
Di Sekte Istana Bunga.
Han Xiao dan istrinya Fang Mei, sedang duduk di ruang Aula Sekte, bersama dengan Fang Xiang yang ditemani Fang Dishi.
Di sebelah kiri Han Xiao, terdapat puluhan Tetua sekte Istana Bunga.
Walaupun mereka tidak tampak tegang. Akan tetapi, dilihat dari wajah-wajah mereka di ruang tersebut. Mereka kelihatan tidak suka, dengan tamu yang akan datang.
Sebenarnya, mereka sudah sangat siap, untuk menyambut tamu, yang akan segera datang.
Akan tetapi, sambutan itu bukan untuk menerima lamaran tamu tersebut. Namun, Justru untuk menolak, secara tegas lamaran mereka.
"Xiao'gege! Sepertinya tamu kita ini, sudah menyiapkan beberapa hal, agar kita menerima lamaran mereka. Jadi, menurut gege, bagaimana?" Tanya Fang Mei, istri Han Xiao
"Mei'er! Kita sudah membuat keputusan,. untuk menolak mereka. Jadi, apapun yang mereka persiapkan, itu tidak akan bisa untuk merubah keputusan kita"
"Kita benar-benar tidak bisa menerima, lamaran tersebut. Apapun alasannya, karena resikonya terlalu besar. Selain itu, kita juga tidak memiliki kewenangan, untuk menerima lamaran ini, karena Kaisar, yang lebih berhak untuk menentukan jodoh Xiang'er" Tutup Han Xiao.
"Ya! baguslah! Kalau memang seperti itu" Respon Fang Mei, istri Han Xiao dengan tersenyum.
Fang Mei, mengelus ujung kepala Fang Xiang, yang duduk di sampingnya kanan nya.
"Tenang! Ya! Sayang!" Ucap Fang Mei.
"Iya! Nek! Xiang'er, tenang kok!" Jawab Fang Xiang.
Sementara, Fang Dishi yang juga duduk di sebelah Fang Xiang, segera memeluk adik sepupu itu.
Sedangkan Zhuang An, dengan tenang duduk, berdampingan dengan Wu Ming.
Tak lama kemudian, tamu yang ditunggu pun sudah muncul, di halaman Sekte. Jumlah mereka cukup banyak. Dengan bawaan yang juga banyak, sebagai hadiah untuk lamaran tersebut.
Berjalan paling depan Patriark Zhao Qin berdampingan dengan putranya, Jenius Bela Diri nomer satu di Sekte Srigala Kembar, Zhao Yan.
Seorang Tetua, dari sekte Istana Bunga, menyambut mereka, dan memimpin untuk memasuki Aula.
"Selamat datang! Patriark Zhao Qin! Silakan duduk! Silakan semuanya!" Ucap Han Xiao.
Setelah semua tamu duduk di kursi, yang telah disiapkan. Patriark Sekte Srigala Kembar berdiri, kemudian tangannya memberi kode, memanggil beberapa anggota Sekte Srigala Kembar.
Untuk membawakan 12 peti, berisi pakaian, perhiasan dan barang-barang berharga lain, sebagai hadiah untuk lamaran.
"Patriark Han Xiao!Terimalah, pemberian dari Putra kami! Sebagai hadiah, untuk melamar Nona Fang Xiang" Ucap Patriark Sekte Srigala Kembar.
"Patriark Zhao! Terima kasih! Untuk hadiah semua ini. Akan tetapi, mohon maaf! Karena kami, tidak bisa menerima hadiah ini, dan kami juga tidak bisa menerima lamaran yang Patriark Zhao, ajukan kepada kami. Sekali lagi. Mohon maaf!"
__ADS_1
Mendengar jawaban dari Patriark Han Xiao, Patriark Zhao marah, tetapi ia. masih bisa mengendalikan diri.
Jadi, ia berusaha untuk bersikap tenang dan tersenyum.
Kemudian ia berkata:
"Patriark Han Xiao! Jangan keburu dulu, kita bisa membicarakan nya dulu, dengan tenang" Ujar Patriark Zhao.
"Mohon maaf! Patriark Zhao! Ini, sudah menjadi keputusan kami, bahwa kami dari Sekte Istana Bunga, betul-betul tidak bisa menerima lamaran, Putra Patriark Zhao. Karena, Pertama: Cucu kami Fang Xiang, sudah memiliki calon suami" Jelas Patriark Han Xiao.
"Dan yang kedua, untuk sebuah lamaran seperti ini, yang berhak menerima dan memutuskan adalah Kaisar, sebagai ayah kandung dari cucu kami Fang Xiang" Tambah Patriark Han Xiao.
"Baiklah! Kami bisa menerima penolakan ini. Asalkan, Patriark Han Xiao bisa menunjukkan, siapa sebenarnya, calon suami Nona Fang Xiang. Yang kedua: Calon Suami Nona Fang Xiang harus bisa mengalahkan Putra ku Zhao Yan" Tantang Patriark Zhao, dengan tegas.
Mendengar tantangan Patriark Zhao, tersebut. Patriark Han Xiao menoleh kearah istrinya.
Kemudian Patriark Han Xiao, memandang ke arah Fang Xiang dan selanjutnya Pria gagah itu, menatap Zhuang An dengan penuh arti.
Zhuang An tersenyum lembut, melihat pandangan mata Patriark Han Xiao, mengarah kepadanya.
"Aku lah, calon suami Xiang'er! Namaku Zhuang An. Aku akan menerima tantangan Patriark Zhao. Silahkan!" Suara Zhuang An, menggema di Aula tersebut.
Dan tangannya mempersilahkan Patriark Zhao, untuk menyampaikan tantangannya.
Mendengar kata-kata Zhuang An, yang tenang dan sangat percaya diri.
"Och! Jadi, dia calon suami Nona Fang Xiang? Hemm..! Pantas saja, wajahnya, setampan Dewa di langit" Seseorang berucap pelan.
"Dia memiliki aura pria yang hebat!" Suara lain menanggapi.
Mereka menunggu, apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Patriark Zhao, tersenyum penuh teka-teki. Kemudian dia pun berkata dengan lantang.
"Emmh...! Jadi, ini calon suami Nona Fang Xiang?Sayang sekali, aku tak percaya. Tapi, baiklah! Asal kau bisa memenangkan tantangan kami, maka kami akan pergi dari sini.Tapi, jika kau kalah. Kau harus mundur dari calon suami Nona Fang! Sekarang dengarkan ini: Ada tiga tantangan, yang akan kami ajukan"
Ucap Patriark Zhao, dengan senyum licik nya.
"Silahkan! Aku siap melayani tantangan kalian!" Jawab Zhuang An dengan tegas.
"Bagus! Bagus!" Respon Patriark Zhao Qin.
"Tantangan yang pertama adalah: Menciptakan sebuah lobang, pada permukaan meja.
Dengan bentuk gambar bunga, tanpa harus memecahkan atau merusak meja tersebut. Dan juga tanpa menggunakan alat apa pun, kecuali jari dan telapak tangan" Ucap Patriark Zhao Qin.
__ADS_1
"Tantangan kedua, adalah
bermain catur. Dan tantangan ke tiga ya itu : Adu ketangkasan bela diri. Jika engkau tidak bisa mengalahkan Putra ku, dalam tiga hal ini, maka kau harus mengalah, untuk mundur dari calon suami Nona Fang Xiang" Ucap Patriark Zhao Qin.
"Baik! Aku terima tantangan kalian!"Jawab Zhuang An tegas.
"Siapkan! Dua meja!" Seru Patriark Zhao Qin.
Zhao Yan, segera maju kedepan, dengan langkahnya yang tenang. Namun, sangat angkuh.
Zhuang An pun dengan tenang, melangkah di hadapan Zhao Yan.
Beberapa orang segera menyiapkan dua meja, sebagai sarana untuk bertanding. Setelah siap, Patriark Zhao Qin berteriak.
"Baik! Siap untuk dimulai?" Seru Patriark Zhao Qin.
"Silahkan!" Jawab Zhuang An.
"Aku duluan!" Zhao Yan mendekat ke meja.
Lalu dengan tenang, ia tempelkan tangan nya di atas meja, dan beberapa detik kemudian, suara papan berbentuk bunga lotus, terjatuh dari meja tersebut dan meninggalkan lobang berbentuk bunga lotus yang sedang mekar.
Melihat hal itu, para pengikut Patriark Zhao Qin bertepuk tangan meriah.
Zhuang An, dengan tenang segera menempel kan tapak tangan nya, dan dalam waktu singkat, hal yang sama terjadi.
Sebuah papan berbentuk bunga lotus terjatuh, meninggalkan lobang, dengan bentuk bunga lotus yang sedang mekar.
Dan tepuk tangan dari anggota Sekte Istana Bunga pun, terdengar begitu meriah.
"Och! Hasil yang sangat bagus" Suara salah satu Tetua Sekte Istana Bunga pun, terdengar begitu gembira.
"Benar! Ini, hasil yang lebih bagus dan lebih halus" Puji salah satu Tetua Sekte Istana Bunga yang lain.
Patriark Han Xiao
dan Fang Mei istri Han Xiao, tersenyum senang melihat suasana itu.
.
.
.
.
__ADS_1
.