PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
94. Menikmati Karunia


__ADS_3

Mendengar permintaan Zhuang An, untuk membantu memilih pakaian yang bagus, Wanita Setengah Baya itu, bergerak penuh semangat.


Ia juga memerintahkan para pelayan toko, untuk membantu memilih pakaian yang bagus dan layak untuk pemuda yang ia yakini, sebagai keturunan Dewa seperti Zhuang An serta Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie.


Karena perintahnya Wanita Setengah Baya seperti itu, maka dengan cepat para pelayan itu bergerak, mengeluarkan simpanan toko tersebut.


Dan tak lama kemudia terkumpul, beberapa pakaian terbaik yang dimiliki toko ini.


Baik yang masih terbungkus maupun yang tadinya dipajang.


Bahkan! Beberapa baju, gaun dan model lainnya, yang biasanya dikeluarkan hanya untuk mempersiapkan keluarga pejabat atau bangsawan yang datang ke toko itu, juga dikeluarkan di depan mereka bertiga.


"Sudah, Nyonya! Semua pakaian terbaik telah kami kumpulkan" Ucap seorang pelayan wanita muda.


"Bagus!" Wanita Setengah Baya itu, merespon penuh semangat.


"Tuan Muda Zhuang! Dan Nona berdua! Silahkan dipilih, ini semua, adalah pakaian terbaik yang seringkali, model pakaian ini dipakai para keluarga pejabat dan bangsawan Ke kaisaran Tang" Ucap Wanita Setengah Baya itu.


Wanita tersebut, menjelaskan masih dengan penuh semangat dan senang hati.


Zhuang An serta Liu Tiansi dan Liu Xie, hanya bisa saling pandang dan tersenyum senang.


"Ini, bukannya berlebihan?" Zhuang An bertanya pada Liu Tiansi dan adiknya.


"Ya! Sepertinya begitu, tapi apa boleh buat, kita jadi senang saja" Respon Liu Tiansi sambil tersenyum bahagia.


"Ya ya ya! Itu tak masalah sudah. Silahkan Nona berdua, memilih mana yang disuka" Zhuang An mempersilahkan dua gadis Liu itu.


Mereka bertiga segera memilih, baju, pakaian yang cocok, sesuai selera nya, karena di depan mereka bertiga sekarang terdapat ratusan lebih, pakaian terbaik yang pernah ada.


"Nona Liu Tiansi dan Nona Liu Xie, jika Nona berdua suka, tidak masalah kita borong semua pakaian ini" Zhuang An memberi usulan pada dua gadis itu.


"Och!Tidak, Tuan Muda! Ini terlalu banyak. Lagian, kami tidak suka yang model Qipao ini, belahan bawahnya sampai ke paha," Liu Tiansi dan Liu Xie sepakat tidak mengambil tentang baju model Qipao itu.


"Ach! Baiklah, jika begitu" Zhuang An, segera memilih setelan baju pria yang cocok untu dirinya sendiri.

__ADS_1


Pemuda tampan itu,;segera mendapatkan dua puluh setel baju pria, sangat cocok untuk dirinya sendiri.


Dia merasa puas dengan pilihannya kali ini.


Sedangkan Liu Tiansi sepertinya, merasa kurang, jika hanya mengambil dua puluh setel saja, melihat begitu banyaknya pakaian indah di depan mereka.


Begitu juga dengan Liu Xie, ia menggenapi pilihannya, hingga mencapai empat puluh setel baju, yang cocok untuk dirinya.


Jumlah tersebut, adalah jumlah, kapkyang sudah disepakati dengan kakaknya.


"Emmm...Akhirnya lengkap sudah pilihanku!" Liu Tiansi berseru, pada Zhuang An dengan senyum manisnya.


"Bagus! Aku senang, kalau Nona senang" Kata Zhuang An.


Zhuang An berpikir, ingin membelikan rekan-rekannya pakaian bagus pada mereka, yang sedang bermeditasi di penginapan.


Jadi dia meminta tolong pada para pelayan untuk membungkus kan pakain yang bagus selain yang sudah mereka pilih.


Pelayan toko mendekati Zhuang An dan berucap:


"Minta tolong! Bungkus kan lagi, dua ratus setel pakaian yang terbaik!" Kata Zhuang An pada gadis enerjik itu.


"Och iya! Siap Tuan Muda!" Gadis enerjik itu aga terkejut, tapi langsung bergerak sesuai pesanan.


Zhuang An berpikir, tidak ingin menyia-nyia kan ratusan pakaian yang telah disediakan di depannya.


Pasti saat ini, Sekte dan anggot Sekte Burung Merak Emas, sedang kesulitan ekonomi.


Dan melihat pakaian terbaik mereka sudah mulai lusuh, maka tidak ada salahnya, jika ia membelikan baju-baju ini, agar di bagikan oleh Matriark Sekte Burung Merak Emas kepada murid-murid atau anggota sekte.


Setelah semua selesai, Zhuang An menyapa Wanita Setengah Baya, pemilik toko itu.


"Nyonya! Total semua, berapa nilai yang harus kami bayar?" Zhuang An menyapa Wanita Setengah Baya pemilik toko itu, dengan pelan.


"Ach ! Tuan Muda! Anda tidak perlu membayar, semua ini kami hadiahkan, untuk Tuan Muda dan Nona berdua" Wanita setengah baya itu, menjawab dengan sangat sopan.

__ADS_1


"Tidak bisa, seperti itu Nyonya! Jumlah ini terlalu besar. Anda berdagang dan perlu hasil. Sedang kan kami juga punya uang. Jadi, kami akan membayarnya. Jika, Nyonya ingin memberi potongan harga, itu silahkan saja!" Zhuang An menjawab agak panjang.


"Ech! Baiklah, jika begitu!" Jawab Wanita setengah baya itu.


"Semuanya, tiga ratus pakaian. Satu pakaian harganya 90 koin perak.Jadi total 27.000 koin perak atau 270 koin emas. Kami potong 20 koin emas. Jadi, biaya yang harus dibayar 250 koin emas!" Wanita setengah baya itu, menyampaikan hasil kalkulasi nya.


"Baiklah! Ini biaya yang harus kami bayar, 270 koin emas, untuk yang 20 koin emas, biar dibagi kepada karyawan disini!" Zhuang An, menyerahkan sekantong koin emas sejumlah 270 koin, kepada Wanita pemilik toko itu.


"Terima kasih, Tuan Muda!" Wanita itu, menyampaikan ucapan terima kasih pada Zhuang An, diikuti semua pelayan di tempat itu.


Zhuang An segera memasukkan, hasil belanja nya kedalam cincin samudranya, begitu juga dengan Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie, mereka berdua, segera memasukkan semua belanjaan nya, kedalam cincin masing-masing.


Setelah itu mereka keluar dari toko itu, dan pergi ke sebuah resto, yang besar.


Zhuang An, mengajak kedua gadis Liu tersebut, untuk menikmati makan di sore itu.


Dan tak lupa memesan beberapa nasi dan makanan enak, yang cukup banyak untuk di bawa ke penginapan.


Karena dia yakin, rekan-rekannya nya dari Sekte Burung Merak Emas, belum ada yang makan seharian ini.


Walaupun, dari penginapan ada jatah nasi dan makanan, tetapi tentu saja beda dengan nasi dan makanan dari tempat yang terkenal di kota.


Setelah selesai, mereka bertiga segera pulang, menuju Penginapan Besar Kota Harbin.


Dan segera masuk, ke tempat Matriark Sekte Burung Merak Emas, karena itu adalah kamar yang paling besar, di antara yang lain.


"Bibi Xue! Bangunlah dari meditasi mu! Ada beberapa hal penting yang akan aku bicarakan" Zhuang An mencoba, menggugah Matriark Sekte Burung Merak Emas, dari meditasi nya.


Zhuang An juga mendatangi kamar Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, untuk membangun kan dari meditasinya.


"Ayo! Semua nya, kumpul di kamar Matriark Sekte Burung Merak Emas, makan dulu dan ada hal lainnya, yang juga penting" Zhuang An memberi sedikit penjelasan.


Pada Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, agar mereka segera membuka mata dan menyudahi dulu meditasinya.


....

__ADS_1


__ADS_2