
"Berapa yang harus kami bayar?" Zhuang An bertanya pada kasir.
"Semua lima belas set, satu setnya 60 koin perak. Jadi, total 900 koin perak atau 9 koin emas" Kasir memberikan totalan belanja ketiga teman Zhuang An.
"An'er! Kami punya uang" Huang Liang mengingatkan.
"Aku tahu" Jawab Zhuang An singkat.
Zhuang An segera mengeluarkan sembilan koin emas untuk membayar belanja tiga sahabatnya.
Setelah itu, mereka meninggalkan tempat tersebut.
"Markas orang-orang Jie Xia berada di pinggiran desa setelah melewati kota kecil ini" Huang Liang, memberi tahu Zhuang An.
"Jumlah mereka cukup banyak! Bahkan dua di antaranya adalah pendekar bumi" Han Fang memberi info detail kekuatan musuh.
"Kami belum pernah bertemu musuh yang begitu kuat seperti mereka" Wang Li tak ingin diam terus.
"Yang aku khawatir kan adalah para tawanan terutama anak-anak dan wanita, jadi sebaiknya kita mempercepat gerak kita!" Zhuang An, berkata demikian.
Tetapi dia malah berhenti, hal ini membuat tiga sahabatnya merasa bingung.
"Ada apa An'er?" Huang Liang langsung bertanya heran.
"Kita menggunakan teleportasi saja" Ujar Zhuang An ringkas.
Zhuang An langsung menggerakkan tangan kanannya dalam sekejap mereka melesat menembus jarak yang cukup jauh.
"Och! Itu markas mereka!" Wang Li langsung berseru.
"Saudara Zhuang! Kita pakai strategi apa?" Wang Li bertanya pada Zhuang An.
"Tidak ada. Engkau dan Liang gege serta Senior Han langsung menyerang kedepan. Aku fokus menyelamatkan tawanan!" Jawab Zhuang An.
"Sepakat!" Ketiga orang itu menjawab dengan kompak.
"Aku ingin menjajal kemampuan baru ku" Ujar Wang Li.
"Yach! Itu benar aku juga pingin mencoba kemampuan ku yang sekarang" Huang Liang menambahkan ucapan Wang Li.
Mereka bertiga langsung melesat kearah gerbang markas Jie Xia.
"Wuuuss"
"DUUAARR"
Gerbang markas yang terbuat dari beberapa kayu balok besar, hancur terkena pukulan dasyat Han Fang.
Para pendekar Jie Xia kaget mereka langsung berhamburan kedepan halaman markas.
Beberapa penjaga terlempar kehilangan nyawa, dampak pukulan petir Han Fang.
"Kita diserang!"
"Kita diserang!" Beberapa pendekar tingkat mahir berteriak keras.
Zhuang An segera menyelinap kebelakang markas Jie Xia.
Dengan gagah berani, Wang Li langsung menyerbu para pendekar mahir dan pendekar ahli yang menghadang nya.
"Majulah kalau berani!" Teriak Wang Li.
__ADS_1
Dengan teknik pedang elemen api Wang Li menyabet kan pedang nya kearah para pendekar ahli dan pendekar mahir di hadapan nya.
"Wuuuss"
"Braakk"
lima pendekar ahli dan tiga pendekar mahir terpental ke belakang.
Saat ini kemampuan Wang Li yang sudah pada tingkat pendekar satria gerbang ke tujuh, sudah bukan lagi lawan yang bisa mereka hadapi.
Huang Liang tak mau kalah, pemuda itu menujukkan semangat muda nya, dengan memilih lawan beberapa pendekar mumpuni, dan juga pendekar satria tingkat pertama dan kedua.
Sedangkan Han Fang lebih hebat lagi, dia melibas semua pendekar satria yang di hadapan nya, tanpa peduli berada pada tingkat gerbang berapa musuh-musuhnya itu.
*
*
*
*
Sementara Zhuang An, menyelinap masuk ke bagian belakang markas Jie Xia, dan langsung mengarah tempat penyekapan para tawanan.
Dengan cepat Zhuang An, melumpuhkan semua penjaga tanpa terkecuali.
Dan setelah itu menghancurkan pintu-pintu ruang penyekapan.
"Kalian bebas sekarang!" Zhuang An berkata pada semua tawanan.
Namun, tawanan itu masih takut dan tak berani berbicara apa lagi keluar ruangan.
Pemuda itu bergerak kearah depan markas tersebut.
*
*
*
*
Sementara, Han Fang, Huang Liang dan Wang Li yang sedang semangat bertarung, tiba-tiba dikejutkan oleh aura yang begitu kuat.
Kemudian disusul dengan serangan api yang begitu panas dari arah dalam markas menerjang mereka bertiga.
"Wuuuss"
"DUUAARR"
Karena begitu cepat dan tak sempat menghindar Han Fang, menahan serangan tersebut dengan pedang dan telapak kirinya.
Han Fang terpental kebelakang, hingga puluhan tombak jauhnya.
Untung saja di belakang ada yang menahan tubuhnya, sehingga dia bisa mendarat dengan stabil.
Namun demikian, tenaga dalamnya nya sedikit mengalami ke kacauan, karena menghadang kekuatan besar yang melebihi kapasitas nya.
"Terima kasih! Yunior Zhuang!" Han Fang berterima kasih pada Zhuang An.
"Tidak perlu sungkan!" Jawab Zhuang An.
__ADS_1
Dari arah dalam markas, keluar dua orang pendekar bumi dari negeri Jie Xia.
Han Fang segera menelan pil penyembuh dan menyetabilkan energi nya.
"Senior Han! Aku akan menghadapi pendekar bumi gerbang ke tiga, sisanya bagian senior Han" Zhuang An, melesat dengan cepat menyerang pendekar bumi gerbang ketiga.
Sedangkan Han Fang berhadapan dengan pendekar bumi tingkat gerbang pertama.
Kali ini Zhuang An, sengaja menggunakan jurus tangan seribu dikombinasikan tendangan angin topan, untuk melawan pendekar bumi Jie Xia.
Tujuan nya ingin mengukur lebih detail kemampuan dan teknik mereka.
"Anak muda! Kemampuan mu sungguh lumayan. Akan tetapi kamu tidak akan bisa mengalahkan aku" Pendekar bumi Jie Xia gerbang ke tiga meremehkan kan Zhuang An.
"Lumayan? Hahaa...! Ya memang lumayan. Tetapi sebelum dicoba kita tidak akan tahu siapa yang akan kalah" Zhuang An menanggapi santai, ucapan musuhnya.
Zhuang An bergerak sangat cepat dengan pukulan tangan seribu. Sepuluh pukulan mendarat di tubuh musuhnya.
"Buk..buk.. buk.. buk.. buk.."
"Ehuk-ehuk"
'Kurang ajar anak muda ini. Pukulannya sangat kuat' Batin Pendekar bumi Jie Xia gerbang ke tiga.
Pendekar itu belum sempat membalas, tetapi Zhuang An sudah membombardir dengan tendangan angin topan.
Salah satu jurus, dari lima jurus sakti yang di dapat dari perpustakaan sekte pedang langit.
Hebatnya kombinasi jurus tangan seribu, dan tendangan angin topan yang dialiri tenaga dalam tinggi, menciptakan energi berbentuk pukulan yang sangat cepat dan sangat kuat.
Sungguh membuat musuhnya kerepotan hingga luka dalam, walaupun tidak terlalu berat.
"Anak muda ini sangat misterius kemampuannya, jurus nya tampak biasa, bahkan! Dia hanya menggunakan tenaga dalam, tetapi jumlah tenaga dalamnya memang luar biasa" Pendekar bumi Jie Xia gerbang ke tiga bergumam.
"Bagaimana ? Bisa dilanjutkan?" Zhuang An sengaja memprovokasi.
"Hahaa..! Jangan sombong! Sekarang giliran ku, bocah!" Pendekar bumi Jie Xia gerbang ke tiga tertawa.
Kemudian dengan cepat menyalurkan semua energi dengan tekhnik api iblis hitam dan menyerang Zhuang An dengan ganas.
"Zhuuut"
Zhuang An, tak terlalu terkejut tetapi dia juga segera menggunakan energi murninya untuk menahan serangan dasyat api hitam itu tersebut dengan tekhnik tapak dewa.
""Zhuuut"
"Blaaar"
Benturan dua kekuatan besar menyebabkan ledakan hebat.
Pendekar bumi Jie Xia gerbang ke tiga, terlempar hingga puluhan tombak menabrak gedung dan tewas.
Bersamaan dengan itu, Han Fang juga sedang mengalami benturan keras dengan musuhnya.
.
.
.
.
__ADS_1