
Zhuang An, membagi tugas untuk mereka bertiga:
"Nona Liu Xie! Anda ke lokasi pertama sarang bandit kota. Untuk Nona Liu Tiansi, ke Lokasi kedua sarang bandit kota. Dan untuk saya sendiri kebagian Lokasi ketiga sarang mereka" Ucap Zhuang An, dengan semangat.
Mereka bergerak pagi itu juga, tanpa menunda waktu, khawatir keburu mereka mencari mangsa lagi.
Zhuang An, memberi dua pesan:
Pertama: Menggali informasi, kemungkinan kelompok bandit lain di kota ini, dari mereka.
Kedua: Ambil semua harta dan koin mereka, agar bisa di bagikan pada korban atau orang-orang yang sedang membutuhkan.
Mendengar saran yang kedua ini, Liu Xie tertawa, lalu dia menunjukan tumpukan koin dan harta dari rumah bordir kemarin.
"Ach! Nona! Anda selalu bergerak lebih cepat dari yang saya perkirakan" Zhuang An memuji Liu Xie sambil tertawa.
Liu Tiansi, tersenyum melihat kesigapan adiknya itu.
Dengan tekhnik teleportasi yang mereka miliki, ketiganya pun langsung menghilang dari Penginapan Besar Kota Harbin.
Zhuang An, muncul di depan sebuah gedung bangunan yang besar.
Dia cukup terkejut, karena memperkirakan markas bandit kota adalah, tempat lusuh dan kecil tak terawat.
Tetapi, kenyataannya justru bangunan besar dan cukup mewah.
Namun, Zhuang An tak peduli, ia langsung bergerak, tanpa basa-basi, dia menghancurkan pintu gerbang gedung tersebut.
"Jlaaar"
Ledakan terdengar sangat keras dan mengejutkan penghuni gedung itu.
Mereka langsung bermunculan, dari dalam gedung.
Tak kurang dari 50 orang, berhamburan keluar dari gedung itu, dengan dipimpin pria besar dengan otot yang menonjol di leher dan dada nya.
Pria itu, walaupun wajahnya sadis dan kejam, tetapi pakaian yang yang di pakainya cukup mewah, dengan jubah hitam tebal.
Melihat wajah-wajah sadis, dan kasar itu, menaikkan semangat Zhuang An, untuk menghancurkan mereka.
"Siapa kau?" Teriak laki-laki dengan wajah garang, yang berdiri di samping pria besar itu, membentak Zhuang An.
"Aku, dari keluarga Wen!" Jawab Zhuang An singkat.
Namun, jawaban itu sudah membuat raut mukai laki-laki tersebut berubah ekspresi.
Itu karena mereka lah yang menculik dua gadis Wen kemarin.
__ADS_1
"Apa, maumu?" Ucap pria besar, bertanya dengan kasar.
"Aku, akan menumpas kalian semua!" Zhuang An memberikan jawaban yang mengagetkan.
"Kau! Kau berani sekali!" Teriak laki-laki jahat itu.
"Kepung dia! Bunuh, jangan dikasih ampun!" Perintah pria besar, penuh emosi.
Zhuang An, tak ambil peduli, ketika telapak tangannya diangkat.
Muncul energi keemasan, energi itu membesar dan meluas kemudian melesat dengan cepat, menghantam dan menyapu semua orang yang ada di depan Zhuang An tanpa terkecuali.
Tanpa ampun lagi, mereka semua melayang menghantam tembok gedung, tewas tanpa dapat berkata apa-apa.
Melihat hal tersbut, Zhuang An menarik nafas panjang, kemudian segera masuk ke dalam gedung.
Zhuang An, segera menjelajahi dan memeriksa semua ruang dan sudut yang ada di gedung itu.
Dia tak lupa memasukkan kedalam cincinya, semua barang berharga seperti emas dan koin, yang bisa dibagikan pada yang membutuhkan.
Akan tetapi, ia menjadi terkejut ketika sampai tempat paling belakang, ia melihat ada 10 gadis, yang di kurung dalam satu ruangan besar.
"Hemmh! Kurang ajar betul mereka, selalu seperti ini" Zhuang An, bergumam marah melihat kenyataan itu.
Zhuang An, segera menghancurkan pintu ruangan tersebut, dan menyuruh keluar semua gadis.
Mereka segera, berduyun-duyun keluar dari ruangan tersebut, Zhuang An menyuruh mereka langsung ke halaman depan.
Mereka berjalan keluar dan menjadi ketakutan, ketika melihat jasad para bandit kota, yang berdarah-darah.
Setelah berada di halaman depan, Zhuang An memberi mereka koin perak dan koin emas, dari brangkas para bandit kota, anggap sebagai konpensasi.
Walaupun itu, belum tentu menyembuhkan trauma mereka dan juga kerugian keluarga mereka.
"Terima ini! Gunakan dengan baik!" Zhuang An, berkata sambil membagikan koin-koin itu.
Kali ini Zhuang An, membagikan setiap gadis, diberi 100 koin perak, dan 50 kain emas.
Jumlah itu, karena ada cukup banyak koin di brangkas gedung, milik para bandit kota tersebut.
Sebenarnya, banyak harta berharga yang di dapat di gedung itu, tetapi kalau diberikan gadis-gadis itu, khawatir menjadi masalah.
Misalnya, karena ada orang yang mengincar,, atau terjadi rebutan di antara mereka, ketika sudah tak ada Zhuang An yang mengawasi.
Kadang hal seperti itu, terjadi tanpa dapat diduga.
"Sekarang! Kalian bisa pulang, ke rumah kalian masing-masing. Atau kalau ada yang ingin belajar bela diri, akan saya antar ke Sekte Burung Merak Emas" Kata Zhuang An.
__ADS_1
Beberapa saat, mereka terdiam, ada rasa antara takut dan belum tahu apa yang akan mereka lakukan.
Tetapi, kemudian ada dua gadis maju kedepan.
"Tuan Muda! Kami berdua ingin, belajar bela diri" Dua gadis manis, mengutarakan niatnya.
"Och, iya! Masih punya keluarga?" Zhuang An menjawab dan juga bertanya.
"Masih!" Dua gadis menjawab bersama.
"Kalau masih punya keluarga, kalian bisa pamit dulu, ke keluarga kalian, setelah itu temui kami di Penginapan Besar Kota Harbin" Zhuang An memberi saran kepada kedua gadis cantik.
"Sekarang, kalian semua bisa pulang ke keluarga kalian, jika ingin masuk Sekte Burung Merak Emas, kalian bisa datang di Penginapan Besar Kota Harbin, kami masih 3 hari lagi, tinggal di sana" Zhuang An, memberi penjelasan yang cukup pada mereka.
Akhirnya, mereka berpisah. Zhuang An kembali ke penginapan, sedangkan 10 gadis itu, pulang ke rumah masing-masing.
Zhuang An, berjalan di koridor Penginapan Besar Kota Harbin, tiba-tiba muncul Liu Tiansi dari arah belakang nya dan memanggil dirinya.
"Tuan Muda Zhuang! Tunggu!" Liu Tiansi, memanggil Pemuda tampan itu.
"Ada apa? Nona!" Zhuang An berbalik dan bertanya.
Setelah Liu Tiansi sampai di depan Zhuang An, dia menjelaskan, jika bandit kota yang bermarkas di lokasi kedua, tidak ada yang mau menyerah dan terpaksa dia habisi semua.
Selain itu, ada banyak harta benda, juga koin yang berhasil dia bawa di dalam cincinnya.
Selanjut nya, ada beberapa hal, terkait minat beberapa gadis, yang ingin masuk Sekte Burung Merak Emas.
"Jadi, aku menyuruhnya pulang dulu, besok kesini?" Kata Liu Tiansi.
"Berapa gadis?" Zhuang An langsung bertanya cepat.
"12 gadis" Jawab Liu Tiansi singkat.
"Wau! Banyak?" Zhuang An menambahkan pertanyaan tidak penting.
"Ada masalah, dengan jumlah?" Tanya Liu Tiansi.
"Tidak ada! Sekedar kaget saja, jika banyak gadis yang berminat masuk ke Sekte Burung Merak Emas?" Zhuang An menjawab dengan ringan.
Ketika, mereka sibuk membahas para gadis yang akan masuk Sekte Burung Merak Emas, Liu Xie muncul mendadak melalui teleportasi nya.
.
.
.
__ADS_1