PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
18.Mulai Belajar Alkemis


__ADS_3

Ekspektasi Huang Liang naik lebih tinggi lagi, terhadap adik seperguruannya tersebut.


Berbagai harapan muncul dalam hati dan pikirannya, membuat dia lebih semangat, serta lebih antusias dari pada Zhuang An sendiri.


Sehingga dia rajin mendatangi Zhuang An, untuk mengajaknya berlatih.


"An er, kau sudah hampir menguasai dasar Pedang Angin hanya dalam hitungan minggu, ini pencapaian luar biasa." Kata Huang Liang memuji.


"Benarkah demikian.?" Wajah Zhuang An ceria.


"Emmm...." Huang Liang manggut-manggut.


Huang Liang menyukai adik seperguruannya ini, karena ia memiliki sifat yang sangat baik, dan juga cepat memahami setiap penjelasan yang dia berikan.


Selain itu, ia juga begitu antusias saat diberi arahan tehnik yang baru dia ajarkan.


Setelah berlatih beberapa lama, Huang Liang kembali mengajak Zhuang An, untuk mengunjungi Master Alkemis Zhang Long.


"An'er! Liang'er! Lama tak berkunjung ke tempat ini. Ada hal apakah gerangan?" Sapa Master Zhang Long.


"Saya, ingin belajar sedikit pengetahuan tentang Alkemis" Jawab Zhuang An.


"Mengapa hanya sedikit? Banyak juga ga apa-apa, malah lebih bagus!" Respon Master Zhang Long, dengan senang hati.


"An'er, khawatir mengganggu Master Zhang Long" Jawab Zhuang An dengan sopan.


"Tidak masalah, walaupun sibuk, aku dengan senang hati akan mengajarimu" Ucap Master Zhang Long.


"Och! Benarkah? Kalau begitu, terima kasih Master!" Ucap Zhuang An seraya memberi hormat.


"Sekarang mulai dari awal, bacalah buku Alkemis untuk pemula ini!" Master Zhang Long, memberikan sebuah buku tentang jenis-jenis tanaman herbal.


"Baik! Master Zhang Long!" Sahut Zhuang An.


Zhuang An dengan senag hati, menerima buku tersebut. Ia


sekarang mulai membuka buku, atau yang sering disebut kitab pegangan untuk alkemis pemula.


"Kira-kira, apa yang dibahas buku tebal ini ya?" Batin Zhuang An.


Setelah membaca buku tersebut Zhuang An mulai tersenyum. Buku tersebut, membahas tentang segala macam tanaman herbal, yang dapat digunakan untuk membuat obat atau ramuan.


Di situ juga dijelaskan, tentang beberapa obat yang digunakan, untuk menyembuhkan luka luar, maupun luka dalam.


Bahkan! Dijelaskan juga tanaman yang bisa digunakan, untuk membuat racun yang hebat, dan juga penawar nya.


"Ini, sungguh buku yang sangat menarik" Ucap Zhuang An di dalam hati.


Dari jenis-jenis tanaman herbal, yang diterangkan dalam kitab yang dipegang oleh Zhuang An dikatakan, bahwa, semakin tua umur herbal semakin baik pula manfaat nya.


Baik yang berumur seratus tahun, atau bahkan, yang sampai seribu tahun, umur tanaman herbal, tentu akan semakin hebat pula khasiat nya.


Ada juga bab penjelasan tentang, ginseng air dan ginseng darah, yang sangat baik untuk perkembangan tubuh seorang pendekar, jika diekstrak dengan baik.


"Wuah! Setiap bab buku ini, membuatku bersemangat" Gumam Zhuang An.


Zhuang An, kemudian membuka lembaran berikutnya, yang berisi tentang penjelasan tentang Jamur Lingzhi.


Jamur ini adalah, sejenis jamur herbal tingkat yang cukup tinggi, karena dapat meningkatkan kekuatan, dan juga dapat digunakan untuk penyembuhan, bagi tubuh yang sakit.


"Hihii! Bab berikutnya pasti sangat menarik" Ucap Zhuang An, masih terus membolak-balik buku Alkemis tersebut.


Selanjutnya, Zhuang An membuka bab berikutnya, yang berisi tentang tanaman rohani atau disebut dengan rumput roh.


Ini adalah tanaman herbal sejenis tanaman ajaib, yang telah menyerap energi spiritual dari dunia alami.


Dan sangat dicari oleh Pembudidaya dan Alkemis.

__ADS_1


Biasanya, dimakan untuk menyerap energi spiritual, yang dikandungnya.


Atau disuling menjadi obat dalam bentuk tertentu, misalnya butir penyembuh, atau menjadi butir energi berbentuk pil, atau obat lainnya. Bahkan! Bisa juga diproses dalam bentuk eliksir.


Tanaman ini juga bisa digunakan untuk obat ajaib, yang dapat memiliki berbagai macam efek, atau fungsi kegunaan dari obat tersebut.


Selain itu, tanaman rohani juga, memiliki segala macam manfaat, untuk meningkatkan kultivasi.


Menyembuhkan luka, menyembuhkan sakit karena racun, memurnikan atau memperkuat tubuh, dan juga masih banyak manfaat yang lain nya.


"Uch! Ini tanaman herbal yang luar biasa" Gumam Zhuang An.


********


Di hutan YungFu.....................


Siluman Harimau yang paling tebal bulunya, mengaum kuat hingga menggetarkan tanah di sekitarnya, lalu matanya menyala mengeluarkan bola api meluncur deras ke arah Han Jiang.


" Tetua Han, hati-hati.." Fang Jin salah satu Tetua Pedang Es mengingatkan.


Tetua Wisma Satu Pedang Petir itu menghindar, tetapi dia terkejut bola api itu mengejarnya. Han Jiang terbang ke udara dan memanggil Pedangnya.


Pedang Petir terbang kembali ke tangannya, bola api itu menabrak hawa panas yang keluar dari pedang dan terjadilah ledakan.


" Blaarrr". Han Jiang turun ke tanah.


Sementara itu, Pendekar termuda dalam team sedang di pojokkan oleh satu Siluman Harimau, dia sedikit gugup.


Fang Jin bertindak cepat, ia membentuk Qubah Es untuk mengurung Siluman Harimau tersebut.


Fang Jin bermaksut menambah ketebalan Qubah Es dengan menyalurkan tenaga dalam lebih banyak.


Tetapi Siluman Harimau itu tidak tinggal diam, dia mengeluarkan Kristal Airmata Siluman menembak Qubah Es yang mengurungnya, namun Qubah tersebut tidak terjadi apa-apa.


Siluman Harimau tersebut menjadi gusar :


Kristal pertama tidak mampu membuat retakan, tetapi setelah Kristal ketiga dan keempat Qubah Es retak dan Siluman tersebut menerjang dengan garang.


Fang Jin melompat tinggi menghindari terkaman Siluman Harimau. Ia sedikit menyesal karena tidak membuat Qubah Es lebih kuat dan lebih tebal.


" Semua menjauh..." Han Jiang.


Semua pendekar menjauh, sesuai arahan Han Jiang. Hal tersebut membuat Siluman Harimau menjadi lebih gusar.


Sekarang tinggal dua Siluman Harimau, tetapi keduanya lebih berbahaya dari sebelumnya karena dipenuhi nafsu membunuh yang besar. Han Jiang tidak ingin ada korban dalam teamnya.


Siluman Harimau Jantan menghujani serangan Mata Roh Siluman yang melesat Ke sepuluh pendekar, membuat mereka sedikit kaget, karena bola api roh siluman mengejar terus.


Tidak ada jalan lain lagi semua pendekar itu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.


Mulai dari jurus Kristal Abadi, Petir angkasa, Api Abadi , dan Pusaran Badai Abadi. Sehingga terjadi banyak ledakan dasyat saat berbenturan dengan mata roh siluman.


Han Jiang melepaskan Pedang Petir menyerang Siluman Harimau Jantan, namun Siluman tersebut menyerang pedang itu dengan Mata Roh Siluman andalannya.


Setiap kali pedang itu menyerang Siluman Harimau, Mata Roh Siluman menghadangnya sehingga terjadi ledakan dasyat.


Han Jiang heran, sebenarnya apa sumber energi Siluman ini, mengapa tidak melemah atau kehabisan daya.


" Kita gunakan perpaduan jurus"Han Jiang menginstruksikan jurus gabungan sejenis.


Dua orang Tetua Pedang Es bersama dengan Han Jiang bermaksud mengurung Siluman Harimau Betina dengan Qubah Es. Sementara para pendekar yang lain mengurus Siluman Harimau Jantan.


Fang Jin lebih dulu bergerak dengan Tehnik Qubah Es, Siluman Harimau melompat menghindar. Pendekar tampan itu kaget.


" Och...ternyata Siluman ini cukup cerdas,..." Fang Jin berseru kaget.


" Benar...dan ingat kemampuannya sedikit lebih tinggi dari kita." He Jian salah satu Tetua Pedang Es menjawab.

__ADS_1


" Kita kepung dia.." Selesai berkata, Han Jiang terbang ke atas Siluman dia membentuk Qubah Es dari udara.


" Aku dari belakang." He Jian.


" Aku dari depan." Fang Jin.


He Jian menyambut dengan Tehnik yang sama dari belakang, sedangkan Fang Jin mencegat di depan.


Tiga Pendekar tingkat tinggi mengurung Siluman Harimau Betina dengan Tehnik Qubah Es.


Siluman itu tidak sempat menghindar, hebatnya tehnik Han Jiang yang dipelajari dari Kitab Elemen Pedang Langit sangat kuat dan cepat, membuat mahluk ini terjebak dalam himpitan Qubah Gabungan.


Han Jiang tak ingin gagal, ia mengalirkan energi murni dalam jumlah besar pada pedang petir, lalu dengan cepat pedang petir bergerak meluncur tepat dibagian otak kepala Siluman Harimau Betina.


" JREEEKK - JLUUSSH."


Pedang menembus Qubah Es dan kepala Siluman dari bagian otak atas sampai bawah telak.


Terlihat Qubah Es bergetar hebat dalam beberapa menit, lalu diam sebagai tanda kematian Siluman tersebut.


Sementara salah satu Tetua Pedang Petir dan juga Api bersama yang lain mengepung Siluman Harimau Jantan dengan tehniknya masing-masing.


Namun lagi-lagi Siluman Harimau Jantan menghadang dengan Mata Roh Siluman, ledakan demi ledakan menimbulkan kekacauan di hutan itu.


Han Jiang dan Fang Jin serta He Jian mencoba menggunakan tehnik Qubah yang sama untuk mengurung Siluman Harimau Jantan, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan.


Siluman Harimau Jantan memiliki Mata Roh Siluman yang mampu menghancurkan dan mengejar apa yang dikehendaki.


" Kemampuan khusus yang mengerikan." Han Jiang bergumam.


" Keluarkan seluruh kemampuan, aku akan fokus dengan Pedang Petir." Han Jiang terbang tinggi ke udara.


Para pendekar menyerang Siluman Harimau Jantan dengan kekuatan yang mereka miliki, Siluman itu sibuk menghalau berbagai bentuk serangan tersebut.


Han Jiang dari udara menyiapkan serangan kilat pedang petir. Setelah mengalirkan energi murni Han Jiang mengarahkan pedangnya tepat ke arah kepala Siluman Harimau Jantan.


Di saat harimau terlena sibuk dengan berbagai serangan para pendekar, Pedang Petir bergerak bagai kilat meluncur tepat kearah kepala Siluman Harimau tersebut.


" JRUUSSH "


Pedang Petir menembus Siluman Harimau Jantan dari atas kepala sampai bawah.


" GHEREUURRRK".


Siluman Harimau meraung keras menggetarkan hutan larangan, dia mengamuk menghancurkan apa saja yang ada. Beberapa pendekar terlempar terkena dampak amukannya.


Han Jiang mengulangi serangannya sekali lagi, Pedang Petir menembus kepala Siluman tersebut dari samping kiri tembus samping kanan.


" GGREUURRK." Siluman itu meraung untuk yang terahir kali, kemudian roboh dan tewas.


Para pendekar Sekte Pedang Langit bernafas lega, walaupun ada beberapa anggota yang terluka memar, akan tetapi tidak ada yang terluka serius, karena sejak awal sudah berhati-hati dan menggunakan serangan jarak jauh.


" Ayo kita masuk ke Goa." Han Jiang mengajak rekan-rekannya memasuki Goa Siluman yang berjarak tiga ratus meter dari tempat itu.


Sebelum masuk mereka menelan penawar racun, agar tidak terpengaruh asap beracun yang menyelimuti luar dan dalam Goa Siluman.


Goa itu cukup dalam, semua terdiri dari sembilan tikungan atau Luk. Oleh karena itu disebut Goa Luk Sembilan atau Goa Siluman.


Di bagian tiap Luk terdapat berbagai macam jebakan, mulai dari lobang bawah tanah yang terdapat benda-benda runcing sampai berbagai tombak dan panah yang siap melesat bila tersentuh pemicunya.


Setelah melewati berbagai rintangan, di bagian paling dalam Goa Luk Sembilan, mereka mendapatkan ruang yang bebas asap beracun dan didesain husus untuk menyimpan barang-barang berharga.


Di dalam terdapat beberapa Al-mari besar yang terbuat dari batu karang.


" Periksa semua Al-mari, dan kumpulkan semua barang yang berharga di meja Altar ini." Han Jiang memberi instruksi.


" Tetua inikah yang kita cari." He Jian menunjukkan sebuah kitab tebal berlapis kuning keemasan dan berukiran indah.

__ADS_1


" Och...ini dia Pusaka Dewa yang menggemparkan itu.." Fang Jin mengamati "Gendewa Mustika Dewa" yang berkilau dalam Al-mari.


__ADS_2