
Zhuang An hanya bisa tersenyum, melihat kebahagiaan Lima gadis cantik, murid-murid Sekte Burung Merak Emas.
Pendekar Muda itu, bisa memahami kebahagiaan mereka, karena mereka sudah lama ingin naik tingkat ranah pendekar nya, namun kesulitan karena beberapa sebab.
Hari ini kesempatan itu datang, bahkan, akan bisa naik tingkat dengan beberapa ranah di atasnya.
Selanjutnya, Zhuang An memasukkan potongan kecil kristal bening Harta Pusaka Air Mata Dewa, yang sudah di cairkan kedalam dua belas botol kristal.
Kedua belas botol itu, termasuk lima di antaranya yang sudah di berikan kepada Lima gadis cantik, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, sedangkan sisanya dimasukkan kedalam cincin samudra miliknya.
Setelah itu, Zhuang An juga memasukkan Potongan besar kristal putih Harta Pusaka Air Mata Dewa yang belum dicairkan dari kebekuannya, beserta wadahnya juga dimasukkan kedalam cinciannya.
Setelah selesai, Pemuda itu keluar diikuti, Lima gadi cantik, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, yang memiliki ekspresi kebahagiaan.
Karena ekspresi mereka sudah tampak puas, Zhuang An bermaksud memasuki ruang, Harta Pusaka Air Mata Darah Dewa sendirian, jadi dia berkata:
"Sudah semua! Apa yang kita harapkan telah berhasil didapatkan, aku akan memeriksa beberapa ruang yang membuatku tertarik. Kalian silahkan mencari atau memeriksa ruangan yang lain atau juga kembali ke ruang khusus herbal!" Zhuang An mempersilahkan Lima gadis cantik, murid-murid Sekte Burung Merak Emas untuk memisahkan diri dengan dirinya.
"Tidak bisa! Kau pasti mau mengambil Harta Pusaka Air Mata Darah Dewa kan?" Xue Yueyin langsung berkomentar keras, karena ingat masih ada Harta Pusaka Air Mata Darah Dewa yang belum diambil.
"Uch! Kirain kalian sudah lupa hahaa" Zhuang An tertawa terbahak-bahak melihat reaksi mereka berlima.
"Lagian, apa yang bisa kami lakukan? Semua ruangan itu disegel begitu kuat." Xue Yueyin menambahkan dengan wajah lesu.
"Yaa ya ya ya! Baiklah! Kalau begitu kalian ikuti saja aku" Zhuang An berkata dengan ekspresi tak berdaya.
"Setuju!" Xue Yueyin berteriak diikuti empat gadis cantik, murid-murid Sekte Burung Merak Emas.
"Wuahaahaa....! Giliran dapat usulan yang enak, langsung main setuju saja kalian ini!" Zhuang An tertawa lebih keras melihat reaksi mereka berlima.
Zhuang An akhirnya melangkah keluar, dari ruangan itu menuju ruangan yang berbeda, diikuti lima gadis cantik tersebut.
Setelah itu mereka berhenti pada ruang pusaka, seperti yang lainnya ruang tersebut dikunci dan disegel dengan kuat.
"Ruang apa ini?" Xue Yueyin berbisik pada Zhuang An.
__ADS_1
"Ruang ini seperti yang kita harapkan" Zhuang An memberikan jawaban yang misterius.
"Ini! Suka nya main rahasia-rahasiaan!" Xue Yueyin berucap agak keras.
Zhuang An hanya tersenyum melihat sepupunya itu.
Setelah membuka segel seperti yang sudah-sudah, Zhuang An dan Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, memasuki sebuah ruang, yang memancarkan Aura lebih mengerikan.
Bahkan! Di ruangan itu, Pemuda tampan tersebut, sampai membuka lima pintu lagi yang mengarah lebih dalam, dari ruang tersebut dan juga semua tersegel.
" Waduh! Banyak juga pintu dan segelnya" Zhuang An bergumam sendiri.
"Sabar! Orang sabar banyak rezekinya" Xue Yueyin menggoda Zhuang An sambil tertawa.
"Mudah-mudahan begitu!" Zhuang An menimpali sambil tersenyum.
Hingga akhirnya, setelah pintu batu terakhir, mereka berenam menemukan tiga kotak pusaka, yang dua berwarna emas dan satu berwarna merah darah.
Zhuang An segera saja membuka segel kotak pertama, dia cukup terkejut, ternyata di dalam kotak itu, adalah sebuah pedang berwarna putih yang mengeluarkan cahaya kebiruan, pedang berukuran satu meter, dengan gagang berbentuk kepala burung api.
"Kau yakin, pedang ini milik Dewi Li Chin?" Xue Yueyin bertanya pada Zhuang An.
"Yakin sekali! Aku sudah mendeteksi nya" Jawab Zhuang An tegas.
Zhuang An segera mengambil pedang pusaka tersebut dan memberikan nya kepada Xue Yueyin.
"Simpan pedang pusaka ini di cincin penyimpanan milikmu, nanti berikan pada Bibi Xue Yuelin!" Ucap Zhuang An seraya memberikan pedang pusaka tersebut kepada Xue Yueyin.
"Baiklah!" Xue Yueyin tidak banyak berkata-kata.
Zhuang An kemudian membuka kotak pusaka yang kedua, dengan tekhnik segel dewa yang dimilikinya, kotak warna emas tersebut lebih panjang dari yang lainnya.
"Kalian, agak menjauh sedikit" Ucap Zhuang An pada Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas.
Setelah sinar keemasan membungkus kotak tersebut, perlahan kotak itu terbuka dan menampakkan sebuah pusaka yang mengeluarkan aura angker.
__ADS_1
"Auranya mengerikan" Bisik Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas pelan.
Pusaka itu berbentuk tombak dengan panjang hampir dua meter, bentuk yang indah dengan ukiran naga di sepanjang gagangnya.
Zhuang An menyentuhnya dan seketika itu muncul review segala yang pernah terjadi pada pusaka tombak tersebut. Mulai siapa pemilik sebelumnya hingga gambaran penggunaan senjata Sakti tingkat Dewa tersebut.
"Tombak Pusaka Dewa Lu Nyu" Ucap Zhuang An agak keras.
Zhuang An mengangkat dan memutar senjata itu, hingga menimbulkan suara yang menderu, seketika membuat merinding Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas.
"Uhuk...uhuk" Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas batuk-batuk terkena efek Pusaka yang diputar dengan cepat oleh Zhuang An.
Zhuang An tidak meneruskannya, ia segera memasukkan pusaka tersebut kedalam cincin samudranya.
"Huuhff..! Tinggal terakhir" Zhuang An menarik nafas panjang.
Setelah membaca mantra dan membentuk segel di tangannya, Zhuang An mengeluarkan sinar putih dan juga kuning keemasan dari tangan dan matanya, kemudian sinar itu menyelimuti kotak pusaka kristal yang berwarna merah darah.
Tak terlalu lama perlahan kotak tersebut telah terbuka, Pendekar muda itu segera memeriksa Harta Pusaka Air Mata Darah Dewa yang mengeluarkan Aura kental dan kuat.
Setelah puas memeriksa dan meyakini Kwalitas harta pusaka tersebut, Zhuang An segera menutup kembali kotak kristal pusaka tersebut , dan memasukkan kedalam cincin samudranya.
"Jika kalian nanti membutuhkannya, tinggal bilang kepada ku akan pasti akan memberikannya, sesuai kebutuhan kalian!" Zhuang An menegaskan sesuatu pada Lima gadis cantik, murid-murid Sekte Burung Merak Emas.
"Apa kegunaan Harta Pusaka Air Mata Darah Dewa itu?" Xue Yueyin bertanya pada Zhuang An dengan wajah masih penasaran.
"Hampir sama, hanya ini lebih di atas tingkat kwalitas dan manfaatnya" Zhuang An menjelaskan Harta Pusaka Air Mata Darah Dewa, lebih bermanfaat untuk pendekar satria keatas dan juga penambahan tingkat tenaga dalamnya juga lebih tinggi.
"Jika seperti itu, suatu saat kami pasti membutuhkannya!" Xue Yueyin menegaskan kebutuhannya di masa depan, yang diikuti empat gadis cantik, murid-murid Sekte Burung Merak Emas lainnya.
"Jangan khawatir! Aku pasti akan membantu" Zhuang An menjawab dengan meyakinkan.
Setelah itu, Zhuang An diikuti Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, keluar dari bangunan dengan ratusan ruang tersebut setelah menutup kembali ruang-ruang yang telah dibukanya.
Bahkan! Zhuang An juga memasang kembali, segel untuk ruang yang masih menyimpan barang berharga, seperti ruang khusus herbal dan juga ruang yang pernah ditempati Dewi Li Chin dan Suaminya Dewa Lu Nyu.
__ADS_1