
" Cukup, hentikan langkahmu anak muda.!." Suara seorang pendekar dengan kekuatan tinggi menyentak Zhuang An.
Bocah itu menoleh kesampingnya, 10 langkah dari dirinya berdiri sekarang telah terdapat seorang pria sepuh yang masih gagah dengan jenggot putih sepanjang satu jengkal.
Zhuang An tertegun suara yang tenang namun mengandung energi tinggi dari pria ini membuatnya terkesima, baru kali ini dia berhadapan dengan musuh berkekuatan begitu tinggi.
Sebagai anak muda yang belum berpengalaman menghadapi pendekar setingkat satria gerbang 7 puncak, tak urung hati Zhuang An berdebar-debar. Ia merasa kesulitan mengukur kemampuan orang yang ada di hadapannya ini, mungkinkah dia pendekar satria gerbang 8.?.
Melihat dari jubah dan pakaiannya pria sepuh ini berbeda dengan anggota sekte burung hantu, mungkinkah dia orang dari luar sekte ? pikiran Zhuang An di penuhi banyak pertanyaan.
Di saat pikiran Zhuang An disibukkan dengan berbagai pertanyaan sebuah sinar merah menyambar tubuhnya, bocah itu tidak sempat menghindar dia dengan cepat menangkis dengan pedang yang berselimut angin topan.
" Zhuuut "
" Triiing....Zlegaar."
Benturan keras terjadi Zhuang An mundur dua langkah kebelakang, tangannya terasa kesemutan, pedangnya retak kecil di bagian tengah. Pemuda tanggung ini begitu kaget.
" Tangguh juga kau bocah..?, selama ini jarang ada yang mampu menahan api naga milikku." Pria berjanggut putih itu tersenyum penuh makna.
""Siapa kau sebenarnya..? mengapa ada di sini...?." Zhuang An bertanya dengan wajah penasaran.
" Hahhahaa....Penasaran juga kau bocah, ketahuilah aku Zhao Chong, Sang Api Naga." Pria berjanggut putih itu menyebut dirinya.
Zhuang An mencerna sebentar tetapi dia memang tak mengenalnya, jadi dia tidak peduli.
" Baiklah, jika begitu ijinkan aku untuk menguji kemampuanku." Zhuang An memutar pedangnya puluhan tombak angin tercipta dengan energi murni dia menyerang kuat kearah Zhao Chong. Pria sepuh itu menangkis dengan jurus Tameng Sisik Naga.
" Whuuut...Jlaks...Jlaks...Jlaks."
__ADS_1
Benturan terjadi, dari serangan itu reaksi Zhao Chong menjadi berbeda wajahnya nampak penasaran, dia hampir tidak percaya bagaimana bisa anak semuda ini memiliki energi murni begitu tinggi.
Sedangkan Zhuang An hatinya menjadi berdebar-debar tehnik tombak angin adalah tehnik tertinggi dari tehnik pisau angin dan juga tehnik pedang angin.
Namun pria sepuh di depannya mampu menangkis dengan mudahnya, padahal ia sudah mengerahkan energi murni tingkat tinggi.
Perlahan bocah itu mulai hati-hati, ia yakin pria ini menyembunyikan kemampuannya. Awalnya Zhuang An ingin segera membereskan lawannya dengan cepat, tetapi ternyata dia menghadapi musuh yang tangguh.
Sementara Yang Chen dan Yuan Lian terus bergerak berdampingan mengurangi jumlah musuh dengan kecepatan kedua pedang mereka, hingga tiba-tiba sesuatu yang berbahaya meluncur dengan deras kearah punggung Yuan Lian, gadis cantik tersebut menjadi gugup melihat serangan mendadak dengan kecepatan begitu tinggi, ia tak sempat berbalik untuk menangkis atau menghindari.
" Whuuut......."
Melihat ada sesuatu yang berbahaya mengancam nyawa calon istrinya membuat Yang Chen tersentak. Secara spontan ia menggerakkan pedangnya menangkis benda tajam tersebut dan...
" TRIIING.....".
Suara dentingan senjata beradu berdengung panjang di telinga.
" Lian er, kau tidak apa-apa?." Yang Chen memegang kedua pundak Yuan Lian kemudian memeluknya dengan erat, entah mengapa ada perasaan khawatir dan takut kehilangan wanita yang baru dicintainya ini.
" Ach...tidak apa-apa, aku cuma kaget." Yuan Lian menjawab dengan mengatur nafasnya, perasaannya menjadi tidak menentu antara perasaan ngeri karena dirinya hampir tidak selamat, tetapi di sisi lain dia sangat bahagia karena Yang Chen ternyata begitu perhatian dan menyayanginya.
Pendekar tampan itu menoleh kearah orang yang melempar tombak tersebut, seorang pria gagah seperti dirinya tetapi dengan wajah brewok tersenyum sinis kearahnya.
" Boleh juga kemampuanmu anak muda." Pria itu menyeringai menyerang Yang Chen dengan tombak lain.
" Lian er, menjauhlah sedikit, orang ini sangat berbahaya." bisik Yang Chen.
" Emmm...." Yuan Lian mengangguk singkat.
__ADS_1
Pemuda tampan yang sudah siap dari tadi itu menyambut dengan pedangnya benturan dan benturan terjadi dan pertarungan terus berlangsung sampai beberapa jurus.
Saat ini Yang Chen bukanlah pendekar satria gerbang 3 seperti 4 tahun yang lalu.
Namun, sejauh ini Yang Chen belum bisa melukai pria brewok berangasan tersebut, tehnik dan tenaga dalam keduanya tampak seimbang ya keduanya ternyata sama-sama pada tingkatan Pendekar Satria Puncak Tujuh.
Yang Chen sedikit heran sekte burung hantu memiliki pendekar setinggi ini, ataukah mungkin dia pendekar yang dibayar untuk menghadapi serangan ini.
Arus pertempuran mulai berjalan seimbang walaupun jumlah sekte burung hantu jauh lebih banyak tetapi perlahan anggota mereka terus berkurang bahkan sekarang menjadi lebih sedikit dari jumlah lawannya.
Zhuang Shing saat ini sedang berhadapan dengan seorang pendekar satria gerbang delapan. Seorang pendekar sepuh dengan rambut dan janggut panjang memutih lebih tepatnya bisa di bilang Pini Sepuh dari aliran netral.
" Sesepuh mengapa kita harus bermusuhan di sini, selama ini engkau tak pernah berbuat keonaran atau kejahatan, tetapi mengapa sekarang membela sekte yang membuat kerusakan." Zhuang Shing membuka pembicaraan.
" Hahhahaa....Zhuang Shing pertanyaan itu harusnya aku yang mengucapkan, mengapa kau menyerang dan membunuh di sebuah sekte, alasan apa yang menyebabkan kamu melakukan ini?." Sesepuh itu balik bertanya.
" Sudah aku katakan. mereka membuat kerusakan, melakukan kejahatan, membekingi perampokan dan semacamnya." Zhuang Shing mencoba untuk bersabar dan mejelaskan.
" Zhuang Shing, sebuah sekte dikatakan aliran putih, netral dan hitam itu hanya pandangan orang semata, kalau kau tidak bisa membuktikan kejahatan mereka aku akan tetap menghalangimu." Sesepuh tersebut tidak mau kalah.
Dengan berbagai penjelasan Zhuang Shing berusaha membuat pini sepuh itu mau memahaminya tapi semua sia-sia, ahirnya pertarungan pun tidak dapat dihindari.
Pini Sepuh itu yang dikenal sebagai pendekar Naga Angkasa dan memiliki nama Zhao Han kakak kandung Zhao Chong.
Sebagai Pini Sepuh aliran netral tentu memiliki kemampuan yang luar biasa, dan tidak mudah untuk dikalahkan oleh Zhuag Shing sekalipun.
Dengan ringan Zhuang Shing bergerak menahan serangan Zhao Han, serangan yang memuat tenaga dalam tinggi menimbulkan suara yang memekakkan telinga, membuat anggota sekte burung hantu dan tebing tinggi menjauhi tempat itu.
Tendangan dan pukulan Zhao Han sangat cepat dan bertenaga, tetapi Zhuang Shing selalu menahan dan menghindari dengan tepat.
__ADS_1
" Och....nama besarmu ternyata bukanlah nama kosong, tak percuma kau menjadi ketua sekte pedang langit." Zhao Han sedikit memuji kemampuan Zhuang Shing.
" Senior, bukankah engkau sudah pensiun sejak lama dari dunia kependekaran, mengapa sekarang muncul aktif lagi, adakah alasan tertentu yang bisa dijelaskan ?." Zhuang Shing bertanya serius.