
Zhuang An terus mengurangi jumlah pembunuh srigala malam sengan jentikan jarinya sasarannya adalah para pembunuh setingkat pendekar mahir dan mumpuni.
Dengan sekali jentikan mereka langsung roboh bersimbah darah, kecepatan dari sinar yang ditembakkan jarinya sulit dihindari karena sama dengan kilat atau kedipan mata.
Sinar jentikan jari dewa memiliki kekuatan sangat dasyat mereka yang terkana tak mungkin bertahan hidup dalam waktu lama.
Banyaknya korban yang jatuh terkena jurus itu membuat pimpinan nomer satu pembunuh srigala malam menjadi geram.
" Cukup, hentikan perbuatanmu..!." Pimpinan nomer satu srigala malam malam membentak Zhuang An.
Pemuda itu tersenyum, ia menjadi paham bahwa orang yang menghentikannya adalah ketua organisa srigala malam.
" Ahirnya, keluar juga kau..?." Zhuang An mengejek pria berperawakan ganas tersebut.
" Anak muda, seberapa hebat kemampuanmu..?." Pria itu mendorong telapak tangannya kedepan.
Zhuang An dengan tangkas bergerak kesamping.
" Whuuss...Blaarr.."
Sebuah ledakan berkekuatan besar menghancurkan pohon di belakang Zhuang An.
Zhuang An menghindar bukan karena takut pada kehebatan musuhnya, ia hanya ingin melihat seberapa cepat gerakan lawannya.
Pimpinan srigala malam itu, melanjutkan dengan serangan yang sama bertubi-tubi, Zhuang An terus menghindarinya.
" Kau bisanya cuma menghindar, mana kehebatanmu..?." Pria berwajah garang itu memancing emosi Zhuang An.
Pemuda itu hanya tersenyum, bagi dia itu tidak akan mempan mengusik ketenangan jiwanya.
" Apa kau ingin bertarung serius denganku..?." Tatapan mata dan kata-kata Zhuang An terasa menyakitkan bagi ketua pembunuh srigala malam itu.
" Bedebah kau, dasar bocah ingusan..! ." Pria garang tersebut marah dia mengambil senjata andalannya.
Senjata tersebut berupa sebuah tongkat sonar berbentuk persegi enam memanjang dengan warangka yang indah.
Pria itu menarik senjata yang langka tersebut dari warangkanya, lalu keluarlah cahaya biru pekat dari sisi senjata aneh itu.
Zhuang An sadar senjata itu selain hebat juga dipenuhi racun yang kuat, tetapi dia tetap tersenyum.
Dengan kemampuannya ia bisa mengukur kehebatan senjata yang unik itu.
Ketua pembunuh srigala malam tidak mau menunggu, dia langsung mengarahkan senjatanya pada Zhuang An.
Sebuah sinar biru pekat melesat dengan cepat laksana kilat yang menyambar Zhuang An.
__ADS_1
Pemuda berwajah sejuk itu menghilang dari pandangan mata, membuat musuhnya kebingungan mencarinya.
Zhuang An muncul duduk di atas wuwungan atap bangunan, ketua pembunuh srigala malam terbang ke atas mengejar kemudian menembakkan kilat sonar senjatanya.
" WHUUSS.."
" JLIING..."
" BLAAR.."
Zhuang An menghilang di udara yang lebih tinggi lagi, tembakan kilat mengejarnya, namun dengan mudah ia menghindari dengan berpindah tempat.
Pimpinanan srigala malam, pendekar yang setingkat satria gerbang 8 itu menjadi bertambah murka, dia menembakkan kilat sonarnya berkali kali.
Tetapi Zhuang An sudah pindah ketempat yang lebih tinggi lagi bahkan ia hanya menonton pria ganas itu mengamuk, menembak keberbagai arah.
" BLAAR...BLAAR...BLAAR.."
" Kurang ajar, rupanya kau hanyalah pendekar ingusan yang pandai bersembunyi..!" Ketua srigala malam benar-benar murka, dia merapatkan giginya.
" HAHHAHAAA...."
Zhuang An tertawa lantang...
Tubuhnya yang menghilang alias kasat mata membuat musuhnya bingung karena suaranya berpindah-pindah dan menggema di seluruh area tempat itu.
Melihat musuhnya muncul tepat di depannya membuat pria itu merasa mendapat kesempatan, dengan cepat ia menyerang Zhuang An dengan senjata saktinya.
Sebuah sonar dasyat menghambur dari tongkat ajaib itu..:
" ZHUUT..."
Zhuang An membuka telapak tangannya dan menghadapkan kedepan, jurus tapak dewa langit. Tehnik kedua dari jurus kitab dewa langit ia gunakan untuk menghadang sonar dari tongkat ajaib.
Sebuah sinar merah membara keluar dari telapak Zhuang An menghadang serangan ketua srigala malam.
" ZHUUUT..."
" ZLAAAR..."
Benturan dua kekuatan hebat terjadi di udara, membuat telinga terasa panas, saking hebatnya membuat orang-orang yang sedang bertempur di bawah kaget dan menoleh keatas.
Zhuang An merasakan ada getaran yang menggelitik telapak tangannya, ada rasa geli tapi tidak sakit.
Berbeda dengan ketua pembunuh srigala malam, pria berwajah brangasan itu terlempar jauh sampai 3 kilo meter hingga jatuh ketanah, tangan kanannya terbakar, dadanya terasa nyeri berdenyut-denyut, ia memuntahkan darah kental dari mulut dan hidungnya.
__ADS_1
Penderitaannya terasa lengkap sudah, jadi dia duduk bersila untuk mengatur pernafasan dan aliran tenaga dalamnya.
Zhuang An memandangnya dari atas dengan tersenyum. Pandangannya yang jernih dengan sinar mata dewa dapat melihat tangan dan dada pria itu terbakar hangus parah.
Ia sengaja membiarkan pria itu memulihkan kepercayaan dirinya dengan menghimpun tenaga dalam sebelum terbunuh oleh jurus-jurusnya.
Tetapi itu tidak berlangsung lama, karena pada ahirnya ia memutuskan untuk segera mengejarnya.
" Eheem...." Suara Zhuang An mengagetkan pria jahat itu.
" Apakah kau tidak ingin melanjutkan permainan ini..?." Zhuang An menggoda pria kekar tersebut.
" Kau, akan menerima balasanku setelah ini..!." Ketua srigala malam bangkit dari duduknya.
" Kau keliru, aku yang akan membalas kekejamanmu selama ini, sudah berapa nyawa yang kau habisi demi kejayaanmu..?." Zhuang An tampak emosi kali ini.
" Kau tidak perlu tahu, sekarang bersiaplah menghadapi jurus pamungkasku..! Pria itu berseru serius.
Pemuda itu paham musuhnya menyiapkan tenaga dalam dan tehnik andalannya.
Jika tadi Zhuang An mengeluarkan energi murni hampir 1 persen dari yang dimilikinya, maka sekarang ia bermaksud menggunakan hampir 1 setengah persen dari energi murninya.
Ketua srigala malam menyeringai dia yakin kali ini ia bisa membalikkan keadaan.
Pria itu berpikir kekalahannya tadi karena dia terlalu terburu-buru sehingga tidak sempat menyalurkan tenaga dalam secara maksimal. Oleh karenanya pria itu begitu percaya diri.
Setelah menarik nafas dalam-dalam ketua pembunuh srigala malam menyalurkan tenaga dalam yang begitu tinggi, sehingga sinar biru senjatanya semakin pekat dan dan gelap.
Lalu dengan semangat yang luar biasa ia memutar dan mendorong tongkat sonar kearah Zhuang An.
Zhuang An yang sudah siap dari tadi, menyambutnya dengan jurus api dewa.
Api biru yang menyala bagai kobaran dari neraka menghantam dan menyambut serangan ketua pembunuh srigala malam dengan ganas.
Pria itu kaget, jantungnya berdetak begitu cepat ketika api biru yang sangat panas menyambarnya dengan kekuatan yang tak terbayangkan.
" ZHUUUUT.........BLAAAAR..."
Ketua srigala malam menjerit keras, tubuhnya terlempar jauh kebelakang dengan api biru masih menyelimutinya.
Darah kental keluar dari mulut, hidung, mata dan telinganya. Darah tersebut berwarna hitam agak kemerahan.
" Ach darah warna hitam, layak untuk pembunuh." Zhuang An bergumam.
Anehnya api biru tidak segera padam dan pria itu juga tidak segera mati.
__ADS_1
Zhuang An berhenti sejenak memperhatikan tubuh yang dimakan api biru tersebut, bau daging gosong menyengat hidungnya.
Setelah mengambil tongkat sonar ajaib, perlahan Zhuang An melangkah pergi dari tempat itu, bersamaan dengan berhentinya api biru yang meninggalkan arang tubuh seorang ketua pembunuh.