
Dan akhirnya, Huang Liang pun menembus ranah Pendekar Bumi tingkat pertama.
Tanpa sadar senyuman mengembang di wajah Huang Liang, Pemuda senior Zhuang An ini, merasa luar biasa.
"Och! Akhirnya, keinginan ku untuk menembus ranah Pendekar Bumi, betul-betul terwujud" Ucap Huang Liang dengan wajah senang sekali.
"Selamat! Liang'gege! Anda tampak luar biasa" Puji Zhuang An.
"Terima kasih! An'er!" Ucap Huang Liang, masih dengan wajah berseri.
"Oke! Sama-sama! Kita istirahat dulu. Satu minggu lagi, akan aku usahakan untuk membantu Liang'gege lagi" Ujar Zhuang An dengan serius.
"Och! Ya! Itu, akan menjadi hal yang luar biasa untuk ku" Huang Liang menjawab dengan gembira.
*
*
*
*
*
*
Di Markas Iblis Jie Xia, Iblis Api Merah sedang menata pasukannya, untuk mencari gadis-gadis suci yang baru.
Peningkatan kekuatan harus segera dilaksanakan, karena mereka sudah satu tahun tidak melakukan pengorbanan darah gadis suci.
"Kalian, tidak boleh gagal kali ini, aku beri waktu satu bulan untuk mendapatkan dua ratus gadis suci, jangan sampai keliru!" Tegas Iblis Api Merah.
"Siap! Yang Mulia!" Puluhan Jendral dan puluhan Pendekar tingkat Bumi gerbang pertama dan kedua, menjawab dengan serentak.
Saat ini, Iblis Salju fokus untuk memburu pelaku, pembebasan gadis-gadis suci yang siap dijadikan korban.
Sedangkan, Iblis Api Merah fokus mencari ganti gadis-gadis yang hilang itu, dengan gadis-gadis yang baru.
Hal yang sering diantisipasi oleh Iblis Api Merah adalah, kesucian gadis yang menjadi target harus. betul-betul terjamin. Dan tidak boleh keliru.
"Cepat! Berangkat!" Teriak Iblis Api Merah dengan garang.
"Baik! Yang Mulai" Para Komandan pasukan itu pun, segera berangkat dan meninggalkan tempat itu.
.
.
"Iblis Salju! Bagaimana perkembangan, anak buah mu?" Iblis Api Biru, bertanya kepada Iblis Salju.
"Dari informasi, yang kita dapat saat ini, ada tiga titik lokasi yang terdapat orang yang layak dicurigai, sebagai pelaku pengacau. Satu di Negeri Uyghur Xinjiang, satu lagi di Negeri Tibet
dan yangterakhir di Wilayah Negeri Tang" Jawab Iblis Salju.
"Mereka, orang-orang ini memiliki kemampuan, di atas pendekar bumi tingkat puncak" Tambah Iblis Salju.
"Berapa, jumlah mereka?" Tanya Iblis Api Biru dengan tegas.
"Jumlah mereka, hanya tiga orang. Satu orang setiap lokasi" Jelas Iblis Salju.
"Hanya, tiga orang. Kemampuan setara Pendekar Langit. Tidak terlalu kuat, akan tetapi kita harus lebih waspada. Buru mereka, habisi di tempat!" Perintah Iblis Api Biru kepada yunior nya itu.
"Baik! Senior! Aku akan beres kan mereka" Jawab Iblis Salju dengan yakin.
Sebenarnya, Iblis Salju sudah mendapatkan laporan hilang atau tewas nya beberapa Pendekar dan juga Jendral yang dia kirim untuk menyelidik.
__ADS_1
Akan tetapi, Iblis Salju tidak peduli dengan nasib mereka. Bagi Iblis yang dingin ini, orang-orang itu hanyalah alat untuk sebuah tujuan.
*
*
*
*
*
*
Zhuang An segera melangkah ke lokasi lain, kali ini Pemuda baik hati ini menuju tempat tinggal sahabat lama nya, Han Mei.
Ia sangat ingin membantu, gadis cantik yang selalu menemani nya dulu itu.
"Hai ..! Cici Han! " Sapa Zhuang An, pada sahabat baik nya ini.
"Och! An'er! Ada apa ini? Kog tak biasanya berkunjung ke tempat Cici"Han Mei berucap dengan wajah senang hati.
"Aku, ingin melihat perkembangan Cici, Setelah berlatih sekian bulan lamanya" Jawab Zhuang An langsung ke inti pembahasan.
"Och! Lihatlah! Sekarang, Cici sudah menembus gerbang ke enam pendekar satria, hebat kan?" Dengan bangga, Han Mei menunjukkan aura pendekar satria gerbang ke enam, yang dimilikinya.
"Wuah! Hebat! Hebat!" Puji Zhuang An dengan tulus.
"Tetapi, aku harus berterima kasih banyak, kepada mu An'er. Kau sudah memberikan banyak sumber daya, yang berharga untuk ku" Han Mei, mengucapkan terima kasih nya dengan tulus.
"Itu! Tak jadi maslah. Hal yang terpenting sekarang Cici memang harus segera mencapai tingkat yang lebih tinggi lagi, dari sekarang" Zhuang An memberi motivasi, kepada sahabat yang sudah dianggap kakak nya itu.
"Och! Ya! Memang ada apa, An'er?" Tanya Han Mei menjadi penasaran.
"Cici! Penyerangan ke Markas Iblis Jie Xia, yang pernah aku katakan dulu itu, sekarang tinggal tiga bulan lagi. Dan aku sudah menyelidik ke markas mereka, ternyata musuh kita sangat kuat. Mereka memiliki lebih dari seribu pendekar tingkat satria. Bahkan!Mereka juga memiliki sekitar seratus Pendekar Bumi dan sepuluh Pendekar Langit" Zhuang An menyampaikan informasi itu, dengan cukup serius.
"Och! Jadi, seperti itu ya?" Tanya Han Mei, dengan sedikit kurang percaya diri.
Melihat reaksi Han Mei yang menurun kepercayaan dirinya, membuat Zhuang An, ingin memberi motivasi yang lebih berarti.
"Tetapi, Cici tak perlu khawatir! Aku akan membantu Cici naik tingkat, hingga puncak Pendekar Satria, kalau perlu sampai menembus ranah Pendekar Bumi" Ucap Zhuang An dengan semangat.
"Benarkah? Sungguh, itu akan sangat menyenangkan untuk ku" Respon Han Mei,
begitu antusias.
"Benar! Cici jangan khawatir!" Jawab Zhuang An dengan mantab.
"Och! Ya! Kapan? Kapan, kita akan mulai?" Tanya Han Mei dengan tidak sabar.
"Sekarang, juga bisa" Jawab Zhuang An cepat.
Jika begitu, aku juga sudah siap! Mari kita mulai!" Jawab Han Mei dengan sangat antusias.
"Baik!" Zhuang An segera mengeluarkan batu bintang energi tipe baru, yang besar dan mirip kursi tersebut.
"Och! Benda, apa ini?" Han Mei kaget melihat artefak jenis baru itu.
"Ini, artefak batu bintang energi yang model baru. Cici, akan segera merasakan manfaatnya" Jawab Zhuang An dengan semangat.
"Senang rasa nya, melihat Cici, yang sedang semangat. Silahkan duduk membentuk bunga lotus yang sedang mekar!" Ucap Zhuang An kepada Han Mei .
"Siap! An'er yang baik hati" Jawab Han Mei dengan senyum indahnya.
Han Mei, duduk di Artefak Batu Bintang Energi dengan hikmat. Zhuang An segera mengangkat kedua tangannya, dan muncul lah energi sinar kuning ke emasan.
__ADS_1
Sinar tersebut membungkus tubuh gadis cantik yang mulai beranjak dewasa itu, beserta Artefak Batu Bintang Energi.
Kemudian tubuh dan artefak itu tiba-tiba bergerak ke udara, melayang hingga tiga tombak tingginya, ini karena posisinya ada di luar ruangan.
Tubuh Zhuang An pun juga melayang di udara, dengan posisi duduk bersila, sejajar dengan posisi Han Mei.
Han Mei, terkejut dan hampir berteriak.
"Cici! Fokus saja! Ini, tidak akan terlalu lama, hanya sampai sehari saja" Ucap Zhuang An dengan tenang.
"Baiklah!" Jawab Han Mei dengan semangat dan riang gembira.
Di wisma pedang angin nomer sembilan belas, Sekte Pedang Langit, Zhuang An yang sedang membantu Han Mei, untuk menembus meningkatkan gerbang pendekar satria, sudah mulai mengeluarkan peluh keringat, tanda dia sangat serius.
Hampir seharian, Pemuda tampan itu berusaha keras memproses peningkatan Han Mei .
Dan tanda-tanda akan segera naik ranah pun sudah mulai bermunculan, mulai dari energi Han Mei yang meluap-luap, hingga Aura puncak Pendekar Satria yang mulai terasa kental di tempat tersebut.
Dan akhirnya:..
"DEESSS"
"DEESSS"
Suara letupan energi dua kali berturut-turut.
.
.
.
*
*
*
*
*
*
Sementara, Liu Tianshi telah sampai di Negeri Uyghur Xinjiang, dalam langkahnya yang anggun gadis cantik itu meneruskan misinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.