PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
50. Menembus Antar Dimensi


__ADS_3

Zhuang An sudah berbulan-bulan mempelajari tingkatan jurus kitab dewa langit tahap ke 76 sampai 79 saat ini pemuda tampan itu sedang mempelajari tahap jurus 80 ya itu Menembus antar dimensi alam.


Tehnik ini bukan untuk menembus secara terawangan atau penglihatan tetapi memasuki beberapa dimensi alam-alam lain.


Dengan jurus tersebut Zhuang An akan bisa memasuki alam dimensi energi tanpa harus melalui goa hutan siluman. Dan juga bisa berpindah-pindah dimensi alam dengan cepat.


Tetapi karena tehnik ini juga tehnik yang menggunakan kekuatan hati, maka butuh ketenangan untuk mempelajarinya.


Zhuang An sudah 3 minggu mempelajari jurus ini, dan dengan bakat yang dimiliki pemuda tanggung itu mampu membuka 3 simensi alam. ya itu alam buah, alam jin dan siluman.


Ketika memasuki alam buah, pemuda itu di temani Zhuang Kun. Zhuang An melihat betapa indahnya alam tersebut, dia bisa melihat berbagai bentuk buah dengan bermacam- macam ukuran dan kesempurnaanya.


Selain itu ia juga bertemu dengan seseorang yang menjaga alam buah tersebut.


" Eyang, itu siapa ? mengapa wujudnya mirip bahkan sama dengan kita." Zhuang An bertanya pada Zhuang Kun.


" Iya, sama, dia juga sama manusia seperti kita, bahkan dia juga berasal dari dunia kita. Tetapi sedang bertugas di sini.


" Och begitu." Zhuang An masih heran.


" Salam Senior Zhuang....apakah dia cucumu.?" Pria berambut abu-abu yang memulai memutih itu bertanya.


" Benar , ini cucuku. Dia baru belajar. " Zhuang Kun menjawab dengan ramah.


" Zhuang An, memberi hormat untuk senior." Zhuang An membungkuk dengan kedua tangan menyatu di depan dada, tangan kanan terkepal dan tangan kiri terbuka.


Zhuang An bertanya banyak hal mengenai keberadaan alam buah ini.


Penjaga tersebut menjelaskan bahwa pada dasarnya alam buah adalah master dari semua buah-buahan yang ada di bumi sehingga di alam buah ini semuanya ada lengkap dengan jenis dan ukurannya.


Uniknya menurut penjaga itu, 1 buah di sini, jika di kirim ke satu desa atau daerah, maka desa atau daerah itu akan mengalami panen buah jenis tersebut yang berlimpah ruah.

__ADS_1


" Wuah, padahal di sini banyak banget." Zhuang An merasa itu luar biasa.


" Itu benar, aku sudah pernah melakukannya." Zhuang Kun menambahi keterangan penjaga tersebut.


" Eyang, Aku boleh mencicipi satu buah anggur..? ." Zhuang An bertanya dengan wajah berharap.


" Boleh, aku ambilkan." Penjaga tersebut mengambilkan dua buah anggur sebesar mangga yang tampak manis dan segar.


Zhuang An menerima anggur itu dengan senyum-senyum karena merasa lucu dan takjub dengan ukuran anggur tersebut.


Perlahan pemuda itu menggigitnya, dia terpejam menikmati manis dan segarnya buah anggur yang terasa berlipat ganda dari yang pernah dia rasakan.


Pemuda itu pelan-pelan menikmati, memakan dan menghisap manis serta segarnya anggur tanpa berbicara sepatah katapun. Setelah habis satu buah baru dia berbucara.


" Luar biasa, mengapa bisa senikmat ini.?" Kata Zhuang An, ada perasaan puas setelah menikmati satu buah anggur tersebut.


" Tentu saja, kalau sama saja dengan alam manusia. Alam buah tidak ada keistimewaannya." Zhuang Kun menjawab pertanyaan Zhuang An.


Tidak jarang Zhuang An memasukkan buah-buahan yang disukainya kedalam cincin mustikanya yang didapat dari gedung sumberdaya di alam dimensi energi.


Tentu semua itu atas ijin penjaga tersebut. Dari pengalaman ini Zhuang An berpikir betapa luar biasanya penciptaan Tuhan terhadap alam raya ini.


Dalam satu alam dimensi begitu banyak macam buah yang rasa dan aromanya begitu luar biasa nikmat dan ukurannya pun mengagumkan.


**


Setelah selesai jalan-jalan mengelilingi dimensi alam buah, Zhuang An memasuki dimensi alam astral atau alam jin. Masih dengan pendampingan Zhuang Kun.


Di alam ini Zhuang An menjadi terhenyak karena dia melihat penduduk alam astral memiliki kesibukan sebagaimana orang-orang di dunia manusia.


Sebenarnya suasana di alam dimensi astral dengan alam dimensi manusia tidaklah jauh berbeda. Penduduk di alam itu malah tampak lebih sibuk dari pada penduduk alam manusia.

__ADS_1


Bagi Zhuang An, dimensi alam astral terasa lebih unik dari pada dimensi alam manusia. Ya tentu saja beda alam pasti beda penghuninya, alam ini dihuni oleh mahluk yang sangat aneh dari sisi bentuknya maupun perangainya.


Yang membuat Zhuang An kagum adalah bentuk hewan di sini umumnya lebih besar dari pada di alam manusia, selain besar memiliki keunikan bentuk yang beragam, terutama tanduk, ekor, bulu dan sisiknya juga taringnya yang panjang.


Yang lebih menarik perhatian Zhuang An adalah justru keberadaan mereka yang bercocok tanam, berkebun, dan mencari nafkah penghasilan untuk mereka masing- masing selayaknya kehidupan di alam manusia.


Zhuang Kun menjelaskan mereka juga sibuk membangun dunia mereka sendiri dan menjaga kehidupan mereka agar tidak diganggu secara sembarangan oleh manusia.


Hal ini sering terjadi karena dunia kehidupan kita dengan mereka saling bersebelahan tanpa kita sadari.


Oleh karena itulah mereka akan sangat marah apabila pohon, gedung atau tempat yang mereka huni sampai dirusak oleh manusia.


Dan apabila kita menjumpai ada pohon berdarah saat ditebang, sebenarnya itu merupakan suatu ciri bahwa pohon tersebut sudah dihuni oleh salah satu dari mahluk-mahluk itu.


Kecenderungan mahluk-mahluk ini adalah menempati suatu tempat yang menurut manusia itu kotor, sepi, suram dan gelap.


Zhuang Kun berkata karenanya kita harus belajar arif dan saling menghargai keberadaan mahluk-mahluk tersebut agar tidak bermusuhan.


Dan satu lagi yang membuat Zhuang An merasa unik yaitu adanya para penghuni alam astral yang malas-malasan, kerjanya cuma tidur dan makan.


" Wuah, kalau yang begini ini di dunia kita juga banyak. Tidak perlu menembus dimensi alam astral kalau hanya ingin melihat para pemalas yang gemarnya molor terus." Zhuang An berseloroh pada Eyangnya.


Zhuang Kun tersenyum mendengar guyonan cucunya.


Cara membedakan kehidupan dimensi alam manusia dengan dimensi alam astral sangat mudah, karena perbedaan waktu beraktifitasnya sangat bertolak belakang.


Bila alam dimensi manusia kita memiliki waktu beraktifitas dari mulai pagi sampai sore hari. Sebaliknya kalau alam dimensi astral waktu mereka beraktifitas adalah saat mulai senja sampai menjelang pagi hari.


Sehingga kita lebih sering mendengar atau menjumpai mereka menunjukkan diri saat malam hari.


Perlu dipertegas bahwa dimensi alam astral bukanlah dimensi alam ghaib. Karena dimensi alam astral hanya bersebelahan dengan dimensi alam manusia sehingga kadang mereka juga menempati pohon atau goa yang ada di dunia manusia hanya saja dimensinya berbeda.

__ADS_1


Sedangkan untuk memasuki dimensi alam ghaib butuh menembus banyak dimensi-dimensi alam yang banyak dan berbeda-beda. Karena dimensi alam ghaib merupakan dimensi yang sangat sakral.


__ADS_2