
Zhuang An dan Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, keluar dari ruang bangunan tengah, dengan diiringi senyuman yang manis, ada rasa bahagia yang tampak dari wajah mereka.
"Siaocia! Aku masih penasaran, dimana mereka menanam herbal ribuan tahun. Di dalam gunung ChangBai ini, tidak mungkin kan?" Salah seorang gadis yang tampak imut, bertanya pada Xue Yueyin.
"Emm...! Itu ya? Mungkin adikku tahu. An er! Engkau tahu, di mana mereka menanam herbal, yang diceritakan Nona Liu Xie kemarin?" Xue Yueyin ganti bertanya pada Zhuang An.
"Aku tahu! Tetapi, kalau untuk masuk ke kebun herbal, kita harus meminta izin pada yang punya dulu" Jawab Zhuang An menjelaskan situasi nya.
Ketika, mereka berenam sampai di luar bangunan, mereka berlima langsung mengusulkan, apa yang menjadi unek-unek hati nya.
"Siaocia! Kita minta izin, untuk berkunjung ke kebun herbal" Suara gadis yang bertanya tadi, terdengar nyaring di telinga Zhuang An.
Pemuda itu tahu, walaupun yang terdengar diajak bicara adalah Xue Yueyin, tetapi pada hakekatnya dirinya lah yang sebenarnya dituju. Tetapi karena sungkan atau malu, jadi hanya bicara dengan Xue Yueyin, sebagai penyambung lidah.
Karena itu lah, ia langsung menyambut usulan tersebut.
"Baiklah! Jika, kalian masih penasaran, aku akan minta izin pada Nona Liu Tiansi dan Nona Xie" Ujar Zhuang An pada mereka berlima.
Tidak lama kemudia dua pintu batu terbuka dan muncul lah dua eksistensi yang mereka bicarakan.
"Kalian, sudah selesai?" Terdengar suara lembut bersamaan dari dua arah yang berbeda.
Dari pintu batu bangunan sebelah timur muncul Nona Liu Xie dan dari pintu batu bangunan sebelah barat muncul Nona Liu Tiansi.
"Ya! Kami sudah selesai." Zhuang An menjawab dengan singkat.
Seperti yang sudah- sudah, mereka tersenyum lembut dan menebar aroma wangi yang menyegarkan.
Tidak ada barang berat yang mereka berdua bawa, karena semua barang milik dua eksistensi itu dimasukkan ke dalam cincin samudra, milik mereka masing-masing.
"Tetapi, Nona! Kami masih penasaran dengan herbal ribuan tahun, yang Nona Liu Xie cerita kan kemarin. Jika diizinkan, kami ingin sekedar melihatnya" Zhuang An berkata dengan ekspresi santai, seperti tidak butuh, karena memang dia tidak butuh, tetapi yang butuh Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas.
__ADS_1
"Ach! Kalau tentang hal itu, aku rasa Cici Tiansi juga tidak keberatan" Liu Xie menjawab sambil melihat ke arah Liu Tiansi.
"Tidak masalah! Kita bisa melihatnya bersama-sama" Liu Tiansi menjawab dengan lembut.
Gadis kelinci tersebut kemudian mengajak mereka semua mengikuti dirinya.
"Ayo, ikuti aku!" Liu Tiansi berkata sambil melangkah ke sebuah array dengan pola mirip jaring laba-laba.
Liu Xie melangkah, mengikuti di belakangnya.
"Ayo! Kalian berlima" Zhuang An mengajak gadis-gadis untuk segera.
Zhuang An dan Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, akhirnya ikut melangkah bersama ke arah array tersebut.
Liu Tiansi segera menggerakkan tangan nya, membentuk gerakan segel, dari tangan tersebut muncul sinar kuning ke emasan mirip punya Zhuang An.
Sinar kuning keemasan, memenuhi batu bergambar jaring pola array, sinar tersebut menyelimuti mereka semua dan seketika semua orang itu menghilang dari tempatnya.
"Jluuk"
Mereka telah sampai dan menembus dimensi yang berbeda. Dan ketika mereka membuka mata, keterkejutan tak bisa mereka sembunyikan, kecuali Zhuang An.
Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, berteriak kagum dengan apa yang mereka lihat.
"Waw..! " Suara serempak keluar dari mulut Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, bahkan mereka harus menutup mulut mereka agar tidak terlalu bersuara berlebihan.
Mereka memang baru pertama kali melihat yang seperti ini, sehingga kekaguman tak bisa dihindari.
Berbeda dengan Zhuang An, yang pernah melihat Herbal di alam dimensi energi, jadi tidak terlalu kaget lagi ekspresi nya.
"Ini seperti mimpi! Bagaimana bisa ada tanaman herbal yang begitu luas dan begitu berkwalitas di sini?" Salah satu dari Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas berkomentar penuh kekaguman.
__ADS_1
"Iya! Ini memang seperti mimpi" empat gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, membenarkan kata-kata temannya.
"Nona! Berapa umur kebun herbal ini?" Zhuang An bertanya dengan wajah dipenuhi senyuman melihat rekan-rekan wanitanya yang tak bisa menahan diri.
"Kebun herbal ini, lebih dari seribu tahun. Karena yang menanam bukan kami, tetapi Dewi Li Chin bersama Dewa Lu Nyu, jauh sebelum kami ada. Jadi, kami hanya meneruskan merawat dan memanfaatkan." Liu Tiansi menjelaskan masih dengan senyum lembutnya.
"Bibit herbal ini, dibawa langsung dari alam para dewa, bisa dilihat dengan jenis-jenisnya, ada rumput rambut dewa, jamur payung dewa hujan, ginseng dewa obat, bunga dewa matahari, dan lain-lainnya. Bahkan! Bisa kau lihat pohon besar tinggi di sebelah barat sana. Pohon tersebut adalah Pohon Dao yang legendaris itu." Liu Tiansi menambahkan keterangan nya.
"Ya ya ya!" Zhuang An tersenyum mengangguk, dia jadi ingat alam dimensi yang memili sumberdaya luar biasa.
Namun, demikian ia juga tak memungkiri di kebun herbal ini juga sangat menarik, ketika dia melihat kwalitas herbal-herbal ini, seperti sudah tumbuh selama puluhan ada juga tampak ratusan ribu tahun.
"Ada rahasia, yang ditanam di kebun ini?" Zhuang An bertanya menyelidik.
Pasti ada sesuatu yang dipasang oleh Dewa Lu Nyu dan Dewi Li Chin, di sini sehingga pertumbuhan herbal di tempat ini menjadi sangat berkwalitas.
"Tentu saja, Dewa Lu Nyu dan Dewi Li Chin menanam delapan Nadi Bintang di tempat ini" Liu Xie melengkapi penjelasan kakaknya.
"Iya ! Hampir mirip dengan kebun herbal di alam dimensi energi, hanya di sana lebih banyak batu nadi bintang maupun batu nadi bumi" Zhuang An menjawab dalam pikiran nya sendiri.
Xue Yueyin mendekat kepada Zhuang An dan berbisik sesuatu.
"An er! Bolehkah kami mengambil beberapa herbal ini? " Xue Yueyin berkata pelan.
"Jangan! Kita harus belajar menahan diri agar tidak menjadi tamak, lagian sejak dari awal kita hanya izin untuk melihatnya" Ucap Zhuang An kepada kakak sepupunya itu dengan sangat pelan.
Walaupun pembicaraan kedua saudara sepupu itu begitu pelan, akan tetapi itu tidak lepas dari pendengaran dua gadis super cantik yang sudah berada pada ranah dewa tersebut.
Sehingga keduanya tersenyum dan saling pandang.
"Tidak masalah, jika kalian ingin mengambil beberapa dari herbal-herbal ini, karena semakin banyak manfaatnya dari kebun ini, itu akan semakin lebih baik" Liu Tiansi merespon bisik-bisik dua saudara sepupu tersebut.
__ADS_1
"Benar! Kami tidak masalah, toh itu tidak akan merusak kebun herbal yang luas ini. Jadi, silahkan mengambil sesuai ke inginan kalian" Liu Xie menambahkan ucapan kakaknya.