PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
87. Pesona


__ADS_3

Matriark cantik itu, menimang-nimang, kemudian membuka tutup Tonik Penghilang Bekas Luka, setelah merasakan baunya, ia juga mengoleskan pada kulitnya.


Ada rasa segar yang meresap pada kulitnya, Matriark Sekte Burung Merak Emas, begitu menikmati sensasi yang ia rasakan.


"Nyonya! Bisa pinjam Tonik Penyambung Tulang nya sebentar?" Liu Tiansi memecah fokus Xue Yuelin.


"Ach, ya! Ini" Matriark Sekte Burung Merak Emas itu memberikan Tonik Penyambung Tulang dan Tonik Penghilang bekas luka kepada Liu Tiansi.


Gadis cantik bermata biru itu, menimang-nimang dua benda di tangannya.


Kemudian memberi kan Tonik Penghilang Bekas Luka kepada Liu Xie. Sedangkan ia membuka Tonik Penyambung Tulang memeriksa dan menganalisa dengan cermat dan teliti.


"Ini! Tonik Penyambung Tulang yang berkwalitas bagus, bahan-bahan yang digunakan sangat berkwalitas" Liu Tiansi memberikan kesimpulan hasil analisis nya.


"Cici, benar! Tonik Penghilang Bekas Luka ini memang bagus, sepertinya Tuan Muda Zhuang ini orang yang kreatif" Liu Xie menambahkan komentar kakaknya.


"Ehemm..! Kalian membicarakan diriku?" Tiba-tiba Zhuang An muncul dengan senyum lembutnya.


Semua orang menoleh pada Pemuda yang berjalan dengan penuh wibawa itu.


"Tuan Muda Zhuang..! Anda mengagetkan kami" Liu Xie berujar renyah.


"Sudah saatnya sarapan, ayo semua ke ruang resto!" Zhuang An mengajak mereka untuk segera menikmati sarapan pagi.


Di ruang makan resto..


"Silahkan dinikmati, hidangan terbaik kami!" Seorang pelayan mempersilahkan, pada rombongan Zhuang An, setelah selesai menyuguhkan hidangan nya.


"Terimakasih, Nona!" Matriark Sekte Burung Merak Emas menjawab ramah.


Mereka terbagi menjadi tiga meja makan, Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas berada satu meja. Matriark Sekte Burung Merak Emas dan dua tetua satu meja.


Sedangkan Zhuang An bersama dua eksistensi cantik, yang penuh pesona itu.


Walaupun mereka beda meja makan, tetapi tetap berkumpul satu kelompok di sudut ruang resto tersebut.


Dengan begitu, menyebabkan banyak pasang mata, yang memperhatikan mereka, dengan pandangan ketertarikan yang begitu tinggi.


Bagaimana tidak, Sebelas orang tersebut memiliki paras yang sangat menarik, ditambah pakaian indah dan semua berwarna putih bersih.


Seolah bercahaya menerangi ruang resto itu.

__ADS_1


Zhuang An, tak mempedulikan pandangan orang-orang di tempat itu, dia lebih memilih menikmati gule dan sate panggang di depannya.


"Kau lihat apa?" Seorang pendekar menegur temannya.


"Kau lihat, gadis-gadis cantik di sana itu?" Yang di tegur justru bertanya pada temannya tersebut.


"Tentu saja, memang cuma kamu yang bisa lihat!?" Pendekar itu, menjawab dengan ketus.


"Kalau ada takdir, aku mau mendapatkan istri dari salah satu dari mereka" Ucap pendekar muda itu.


"Yang di meja sebelah mana?" Temannya bertanya.


"Yang mana saja sudah, pokok nya kalau ada yang mau, aku pasti dengan senang hati menerima" Pendekar itu tersenyum.


"Jangan kan kamu, aku juga mau!" Temannya menimpali.


"Ach! Ternyata kamu juga...hahaa..!" Pendekar itu tertawa.


Dari luar, tiba-tiba dua belas orang, berjalan masuk dengan sombongnya, seorang pemuda dengan pakaian yang terkesan mahal, memimpin di depan.


"Sepertinya, akan ada keributan" Pendekar yang mengobral tadi berkomentar.


"Benar! Ini akan menjadi kesempatan ku, untuk menjadi pahlawan bagi gadis-gadis cantik itu" Temanya menjawab dengan semangat.


Semua mata, memandang kearah rombongan Tuan Muda itu, ia langsung berjalan mengarah lurus, ke meja makan Xue Yueyin berada.


Pemuda itu menarik kursi, lalu di letakkan di sebelah Xue Yueyin, dan kemudian duduk dengan kaki kanan di atas dengkul kirinya.


Sementara sebelas orang lainnya, berdiri di belakang dan mengelilingi Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas.


"Hai cantik..! Siapa nama mu? Bolehkah Tuan Muda ini mengena mu?" Pemuda itu berkata, dengan senyum yang terkesan meremehkan.


Xue Yueyin, terasa membeku hati, ada perasaan jengkel menguasai dirinya, dia tak menjawab ucapan si pemuda.


"Jangan diam cantik! Lihatlah kepadaku!" Pemuda tersebut tampak mulai tidak sabar.


Melihat hal ini, Zhuang An mengirim bisikan suara pada sepupunya itu.


"Jangan khawatir! Aku bantu dengan energi murni ku" Zhuang An mengirim pesan pada Xue Yueyin.


Kemudian Zhuang An segera mengirim energi murni satu persen miliknya. Tak kurang dari dua belas ribu mega energi murni, masuk ke tubuh Xue Yueyin, itu energi yang luar biasa besar untuk tubuh gadis itu.

__ADS_1


Gadis cantik itu sedikit terkejut, karena tubuhnya terasa sejuk dan nyaman, disertai kekuatan yang melonjak di dalam tubuhnya.


Gejolak energi itu seperti badai yang ingin menerjang keluar.


Sementara, Pemuda yang ada di sampingnya sudah tak sabar karena merasa dicueki.


Sehingga dengan kasar, ia memegang dagu Xue Yueyin. Namun, sebelum tangan itu sampai, gadis cantik itu sudah menangkap tangan tersebut.


Dan dengan sedikit hentakan saja, pemuda itu terbang meluncur kearah pintu keluar.


"Bruuk" Suara bergedebuk terdengar di luar pintu resto besar itu.


Xue Yueyin yang merasakan gejolak energi di tubuhnya, segera melesat keluar, untuk menghindari amukan pengikut tuan muda songong tersebut.


Empat gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, terkejut dengan kemampuan Xue Yueyin, mereka sebelumnya, belum pernah melihat Xue Yueyin yang seperti ini.


Bahkan! Matriark dan dua Tetua Sekte Burung Merak Emas juga sangat kaget dengan yang mereka lihat, sehingga mereka segera bangkit mengikuti keluar.


Hanya Zhuang An dan Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie, yang tak terpengaruh dengan kejadian itu.


Mereka masih menikmati berbagai hidangan yang ada.


"Nona! Kita nikmati apa yang dihidangkan, biarkan saja mereka!" Zhuang An berkata ramah, namun acuh terhadap yang lain.


"Emmh..!" Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie, hanya menjawab singkat dan melanjutkan aktifitasnya.


Sementara, di luar resto Xue Yueyin, yang dikeroyok dua belas pendekar, terlihat bersemangat dengan sensasi kekuatan di tubuhnya.


Bahkan! Dia sudah menghantam pingsan, tiga pendekar dengan genggaman gagang pedangnya.


Dan tiga Pendekar lainnya kehilangan pedang karena terpotong, dibabat pedang Xue Yueyin.


"Ini! Terasa aneh, mengapa tiba-tiba yin'er, begitu hebat kemampuan nya" Matriark Sekte Burung Merak Emas bergumam pelan.


"Sepertinya, Siaocia menyembunyikan kemampuannya selama ini!" Dua Tetua Sekte Burung Merak Emas, memberikan komentarnya.


"Entahlah! Ini terlalu aneh, bahkan! jika ia menyembunyikan kekuatan nya selama ini, mengapa beberapa hari yang lalu, saat menghadapi Pendekar Aliran Hitam, ia tak bisa apa-apa" Wanita cantik tersebut, masih belum memahami putrinya.


Sementara, di depan mereka Xue Yueyin bergerak dengan sangat cepat, menghantam dan menghajar para pendekar itu tanpa ragu.


"Tuan Muda sombong! Mana kemampuan mu? Tunjukkan kepadaku, bahwa kau layak jadi pengikut ku!" Xue Yueyin memprovokasi.

__ADS_1


Sebenarnya, pemuda itu berada pada ranah Pendekar Satria gerbang pertama. Bahkan! Pemimpin dari pengawalnya, berada pada ranah Satria gerbang kedua.


__ADS_2