
Pagi hari Zhuang An menuju asrama Huang Liang, ia mendapati kakak seperguruannya itu sedang meditasi.
Huang Liang melakukan penyerapan energi murni, dengan menggunakan batu bintang energi, dan tampak nya sudah sehari semalam dia seperti itu.
"Hemh.. Kali ini Liang gege benar-benar berusaha dengan keras" Gumam Zhuang An.
*
*
*
*
*
Zhuang An melanjutkan langkahnya, mengelilingi Wisma 20 Elemen Pedang Angin.
Suasana sudah tidak sedikit yang berubah, terutama banyak nya murid yang sedang berlatih, dan jumlah bangunan untuk wisma murid.
Untuk taman, kolam, pohon, bunga dan halaman berlatih, model nya masih sama dan tetap asri seperti dulu, akan tetapi luas dan kapasitasnya yang meningkat.
Bahkan! Wisma besar untuk para guru jumlah nya bertambah drastis, sekitar 20 bangunan untuk wisma guru yang cukup besar berderet dengan rapi dan indah.
Ketika Zhuang An berjalan masuk pintu gerbang wisma putri, para gadis belia yang sedang berlatih di lapangan langsung berhenti.
Mereka 50 gadis belia itu terkejut, ini pertama kalinya ada pemuda masuk ke area tersebut.
"Lima tahun yang lalu, tempat ini masih dipenuhi pohon pinus, sekarang menjadi asrama khusus putri" Zhuang An termenung sendiri.
"Salam hormat senior!" Suara murid-murid wanita menyadarkan lamunan Zhuang An.
"Salam!" Zhuang An membalas dengan tenang.
Pandangan Zhuang An segera mengarah pada beberapa murid, yang memar tangan nya, bahkan ada yang tergores pedang di tangan dan ada juga dahi nya.
"Kalian, habis menjalani ujian simulasi boneka pedang ahli?" Tanya Zhuang An.
"Benar!" Mereka menjawab dengan serempak.
"Hari kemarin kami menjalaninya" Seorang gadis menambahkan jawaban.
Zhuang An memperhatikan gadis tersebut, kemudian dia berkata:
"Kau, adiknya Han Mei?" Ucap Zhuang An.
"Benar! Senior!" Jawab gadis belia itu dengan cepat.
"Emm..!Ya..! Ada kemiripan di antara kalian" Tukas Zhuang An.
"Baiklah! Karena kalian baru saja ujian Simulasi boneka pedang ahli, dan ada beberapa yang terluka, maka terimalah Tonik penyembuh dan penghilang luka ini!" Zhuang An mengeluarkan dari cincin dimensi satu kotak kristal, berisi 12 botol tonik penyembuh dan penghilang luka.
"Kalian bisa memakainya bersama! Ini bisa menyembuhkan luka, menghilangkan bekas luka dan menjadikan kulit yang rusak menjadi halus kembali" Ucap Zhuang An.
Setelah menerima tonik tersebut, Para gadis belia itu, segera membuka dan mengoleskan pada luka masing-masing.
__ADS_1
Mereka yang kelihatan terluka tampak sedikit, tetapi sebenarnya ada beberapa luka yang tertutupi baju mereka.
Jadi, Zhuang An bermaksud meninggalkan mereka di situ.
Tetapi, tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang. Zhuang An menjadi kaget, kenapa ada yang berani bersikap begitu padanya.
Namun, setelah mendengar suara merdu di telinganya, pemuda itu menjadi tertawa.
"An'gege!" Suara Zhuang Li Hua terdengar nyaring di dekat telinganya.
"Hahaa..! Hua'er! Kirain gadis cantik dari mana yang berani memeluk An'gege" Zhuang An tertawa lumayan keras.
"Gege, akan ke wisma 19. Hua'er ikut?" Tanya Zhuang An.
"Tentu saja! kemanapun gege pergi, Hua'er akan ikut!" Zhuang Li Hua menegaskan keinginannya.
"Kalau begitu, baiklah! Ayo berangkat!" Ucap Zhuang An dengan semangat.
Setelah Zhuang An meninggalkan Asrama putri wisma 20, gadis-gadis belia usia 12 dan 13 tahun itu menjadi heboh, melihat reaksi tonik penyembuh yang mereka gunakan.
*
*
*
*
Zhuang An dan Zhuang Li Hua, sudah berada di Wisma 19 Elemen Pedang Angin.
Dia enggan untuk masuk, karena semua murid wisma 19 adalah wanita.
"Gege! Mengapa tidak masuk?" Ucap Zhuang Li Hua.
"Gege, tunggu di sini saja, Hua'er yang panggilkan Han Mei dan sepuluh gadis ini!" Zhuang An memberikan selembar catatan nama sahabatnya masa kecil.
Zhuang Li Hua segera melesat masuk ke dalam wisma 19 dan menemui Han Mei.
"Hua'er! Ini dari siapa?" Han Mei memegang lembaran kertas, yang memuat nama-nama sahabatnya.
"Itu ! Dari An'gege!" Jawab Zhuang Li Hua singkat.
Han Mei dan Zhuang Li Hua memiliki hubungan yang akrab, semenjak mereka sering menemani Zhuang An berlatih saat dahulu.
Bahkan! Han Mei sangat menyayangi Zhuang Li Hua, seperti adiknya sendiri.
"Kalau begitu, ayo temui dia!" Han Mei segera memberikan lembaran tersebut kepada sahabatnya, dan menggandeng tangan Zhuang Li Hua untuk menemui Zhuang An.
*
*
*
*
__ADS_1
Han Mei menatap Zhuang An begitu lekat, kemudian tanpa ragu dia memeluk pemuda tampan di hadapannya.
Ada perasaan yang sulit dijelaskan, Zhuang An membiarkan gadis cantik itu meresapi perasaan nya.
"An'er! Mengapa kau begitu lama menghilang? Tahukah engkau, aku, kami begitu merindukan mu?" Han Mei masih memeluk Zhuang An, ada bulir-bulir air mata menetes di pundak pemuda itu.
"Aku..! Aku, berlatih menempa diri" Suara Zhuang An terdengar berat, ada perasaan yang terbawa dalam kata-kata itu.
Pemuda itu baru menyadari, bahwa selama ini Han Mei menanggung perasaan yang begitu berat kepadanya.
Tiga tahun lamanya, bersama dan berlatih saling membantu setiap hari, tiba-tiba menghilang selama lima tahun tanpa ada kabar, membuat Han Mei betul-betul tak bisa menahan perasaan nya.
Tetesan air mata, ia tahan agar berhenti, namun semakin dia tahan semakin banyak menetes hingga membasahi pundak Zhuang An.
Zhuang Li Hua terdiam, gadis imut itu ikut merasakan kesedihan Han Mei.
"Saudara Zhuang!" Suara beberapa gadis datang menghampiri mereka.
Gadis-gadis itu begitu gembira, bertemu dengan sahabat lama mereka.
"Saudara Zhuang! Kau kemana saja? Mengapa menghilang begitu lama?" Para gadis sahabat masa kecilnya itu memberondong dengan berbagai pertanyaan.
Dengan sabar dan telaten, Zhuang An menjawab pertanyaan mereka satu persatu.
*
*
*
*
Tiga hari kemudian, Zhuang An mengunjungi wisma Huang Liang, dia terdiam ketika melihat kakak seperguruannya, masih belum bergerak dari meditasinya menyerap energi murni batu bintang energi.
"Ini sudah empat hari empat malam, melihat sumber daya dan batu bintang energi, seharusnya enam hari lagi Liang gege sudah menembus gerbang Pendekar Bumi gerbang pertama" Zhuang An berucap sendiri.
Pada umumnya, seseorang butuh tahunan untuk menembus gerbang pendekar bumi, akan tetapi bagi mereka yang berbakat bisa hanya cukup satu tahun saja.
Namun, jika ia berbakat, tekun dan beruntung mendapatkan sumber daya tingkat tinggi bisa hanya enam bulan saja.
Untuk kasus yang lebih istimewa bisa lebih cepat lagi, jika ditambah sumber daya tingkat tinggi dan juga harta pusaka langit sekelas batu bintang energi.
Ketika Zhuang An masih, sibuk mengamati perkembangan Huang Liang.
Pemuda tampan itu, melihat Wang Li berjalan kearah dirinya, bersama seorang pendekar muda lainnya.
Akan tetapi yang menjadi perhatian nya adalah, lengan kiri Wang Li yang masih dibalut kain putih.
.
.
.
.
__ADS_1
.