
" Eyang, sebenarnya aku penasaran tentang bagaimanan kisah eyang bisa menemukan dimensi alam energi?." Zhuang An tiba-tiba bertanya.
" Jadi, engkau ingin mendengar tentang kisahku?." Zhuang Kun bertanya balik.
" Benar Eyang." Zhuang An tersenyum.
" Baiklah, jadi aku adalah putra seorang ketua sekte kecil di desa rumput badak, suatu ketika entah apa masalahnya, malam itu ada 3 sekte yang cukup besar menghancurkan sekte kami, mereka membunuh semua orang di sekte, termasuk kedua orang tuaku juga kakak laki-lakiku...." Zhuang Kun menerawang, mengingat masa lalu, matanya memancarkan sebuah kesedihan yang mendalam.
" Malam itu terlalu menyedihkan." Zhuang Kun menghela nafas.
Zhuang Kun menceritakan kepedihan yang terjadi pada malam itu sangat mencekam hatinya.
Ketika semua bangunan dirobohkan ia tertimbun salah satu bangunan tempat tinggalnya, bahkan beberapa bangunan di bakar sehingga menimbulkan api yang besar.
Saat itu ia sudah berumur 10 tahun, jadi masih kecil tetapi sudah memiliki nalar yang cukup lumayan untuk mencerna dan mengingat apa yang terjadi.
Ketika dia bisa keluar dari reruntuhan itu dia melihat kedua orang tuanya tewas bersimbah darah, begitu juga dengan kakak laki-laki yang sangat menyayanginya.
Bahkan tak satupun penghuni sekte yang berhasil selamat kecuali dirinya.
Teman-teman seusianya semuanya terbunuh. Sekte yang dihuni 3000 orang itu dipenuhi darah dan mayat.
Kejadian itu membuatnya terluka hati terlalu dalam, sepanjang hidupnya dia hanya berusaha untuk menjadi kuat.
Kemudian menyelidiki pelaku kejahatan pada peristiwa tersebut setelah itu menghabisi mereka.
Namun usahanya tidak pernah berhasil, sampai pada ahirnya ada petunjuk tentang kitab dewa langit, selama 20 tahun Zhuang Kun berusaha meneliti dan menyiapkan diri agar bisa masuk ke alam dimensi energi.
Tidak pernah sekalipun dia berpikir untuk menikah ataupun memiliki keluarga, karena selain membalas dendam idialismenya bertujuan menciptakan kedamaian di alam raya ini. Selama itu tidak terjadi selama itu juga dia tak akan berhenti.
Sehingga saat usianya mencapai 55 tahun ia masih seorang bujangan yang hidup sendirian.
Bahkan setelah menjadi pendekar dewa langitpun dia tetap bertahan tidak berkeluarga atau memiliki istri, hatinya yang membeku tidak punya rasa kearah itu.
Namun demikian dia begitu beruntung karena tubuhnya, fisiknya selalu bertahan lebih muda dari sebelumnya dan saat usianya sudah mencapai 200 tahun ternyata ada seorang gadis yang mampu mencairkan kebekuan hatinya.
" Wuah pasti dia istimewa?." Zhuang An bersuara.
__ADS_1
" Tentu saja, dia sangat istimewa." Zhuang Kun menjawab dengan tersenyum cerah.
" Kau belum pernah melihat nenek buyutmu?." Zhuang Kun bertanya.
" Eh...tentu saja belum Eyang." Zhuang An menjawabnya.
" Ikuti aku.." Zhuang Kun mengajak cucunya itu memasuki sebuah gedung besar.
Kemudian mereka berjalan menuju ruangan khusus disitu terdapat sebuah kotak peti jenazah terbuat dari kayu jati yang sangat tebal dengan ukiran yang begitu indah.
Zhuang Kun mengangkat tangannya dengan energi murninya ia membuka peti tersebut.
Peti besar itu perlahan terbuka, Zhuang Kun mendekat ke arah peti dan Zhuang An pun mengikutinya.
Dan ketika pemuda itu sudah dekat ia menjadi terhenti tiba-tiba...
" Fa..Fang Xi......" Kata-kata Zhuang An terputus.
Pemuda itu begitu kaget, wanita yang sedang tidur di peti jenazah itu memiliki paras yang sama dengan Fang Xiang saat ia melihatnya ketika membuat cincin mustika dimensi.
Bukan sama tetapi betul-betul mirip
'Bagaimana mungkin Fang Xiang bisa ada di sini'. Zhuan An bergumam sendiri.
" Ada apa..?" Zhuang Kun bertanya.
" Ach...tidak Eyang..." Zhuang An sedikit merasa gugup.
" Ini Nenekmu, leluhurmu yang ketujuh, sejak pertama kami bertemu ia tidak pernah berubah." Zhuang Kun menjelaskan.
" Mengapa bisa tetap muda Eyang ?." Zhuang An penasaran.
" Ia memiliki keistimewaan sejak lahir, kemudian aku memberinya intan energi membuatnya tidak mengalami penuaan." Zhuang Kun menambah penjelasannya.
" Eyang, Ada seseorang yang memiliki wajah dan fisik yang sama dengan Eyang Putri." Zhuang An mengungkapkan pikirannya.
" Iya, aku mengetahuinya." Zhuang Kun tersenyum sejuk kearah cucunya.
__ADS_1
Zhuang An menjadi sedikit malu karenanya. Ternyata kakeknya tahu jika dia memikirkan Fang Xiang.
" Gadis yang kau kenal itu memiliki bakat yang istimewa, aku tahu kau bermaksud memberinya naskah kitab dewa langit, tidak semua orang bisa mempelajarinya, hanya yang memiliki energi murni di atas 12 ribu ME. yang bisa mempelajarinya." Zhuang Kun menjelaskan.
" Iya, trimakasih Eyang penjelasannya." Zhuang An tersenyum canggung.
Ahirnya Zhuang Kun melepas kepergian cucunya tersebut. Ia memeluknya lama sekali. Rasa syukur yang begitu dalam memenuhi relung hatinya karena dikaruniai keturunan yang luar biasa dan baik hati.
Zhuang An pun memeluk kakeknya dengan penuh rasa haru biru, dia seakan tak ingin berpisah dengan Eyangnya yang selalu menemaninya selama sepuluh tahun terahir di alam dimensi energi.
" Berangkatlah!, tugasmu lebih berat dari yang pernah aku jalani, jangan sembrono dan jangan bimbang!." Zhuang Kun menasehati.
" Siap kakek !. Terimakasih untuk semuanya."
Zhuang An meninggalkan alam dimensi energi menuju alam nyata manusia menggunakan energi murninya.
******
Pagi itu di sekte pedang langit Huang Liang ber 7 bersama rekannya kumpul di kediaman Zhuang Shing mereka siap menjalankan misi penting dari kekaisaran.
Di antara 7 pendekar muda itu Han Fang ditunjuk sebagai ketua team karena kemampuan dan reputasinya sudah diakui sekte, ditambah kecerdasannya yang lebih matang.
Putra Han Jiang itu, memang satu atau dua tahun lebih tua dari rekan-rekannya seperti Guo Yin, Huang Liang, Song Chen dan Zhang Qian.
Kelima pemuda yang barusan disebut namanya itu adalah merupakan pendekar-pendekar yang namanya sedang tenar di lingkungan sekte pedang langit, bahkan di wilayah kekaisaran Tang ini sebagai jenius bela diri yang sedang berkembang.
Sementara dua orang lagi merupakan jenius bela diri yang masih belia yaitu Wang Li dan Zhao Sun.
" Ingat !, tugas utama kalian adalah menyelidiki dan mengungkap fakta kasus pembunuhan tersebut. Untuk menumpas mereka kami akan mengirim team kedua setelah mendapat informasi yang akurat dari kalian." Zhuang Shing menegaskan.
" Siap ketua !." Mereka bertujuh menjawab serempak.
Sekarang banyak team senior sedang bertugas menjalankan misi keluar karena banyaknya masalah yang timbul ahir-ahir ini.
Han Fang segera melesat bersama rekan-rekannya menuju istana kekaisaran.
Selama perjalanan mereka membicarakan banyak hal, terutama perkembangan dunia kependekaran yang sedang kacau.
__ADS_1
Situasi itu tidak membuat mereka bertujuh menjadi takut, tetapi malah menjadi sangat bersemangat.