PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
32. Jurus Pamungkas


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan 3 hari lamanya Zhuang An dan rombongan He Yin tiba di kota YongFu.


Mereka disambut oleh seorang pejabat kepala administrasi daerah Tuan Tang Luo.


" Selamat datang Tuan Muda He Yin, keluarga He pasti bangga memiliki putra cerdas seperti Tuan Muda." Tang Luo banyak memberi pujian pada tamunya ini.


" Ach... Tuan Tang...Anda terlalu memuji." He Yin menjawab sopan.


Dalam seharian itu mereka dijamu dengan baik oleh Tang Luo. Zhuang An dan Xie Shen selalu berada di dekat He Yin untuk memastikan keamanannya.


Setelah basa-basi yang dibutuhkan pada ahirnya Tang Luo memberi surat rekomendasi kepada He Yin.


" Kami mendukung Tuan Muda He Yin sepenuhnya." Tang Luo memberikan gulungan resmi surat rekomendasi yang berbentuk mirip piagam kekaisaran.


" Terimakasih Tuan Tang....ini yang saya butuhkan." He Yin menggenggam tangan Tang Luo dengan kedua tangannya.


Wajah He Yin begitu cerah, dia meninggalkan kota YongFu dengan perasaan puas.


Dalam perjalanan pulang He Yin banyak mengajak berbicara Zhuang An dan Xie Shen dengan penuh senyuman sebelum masuk di keretanya.


Setelah 2 hari perjalanan pulang mereka tiba di pinggiran hutan, He Yin perasaannya menjadi tenang karena tidak ada penyergapan.


Tetapi Zhuang An menyadari bahwa semua itu adalah sebuah ketenangan sebelum badai.


Pemuda itu mulai berpikir keras setelah merasakan ada begitu banyak pergerakan yang sangat halus di kejauhan.


" Paman Xie Shen bersiaplah...!." Zhuang An memberi kode.


" Och ya...apakah kita disergap lagi..?." Xie Shen menjadi waspada.


" Benar...aku merasakan ada pergerakan di kejauhan, jumlahnya di luar jangkauan kita." Kata Zhuang An.


" Apakah jumlahnya terlalu banyak..?" Xie Shen mulai tegang.


" Benar....kita harus membuat strategi". Kata Zhuang An.


Zhuang An dan Xie Shen berpikir keras mencari cara menghadapi musuh yang terlalu banyak tersebut.


Pemuda tanggung itu menyadari dengan perbedaan jumlah yang begitu besar tidak cukup kalau hanya mengandalkan jurus yang biasa dia gunakan, walaupun dikombinasikan dengan jurus dari 5 kitab.


Zhuang An berpikir butuh menggunakan tehnik yang efektif dan cepat untuk mengatasi pendekar-pendekar yang jumlahnya begitu banyak itu.


Jadi dia memutuskan untuk menggunakan jurus pamungkas pedang elemen angin.

__ADS_1


" Berhenti..." Xie Shen memberi kode rombongan yang terdiri dari 4 kereta itu.


Mereka berhenti cukup jauh dari orang-orang yang menghadangnya.


" Shen gege...ada apa ?." Fan Wei yang ikut di kereta belakang mendekat dan bertanya pada pemimpinnya.


" Kita diserang lagi, aku rasa ini serangan pamungkas mereka, berhati-hatilah." Xie Shen memberi saran.


Rombongan itu berhenti cukup lama, sampai beberapa anggota pengawal pribadi He Yin mulai gelisah.


Sepuluh tarikan nafas kemudian mulai terdengar suara pergerakan dari arah depan sekitar 500 orang sampai 700 orang pendekar bergerak serentak menyerbu kearah merek.


" Ziuut".


" Wuus."


" Wuus."


Suara anak panah ramai berdesing.


" Habisi mereka jangan beri ampun." Ketua Sekte Burung Hantu memberi perintah tegas.


Jumlah yang begitu banyak membuat para pengawal pribadi He Yin sampai gemetar tangannya.


Bahkan Xie Shen serta anggotanya juga merasakan hal yang sama.


" Serbuu...".Suara nyaring terdengar dari anggota sekte burung hantu.


" Mundur di belakangku." Instruksi Zhuang An.


Zhuang An menyalurkan energi murni dalam jumlah yang sangat banyak kedalam pedangnya hingga pedangnya tampak seperti membara ditelan kobaran api putih yang menyilaukan.


Pedang Zhuang An bukanlah pedang pusaka sehingga, ia khawatir pedang itu tak mampu menampung energi yang begitu besar.


Dengan tehnik perubahan energi pemuda tanggung itu mencipta Prahara Badai Angin Topan, jurus pamungkas elemen pedang angin.


" ZZHHUUTT"


" WHUUSSSS"


" BBLAARR".


Suara gemuruh angin yang begitu dasyat keluar bersamaan munculnya angin bagai air bah dari seluruh bagian pedang dan tubuh Zhuang An.

__ADS_1


Angin yang begitu dasyat menghambur, menggulung puluhan hingga ratusan anggota sekte burung hantu.


Angin besar tersebut terus menerus menyembur dari seluruh pedang dan tubuh Zhuang An menyambar dan menyapu apa saja yang ada di hadapannya.


Deru debu dan gemuruh badai bersatu membuat kerusakan yang begitu parah sehingga tidak ada anggota sekte burung hantu yang terkena serangan itu dapat bertahan.


Zhuang An tidak tahu apakah ketua Sekte Burung Hantu ikut tergulung serangannya atau tidak, tetapi tampak jelas kerusakan yang disebabkan prahara angin topan ciptaannya begitu luar biasa jangkauannya sampai mencapai 1000 meter jauhnya.


Pemuda itu menarik pedangnya kemudian memeriksanya.


Pedang yang digunakan Zhuang An bukanlah pedang pusaka tinggi, sehingga dia hawatir pedang tersebut tak mampu menahan besarnya energi yang dia salurkan.


Xie Shen dan Fan Wei tak bisa berkata-kata untuk beberapa saat.


Bahkan anggota pengawal pribadi He Yin terbengong-bengong menyaksikan kedasyatan jurus Zhuang An.


Mereka sampai lemas ketakutan melihat prahara badai yang begitu dasyat terjadi di depan mata mereka.


Zhuang An membuka kereta He Yin memeriksa keadaannya, wajah bangsawan muda itu tampak begitu pucat dan tak mengeluarkan suara sepatah katapun.


Zhuang An menyadari jurus yang ia gunakan bukan hanya membuat musuh-musuhnya takut, tetapi juga menjadikan teman-temannya sendiri menjadi ngeri.


" Oke teman-teman ...bahayanya sudah lewat, mari lanjutkan perjalanan." Zhuang An memecah keheningan, mencoba mencairkan suasana.


Mereka menjadi tersadar dan mulai menemukan kembali mentalnya.


" Shen gege, aku ikut kereta depan." Fan Wei berpikir ingin lebih dekat Zhuang An.


" Baiklah, kau yang menjadi kusirnya." Xei Shen berkata demikian karena melihat kusir kereta masih lemas dan syok ketakutan.


" Pendekar Zhuang...bagaimana anda bisa memiliki kemampuan sehebat itu, latihannya pasti berat sekali ?." Fan Wei mulai bertanya sambil memegang kekang kuda.


" Biasa saja, latihan kami tidak terlalu berat di wisma ada sistem simulasi boneka kayu yang tingkatannya berbeda-beda ." Zhuang An menjelaskan jika dia sering berlatih tingkat Pendekar ahli, dan mahir dengan melawan sistem boneka kayu dengan berbagai jurus.


" Jadi walaupun kita belum pernah menghadapi musuh secara nyata, tetapi seperti sudah pengalaman menghadapi pertarungan sungguhan." Zhuang An menjelaskan.


" Och yaa...sekte pedang langit memiliki perangkat seperti itu." Fan Wei penasaran.


" iya begitulah, kami semua bisa berlatih dengan mudah kapan saja." Kata Zhuang An.


Tetapi Zhuang An juga menjelaskan bahwa semangat berlatih seseorang akan ikut menentukan kwalitas pendekar tersebut.


Di Sekte Pedang Langit memiliki sumberdaya melimpah tetapi kalau tidak pandai memanfaatkan juga tidak terlalu besar dampak nya.

__ADS_1


Yang menyenangkan Zhuang An di sekte pedang langit lingkungannya sangat kondusif, hal tersebut menjadikan setiap murid memiliki semangat tinggi karena terbawa oleh situasi sekitarnya yang begitu menikmati latihan dan prosesnya.


Ada semacam kompetisi positif dikalangan murid-murid, baik kompetisi yang diciptakan secara resmi maupun tidak resmi, dengan demikian ada motivasi belajar dan berlatih yang selalu terjaga setiap saat.


__ADS_2