PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
143. Menarik Mangsa


__ADS_3

"Hahahaa...! Giliran yang sedang semangat. Silahkan duduk membentuk bunga teratai yang sedang mekar!" Ucap Zhuang An kepada Huang Liang.


"Siap! Adik ku yang hebat!" Jawab Huang Liang dengan mantab.


Huang Liang, duduk di Artefak Batu Bintang Energi dengan hikmat. Zhuang An segera mengangkat kedua tangannya, dan muncul lah energi sinar kuning ke emasan.


Sinar tersebut membungkus tubuh Huang Liang, beserta Artefak Batu Bintang Energi, kemudian tubuh dan artefak itu tiba-tiba bergerak ke udara, melayang hingga satu tombak tingginya.


Tubuh Zhuang An pun juga melayang di udara, dengan posisi duduk bersila, sejajar dengan posisi Huang Liang.


"Fokus saja! Ini, tidak akan sampai dua hari dua malam" Ucap Zhuang An dengan berwibawa.


"Baik!" Jawab Huang Liang singkat.


*


*


*


*


*


*


Sementara, Liu Tianshi telah sampai di Negeri Uyghur Xinjiang, dalam langkahnya yang anggun gadis cantik itu, memasuki sebuah resto. Di tempat tersebut cukup banyak orang yang berkunjung dan menikmati hidangan.


Liu Tianshi dengan sengaja, memancar kan energi nya setara dengan puncak Pendekar Bumi. Itu, ia gunakan untuk memancing reaksi, para pendekar yang ada di ruang makan resto.


"Jendral Hun! Kau perhatikan, gadis anggun yang baru masuk itu! Auranya luar biasa. Aku rasa, ia patut kita curigai, sebagai pelaku atas hilangnya seribu gadis perawan, yang ada di Istana Jie Xia" Ucap seseorang yang berpakain mirip saudagar.


"Jendral Shing! Apakah engkau, akan mencurigai gadis anggun dan lembut seperti itu, sebagai pelaku pembebasan seribu gadis suci kita?" Respon pria di depan Jendral Shing.


"Itu, patut kita lakukan. Melihat aura nya yang hebat ini, aku cukup mencurigainya" Jawab Jendral Shing mantab.


"Baiklah! Jika begitu, kita awasi dia, kalau perlu kita ikuti dia akan kemana?" Jawab Jendral Hun.


.


.


Mendengar pembicaraan dua pria gagah, di sebelah timur ruang resto, membuat Liu Tianshi tersenyum, sambil terus mengunyah daging kambing yang menjadi hidangan nya.


Ia yakin, dua pria gagah itu, akan segera masuk ke dalam perangkap nya.


Menurut gadis cantik itu, dua Jendral ini tidak bisa menutupi penyamaran nya. Walaupun tampak gagah, akan tetapi kedua mata dari kedua pria itu, tampak lebih sipit dari kebanyakan orang-orang di Uyghur Xinjiang ini.


Selain itu, dari segi struktur wajah dan hidung agak berbeda dengan pria umum nya di resto tersebut.


"Silahkan ikuti aku! Aku akan menangkap mu. Hahaa!" Batin Liu Tianshi tertawa.


"Sejauh yang kita amati, di Negeri Uyghur Xinjiang ini, cuma gadis ini yang patut kita curigai" Jendral Shing, masih meneruskan pembahasan nya.


"Ya ya! Sepertinya memang begitu, aku yakin masih banyak yang disembunyikan gadis ini" Jendral Hun, menambahkan pendapat nya.

__ADS_1


Tak beberapa lama, Liu Tianshi sudah selesai dengan acara makan siangnya.


Gadis cantik menawan ini, segera berdiri dan membayar, harga makanan dan minuman yang dinikmatinya.


"Gadis cantik, dari mana dia ya?" Seseorang berbisik dengan teman nya.


"Tidak tahu juga, tetapi sepertinya dia orang baru di sini" Pria lain menjawab perkataan temannya.


Banyak mata, memandang dan memperhatikan penampilan dirinya. Namun, gadis ini tidak ambil peduli. Yang ia peduli kan hanya dua pria gagah, yang menjadi sasaran targetnya.


.


.


.


.


Liu Tianshi terus berjalan keluar dari resto, dan melangkah kearah tempat yang lebih sepi.


Dan tak begitu lama, akhirnya ia tiba di tanah yang cukup lapang. Sementara, dua pria gagah yang menjadi target nya, masih tetap terus mengikuti nya.


"Siapa kalian? Mengapa mengikuti ku terus?" Suara Liu Tianshi, tiba-tiba terdengar lantang.


"Ach! Maaf ! Kami hanya kebetulan, satu jalur dengan Nona" Jawab Jendral Hun agak kaget.


"Och! Ya! Kebetulan, atau sebenarnya memang di sengaja?" Tanya Liu Tianshi dengan sindiran langsung nya.


"Kami, betul-betul tidak sengaja" Jawab Jendral Shing.


"A..Apa? Bagaimana itu, mungkin?" Jendral Hun dan Jendral Shing betul-betul kaget.


"Tidak ada, yang tidak mungkin. Kalian mencari ku kan?" Tanya Liu Tianshi dengan tenang.


"Ka..Kau! Siapa sebenarnya ?" Kedua Orang yang sedang menyamar sebagai saudagar itu, tiba-tiba merasa berat tubuh nya, karena tertekan oleh Aura kuat yang dikeluarkan Liu Tianshi.


"Hahahaa...! Mungkin kah, aku akan memberi tahu. Sebelum membunuh kalian. Bagaimana?" Liu Tianshi menggertak keras.


"Kalau begitu, beri tahu kami, siapa kau sebenarnya?" Teriak Jendral Hun.


"Aku, Dewi dari langit, nama ku Liu Tianshi" Jawab gadis cantik itu, dengan anggun.


"Jiaaat"


Jendral Shing, tiba-tiba menyerang dengan ganas. Dan seberkas sinar biru pekat menerjang kearah Liu Tianshi.


Namun, gadis cantik itu hanya menggerakkan tangannya, dan sinar hijau terang keluar dari telapak tangan Liu Tianshi menghadang sinar kekuatan Jendral Shing.


"Wuuss"


"Jlaaar"


"Auuch..!" Suara teriakan Jendral Shing, membayangi tubuhnya yang terpelanting jauh ke belakang, hingga lima puluh tombak.


Jendral Shing, terluka parah dengan susah payah, dia berusaha untuk meminum pil penyembuh, dan kemudian berusaha untuk duduk.

__ADS_1


Jendral Hun segera melesat, dan memberikan pertolongan pada kawannya itu.


Namun, Liu Tianshi dengan cepat mengejar dan memberikan pukulan hebat ke arah Jendral Hun.


Jendral Hun, tidak bisa berbuat banyak, dia menangkis dengan genggaman tangan kanannya.


Pukulan tangan kosong beradu dengan tangan kosong.


"Deess"


Karena perbedaan kekuatan yang begitu Jauh, membuat pria tersebut langsung terpental, hingga lima tombak dengan kondisi tangan membengkak.


Liu Tianshi sengaja membiarkan Jendral Hun, untuk mengobati dirinya dengan meminum pil penyembuh.


"Sekarang, majulah! Jika masih ingin mencoba kemampuan mu" Ujar Liu Tianshi.


"Baiklah! Kau akan merasakan jurus andalan ku" Jawab Jendral Hun.


"Pukulan Selaksa Api Biru..Jiaat...!" Teriak Jendral Hun.


"Emmh..! Jadi, ini jurus andalan nya" Ujar Liu Tianshi.


Sinar dasyat biru pekat melesat menghantam ke arah Liu Tianshi. Sekali lagi gadis cantik itu, mengangkat tangan kanan nya, dan sinar hijau terang melabrak energi biru pekat tersebut.


"Wuuss"


"Blaaar"


"Uaack" Suara tertahan terdengar, menghiasi tubuh kekar, yang melenting ke belakang, hingga lima puluh tombak jauhnya.


Liu Tianshi, bergerak lebih cepat, sebelum pria itu tewas. Gadis super cantik itu sudah memberikan pertolongan, sebelum memasukkan Jendral Hun, dan Jendral Shing ke dalam penjara cincin dimensi nya.


"Sekarang, kalian jadi tawanan ku. Jadi, selamat menikmati tinggal di penjara cincin ku !" Ucap Liu Tianshi dengan tersenyum.


"Aach! Hari ini, dapat dua sasaran sudah" Gadis itu berucap dengan senyum manisnya.


*


*


*


*


*


Kembali ke Sekte Pedang Langit, Zhuang An yang sedang membantu Huang Liang, untuk menembus ranah Pendekar Bumi., sudah mulai mengeluarkan tetesan keringat.


Hampir seharian, Pemuda tampan itu berusaha keras memproses peningkatan Huang Liang.


Dan tanda-tanda akan segera naik ranah pun sudah mulai bermunculan, mulai dari energi Huang Liang yang meluap-luap, hingga Aura Pendekar Bumi yang mulai terasa kental di ruang tersebut.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2