
" Guru markas pertama tawanannya cukup banyak, hartanya banyak, kabarnya markas kedua lebih besar mungkin tawanan dan hartanya lebih banyak juga." Zhuang An berpendapat.
" Aku rasa seperti itu, makanya Ketua menyuruh Xie Shen dan Fan Wei untuk mencari banyak kereta karena informasinya banyak tahanan yang ada di sana." Yang Chen menanggapi muridnya itu.
Setelah menunggu agak lama ahirnya Xie Shen dan Fan Wei muncul dengan 40 kereta lengkap dengan kusirnya.
Kereta-kereta itu dipersiapkan untuk membantu para tahanan perampok yang biasanya banyak dalam kondisi lemah. Selain itu juga untuk membawa harta yang dikumpulkan para penjahat itu di gudangnya.
Beberapa saat kemudian Zhuang Shing muncul dan menghampiri kedua Guru dan murid tersebut.
" Sudah siap?....berapa keretanya? Tanya Zhuang Shing
" Sepertinya ada 40 kereta Ketua, lebih jelasnya mari kita tanya Xie Shen dan Fan Wei." Jawab yang Chen sambil bergegas kearah rombongan yang baru datang.
" Dapat berapa kereta semuanya?." Yang Chen langsung bertanya pada Xie Shen dan Fan Wei.
" Ach Pendekar Yang....sebenarnya kita dapat sewaan 60 kereta lengkap dengan kusirnya cuma ini yang datang baru 40, sebentar lagi sisanya akan segera datang." Xie Shen dan Fan Wei kompak menjawab.
" Guru 60 kereta apa itu tidak terlalu banyak ?." Zhuang An jadi penasaran.
" Jika informasi yang kita dapat benar, ini tidaklah terlalu banyak." Yang Chen menegaskan.
Tidak terlalu lama mereka menunggu muncullah satu rombongan yang terdiri dari 20 kereta kuda dipimpin oleh Zhu Lin.
" Tuan Pendekar Zhang...saya juga ingin ikut penyerbuan ke markas kedua ini, bolehkah?." He Yin bertanya pada Zhuang Shing.
" Och tentu saja boleh, silahkan itu bagus untuk calon kepala daerah agar bisa memahami secara detail situasinya wilayah Huitong ini." Kata Zhuang Shing.
Zhuang Shing mengecek kereta-kereta tersebut beserta semua yang dibutuhkan setelah itu mereka segera berangkat menuju markas kedua dari kelompok perampok.
Setelah menempuh perjalanan 2 jam lebih sedikit mereka mulai melihat markas pertahanan perampok terbesar di wilayah tersebut, tampak benteng pertahanan mereka dibuat dengan dasar pondasi batu kali dan bagian atas kayu yang kokoh.
Di benteng tersebut terdapat bendera dengan lambang berbentuk gambar harimau merah, iya perampok tersebut menamakan diri mereka sebagai perampok Harimau merah.
" Och jadi mereka ternyata perampok yang berani menggunakan bendera berlambang, ini sangat menarik." Zhuang An bergumam.
__ADS_1
Suara kedatangan Zhuang An dan rombongan cukup mengagetkan penghuni benteng tersebut karena membawa total 67 kereta kuda.
" Berhenti." Zhuang Shing menghentikan rombongan tersebut agar tidak terjangkau oleh anak panah dari atas benteng perampok.
"Kalian tunggu di sini jangan mendekat sampai situasinya terkendali." Perintah Zhuang. Shing pada He Yin dan para kusir kereta kuda.
Zhuang An sudah bersiap dengan pedangnya. Sementara Xie Shen dan Fan Wei juga sudah sama siapnya.
Zhuang Shing memberi kode untuk menyerang dan langsung melesat kearah gerbang Yang Chen dan Zhuang An mengikuti di belakangnya.
Xie Shen dan Fan Wei beserta anggotanya juga melesat di belakangnya di susul 4 pengawal pribadi He Yin.
"Zing."
" Zing."
Panah-panah berdesing mengarah pada mereka tapi dengan mudah dihindari.
Setelah dekat dengan gerbang benteng tersebut tangan Zhuang Shing terangkat tinggi dan dengan perubahan energi jurus Pedang Langit keluar petir menyambar gerbang tersebut.
Gerbang tersebut hancur berantakan serpihannya terlempar beterbangan.
" Seraang." Zhuang Sing memberi perintah.
Zhuang An dengan semangat menyerbu mendahului yang lain. Pedangnya bergerak cepat mengeluarkan pisau-pisau angin menembus puluhan perampok.
Yang Chen melakukan hal yang sama.
" Wuus"
" Wuus"
"Jleb"
"Jleb" Puluhan perampok tumbang dan tak bergerak lagi.
__ADS_1
Zhuang Shing bergerak dengan kristal-kristal es sementara Xie Shen dan Fan Wei beserta anggotanya tak mau kalah mereka menyerang dengan semangat tinggi diikuti para pengawal pribadi He Yin mereka bergerak membunuh dengan dengan sekali tebas.
" Jres...jres."
Sekitar 300 perampok yang masih menghuni benteng tersebut menjadi kualahan, mereka benar-benar bukan tandingan para pendekar tersebut, sehingga menjadi sasaran yang empuk bagi musuh-musuhnya.
Zhuang An tidak mau bergerak dibelakang dia langsung menyelinap kedalam dan pedangnya sekali-kali menebas perampok yang ditemuinya dengan cepat dia menemukan gudang penyimpanan harta yang di jaga sepuluh orang.
Dengan sigap dia menghabisi semuanya tanpa kesulitan, tetapi bocah itu tidak berhenti di situ ia terus bergerak ke bangunan yang paling besar tempat kediaman pimpinan perampok di sana dia tidak menemukan yang dicarinya, setelah sedikit menginterogasi dia mendapat penjelasan ketua perampok sedang keluar ke sekte burung hantu beberapa hari yang lalu.
Zhuang An melanjutkan kearah bangunan husus untuk menyekap para tawanan. Tempat itu di jaga oleh cukup banyak anggota perampok mencapai 40 orang, tapi itu bukan lawan yang berarti bagi pendekar sehebat Zhuang An dengan mudah ia membantai mereka.
Xie Shen dan Fan Wei beserta empat anggotanya tiba dan langsung bergerak turut menghabisi perampok tersebut tidak begitu lama semua perampok telah binasa tak satupun tersisa.
Zhuang Shing datang bersama Yang Chen dengan pakaian bersih tak terkena darah karena selalu mengunakan serangan jarak jauh.
Mereka berdua ikut memeriksa para tawanan yang jumlahnya cukup mengejutkan ada ratusan pria dan juga ratusan wanita disekap dalam bangunan yang berbeda.
Seperti dugaan mereka sebelumnya kondisi para tawanan ini rata-rata sangat menghawatirkan kurus, pucat dan kurang bertenaga.
Zhuang Shing segera mengumpulkan mereka di halaman markas tersebut dan memangil para kusir yang membawa makanan untuk ssgera menolong para tawanan ini.
" Untung Zhu Lin mengingatkan kita untuk membawa makanan yang cukup banyak. kalau tidak kita bisa kerepotan melihat mereka kelaparan seperti itu sampai sulit bergerak." Zhuang Shing berkomentar.
Zhuang An membantu para tawanan untuk keluar dari tahanan kemudian berkumpul di halaman benteng perampok harimau merah kemudian dia mengecek seluruh bangunan yang ada.
" Guru, jumlah tahanan pria dan wanita sekitar 1000 orang semua." Zhuang An melaporkan pada Gurunya.
" Och jumlah yang cukup banyak itu, suruh para kusir untuk membawa makanan yang sudah disiapkan." Yang Chen memberi instruksi.
" Baik Guru." Yang Chen segera bergegas memanggil kusir-kusir untuk membawa makanan yang mereka angkut.
Zhuang An dan lainnya membantu membagikan makanan dan minuman tersebut agar kondisi para tahanan segera bisa lebih baik.
Sebagian besar tahanan perampok itu dalam kondisi lemah karena kurang dapat asupan makanan yang cukup.
__ADS_1
Setelah semua tempat diperiksa mereka dapat menemukan banyak barang berharga mulai dari koin, emas, obat, sumberdaya dan juga barang lainnya. Di gudang juga terdapat banyak harta dengsn berbagai jenis dan bentuk hasil perampokan yang selama ini dikumpulkan oleh perampok harimau merah.