohon sekalian sampaikan, pada Patriarki Sekte Aliran Putih, untuk segera meninggalkan lokasi gunung ChangBai ini, agar tidak terjadi konflik!" Zhuang An menyampaikan apa yang ada di pikirannya, kepada Matriark Sekte Kelelawar Beracun dengan tersenyum.
Kemudian, Zhuang An segera menarik tangan Matriark Sekte Burung Merak Emas, untuk meninggalkan tempat tersebut.
Sementara, Matriark Sekte Kelelawar Beracun, masih melihat Zhuang An yang sudah melangkah jauh dari tempat itu.
__ADS_1
"Anak itu, begitu misterius, bahkan aku tak melihat tingkat ranah nya, tetapi dia terkesan begitu mudah memperoleh Harta Pusaka Air Mata Dewa ini" Wang Ming Yue, berkata sendirian.
Wajar saja, kalau Wang Ming Yue merasa penasaran dengan Zhuang An, karena Matriark Sekte Kelelawar Beracun itu, merupakan pendekar yang ranah nya sudah di atas Pendekar Satria. Tepatnya, ia adalah Pendekar Bumi gerbang kedua, dan kemampuan nya sangat tinggi.
Belum lagi, dia saat ini adalah salah satu Pendekar pemegang Pusaka Dewa, berupa Kipas Sayap Dewi Bulan. Jadi, namanya cukup tersohor di seantero Kekaisaran Tang ini.
Matriark Sekte Kelelawar Beracun itu, mengalami kemajuan pesat setelah tujuh tahun yang lalu diberi tekhnik pernafasan dan tenaga dalam dari Kitab Pedang Es milik Sekte Pedang Langit.
Namun, dengan kemampuan nya yang sekarang, ternyata ia masih belum mampu memahami diri Zhuang An, ini sungguh sulit diterima oleh Wang Ming Yue. Namun, akhirnya ia memilih mengesampingkan hal tersebut.
"Ach! Tak perlu risau dengan bocah tampan itu, nanti akhirnya akan dapat dipaham juga"' Wang Ming Yue menghilangkan rasa penasaran nya.
Dengan cepat, Matriark Sekte Kelelawar Beracun itu, melesat membagikan botol kristal, berisi air mata dewa, pada Para Patriark sekte aliran putih, yang ada di gunung ChangBai, seperti Li Cheung dan lainnnya.
"Matriark Wang! Trimakasih!" Ucap Li Cheung dan tiga Patriark yang lain pada Wang Ming Yue.
"Sama-sama! Mari tinggalkan tempat ini!" Wang Ming Yue mengajak semua sekte aliran putih, untuk meninggalkan tempat itu.
Sementara, Sekte Aliran Hitam, dibiarkan di gunung itu entah sampai kapan, mungkin sampai mereka bosan karena sia-sia.
"An'er! Bagaimana kamu bisa mendapatkan Harta Pusaka Air Mata Dewa ini?" Bibi Xue Yuelin, akhirnya tidak dapat menahan diri, untuk bertanya, karena penasaran.
"Bibi Xue Yuelin! Aku mendapatkan Harta Pusaka Air Mata Dewa itu, karena keberuntungan" Zhuang An menjawab dengan tenang dan terus berjalan.
"Katakanlah! Keberuntungan yang bagaimana itu? Dan siapa dua gadis cantik itu?" Matriark Sekte Burung Merak Emas itu, masih tampak belum puas dengan jawaban Zhuang An.
Zhuang An tersenyum, mendengar pertanyaan Bibi Xue Yuelin.
"Keberuntungan itu adalah, karena aku bertemu dengan dua bidadari cantik, yang memiliki Harta Pusaka Air Mata Dewa" Zhuang An menjawab sambil melihat kearah Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie.
Setelah itu, ia mengeluarkan ginseng dewa obat dan jamur payung dewa hujan. Sambil berbisik pelan.
__ADS_1
"Jangan kaget, dan jangan di bahas sekarang!" Zhuang An melanjutkan langkahnya.
Matriark Sekte Burung Merak Emas itu, berhenti dan terdiam seribu bahasa dengan memegang dua herbal langka tersebut, tangannya gemetar karena terkejut dengan barang sangat langka yang berada di tangan nya.
"Bunda! Ayo jalan! Nanti Yin'er ceritakan semua" Xue Yueyin menarik tangan Xue Yuelin, untuk melanjutkan perjalanan.
Pada akhirnya, setelah melalui perjalanan cukup panjang dan melelahkan, rombongan itu telah sampai di sebuah kota dan istirahat di penginapan yang cukup besar.
Di satu kamar besar, kamar tersebut memiliki tiga ruangan yang ditempati Matriark Sekte Burung Merak Emas, bersama putrinya.
"Yin'er! Ceritakan semua yang terjadi, pada bunda sayang!" Xue Yuelin memeluk putrinya sambil berbisik halus. Xue Yueyin tersenyum.
"Jadi, begini Bunda! Awalnya kami...bla...bla...bla..." Xue Yueyin menceritakan semua yang terjadi.
Mulai dari menemukan array portal Ruang dalam bawah gunung ChangBai, bertemu dua murid Dewi Li Chin dan Dewa Lu Nyu, membuka segel-segel rumit, menemukan Harta Pusaka Air Mata Dewa, hingga memasuki kebun herbal langka ribuan tahun.
"Yaa ya ya! Sepertinya kalian memang beruntung, dan itu merupakan rahasia besar" Ucap Matriark Sekte Burung Merak Emas sambil manggut-manggut.
"Benar! Bund! Kita harus merahasiakannya dari orang luar, karena kalau di ketahui banyak orang, bisa menimbulkan huru-hara" Tegas Xue Yueyin serius.
Matriark Sekte Burung Merak Emas itu, mengelus ujung kepala putrinya.
"Pemikiran mu, mulai dewasa Yin'er!" Xue Yuelin, memuji putri tunggalnya dengan bangga.
"Kan sudah tujuh belas tahun, sudah waktunya cari pendamping hidup, biar bunda segera punya cucu" Xue Yueyin tertawa menggoda ibunda nya.
"Kamu ini! Sukanya ngomong begitu, tak bilangi ayah mu nanti, biar dicarikan calon suami!" Xue Yuelin mencubit hidung dan menggelitik pinggang putri nya.
"Ampun, Bunda! Aku masih mau belajar banyak sama An'er! Xue Yueyin, memeluk ibundanya dengan manja.
"Memang, kamu mau belajar apa?"Xue Yuelin jadi penasaran.
__ADS_1
"Segel dewa dan energi murni!" Xue Yueyin menjawab penuh semangat.
"An'er, punya Kitab Sakti Dewi Bulan katanya! Cuma, hanya akan diberikan, kalau sudah berada di Sekte Burung Merak Emas" Xue Yueyin menambahkan.