
Di dalam Sekte Pedang Langit........
Mereka kemudia ijin keluar kepada pengurus sekte dengan alasan akan latihan di kaki gunung walet.
Di luar sekte mereka bertemu dengan 6 rekan mereka dari 3 wisma lainnya.
Zhuang An terlihat masih belum begitu akrab dengan rekan-rekannya. Tetapi itu bukan masalah.
Para pendekar muda yang berjumlah 10 orang itu segera melesat kearah desa Li Shan. Mereka harus bergerak cepat agar tidak terjadi pembantaian penduduk.
Tidak sampai 1 jam mereka sampai di lokasi.
" Apa sebenarnya masalah yang terjadi..?." Song Chen putra Song Jin bertanya.
" Kita dengarkan dulu pembicaraan mereka..". Kata Han Fang putra Han Jiang menjawab pelan-pelan.
Para pendekar muda itu menyelinap di belakang halaman rumah kepala desa Li Shan dan berusaha mendengarkan pembicaraan mereka.
" Kepala desa kau sungguh cerdas, mengadakan acara tanding untuk murid-murid sekte pedang langit di hari yang sama saat kau harus menyerahkan gadis-gadis desamu kepada kami." Ketua kelompok bromo corah itu berbicara.
" Aku, aku tidak bermaksud seperti itu ." Kepala desa Li Shan berbicara dengan menunduk lehernya ditekan dengan pedang oleh para bajingan.
" Seperti itu apa?, buktinya kau tak menyerahkan seorang gadispun." Ketua bajingan itu membentak.
" Ketua, sebaiknya kita bunuh saja dia, percuma menunggu dia menyerahkan gadis-gadis desa ini. Kita cari sendiri kerumah penduduk satu persatu..! .Saran seorang kepercayaan ketua bandit tersebut.
Mendengar saran tersebut ketua kelompok penjahat itu menyeringai dia mengangkat pedangnya dan dengan cepat menebas leher kepala desa tersebut.
Para pendekar muda yang sedang mengintai menjadi terperanjat, mereka sedikit kurang siap dengan tindakan mendadak penjahat itu.
Zhuang An yang mulai tadi sudah mencabut pedangnya, segera bergerak cepat.
Dengan jurus dasar pedang angin ia melemparkan pedangnya melesat melabrak pedang ketua bandit tersebut.
" Wuuut....Tring."
"Aach.."
Pedang ketua kelompok penjahat itu terpental keudara, dia kaget dan marah.
" Kurang ajar...siapa itu..?" Dia. berteriak emosi.
" Kepung mereka!." Perintah kepala pembunuh itu.
Para pembunuh yang berjumlah lebih dari 40 orang itu bergerak cepat, mereka langsung mengurung Zhuang An dan teman- temannya.
Huang Liang langsung mencabut pedangnya dan melindungi Zhuang An yang tidak memegang senjata.
" An er, berlindung di belakangku." Kata Huang Liang.
Zhuang An segera menyelinap di belakang punggung Huang Liang. Seorang pria menyerang dengan ganas kearah Huang Liang, pemuda itu menangkisnya dua kali kemudian dengan cepat menusuk jantungnya hingga tembus kebelakang punggungnya.
" Tring...Tring...Jruuss."
Pedang pria itu terjatuh, Zhuang An bergerak cepat dengan berguling kemudian menyambar pedang tersebut dan langsung menyabetkan kearah penjahat yang mengeroyok Wang Li.
" Craas...Aack.."
__ADS_1
Pria itupun roboh bersimbah darah dengan luka yang sangat dalam. Zhuang An segera mengahiri penderitaan pria itu dengan tusukan di jantungnya.
******
Di Sekte kelelawar beracun.............
Sekte Kelelawar Beracun dipimpin seorang wanita, walaupun sebenarnya anggota sekte cukup beragam.
Mereka memiliki pendekar mumpuni sebanyak tiga puluh orang, dan pendekar mahir serta ahli masing-masing lima puluh dan seratus orang.
Untuk ukuran sekte di wilayah "Kekaisaran Asian Timur Raya" jumlah pendekar tinggi Sekte Kelelawar Beracun, timpang bila dibandingkan dengan seluruh anggota Sekte yang mencapai sepuluh ribu.
Adanya bantuan dari Sekte Pedang Langit, memberi harapan lebih baik dari sebelumnya.
Walaupun dari informasi yang di dapat, jumlah musuh sangat banyak. Tetapi, setidaknya mereka tidak sendirian menghadapi lawan tersebut.
"Ada apa Nyonya, seperti ada yang dipikirkan.?" Zhang Jian memperhatikan ekspresi Wang Ming Yue.
" Ehemh...Tetua Zhang, sungguh bantuan sekte Pedang Langit sangat berarti bagi kami. Awalnya kami bingung menghadapi situasi yang terjadi." Wang Ming Yue menyampaikan perasaannya.
" Tidak perlu sungkan, kami punya kewajiban untuk menjaga keseimbangan, dan ketentraman dunia kependekaran." Zhuang Jian menjawab tenang.
Memperhatikan benteng Sekte Kelelawar Beracun yang tidak terlalu kokoh, membuat Zhang Jian berpikir serius untuk mencari solusi.
Dari segi geografis letak benteng cukup diuntungkan, karena terletak di bagian bukit yang tinggi.
Selain itu, bagian luarnya terdapat aliran sungai yang sengaja diciptakan cukup dalam. Untuk pendekar tingkat tinggi itu tidak menjadi masalah.
Tetapi untuk mempersulit pendekar kelas bawah, cukup lumayan.
Zhang Jian menanyakan beberapa potensi yang bisa digunakan untuk menambah keunggulan dalam pertempuran, salah satunya racun yang di miliki Sekte atau senjata jarak jauh seperti panah, lembing, dan bubuk mesiu.
Bubuk Mesiu atau bubuk hitam
terbuat dari campuran belerang, arang, kalium nitrat yang membakar sangat cepat dan menimbulkan ledakan.
Memang untuk pendekar tingkat tinggi tidak terlalu berbahaya. Tetapi mampu menggangu konsentrasi.
" Bagaimana dengan Kipas Sayap Dewi Bulan, mungkin bisa banyak membantu?." Han Wei salah satu Tetua yang mendampingi Zhang Jian, menanyakan kemungkinan menggunakan Pusaka Dewa, untuk menghadapi lawan.
Wang Ming Yue, tersenyum canggung. " Emm..Kalau itu, saya meragukannya. Selama bertahun-tahun, saya sudah mencoba mempelajari rahasia Senjata tersebut, tapi tidak berhasil.
Ketua sebelumnya juga tidak pernah mengajarkan cara menggunakannya."
" Boleh saya mencobanya?." Zhang Jian sedikit penasaran.
" Xu Mei, ambilkan pusaka yang dimaksud.!" Wang Ming Yue memerintahkan asistennya untuk membawa Pusaka Dewa ke ruang pertemuan.
Setelah itu, Xu Mei membawa kotak keemasan, yang indah lalu meletakkan di atas meja pertemuan. Zhang Jian memperhatikan Kipas tersebut dengan teliti.
Pusaka kembar berbentuk Kipas mirip sayap itu memiliki ketajaman luar biasa di bagian ujung-ujungnya yang terbuat dari logam meteor.
Bentuk permukaannya begitu indah dan halus. Besar ukuran kipas sekitar enam puluh senti meter.
" Pusaka ini, memiliki beberapa kelebihan: Ketajaman, keindahan, dan kekuatan magis yang tersimpan." Jiang Chen salah satu Tetua yang mendampingi Zhang Jian memberikan komentar.
" Tetua Zhang bisa menggunakannya.?" Wang Ming Yue bertanya.
__ADS_1
" Aku akan mencobanya." Zhang Jian menyentuh pusaka tersebut.
Zhang Jian mengangkatnya pelan-pelan dan menyalurkan energi murni yang dimiliki. Perlahan Kipas itu bergerak terbang berputar-putar mengitari.
Wang Ming Yue terperangah " Och..och...dia terbang.."
Wang Ming Yue tidak dapat berkata lebih banyak. Bertahun-tahun dia mencoba menggunakannya, tetapi tidak pernah berhasil.
Sekarang di depan matanya, Zhang Jian hanya sekali sentuh sudah mampu mengendalikan pusaka tersebut.
Zhang Jian menarik kembali kipas pusaka itu." Aku ingin mencobanya di luar, Kalau di ruang ini hawatir menghancurkan barang penting."
Mereka keluar bersama, Zhang Jian melempar salah satu Kipas, pusaka tersebut berputar melayang dan memotong beberapa pohon di depan mereka.
Zhang Jian mengipaskan pelan pusaka satunya menyebabkan pohon-pohon yang terpotong berhamburan, terlempar ratusan meter jauhnya.
Zhang Jian masih belum berhenti, saat satu Kipas kembali berada di tangannya dia melemparkan pusaka tersebut pada sebuah batu karang dan terjadi ledakan hingga batu itu hancur luluh lantak.
Menyaksikan hal itu, Shen Lian dan Luo Sheng dua orang Tetua Sekte Kelelawar Beracun yang mendampingi Wang Ming Yue termangu.
Mereka berdua tidak pernah menduga jika pusaka yang selama ini mereka simpan memiliki kehebatan begitu rupa.
Dalam dua hari mereka menyiapkan perangkat dan strategi pertempuran menghadapi Aliansi Aliran Hitam.
Dari informasi para anggota yang menyelidik, musuh terdiri dari enam belas ribu anggota Aliansi Aliran Hitam.
Dua puluh lima di antaranya pendekar satria, seratus pendekar mumpuni, tiga ratus pendekar mahir dan lima ratus pendekar ahli. Dipimpin wakil ketua Sekte Naga Hitam dan Wakil Ketua Sekte Taring Naga.
Yang mengkhawatirkan sepuluh orang di antara mereka adalah ahli racun yang sangat terkenal di kalangan aliran hitam.
Juga Baju Zirah Dewa Perang yang dipakai Petinggi Sekte Naga Hitam. Tentu lebih merepotkan untuk dihadapi.
Han Wei berpendapat, baju zirah itu akan mudah di hadapi dengan Pedang Elemen Es, karena sistem kerja baju zirah mengandalkan asupan tenaga dalam pemiliknya.
Jika Pedang Es digunakan menyerangnya terus-menerus, pada ahirnya pemilik akan kehabisan tenaga dalam.
Baju Zirah itu akan berhenti melindungi pemakainya karena tidak ada asupan tenaga dalam atau energi murni.
" Baiklah, aku akan menghadapi ahli racun, dengan Kipas Sayap Dewi Bulan dan Tetua Han Wei menghadapi Petinggi Sekte Naga Hitam dengan Pedang Es." Zhang Jian mengeluarkan Pedang Es dari Cincin Mustika dan meminjamkan kepada Han Wei.
" Ehem..Baiklah." Han Wei sebenarnya ingin menolak, tetapi dia merasa bertanggungjawab atas apa yang dikatakannya.
" Tetapi, kita tetap harus mempersiapkan penawar racun dalam jumlah banyak. Aku yakin mereka juga membagikan senjata racun pada pendekar lainnya." Jiang Chen mengingatkan.
Luo Sheng menjawab:" Kita tidak memiliki jumlah penawar racun yang memadai, tetapi dalam tiga hari ini para anggota Sekte sudah mulai meracik lebih banyak."
" Jangan terlalu hawatir, persedian bahan penawar kami cukup banyak." Wang Ming Yue.
***
Pagi buta, sebelum anggota Sekte Kelelawar Beracun beraktifitas, mereka di kagetkan dengan suara ribuan anak panah yang berdesing mengarah ke benteng, mengagetkan para anggota Sekte yang sedang berjaga.
Jiang Chen memimpin para pendekar kelas dua naik ke benteng, lengkap dengan membawa senjata jarak jauh yang mereka siapkan sebelumnya.
Han Wei sudah bersiap dengan anggotanya, Lou Sheng dan Shen Lian juga menyiapkan seluruh pendekar tingkat tinggi Sekte Kelelawar Beracun, untuk turun langsung berhadapan dengan musuh.
Zhang Jian terbang keatas benteng dan mengibaskan Kipas Sayap Dewi Bulan, semua anak panah itu terbang berbalik arah menyerang musuh.
__ADS_1
Karena tidak siap, cukup banyak pendekar kelas tiga aliran hitam, yang terkena anak panah mereka sendiri.