
Zhuang An melesat menuju gedung yang kedua, diikuti Liu Tiansi yang melesat ke gedung ketiga.
Sementara, Liu Xie betul-betul memporak-porandakan gedung pertama.
Dengan instingnya yang tajam di tambah indra ke 6, 7 dan 8 dia mampu membedakan mana musuh yang perlu dibasmi dan mana orang lemah yang harus ditolong.
Selain telah membinasa kan, orang-orang yang menjadi kepercayaan Mucikari di situ.
Ia juga, mengumpulkan gadis-gadis korban penculikan, tak kurang dari 15 gadis terkumpul sudah.
Zhuang An, langsung menuju di sebuah kamar, dengan kemampuannya dia dapat mengetahui keberadaan Wen Hauyi yang dicarinya.
Dan dia sampai di depan pintu, dari luar ia mendengar teriakan seorang gadis yang meronta.
"Tuan! Jangan Tuan! Tolong, saya tidak bisa!" Teriakan suara gadis dari dalam.
Zhuang An, yang baru datang di depan pintu, dalam detik itu juga dan kecepatan melebihi kilat, dengan tekhnik kristal salju, dari mata muncul sinar putih jernih.
Membuat pintu di depannya, langsung membeku total menjadi pintu salju putih dan meledak.
"Duuaar"
Semua terjadi, hanya membutuhkan 1/100 detik, pintu itu, hancur menjadi buih yang berjatuhan di lantai, seorang pria dewasa yang sedang memaksa seorang gadis cantik, terkejut dan menoleh.
"Si..Siapa kau?" Pria dewasa itu, kaget dan panik.
Zhuang An, tidak merespon. Sebuah kilatan cahaya dari Pemuda tampan itu, melibas pria dewasa hingga menembus tembok di belakangnya.
"Whuus"
"Braak"
Pria itu, tewas tertimbun reruntuhan dinding tembok tersebut.
Si gadis cantik, pucat dan ketakutan.
"Jangan takut! Bibi mu, minta tolong padaku, untuk menyelamatkan mu" Zhuang An, menyapa dengan tenang.
"Kamu, Huayi kan? Rapikan bajumu, kita tinggalkan tempat ini!" Perintah Zhuang An.
.
.
.
Liu Tiansi, bergerak cepat dia langsung menuju ke kamar Wen Xinyi di gedung ke tiga.
Bersamaan dengan meledaknya, pintu yang dia datangi, seorang lelaki gendut, yang sedang memaksa Wen Xinyi, terkejut dan berteriak aroga.
__ADS_1
"Bangsat! Siapa kamu?" Bentak si gendut.
Pria gendut, itu kaget setelah melihat dengan jelas, di depannya ada bidadari cantik, melangkah ke dalam kamar itu.
Untuk sesaat, kemarahan nya hilang, tergantikan dengan kekaguman.
Namun, sebelum kekaguman itu hilang. Liu Tiansi sudah menjentikkan jarinya.
"Zuuut"
"Jlaarr"
Pria gendut tersebut, tersambar energi kuat dan amblas tewas, kedalam tembok di belakangnya.
Liu Tiansi tersenyum, kearah Wen Xinyi, dan mendekati gadis belia cantik tersebut.
"Kau Wen Xinyi? Jangan takut! Aku datang untuk menolong mu" Liu Tiansi menyapa ramah, pada gadis itu.
Wen Xinyi, masih ketakutan dan tidak bisa berkata-kata.
Liu Tiansi, melihat Zhuang An sudah melesat kembali ke gedung pertama.
Jadi, Liu Tiansi segera memegang pinggang Wen Xinyi dan membawa terbang ke gedung pertama juga.
Di tempat tersebut, mereka berkumpul dengan 15 gadis lainnya, yang juga korban penculikan dan perampasan dari keluarga mereka.
Zhuang An dan Liu Tiansi segera melesat membantu Liu Xie menghajar dan membasmi penjahat yang telah menjadi hama bagi masyrakat.
Kemudian mereka juga menolong gadis yang di culik dan di sekap di rumah bordir tersebut.
Semua, tidak kurang dari 40 gadis yang berhasil di tolong, telah berkumpul. di ruang utama gedung pertama.
Liu Xie berdiri di sebelah Liu Tiansi, dengan sedikit beberapa noda darah di bajunya.
Sementara, Zhuang An berbicara kepada semua gadis yang berjumlah 40 tersebut.
"Kalian semua, bisa kembali ke rumah kalian masing-masing setelah ini, jika ada yang ingin ikut kami ke Sekte Burung Merak Emas, kami akan menerima dengan senang hati" Zhuang An memberikan beberpa penjelasan dan penawaran.
"Ini ada beberpa koin, mungkin bisa mengurangi beban kalian di rumah" Zhuang An membagikan beberapa koin.
Sekitar, 100 koin perak, dan 30 koin emas, di berikan kepada setiap gadis korban penculikan, Zhuang An berharap, itu bisa membantu, keadaan mereka di tempat tinggalnya.
Namum demikian, ada beberpa gadis, sekitar 3 gadis yang tidak punya tujuan kembali, karena karena keluarga mereka terbunuh saat penculikan mereka.
"Tuan Muda! Kami tidak punya keluarga lagi!" Satu gadis memberanikan diri berbicara.
"Ikutlah dengan kami, ke Sekte Burung Merak Emas, kalian bisa belajar, seni atau sastra. Dan kalau kalian suka bisa belajar bela diri" Zhuang An memberikan penawaran.
Tiga gadis itu, diajak Zhuang An unt mengikuti mereka ke Sekte Burung Merak Emas.
__ADS_1
"Tuan Muda! Kalau diijinkan, kami juga akan ikut" Seorang gadis lagi, berbicara, mewakili lima gadis yang lain.
"Baik! Kalian semua, yang punya minat, boleh ikut masuk Sekte Burung Merak Emas" Jawab Zhuang An.
Akhirnya, semua ada 14 gadis yang tertarik memutuskan untuk masuk ke Sekte Burung Merak Emas.
Zhuang An, mengantarkan 14 gadis tersebut, ke Penginapan Besar Kota Harbin.
Untuk sementara, dalam dua hari ini, mereka oleh Zhuang An di tampung di Penginapan Besar Kota tersebut.
Sementara Liu Xie dan Liu Tiansi mengantarkan Wen Hauyi juga Wen Xinyi kerumah bibinya.
Setelah berada di sana, Liu Tiansi berbicara beberapa hal pada mereka.
Dan diketahui si gadis kecil itu bernama Shen Xiuying dan ibunya bernama Han Yu.
Nama, Si gadis kecil, mengikuti nama marga ayahnya, Shen.
"Kalian, di sini tidak begitu aman. Dan juga masa depan kurang pasti, bagaimana kalau kalian bergabung dengan Sekte Burung Merak Emas? Di sana, kalian bisa lebih terjamin kehidupan dan masa depan kalian" Liu Tiansi, memberikan banyak gambaran pada keluarga itu.
"Benar! Di Sekte Burung Merak Emas, kalian bisa bekerja dan juga bisa belajar bela diri, menjadi pendekar atau ahli seni dan sastra" Liu Xie menambahkan saran.
Akhirnya, Han Yu memutuskan kan mengajak putri dan keponakannya mengikuti saran Liu Tiansi dan Liu Xie, untuk bergabung dengan Sekte Burung Merak Emas.
Setelah, melakukan persiapan mereka berempat, mengikuti Gadis Liu bersaudara ke Penginapan Besar Kota Harbin.
Jadi, total di Penginapan Besar Kota Harbin, Zhuang An menampung 18 calon anggota Sekte Burung Merak Emas.
Pagi hari, Liu Tiansi diikuti Liu Xie menemui Zhuang An.
"Tuan Muda Zhuang! Masih ada masalah, yang belum tuntas" Kata Liu Tiansi.
"Apa itu?" Kata Zhuang An.
"Bandit kota" Liu Xie yang menjawabnya.
"Ach! Iya" Zhuang An menarik nafas panjang.
"Dari interogasi, para bandit yang menjadi keamanan rumah bordir, saya mendapatkan informasi, mereka sering menerima pembelian gadis-gadis muda, dari beberapa kelompok bandit kota" Liu Xie, menjelaskan hasil interogasi nya kemarin.
"Jadi, ada tiga titik lokasi yang menjadi sarang para bandit kota itu" Liu Xie menambahkan penjelasan.
Setelah menerima penjelasan dari Liu Xie dan Liu Tiansi. Zhuang An sepakat untuk membagi tugas, dalam rangka menghapus bandit kota yang mengganggu kehidupan orang banyak itu.
.
.
.
__ADS_1