PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
56. Kota Chang An


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan beberapa hari Han Fang dan yang lainnya tiba di ibu kota Chang An. Sebelum menghadap kaisar mereka berkeliling kota memperhatikan dan memantau situasi kota terpadat di dunia itu.


" Senior, kota ini begitu padat penduduknya banyak banget, situasi seperti ini bisa menyulitkan kita." Huang Liang berpendapat.


" Itu benar, kita harus teliti dan waspada. Bisa saja para pembunuh sudah mengetahui kedatangan kita ." Han Fang sedikit memperingatkan.


" Fang gege, bagaimana kalau kita berpencar menjadi 4, dengan begitu nanti kita bisa mengumpulkan informasi ?." Song Chen memberikan usulnya.


" Itu ide cerdas, mari kita lakukan, Liang er dan Sun er ke utara, Yin er dan Li er ke selatan, Chen er ke timur dan Qian ke barat dan aku ke tengah kota." Mereka berpencar kearah masing-masing.


Huang Liang dan Zhao Sun bergegas melanjutkan langkahnya kearah utara, mereka memperhatikan beberapa hal yang patut dicurigai.


" Senior, empat orang yang masuk kedai itu tampaknya sangat mencurigakan." Zhao Sun mencurigai orang-orang yang membawa senjata berbentuk clurit terbalik.


" Kita ikut masuk kedai." Huang Liang menjawab taktis.


" Siap ! ." Kata Zhao Sun.


Keduanya segera memasuki kedai yan cukup besar.


Setelah duduk mereka bisa mendengar pembicaraan 4 orang yang mereka curigai.


" Kita sudah menemukan sasaran kita, pejabat itu orang penting yang dipercaya kaisar, penjaganya cukup banyak, tetapi rata-rata mereka pendekar kelas 2." Kata salah satu dari mereka.


" Kita laporkan kepada ketua." Jawab salah satu yang paling senior.


Mendengar pembicaraan para pembunuh tersebut Huang Liang dan Zhao Sun hanya diam mereka tidak ingin mencurigakan.


Para pembunuh dengan senjata unik tersebut terus berbicara sambil menghabiskan makanannya.


Gaya bicara mereka yang kasar, dan tidak menghargai orang-orang di sekitarnya membuat Huang Liang begitu emosi.


Dia berencana mengikuti mereka dan mencegatnya di tempat yang sepi.


Setelah empat orang itu keluar kedai Huang Liang mengajak Zhao Sun mengejarnya.


" Senior, mereka kearah pinggiran kota." Kata Zhao Sun.


" Ayo sergap mereka !." Huang Liang begitu semangat.


Huang Liang dan Zhao Sun melesat keatas atap bangunan-bangunan lalu dengan ringan mereka berhenti didekat sebuah gang.


Setelah melihat keempat pembunuh itu cukup dekat Huang Liang menarik pedangnya dengan perubahan energi dia membentuk pisau angin yang melesat dengan cepat arah mereka berempat.

__ADS_1


" Whuuss...Whuuss..."


" Jless...jless...jless..jless."


Ke empat orang yang setingkat pendekar ahli itu terkejut mereka mencoba ingin menghindar, tetapi terlambat pisau angin menancap paha, perut dan dada mereka.


Pembunuh yang tertancap pisau angin di bagian dada tidak bisa bergerak karena luka yang parah.


Sedangkan yang terkena perutnya mengalami pendarahan berat.


Tanpa basa-basi Huang Liang dan Zhao Sun langsung menghabisi kedua orang tersebut dan menyisakan dua orang lainnya.


Keduanya membawa pembunuh itu kesebuah bangunan kosong dan menginstrogasi mereka di sana.


" Jawab pertanyaan kami, kalau tidak ingin dihajar!. Huang Liang mengancam.


Pria itu hanya diam...


" Percuma kau bungkam, karena temanmu ahirnya akan buka suara juga." Huang Liang mencoba membuat bimbang tawanannya.


Sementara di ruang lain Zhao Sun juga melakukan hal yang sama.


Setelah berusaha beberapa kali tidak berhasil, Huang Liang menghajar pembunuh tersebut pada ahirnya tawanan itu bicara sesuai harapan Huang Liang.


" Aku tidak berjanji untuk tidak membunuhmu." Selesai berkata demikian Huang Liang menusuk jantung pria kasar tersebut.


Dengan sekali tusuk nyawa pembunuh itupun melayang dari raganya.


" Bunuh dia jangan beri kesempatan hidup!." Huang Liang memberi instruksi Zhao Sun.


" Siap, senior..! Zhao Sun pun segera menyabetkan pedangnya pada leher pembunuh yang di tawannya.


Setelah membunuh mereka berdua Huang Liang dan Zhao Sun segera menuju lokasi yang menjadi kesepakatan untuk berkumpul.


Yaitu rumah makan terbesar yang ada di tengah kota. Di kota Chang An ada 7 rumah makan terbesar di kota.


Tetapi yang dimaksud Han Fang adalah rumah makan yang selain terbesar juga tertua yaitu rumah makan Po Chi Lam.


Setelah agak lama menunggu ketujuh pendekar berbakat itu ahirnya berkumpul di sana.


Guo Yin dan Wang Li datang terahir mereka baru memasuki ruang utama tingkat ke 3 bagian atas.


Huang Liang memperhatikan gagang pedang Guo Yin ada bekas darah yang belum bersih.

__ADS_1


" Kau membunuh mereka ya..?." Huang Liang mengagetkan semua rekan-rekannya, walaupun ia berkata pelan tetapi semua mendengarnya.


" Sssseeet..., jangan keras-keras!." Guo Yin menaruh jari telunjuk di depan bibirnya.


Mata Han Fang langsung melebar memandang Guo Yin.


" Yin er, apa yang terjadi?." Han Fang bertanya dengan tegas.


" Ach..Fang gege, kami bentrok dengan mereka." Guo Yin menceritakan bahwa dia dan Wang Li mencurigai sekelompok pendekar.


Sebenarnya dari penampilan mereka tidak terlalu mencurigakan, karena mereka rapi dan membaur dengan baik dengan penduduk kota Chang An.


Tetapi tanpa sengaja Wang Li menabrak salah satu dari mereka dan ketika itu benda yang mereka bawa jatuh setelah di ambil Wang Li ternyata itu sebuah pisau lempar/terbang, alat pembunuh jarak jauh.


Dari situ Guo Yin dan Wang Li mengikuti mereka dan setelah itu mereka tahu diikuti, maka terjadilah bentrokan tersebut.


Guo Yin mengira mereka hanya 8 orang, tetapi setelah terjadi perkelahian itu, lalu muncullah 12 anggota lain dari para pembunuh itu.


Dan setelah bertarung cukup lama, Guo Yin tahu separuh pembunuh itu ternyata memiliki kemampuan setingkat pendekar ahli dan yang lain pendekar kelas satu.


Han Fang memperhatikan putra Guo Sheng itu, pemuda itu berkemampuan sama dengan Huang Liang yaitu pendekar satria gerbang kedua.


" Yin er, apakah ada yang lolos dari anggota pembunuh itu?." Han Fang bertanya lebih serius.


" Tidak ada, semua terbunuh." Guo Yin menjawab cepat.


" Fang gege, aku dan Zhao Sun juga berhasil menginstrogasi dua anggota mereka." Huang Liang mengagetkan yang lain.


Huang Liang menjelaskan hasil instrogasinya.


Dari keterangan tersebut didapat bahwa para pembunuh yang berada di kota Chan An berjumlah 500 pendekar 10 di antaranya setingkat pendekar satria, 20 pendekar mumpuni, 40 pendekar mahir 200 pendekar ahli dan sisanya pendekar kelas satu.


Mereka bermaksud untuk membunuh 20 pejabat penting, saat ini mereka telah membunuh 3 pejabat yang cukup dekat dengan kaisar.


Apa tujuan pembunuhan itu dan siapa yang menyuruh mereka, hanya diketahui oleh para pembunuh yang setingkat pendekar satria.


Menurut Huang Liang mereka sebenarnya hanya dari satu kelompok ya itu organisasi pembunuh Srigala Malam.


Han Fang juga yang lainnya menjadi sedikit merinding.


Nama srigala malam adalah nama yang tidak asing, bahkan sangat terkenal di seluruh kekaisaran Tang.


Selama 2 tahun terahir mereka tidak pernah muncul, tetapi tiba-tiba mereka beraksi di ibu kota kekaisaran. ini sungguh sesuatu yang mengagetkan.

__ADS_1


Kemampuan dan kekejaman mereka tidak pernah diragukan.


__ADS_2