
Saat ini Zhuang An sudah memiliki tenaga dalam mencapai 2 ME. yang diperolehnya hanya dalam waktu dua minggu saja.
Sehingga dapat diperkirakan dalam waktu 1 tahun bocah itu dapat mengumpulkan tenaga dalam sebanyak 48 ME.
Angka tersebut adalah jumlah yang luar biasa, di sekte pedang langit sekalipun jarang yang ada seperti itu.
Bahkan ketua sekte pedang langit Zhuang Shing sekalipun kabarnya tidak sampai setinggi itu bakatnya.
Ekspektasi Huang Liang naik lebih tinggi terhadap adik seperguruannya Zhuang An.
Berbagai harapan muncul dalam hati dan pikirannya, membuat dia lebih bersemangat dan lebih antusias dari pada Zhuang An sendiri.
Sehingga dia rajin mendatangi Zhuang An untuk mendampingi berlatih.
" An er, kau sudah hampir menguasai dasar jurus pedang elemen angin hanya dalam hitungan minggu, ini pencapaian luar biasa." Kata Huang Liang memuji adik seperguruannya.
" Och ya...benarkah demikian ?." Zhuang An menjadi ceria.
" Emmm....". Huang Liang manggut-manggut.
Huang Liang menyukai adik seperguruannya ini karena ia memiliki sifat yang baik hati dan tidak sombong.
Selain itu, Zhuang An juga cepat memahami penjelasan-penjelasan yang ia berikan padanya. Di tambah dengan antusias yang tinggi membuatnya tambah menyenangkan.
Di saat keduanya sibuk, tiba-tiba datang Luo Yin bersama Wang Li menemui mereka.
" Ada apa saudara Yin?." Huang Liang bertanya.
" Saudara Liang ikutlah bersamaku ! , ada hal darurat yang terjadi." Luo Yin menjawab agak terburu-buru.
" Tentang apa itu?." Kata Huang Liang.
" Kau ingat kepala desa Li Shan, dia ditangkap sekelompok pembunuh, itu terjadi karena kita." Ujar Luo Yin dengan tegang.
" Karena kita, bagaimana bisa?." Huang Liang dan Zhuang An sama-sama heran.
" Kita yang mengusulkan tanding lari jarak jauh kemarin, itu berdampak buruk pada sekelompok penjahat, jadi mereka tidak terima dan melampiaskan pada kepala desa, ayolah ! kita harus menolongnya, kalau bukan kita siapa lagi ?." Kata Luo Yin.
" Liang er, kita harus menolongnya." Zhuang An berbicara lebih dulu.
" Baiklah, kalau begitu aku ambil pedangku dulu." Huang Liang segera bergegas mengambil pedang dan sumberdaya penyembuh sebagai antisipasi.
" Senior, apakah hanya kita berempat yang membantu mereka?." Zhuang An bertanya lebih jelas tentang misi penyelamatan itu.
" Tidak, masih ada perwakilan wisma 1 pedang es, pedang petir dan juga wisma 1 pedang angin, aku sengaja memilih yang paling berbakat, karena lawan kita jumlahnya banyak, dan berkemampuan cukup tinggi." Luo Yin menjelaskan.
" Jadi, kau melibatkan wisma lain?." Huang Liang langsung merespon ketika datang.
" Tidak masalah, mereka kan juga ikut berpartisipasi saat tanding kemarin." Luo Yin menjawab dengan jelas.
" Baiklah, mari kita berangkat!." Huang Liang memberi Zhuang An sebuah pedang putih yang bagus berukuran tanggung.
__ADS_1
Bocah itu memperhatikan pedang yang tampak kokoh dan berukiran huruf kanzi tersebut.
*****
Tubuh Deng Weishang yang hangus, meluncur kebawah, Guo Sheng dengan cepat, menyambar tongkat dan potongan jari Deng Weishang yang meluncur bersama tubuh tersebut.
"Hemh...cincin mustika dan tongkat pusaka dewa, ini senjata hebat. Andaikan Deng Weishang memiliki tenaga dalam dan energi murni sama denganku, kemungkinan nasibku sama dengan dia". Guo Sheng menyimpan cincin mustika dan tongkat pusaka dewa kedalam cincin mustika miliknya.
Han Bo hatinya mengecil, melihat partnernya hangus tergulung api dan petir.
Dia bimbang harus berbuat apa. Song Jin tidak mau menunggu, dia menarik kedua kincir bintang pusaka dewa.
Pusaka itu berwarna merah kehitaman, di penuhi darah di semua sisi, tak ada bagian yang tak berdarah.
Tanpa menunggu, Song Jin bermaksud mengakhiri perang ini. Ia mengarahkan kedua pusaka tersebut pada Han-Bo, disusul Pedang Elemen Angin.
Mendapat serangan yang begitu sengit, Han Bo kelabakan, ia berusaha menangkis tiga pusaka dengan Tombak Mata Dewa.
Tetapi, itu terlalu sulit untuk dilakukan, ahirnya dia lengah. Pedang Elemen Angin menembus punggungnya dari belakang.
" Aach..." Dia menjerit keras. Pusaka Bintang Dewa menggebrak sisi kanan dan kiri, hanya satu yang bisa di tahan. ahirnya, tangan kirinya tergilas Bintang Dewa dengan kejam.
Suara jeritannya melonglong keras, namun tiga pusaka itu terus bergerak dan tidak mau berhenti.
Jadilah tubuh Han Bo direncah Tiga pusaka Kelas tinggi, hingga usus dan darahnya terburai hancur mengerikan.
Song Jin kaget, ada benda yang terlempar dari jubah pria itu, dengan segera Song Jin mengambilnya. Benda itu, ternyata Sebuah kitab pusaka dan beberepa sumber daya berharga.
Dengan energi murni, Song Jin mencipta Salju Cair, untuk membersihkan Pusaka Pedang Angin dan Dua Kincir bintang. Setelah selesai, Song Jin menyimpan pusaka-pusaka tersebut.
Saat Ia menoleh kebawah dia tertegun. Pertempuran telah usai. Aliansi Aliran Hitam habis, hampir semua tewas, yang selamat terluka kritis.
Darah ada di mana-mana, mayat begitu menumpuk. Hatinya terasa hampa diliputi kesedihan. Inilah perang, tidak pernah ada kebahagiaan lahir dalam peperangan.
Perlahan dia turun, memperhatikan luka pada mayat-mayat itu, umumnya terpotong beberapa kali atau tertusuk jantung, ada juga teriris lehernya.
Song Jin paham Itu ulah Kincir Bintang Dewa dan Pedang Elemen Api juga Angin.
Guo Sheng mendekati Song Jin. "Apa yang kau pikirkan, jangan menyesali yang telah terjadi?."
" Aku... merasa berat menyaksikan maya-mayat ini, hidup mereka hanya begitu-begitu saja, tidak membawa kemanfaatan untuk diri mereka sendiri." Song Jin menjawab dengan perasaan sedih.
Setelah diidentifikasi, Anggota Sekte Pedang Langit tidak ada yang tewas. Tetapi yang terluka mencapai seribu lebih. Ringan, berat bahkan ada juga yang kritis.
Setelah istirahat selama tiga hari, seribu lima ratus anggota yang tidak terluka atau luka ringan, akan berangkat pulang menuju Sekte.
Sementara yang lima ratus anggota yang terluka cukup parah, dirawat di perguruan Harimau Terbang sampai sembuh.
Dari pihak Perguruan Harimau Terbang yang tewas tidak sampai dua ratus, tetapi yang terluka mencapai seribu lebih.
Guo Sheng dan Song Jin membagikan Beberapa sumberdaya penyembuh, untuk anggota Sekte ataupun Perguruan yang terluka.
__ADS_1
Yang menjadi masalah adalah anggota aliran hitam yang masih hidup, tetapi terluka.
Tidak ada yang terluka ringan hampir semua parah, bahkan cukup banyak yang kritis. Jumlah mereka mencapai seribu tujuh ratus pendekar.
Dalam Pihak perguruan terdapat dua pendapat, pertama membunuh mereka, kedua merawat mereka dan memberi kesempatan hidup lebih baik.
Guo Sheng dan Song Jin memberi saran pendapat yang kedua. Namun dengan catatan, lakukan dengan sepenuh hati, sebisa mungkin sentuh hati mereka agar betul-betul kembali kejalan yang lurus.
Guo Sheng dan seribu lima ratus Anggota Sekte Pedang Langit, segera meninggalkan perguruan.
Li Cheung tidak lupa memberikan banyak hadiah kepada semua Pendekar Sekte. Berupa sumberdaya maupun hal lainnya yang tentu memuaskan. Sebagai ucapan terima kasih yang besar.
Song Jin memeriksa Kitab yang di dapat dari Han Bo, sebuah kitab tingkat tinggi salah satu dari kitab Pengguncang Dunia Kependekaran, yaitu: " Kitab Energi Yin."
" Mungkin Han Bo belum lama mendapatkan kitab tersebut, sehingga belum sempat mempelajarinya secara benar." Song Jin berkesimpulan. Lalu menemui Li Cheung.
" Aku bermaksud meminjamkan kitab ini, dalam tiga minggu. Salin lalu pelajari isinya." Song Jin berbicara pada Li Cheung.
Pimpinan Perguruan Harimau Terbang itu, memperhatikan dengan cermat kitab yang ada di tangannya.
Dari bibirnya muncul senyuman yang tidak bisa dia tahan." Paman, dari mana kitab ini?."
" Dari Han Bo, mungkin dia belum sempat mempelajari." Jawab Song Jin santai.
" Tapi, paman benar-benar mengijinkan aku menyalinnya.?" Li Cheung penasaran sekaligus penuh harap.
" Tentu saja, memangnya aku harus selalu melindungimu. Kamu boleh menjadikannya, sebagai kitab rujukan perguruan.?"Jawab Song Jin gamblang.
" Ehemh... Baiklah paman, aku akan menyalinnya sendiri." kata Li Cheung.
Dalam dua bulan, Song Jin berada di Perguruan Harimau terbang, menunggu anggotanya sampai betul-betul pulih, sambil membantu Li Cheung mempelajari Kitab Energi Yin.
*****
Sementara Tetua Zhang Jian, tiba di Sekte Kelelawar beracun. Mereka di sambut ketua sekte aliran netral dengan gembira.
Sekte Kelelawar Beracun adalah Sekte netral yang berlokasi di Bukit Berduri. Sekte ini memiliki Pusaka Dewa yang sekarang diincar Aliansi Aliran Hitam. Yaitu: "Kipas Sayap Dewi Bulan". Senjata ini berbentuk Kipas, mirip sayap kembar.
Kekuatan sekte ini, pernah begitu di takuti karena kehebatan dalam hal racun dan juga senjata dewa, namun dengan perkembangan saat ini, telah ditemukan beberapa pusaka dewa yang lain di dunia kependekaran, dan menurunnya generasi sekte. Membuat mereka kurang di segani seperti dulu lagi.
Tetua Zhang Jian bersama Dua Tetua lainnya tidak langsung istirahat, karena harus membicarakan situasi dan strategi yang bisa diambil. Mereka mengadakan rapat terbatas, karena gentingnya situasi.
Ketua Sekte Kelelawar Beracun. Wang Ming Yue, menggambarkan setuasi benteng sekte dan geografisnya.
Dari jumlah kekuatan Sekte Kelelawar Beracun ternyata cukup banyak anggotanya, yaitu sepuluh ribu anggota, hanya saja yang mencapai tingkatan pendekar satria linuwih, hanya tiga orang saja termasuk Wang Ming Yue.
Wanita setengah baya itu, menjelaskan kebanyakan, anggotanya kesulitan naik tingkat. Setelah mencapai pendekar mahir atau pendekar mumpuni. Hal ini terjadi karena, sulitnya mendapatkan sumberdaya pendekar yang berkwalitas. Dana ada tetapi barang tidak ada.
" Hemh... sesulit itu ya, mendapatkan sumberdaya pendekar.?" Zhang Jian berpikir keras.
" Sejujurnya, saya kaget melihat Sekte Pedang Langit, bisa mengirim bantuan pendekar Satria, sampai lima puluh orang pendekar. Ditambah anggota lainnya Itu kekuatan yang sangat besar." Wang Ming Yue , menyampaikan Kekagumannya pada Sekte Pedang Langit.
__ADS_1
" Kami bisa mencapai tingkat seperti itu, karena sumberdaya yang melimpah dan Tehnik tenaga dalam Kitab kami yang sudah terkenal kehebatannya." Zhang Jian santai.