PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
150. Perjalanan Liu Tianshi


__ADS_3

Semenjak hari itu, Zhuang An dengan telaten sering bolak-balik berkunjung, ke hutan belantara daerah pinggiran Nanjing.


Itu semua, ia lakukan karena tak ingin wanita-wanita ras iblis ini, mendapatkan masalah, atau bentrok dengan beberapa kelompok orang, sehingga akhirnya memusuhi, semua orang yang ada di negeri Tang.


Kekhawatiran Zhuang An ini, cukup beralasan karena mereka masih sangat awam, terhadap kepribadian manusia.


Sementara orang-orang di Negeri ini, kebanyakan memandang semua Iblis adalah musuh mereka.


*


*


*


*


Liu Tianshi, yang sedang berada di Negeri Suku Mongol. Ia terus mengejar kemungkinan, keberadaan dua Pendekar tingkat Bumi Puncak, dari negeri Jie Xia.


Setelah beberapa waktu lamanya, ia melakukan pengejaran, akhirnya di sebuah tempat makan berbentuk kedai besar, ia melihat dua pria yang dicari, sesuai dengan ciri-ciri para Jendral Jie Xia.


Liu Tianshi memahami, bahwa dalam mencari informasi, kedai atau Resto, adalah tempat yang paling bagus untuk didatangi.


Dan ternyata, di depan sana memang betul-betul terlihat, ada orang yang dicarinya itu.


Dengan Anggun, Liu Tianshi pun ikut masuk, ke dalam kedai yang cukup ramai tersebut.


Dan seperti biasanya, dia juga memesan beberapa hidangan, yang menjadi kesukaannya.


Liu Tianshi, sengaja mengambil posisi duduk, di pojok agar mudah melihat dan memperhatikan semua orang, yang berkunjung di kedai besar tersebut. Kemudian, dengan tenang dan santai, ia mempertajam pendengarannya, agar lebih jernih lagi.


"Jenderal Fan! Kita sudah berkeliling di Negeri Suku Mongol ini, sekitar dua minggu. Tapi kita, tidak mendapatkan petunjuk orang yang sesuai, dengan ciri-ciri yang kita cari" Ucap Jendral Gun.


"Jenderal Gun! Kalau memang, kita tidak mendapatkan apa yang kita cari tak masalah, kita bisa segera pulang untuk melaporkan apa yang terjadi, atau kalau tidak begitu, kita bisa pindah ke negeri lain. Mungkin Tibet atau di Negeri Uyghur Xinjiang. Tetapi, alangkah baiknya, kita pastikan dulu seluruh wilayah Mongol ini" Tutur Jendral Fan.


"Baiklah! Kalau memang seperti itu, kita tetap melaksanakan tugas mencari informasi dan menyelidik ini, sampai beberapa hari, atau beberapa minggu lagi. Jika, memang tidak ada, kita tinggalkan saja Negeri suku Mongol ini" Ucap Jenderal Gun.


Mendengar pembicaraan dua Jenderal tersebut, Liu Tianshi berpikir untuk memanfaatkan situasi, yang ada di depan nya, kebetulan saat ini ada beberapa orang yang tidak tahu diri, dan menggoda serta mengganggu dirinya.


Kesempatan itu, digunakan oleh Liu Tianshi untuk menampakan Aura Pendekar nya, setingkat Puncak Pendekar Bumi.


"Jika ingin selamat, bersikap lah yang baik dan sopan kepada ku!" Bentak Liu Tianshi kepada dua orang pria yang mengganggunya.


"Ma..maaf kan, kami! Kami sungguh tidak tahu diri" Ucap dua pria yang mengganggunya, dengan tubuh gemetar. Bahkan! hampir saja pingsan di tempat.

__ADS_1


Melihat adegan di depan mata mereka berdua, kedua Jenderal Jie Xia itu langsung terkejut, mereka baru menyadari, bahwa di dalam kedai tersebut,. ternyata ada seseorang yang memiliki kemampuan luar biasa.


Bahkan! Sampai mencapai Pendekar tingkat Bumi Puncak. Keduanya seketika itu, langsung bisa menyimpulkan bahwa, wanita anggun itu, adalah Pendekar yang selama ini mereka cari.


"Jenderal Fan! Lihat lah! Wanita di pojok itu. Kelihatannya, dia memiliki kemampuan yang layak untuk kita curigai"Jenderal Gun, mulai menganalisis Liu Tianshi.


"Aku rasa pendapat mu, kali ini memang benar. Lihatlah, Auranya betul-betul menunjukkan Puncak Pendekar Bumi tingkat delapan. Selama beberapa hari kita berkeliling menyelidik, hanya dia satu-satunya orang, yang memiliki kemampuan seperti itu. Sebaiknya kita ikuti saja dia, setelah ini dia mau ke mana?" Tutur Jendral Fan.


"Akhirnya, kita menemukan orang yang memiliki identitas nya,. sesuai dengan ciri-ciri orang yang kita cari. Dengan begini, tugas kita tidak sia-sia sampai di negeri suku Mongol ini" Respon Jendral Gun.


"ya ya ya! Memang sepertinya demikian. Kalau begitu, kau habiskan dulu makanan mu! Kita akan segera bergerak mengikutinya " Jendral Fan memperingatkan rekannya tersebut.


"Baik! Akan segera, aku habiskan makanan ku" Ucap Jendral Gun.


Tak beberapa lama, Liu Tianshi sudah selesai dengan acara makan di sore, kali ini.


Sekarang, model berburunya harus dibalik. Bukan lagi dia yang harus mengejar, tetapi dua pria yang menjadi targetnya, yang harus mengejar dirinya.


Gadis cantik yang satu ini, segera berdiri dan membayar, makanan dan minuman yang barusan dinikmatinya.


"Kog tiba-tiba ada Wanita super cantik di sini, dari mana dia ya?" Seseorang berbisik dengan teman nya.


"Emm..! Iya ya! Tapi aku juga tidak tahu dia dari mana, yang aku tahu, aku baru pertama melihat dia di sini" Pria lain menjawab perkataan temannya.


"Ach! Kamu ini. Bilang aja ga tahu! Muter-muter saja" Sergah teman nya.


.


.


.


.


Liu Tianshi terus berjalan keluar dari Kedai Besar itu, dan melangkah kearah tempat, yang betul-betul tepat untuk menyergap mangsa.


Dan tak begitu lama, akhirnya ia tiba di pinggir hutan yang cukup besar. Sementara, dua pria yang menjadi target, masih mengikuti nya.


"Ada apa dengan kalian? Mengapa selalu mengikuti ku?" Kata-kata Liu Tianshi, tiba-tiba terdengar lembut, namun jelas.


"Ach! Maaf ! Kami hanya terpesona, dengan kecantikan Nona!" Jawab Jendral Gun, yang terkesan jujur.


Namun, tidak bagi pendengaran Liu Tianshi, yang sudah tahu tujuan kedua pria itu.

__ADS_1


"Och! Ya! Terpesona, atau sebenarnya memang sedang menyelidik?" Tanya Liu Tianshi, dengan kata yang menohok niat keduanya.


"Kami, betul-betul terpesona" Jawab Jendral Fan.


"Kalau begitu, aku akan memberitahu kalian. Aku lah, Pendekar tingkat tinggi yang kalian cari, kalian dari Negeri Jie Xia kan? " Ucap Liu Tianshi, sangat mengagetkan Jendral Gun dan Jendral Fan.


"Ba..Bagaimana, kau bisa tahu?" Jendral Gun dan Jendral Fan betul-betul kaget.


"Tidak perlu heran. Kalian benar-benar, mencari ku kan?" Tanya Liu Tianshi dengan tenang.


"Ka..Kau! Ternyata kau, sebenarnya pengacau di Istana Jie Xia !" Kedua Orang pria itu, tiba-tiba tubuh nya lemas, karena tertekan oleh Aura kuat yang dimiliki Liu Tianshi.


"Hahahaa...! Mungkin kah, kalian masih bisa melawan?" Liu Tianshi menggertak garang.


"Kalau begitu, akan kami tunjukkan kemampuan kami sebenarnya!" Teriak Jendral Gun.


"Aku, Liu Tianshi, dengan senang hati, ingin menyaksikan kehebatan kalian!" Seru gadis cantik itu, dengan anggun.


"Hiaaat"


Jendral Gun, berteriak keras dan menyerang gadis di depan nya dengan ganas. Selarik sinar biru pekat menyambar kearah Liu Tianshi.


Namun, gadis cantik ini mengurung, dengan energi sinar hijau terang, yang keluar dari telapak tangannya, untuk meredam kekuatan Jendral Gun.


"Wuuss"


"Blaaar"


Suara ledakan, membuat Jendral Gun, berteriak membarengi tubuhnya yang terlempar jauh ke belakang, hingga empat puluh lima tombak.


Jendral Gun, akhirnya terluka parah dengan susah payah, dia berusaha untuk duduk. Namun, kondisi yang tak memungkinkan, membuat dia jatuh pingsan.


Melihat sahabatnya pingsan, Jendral Fan tidak bisa tinggal diam, ia segera melesat, dan memberikan pertolongan pada rekannya itu.


Dengan hati-hati, Jenderal Fan, mendudukkan Jenderal Gun dan memberinya sebuah butir penyembuh.


Dengan bantuan energi yang ia berikan sehingga obat tersebut dapat tertelan Jenderal Gun.


Kemudian Jenderal Fan, berusaha untuk memberikan energi tambahan, agar tubuh jenderal Gun bisa menyerap obat, yang ia berikan dengan baik.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2