PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
45. Kitab Dewa Langit


__ADS_3

Zhuang An merasakan tubuhnya melayang dan jatuh di sebuah tempat yang terasa berbeda dari sebelumnya.


" Tempat ini terasa sejuk dan harum. Tempat apakah ini.?." Batin Zhuang An.


Zhuang An telah memasuki Dimensi Alam Energi, di depannya terdapat sebuah tempat yang berbentuk bangunan besar dan indah terbuat dari batu marmer.


Anak itu segers memasuki bangunan tersebut dan ketika ia membuka pintu pertama dia menjadi sedikit terkejut, di depannya ada seseorang yang telah dikenalnya.


" Selamat datang cucuku, aku sudah menunggumu." Zhuang Kun tersenyum pada cucu keturunannya itu.


" Och Kakek, kakek benar-benar menungguku....?. Zhuang An menjadi ceria wajahnya.


" Iya tentu, aku akan membimbingmu." Jawab Zhuang Kun dengan tenang.


" Kakek, ini tempat....? ." Zhuang An melihat sekitarnya.


" Benar, ini tempat warisan para dewa, yang bisa kau gunakan untuk berlatih selama beberapa tahun kedepan." Zhuang Kun menjelaskan.


" Warisan para dewa?." Zhuang An menjadi takjub mendengarnya.


" Begitulah, alam dimensi ini ditempati para dewa di masa lalu." Kata Zhuang Kun.


" Och pantas saja bangunan ini begitu luas dan tinggi, setiap bagian-bagiannya begitu menarik dan berseni ." Zhuang An masih memperhatikan ruang bangunan yang megah dengan langit-langit atap yang tinggi.


" Mari ikuti aku...," Zhuang Kun mengajak bocah itu untuk memasuki ruangan berikutnya dan berikutnya.

__ADS_1


Malam itu Zhuang An telah resmi berhasil memasuki alam dimensi energi, dengan bimbingan Zhuang Kun, bocah tersebut mencoba memahami lingkungan yang baru dimasukinya.


Hampir Semalaman ia diajak berkeliling melihat semua tempat dan bangunan yang bisa dimanfaatkan untuk penempaan diri, mulai dari bangunan yang terdiri dari 100 bangunan besar dan megah yang setiap bangunan tersebut terdapat 100 ruang mewah yang berbeda-beda manfaatnya.


Kemudian pengenalan berbagai bentuk sumberdaya istimewa baik yang sudah siap pakai maupun yang masih tumbuh di belakang taman bangunan-bangunan tersebut.


Dan yang mengejutkan Zhuang An adalah Kitab Dewa Langit ternyata tidak seperti yang dia bayangkan selama ini. Kitab tersebut berada dalam satu bangunan khusus.


Kitab Dewa Langit berbentuk tulisan yang terukir di lempengan batu besar yang berada di 100 ruangan bangunan tersebut.


Kitab tersebut terdiri dari 100 tingkatan dan setiap tingkatan terdiri dari 1 tehnik jurus.


Setiap kali memasuki ruangan berbeda berarti memasuki tingkatan yang berbeda juga urut mulai ruang pertama sampai 100.


***


Ketua sekte pedang langit tersebut sengaja menunggu selama beberapa saat untuk berjaga dan memastikan keselamatan Zhuang An.


Setelah ia bersemedi dan menggunakan mantra dewa beberapa saat kemudian dia bisa merasakan keberadaan Zhuang An sudah aman.


Selain itu ia juga merasakan ratusan siluman berumur ribuan tahun bahkan ratu dan raja siluman mulai mendekati tempatnya bersemedi.


Ia tidak tahu apakah mereka merasakan terbukanya pintu gerbang energi atau karena keberadaan dirinya sehingga banyak siluman tingkat tinggi yang mendekat.Tetapi yang pasti dia tahu ia harus segera meninggalkan tempat itu.


Zhuang Shing segera berdiri dan melesat meninggalkan area tersebut menuju markas sekte tebing tinggi.

__ADS_1


Yang Chen pikirannya sedang terbagi dua antara memikirkan perhelatan pernikahannya dan juga memikirkan Zhuang An yang sedang menjalani fase sangat penting.


Entah mengapa ia sangat khawatir, mungkin masih teringat seramnya hutan siluman dan betapa mengerikan penghuni hutan itu. Berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya.


Bagaimanapun ia adalah gurunya, jadi ia sangat menghawatirkan murid kesayangannya itu.


" Chen er." Suara Zhuang Shing memgagetkan Yang Chen.


" Och ketua, bagaiman An er ? apakah dia aman?, mengapa ketua secepat ini kembali.?." Yang Chen membombardir pertanyaan pada ketua sektenya karena hatinya dipenuhi kekhawatiran.


" Chen er, tenanglah semua berjalan sesuai rencana. An er berhasil memasuki alam dimensi energi dengan lancar." Zhuang Shing menjelaskan agar Yang Chen tidak terlalu kepikiran.


" Och syukurlah jika begitu." Yang Chen merasa lebih tenang dan bisa fokus pada acaranya sendiri.


Pagi harinya suasana sekte tebing tinggi begitu meriah karena hari ini pelaksanaan pesta pernikahan Yuan Lian dan Yang Chen.


Xie Shen dan Fan Wei juga rekan-rekannya mengajak keluarga untuk ikut menikmati pesta sekte mereka yang hanya terjadi sekali dalam puluhan tahun.


" Aku akan menghabiskan kelinci panggang sendirian." Kata Fan Wei dengan semangat.


" Habiskanlah semampumu jangan cuma satu kelinci, aku sanggup menghabiskan dua kambing sekaligus." Kata Xie Shen.


" Ach yang benar, memang kuat menghabiskan dua kambing sekaligus.? Beberapa rekannya bertanya serius.


" Iya kuatlah kalau cuma dua kakinya kambing...hahaa." Jawab Xie Shen di sambut tertawa yang lain.

__ADS_1


" Hahaa...kirain dua kambing sungguhan." mereka tertawa bersama.


__ADS_2