PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
21. Bulan Merah Darah


__ADS_3

Zhuang An berlomba Game Boneka Pedang melawan Han Mei, murid cewek berumur 11 tahun, hasilnya Zhuang An masih kalah Skor 8: 7.


Bocah itu tidak kecewa, karena memang perbedaan umur yang cukup jauh, sedang dia sendiri juga baru 2 minggu mempelajari jurus kedua Pedang Angin.


" Kau sangat berbakat, pada usiamu yang baru tujuh tahun ini sudah hampir menguasai jurus kedua Pedang Angin." Han Mei hampir tidak percaya dengan kemampuan bocah kecil itu.


" Liang gege, aku juga pingin mencoba melawan dia." Fang Dishi penasaran.


" Jangan sekarang besok saja, An' er sudah terlalu banyak berlatih hari ini, aku hawatir dia jatuh sakit kalau dipaksa." Huang Liang memberi arahan.


" Emm...tapi bener besok ya..janji." Fang Dishi masih antusias.


" Baiklah aku janji...sekarang sudah sore, kalian istirahatlah, aku akan mengekstrak sumber daya bareng An er." Jawab Huang Liang.


Murid-murid Cewek itu pulang ke wismanya masing-masing dengan senang hati, walau kecapekan mereka tidak peduli.


Selama ini mereka hanya berlatih di lingkungan wisma 19. Jadi ini pengalaman yang berbeda bisa berinteraksi dengan murid wisma 20.


" An er, kau kecapekan ?." Huang Liang agak hawatir.


" Liang gege tenang saja, aku akan segera pulih. " Zhuang An menjawab dengan santai.


Zhuang An mengkonsumsi sumberdaya dan Huang Liang membantu menyerap nutrisi dengan tenaga dalam.


Setelah beberapa saat kemudian Zhuang An selesai menyerap dua sumberdaya yang cukup berkwalitas.


Malam itu Zhuang An dan Huang Liang menghabiskan waktu untuk berolah tenaga dalam hingga pagi.


Semakin lama Zhuang An merasa tenaga dalamnya meningkat begitu pesat dan lebih cepat pencapaiannya dari hari-hari sebelumnya.


Di sisi lain Huang Liang semakin intens menemani latihannya siang dan malam, sehingga persaudaraan di antara keduanya semakin erat.


Pada suatu malam, ketika dirinya sedang bermeditasi di kamarnya, Zhuang An didatangi Zhuang Kun Kakek leluhurnya dan memberi beberapa petunjuk.


Dalam petunjuknya dikatakan bahwa dalam 3 tahun kedepan akan ada fenomena alam yang terjadi hanya 100 tahun sekali.

__ADS_1


Yaitu Gerhana Bulan Merah Darah, pada saat itulah Zhuang An akan dapat memasuki Dimensi Alam Energi.


Gerhana bulan memang terjadi tiap tahun, tetapi tidak dengan Gerhana Bulan Merah Darah, karena Gerhana yang ini terjadi hanya 100 tahun sekali.


...Di saat itulah terdapat hal-hal gaib yang terjadi, salah satunya terbukanya pintu Gerbang Alam Dimensi Energi....


Zhuang An mencatat peristiwa akan terjadi pada tanggal 28 bulan Caitra 111 tahun Saka.


Jadi, Zhuang Kun menyarankan pada Zhuang An untuk berlatih lebih giat lagi, agar pada saat itu terjadi, dia sudah lebih kuat dan siap demi menjalani takdirnya.


Selain memberikan petunjuk, Zhuang Kun juga memberikan sebuah batu pusaka yaitu Batu Bintang Energi agar bocah itu segera bisa melindungi diri dari berbagai ancaman yang tak terduga.


Pagi harinya Zhuang An menceritakan semua itu pada Huang Liang.


Kakak seperguruannya itu menyarankan agar semua hal yang baru diceritakannya untuk dirahasiakan, karena perkara penting sebesar ini bisa mendatangkan bahaya termasuk juga Batu Bintang Energi pasti banyak yang tergoda untuk mendapatkannya.


Huang Liang ingin membantu Zhuang An menyerap energi batu bintang, akan tetapi itu di luar kemampuannya.


Jadi dia menyarankan agar Zhuang An sebaiknya segera menemui Ketua Sekte Zhuang Shing untuk membantunya menyerap energi batu terdebut, atau menunggu kepulangan Gurunya Yang Chen.


Zhuang An lebih memilih saran yang kedua agar bisa mendengar Gurunya menjelaskan semua hal yang berhubungan dengan hal tersebut.


Satu bulan telah berlalu sejak Anak-anak wisma 19 ikut berlatih bersama Zhuang An.


" Liang gege, An er.. ayo berlatih, kami sudah siap..." Suasana masih begitu gelap, anak-anak wisma 19 sudah siap menunggu instruksi.


Rasa tersaingi terhadap prestasi Zhuang An dirasakan gadis-gadis kecil itu cukup tinggi, sehingga mereka bertambah semangat dalam berlatih.


Untungnya sejauh ini persaingan tersebut bersifat positif, sehingga Huang Liang tidak mempermasalahkannya.


Pemuda itu memiliki pemikiran yang cukup dewasa untuk bisa membimbing dan mengarahkan mereka baik dalam hal tehnik maupun nalar.


Perlahan waktu berjalan terasa begitu cepat, latihan yang mereka lakukan sudah hampir dua bulan, sementara para Guru dan Tetua menjalankan misi juga sudah dua bulan lebih satu minggu.


Diperkirakan 3 minggu lagi mereka sudah datang, sebenarnya Zhuang An sudah sangat kangen pada Gurunya tetapi entah apa yang terjadi kog begitu lama para Tetua menjalankan misi.

__ADS_1


Malam itu Huang Liang mengajak Zhuang An untuk masuk ke ruang Perpustakaan Kitab Sekte. Para petugas malam itu banyak yang bertanya pada Huang Liang tentang Zhuang An karena penasaran.


" Liang ' er, apa dia adik seperguruanmu yang terkenal sebagai paruh burung bangau,?" petugas Perpustakaan Kitab bertanya.


" Eh...emm...iya...terkenal..paruh burung...?". Huang Liang terperanjat. Ia menjawab dengan pertanyaan.


" Iya hidungnya itu lancip, panjang kayak paruh burung bangau." Petugas itu mempertegas.


" Emm...iya..iya..." Huang Liang terkejut, dia tidak menyangka jika dalam satu tahun ini Zhuang An menarik perhatian banyak anggota Sekte.


Zhuang An terkesan cuek dan tidak peduli terhadap besarnya perhatian orang padanya.


Banyak yang menatap dan memperhatikan wajahnya secara terang-terangan, ada juga yang melirik atau memperhatikan dengan sembunyi-sembunyi.


Tetapi dia tidak terganggu dan terus memilah dan memilih kitab-kitab yang akan dipelajarinya sebagai pendukung Tehnik Pedang Angin.


Banyak Kitab yang menarik perhatiannya, ini menunjukkan bahwa ia menghargai dan mampu melihat kelebihan dari setiap ilmu yang tertulis dalam kitab-kitab tersebut.


Misalnya jurus pedang bayangan, walaupun jurus ini tidak mampu untuk mencipta badai, seperti Jurus Elemen Pedang Angin, tetapi jurus ini sangat cocok digunakan untuk serangan rahasia.


Apalagi jika penggunanya memiliki tenaga dalam yang tinggi, maka akan sangat sulit untuk dihadapi.


Zhuang An paham, keunggulan setiap kitab kependekaran adalah terletak pada tingkatan tingginya tehnik tenaga dalam.


Sehingga jika seseorang bisa menggabungkan Tehnik tenaga dalam tingkat tinggi dengan Tehnik kecepatan dan gerakan yang bagus, maka akan menjadi luar biasa.


Lebih-lebih jika tehnik tenaga dalam tingkat tinggi digabungkan dengan Tehnik pedang bayangan yang memiliki kecepatan, ketrampilan dan kemisteriusan tentu akan sangat mematikan.


Huang Liang masih memikirkan alasan mengapa orang-orang menyebut adiknya si paruh burung bangau.


Setelah dipikir-pikir alasan yang paling tepat adalah sebenarnya itu kata-kata pujian hanya saja dibuat samar dan terkesan lucu.


Terbukti cara orang-orang menatap dan melihat adiknya terkesan kagum juga suka.


" An er memang tampan, bahkan andaikan aku wanita pasti sudah jatuh cinta." Huang Liang tersenyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2