
Malam itu Zhuang An berpikir tentang hal yang dialaminya. Dia mencari dan memikirkan apa yang mendorongnya melakukan tindakan ceroboh tersebut.
Setelah berpikir serius dan berusaha jujur terhadap dirinya sendiri.
Pada ahirnya Zhuang An merasa menemukan titik temu, dari akar masalah yang dihadapinya.
Semua itu terjadi karena keberadaan Fang Dishi. Ego Zhuang An tidak menerima ketika dia dipandang remeh di depan Gadis itu, ada perasaan yang kurang dia sadari telah merasuk dalah hatinya.
Dengan kata lain Zhuang An telah menaruh hati pada gadis tersebut, walaupun itu terjadi tanpa dia sengaja.
"Ach konyol aku ini, Fang Dishi kan lebih tua tiga tahun dariku." Zhuang An tersenyum sendiri ketika menyadari gejolak hatinya.
" Aku harus bisa mengendalikan perasaan seperti ini, jika tidak akan timbul banyak masalah di kemudian hari." Zhuang menegaskan pada dirinya sendiri untuk mengambil keputasan yang bijak.
Perkembangan fisik Zhuang An yang terlalu cepat membuat bocah itu kurang menyadari bahwa umurnya masih 7 tahun 6 bulan.
Banyaknya sumberdaya kelas tinggi yang dikonsumsi oleh Zhuang An dan juga Huang Liang membuat dua bocah itu tumbuh diluar nalar, mental dan fisiknya berkembang sebelum waktunya.
Pada dasarnya Zhuang An selama ini mampu menunjukkan kedewasaan yang cukup bagus.
Tetapi urusan hati kadangkala sulit terkendali, lebih-lebih perasaan yang kurang disadari.
Zhuang An mengakui bahwa Fang Dishi sangat cantik, bahkan hampir mendekati kecantikan Fang Xiang.
Hanya saja ia tidak menyangka kalau hal itu bisa mempengaruhi motivasinya.
Setelah menyadari semua itu, Zhuang An membulatkan diri untuk menetralkan hatinya agar tidak terpengaruh oleh perasaan keindahan fatamorgana.
Tiba-tiba Zhuang An terdiam, dia baru menyadari kalau marga Fang Xiang dan Fang Dishi ternyata sama yaitu sama-sama bermarga Fang.
" Emm...mungkinkah keduanya ada hubungannya." Zhuang An sedikit berpikir tentang hubungan kedua gadis itu.
Bisa saja seperti dirinya yang memiliki marga sama dengan Ketua Sekte dan ternyata memang punya hubungan keluarga.
Tetapi nama marga yang sama sebenarnya sudah biasa terjadi.
Setelah perenungannya menemukan titik temu, Zhuang An kembali mendapatkan semangat nya lagi, dan bertekat fokus pada latihannya.
Bahkan kali ini semangatnya menjadi berlipat ganda.
Bocah itu mengambil Batu Bintang Energi, walaupun belum pernah diajari, tetapi karena mendapatkan motivasi yang begitu tinggi, ia tidak ragu mencoba mengakses Batu tersebut untuk menyerap semua Energi yang dia bisa.
Zhuang An duduk bersila menaruh Batu Bintang Energi di telapak tangannya dan kemudian mulai mengatur pernafasan, menyerap kekuatan yang tersimpan di dalam Batu.
__ADS_1
Perlahan namun pasti, dia mulai merasakan ada hawa hangat bercampur dingin merasuk ke dalam tubuhnya.
Sensasi hangat bercampur dingin tersebut menyebar keseluruh tubuh, badannya terasa menjadi lebih segar dan bertenaga.
Kadang energi yang hangat begitu mendominasi sehingga tubuhnya merasa ada butiran keringat halus keluar dari tubuhnya.
Namun, kadang energi dingin mengambil alih mendominasi rasa itu membuat dia sedikit seperti menyentuh bongkahan es di genggamannya.
Sejauh ini Zhuang An belum bisa membedakan jenis energi dingin dan hangat tersebut, apakah q atau tenaga dalam.
Malam itu Zhuang An terus melakukan penyerapan energi, dari wajahnya nampak terdapat perubahan nyata yang menyelimuti.
Aura menyenangkan muncul dari wajah yang mengesankan itu.
Mulai saat itu, pada tiap malam Zhuang An fokus untuk bisa mendapatkan semua kekuatan yang tersimpan dalam Batu Bintang.
Hal tersebut ia lakukan sudah berlangsung selama tiga minggu berturut-turut.
Huang Liang dan gadis-gadis Wisma 19, bukan tidak menyadari perubahan signifikan yang dialami Zhuang An, akan tetapi mereka sengaja diam dan tidak mengganggu.
Sore itu setelah sibuk latihan seharian, bersama Huang Liang dan murid-murid Wisma 19, kelehan Zhuang An hilang terobati seketika, karena para Tetua yang menjalankan misi telah tiba termasuk Gurunya Yang Chen.
Zhuang An dan Huang Liang menyambut Gurunya di depan gerbang.
" Guru." Zhuang An menghambur memeluk Gurunya, rasa kangen yang lama ditahan sekarang tercurahkan.
" iya Guru, murid rajin mengkonsumsi sumberdaya." Kata Zhuang An dengan bahagia.
" An er banyak kemajuan Guru." Huang Liang menambahkan.
" Och iya, Syukurlah. Aku akan mengujinya 3 hari lagi." Yang Chen memberitahu.
Suasana halaman Sekte ramai dengan datangnya para Tetua, tetapi Zhuang An tidak peduli.
Zhuang An hanya peduli dengan Gurunya, terlalu banyak uneg-uneg yang ingin dia sampaikan.
"Guru, mengapa lama sekali." Zhuang An bertanya karena kangen.
" iya begitulah...terlalu banyak yang terjadi di perjalanan." Yang Chen menjawab sambil mengelus kepala muridnya.
Sebenarnya Zhuang An ingin menyampaikan banyak hal, tapi ia sadar Gurunya butuh istirahat.
Sejak para Tetua datang murid-murid Wisma 19 berlatih dengan Gurunya masing-masing di wismanya.
__ADS_1
Setelah istirahat 3 hari Yang Chen memanggil Zhuang An dan Huang Liang.
Yang Chen mengecek perkembangan keduanya. Pendekar Satria itu berdecak kagum dengan perkembangan kedua muridnya.
Huang Liang berhasil mendapatkan tenaga dalam mencapai 150 ME.
Zhuang An memiliki tenaga dalam mencapai 120 ME. Yang Chen menatap Zhuang An tak berkedip.
" Apa yang terjadi ?, bagaimana bisa ?."Yang Chen tidak percaya dengan tenaga dalam Zhuang An.
Zhuang An mengeluarkan Batu Bintang Energi dari sakunya.
" Guru..." Zhuang An meletakkan batu tersebut di meja.
" Ach..Batu Bintang Energi, kau punya benda ajaib ini ?." Yang Chen bertanya masih dengan ekspresi heran.
" Benar Guru...Eyang Kun datang memberi batu ini." Kata Zhuang An.
" Kau bisa menggunakannya?." Tanya Yang Chen.
" Bisa Guru, tapi tidak optimal, murid kurang paham dengan batu ini." Kata Zhuang An.
" An er..., batu ini batu ajaib memiliki fungsi istimewa..." Yang Chen menjelaskan batu yang dia pegang adalah Batu langka.
Bahkan Yang Chen bisa mengenali batu tersebut karena digambarkan dalam kitab Elemen Pedang Angin.
Batu tersebut mampu menyerap energi alam di sekitarnya kemudian mengubahnya dalam bentuk energi murni ataupun tenaga dalam.
Selain itu fungsi dari batu tersebut adalah semacam Charger atau Power Bank yang membantu menyerap dan mentransfer energi murni ataupun tenaga dalam tersebut.
Sehingga selain sebagai tehnik berlatih tenaga dalam juga berfungsi mengisi ulang energi pemiliknya.
Zhuang An tersenyum senang mendengar penjelasan dari Gurunya.
" Jadi Guru, batu itu tidak akan hancur ketika energinya habis diserap?." Huang Liang ikut penasaran.
" Tidak, ini sejenis batu mulia yang berkwalitas sangat tinggi, jadi tidak akan hancur walau di pakai berkali-kali.".Jawab Yang Chen.
" Tetapi, kamu harus merahasiakan Batu Bintang, karena ini ibarat gula manis yang mampu menarik minat ribuan semut." Tambah Yang Chen.
" Emm iya Guru, murid berterimakasih atas nasehat Guru." Zhuang An manggut-manggut.
Zhuang An menceritakan kepada Yang Chen Alasan Kakek Leluhurnya yaitu Zhuang Kun memberikan Batu Bintang Energi padanya.
__ADS_1
Yaitu tentang munculnya fenomena Bulan Merah Darah yang hanya muncul seratus tahun sekali.
Yang akan menyebabkan peristiwa terbukanya gerbang Alam Energi.