PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
59. Tehnik Bayangan


__ADS_3

Zhuang An melanjutkan perjalanannya. Setelah menempuh waktu 4 hari lamanya, mereka sampai di kota Chang An. Ibu kota kekaisaran Tang.


Dia sudah 4 hari bersama para pengawal barang tersebut, yang awalnya mereka takut dan sungkan. Sekarang sudah mulai akrab.


" Pendekar Zhuang.., setelah ini pendekar mau kemana?." Pimpinan pengawal menanyakan rencana Zhuang An.


" Aku akan mencari penginapan dulu...Terimakasih atas tumpangannya." Zhuang An mengucapkannya dengan tulus.


" Kami yang harus berterimakasih, karena sudah dilindungi." Kata pimpinan pengawal barang.


Ahirnya mereka berpisah melanjutkan tujuan masing-masing.


Setelah melihat-lihat ibu kota Chang An, pemuda berwajah sejuk itu mulai terasa agak lapar, ia ingin menikmati hidangan yang hangat.


Zhuang An memasuki sebuah Rumah makan yang besar di situ banyak sekali orang yang sedang bersantai menikmati hangatnya hidangan.


Pemuda itu mencari tempat paling sudut agar bisa melihat dan memperhatikan semua pengunjung rumah makan ini.


Setelah mendapatkan pesanannya berupa teh hangat dan anggur hangat, kambing panggang lengkap dengan nasi putih dan sayur segar. Zhuang An menikmati sambil mendengarkan ocehan orang-orang.


" Tadi malam terjadi penyerangan rumah pejabat lagi, tapi pejabat Zhu ini selamat karena dibantu pendekar dari sekte pedang langit." Ujar seorang pengunjung rumah makan.


" Och ya, pendekar dari sekte pedang langit betul-betul membantu? kamu tahu dari mana?." Rekan pengunjung yang duduk di depannya bertanya dengan antusias.


" Aku punya kenalan baik, dia bertugas di istana. Jadi dia tahu ada 5 pendekar sekte pedang langit yang menginap di istana, mereka masih sangat muda umur 15 tahun seumuran anakmu." Kata pengunjung rumah makan tersebut pada temannya.


" Ach..itu bukankah terlalu muda kalau seumuran anakku?." Setengah tidak percaya mendengar pendekar muda seumuran anaknya 15 tahun.


" Selama ini kita sering mendengar sekte pedang langit selalu punya peran besar untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi ." Kata pengunjung tersebut.


" Iya, itu benar.." Rekannya menjawab.


Zhuang An mulai berpikir dan bertanya-tanya siapa anak muda yang dikirim menjalankan misi penting di istana..?.

__ADS_1


Pemuda itu meneruskan menikmati makanannya. Dia ingin segera mendeteksi dan mengetahui apa saja yang telah terjadi.


Setelah selesai menikmati makannya, Zhuang An segera mencari penginapan yang berada di tengah kota Chang An.


Di dalam kamarnya ia mulai duduk mendeteksi dan mereview apa yang terjadi.


Dan setelah beberapa saat dia mengetahui dalam penglihatannya ada beberapa orang yang dikenalnya.


" Ach Liang gege ada di sini, Wang Li juga, Senior Yin, senior Fang, dan Saudara Zhao Sun." Zhuang An terus memperhatikan mereka dengan teknik mantra dewa dan sinar mata dewa.


Setelah beberapa lama dia mulai mereview mundur melihat apa saja yang sudah terjadi.


Dalam penglihatannya dia mengetahui jumlah para pejabat yang terbunuh ada 3 dan yang selamat namun terluka ada seorang dan seorang lagi selamat.


Zhuang An juga melihat peristiwa saat Huang Liang menangkap dan menginterogasi dua anggota pembunuh bersama Zhao Sun. Ia juga mendeteksi kejadian Guo Yin dan Wang Li berhadapan dengan 20 pembunuh.


Selanjutnya dua peristiwa yang terjadi tadi malam dan dua malam sebelumnya.


Zhuang An melihat dalam dua peristiwa itu peran Huang Liang dan rekan-rekannya begitu penting dalam keselamatan dua pejabat yang diincar para pembunuh.


Selongsong itu akan bersonar ke langit jika di bakar sumbunya dengan begitu pihak Han Fang dan rekan-rekannya mengetahui siapa yang diserang malam itu.


Setelah selesai mereview mundur sekarang pemuda itu mulai mereview maju, mendeteksi apa yang akan terjadi kedepan membutuhkan energi murni yang lebih banyak, tetepi hal itu tidak masalah untuk Zhuang An.ia berusaha melihat 3 atau 5 malam kedepan siapa yang akan mereka serang.


Bukan itu saja, Zhuang An mulai mendeteksi rencana-rencana para pembunuh kedepan dalam satu minggu ini.


Setelah melihat rencana mereka Zhuang An agak sedikit terkejut, karena nanti malam para pembunuh akan menyerang dengan kekuatan penuh.


Ketika ia mereview peristiwa tadi malam Zhuang An cukup ketar-ketir melihat Huang Liang dan Han Fang kesulitan melawan musuhnya yang setingkat pendekar satria gerbang ke 6 untung Guo Yin segera membantu hingga membuat mereka mundur dari penyerangan itu.


Jika satu orang pendekar satria sudah membuat Huang Liang dan rekan-rekannya kerepotan, bagaimana kalau 10 pendekar satria sekaligus maju menyerang tentu sudah bisa di tebak apa yang akan terjadi.


Zhuang An merasa janggal mengapa sektenya mengirim para pendekar muda untuk melaksanakan misi yang memiliki tingkat kesulitan sangat tinggi seperti ini.

__ADS_1


Walaupun mereka jenius bela diri, tetapi yang menjadi masalah adalah musuh yang dihadapi memiliki pengalaman, umur dan kemampuan yang jauh di atas mereka, belum lagi jumlah mereka yang cukup banyak.


Nanti malam mereka akan menyerang ke 5 pejabat sekaligus, dengan demikian hal itu juga akan membingungkan fokus teman-temannya dari sekte pedang langit.


Zhuang An berpikir dan mengingat tehnik ke 42 dari kitab dewa langit yaitu Tehnik Bayangan, ia bisa saja menggunkan tehnik bayangan untuk membantu mereka.


Tetapi masalahnya ia belum pernah mencoba kekuatan dari bayangan-bayangannya sendiri.


Siang itu Zhuang An melatih kemampuan dari tehnik bayangan jurus dewa langit. Pemuda itu mencoba adu kekuatan dengan salah satu bayangannya sendiri.


Hasilnya cukup menakjubkan karena bayangannya tersebut memiliki energi mencapai 25 % dari aslinya. Energi sebanyak itu lebih dari cukup untuk membantu Han Fang dan rekan-rekannya.


*****



Han Fang Putra Han Jiang


Di istana kekaisaran tepatnya di wisma pendekar Han Fang sedang berbincang-bincang serius dengan ke empat rekannya.


" Aku tidak yakin musuh yang kita hadapi tadi malam adalah satu-satunya yang terkuat dari yang lainnya." Han Fang berbicara serius.


" Kalau melihat kemampuannya aku yakin itu salah satu dari 10 petinggi mereka." Huang Liang mencoba menganalisa.


" Jadi apa tindakan kita selanjutnya ?. Kalau satu saja kemampuannya sudah merepotkan, bagaimana kita menghadapi mereka jika 10 orang petinggi ikut menyerang?." Guo Yin melempar pertanyaan.


" Kita berharap mereka tidak bergerak bersamaan, karena kita masih menunggu kedatangan team kedua." Han Fang menghela nafas.


" Jika itu terjadi..?." Guo Yin menekankan kemungkinan itu.


" Jika itu terjadi, kita tidak boleh mengorbankan diri!." Han Fang menjawab tegas.


"Maksudnya...?". Keempat rekan Han Fang serempak bertanya.

__ADS_1


" Maksudnya, mereka berjumlah begitu banyak dan memiliki 10 pendekar berkemampuan di atas kita, jika mereka menyerang bersamaan, kita hanya bisa menghadapi salah satu dari mereka secara bersama-sama lalu berusaha agar kita selamat.


Dengan begitu kita bisa menghadapi mereka di saat team kedua sudah datang." Han Fang menjelaskan apa yang menjadi rencananya.


__ADS_2