
"Cici..! Kau..kau masih hidup?" Zhuang An, menyambut Fang Dishi dengan perasaan senang.
"Aku pikir! Cici sudah tak tertolong lagi" Zhuang An, masih diliputi rasa haru.
Pemuda itu, segera membantu Fang Dishi meminum eliksir dan mendudukkan nya.
"Kau..Kau! Benar-benar An'er kan?" Ucap Fang Dishi.
"Ya, ya! Aku, An'er!" Jawab Zhuang An, dengan semangat.
"Syukurlah! Kau datang An'er. Bantu aku duduk dengan benar!" Ucap Fang Dishi, ada kebahagian muncul tersirat di wajahnya.
"Kamu, harus segera membantu Xiang'er!" Fang Dishi, berkata dengan serius.
"Nona, Fang?" Zhuang An, berucap pendek.
" Iya! Cepatlah! Kejar kearah kota ZhengZhou, melewati kota kecil Madian!" Fang Dishi, berbicara masih dengan wajah panik nya.
"Bagaimana dengan Cici?" Zhuang An bertanya lagi.
"Jangan Khawatirkan aku! Cepat selamatkan Xiang'er!" Teriak Fang Dishi.
"Baiklah!" Setelah berkata seperti itu, Zhuang An segera menggunakan tekhnik bayangan.
Muncul satu bayangan, yang keluar dari tubuh aslinya.
"Cici! Aku, akan pergi! Bayangan ku akan menjaga mu!" Ucap Zhuang An, seraya melesat terbang di udara.
Zhuang An terus terbang mengarah Kota ZhengZhou, melewati kota kecil Madian.
*
*
*
*
Sementara, Fang Xiang diikuti empat pendekar pengawalnya.
Terus melesat, walaupun pikiran nya tidak bisa tenang karena memikirkan Cicinya, Fang Dishi.
Tetapi, ia berusaha meyakinkan dirinya jika Cicinya, Fang Dishi pasti selamat.
"Nona! Di depan sana, sepertinya ada kota kecil" Qiao Jin, memberitahu Fang Xiang.
"Iya! Sebaiknya kita percepat gerak kita!" Wu Ming, menimpali.
Fang Xiang, masih diam sibuk dengan pikiran nya sendiri.
Dan tiba-tiba mereka di kejut kan dengan desingan suara jarum beracun yang melesat begitu cepat.
'Siiing.....Siiing...Siiing!"
"Awas! Jarum beracun" Teriak Wu Ming.
Fang Xiang, bergerak cepat menghindar, begitu juga dengan Qiao Jin dan Wu Ming.
Serangan itu tak menghentikan langkah mereka, Wu Ming tidak ingin mereka berhenti bergerak. Ke lima orang tersebut melesat cepat hendak menuju kota.
"Jangan berhenti! Terus bergerak sampai kota!" Ucap Wu Ming, memberi instruksi.
Karena jika di tempat ramai mereka berharap, para pendekar jahat itu tidak akan sembarangan melakukan trik jahatnya.
Namun, sebelum mencapai gerbang kota mereka tiba-tiba dihadang pendekar yang sangat kuat, berdiri di depan mereka.
__ADS_1
"Hati-hati! Aura orang itu begitu kuat" Wu Ming, memberi peringatan adik-adik yuniornya.
"Ming gege! Kita keroyok saja dia sebelum yang lain datang" Qiao Jin, berisik pelan.
"Baik!Tapi hati-hati!" Wu Ming, memberi kode.
Namun, sebelum ke empat pendekar pengawal bergerak, desingan jarum kembali terdengar.
"Siiing...Siiing...Siiing"
Mereka berlima berlompatan menghindari puluhan bahkan ratusan jarum yang mengincar mereka.
Semakin lama, semakin banyak jarum beracun menyerang mereka.
Bahkan! Tiba-tiba serangan jarum beracun tidak datang dari depan saja, tetapi dari dua arah lainnya, arah kiri dan arah kanan.
"Lindungi Nona!" Teriak, Wu Ming.
Mereka ber empat Wu Ming, Qiao Jin, Zhao Sheng dan Zhu Fai segera bergerak cepat mengelilingi Fang Xiang.
Namun, puluhan bahkan! Ratusan jarum beracun, terus berdesing dari tiga arah tanpa berhenti.
Dan akhirnya, mereka betul-betul dibuat kualahan, musuh yang jumlahnya banyak lebih dari belasan.
Bahkan! Puluhan pendekar tingkat lebih tinggi dari mereka, mengeroyok dengan senjata rahasia beracun.
"Aack...!" "Aack..!"
Teriakan Zhu Fai, disusul Zhao Sheng.
"Aack..!" Suara Qiao Jin., menghilangkan fokus Wu Ming.
"Aach.!" Akhirnya Wu Ming pun roboh oleh puluhan jarum beracun.
Dengan tekhnik pedang nya, Perisai Bunga Matahari, gadis super cantik itu, mampu menghalau semua serangan jarum beracun tersebut.
Pimpinan mereka menjadi emosi, Pendekar Satria aliran hitam itu menyeringai kemudian menyerang dengan energi berubahan.
"Hiaat"
"Wuuss"
"Duuaar"
Fang Xiang, menangkis dengan tekhnik yang sama Perisai Bunga Matahari.
Namun, kekuatan yang berbeda membuat gadis itu batuk darah.
Walaupun, Fang Xiang tidak terpental tetapi itu membuat dia terluka dalam.
"Uhuk...uhuk" suara Fang Xiang terdengar parau.
Dan di saat gadis cantik itu terbatuk, Pendekar Satria aliran hitam menyerang dengan puluhan jarum beracun.
Gadis itu masih mampu menangkis beberapa di antaranya, akan tetapi selebihnya menancap di bahu dan punggungnya.
Dalam kondisi seperti itu, Pendekar Satria aliran hitam menyerang dengan tekhnik Segel Pengoyak Jiwa.
Tanpa dapat dihindari, segel pengoyak jiwa menghantam punggung Putri Kaisar Tang tersebut.
Gadis tersebut sedikit berputar dan menggerakkan tangan nya, menghantam dada Pendekar Satria aliran hitam.
"Deess"
Pendekar satria aliran hitam itu, terkena pukulan keras sampai mundur lima tombak jauhnya.
__ADS_1
Namun, dia tidak terluka karena memiliki tenaga dalam yang tinggi.
Fang Xiang tubuhnya mengigil, racun dan segel pengoyak jiwa telah bereaksi.
Bibir gadis itu bergetar membiru, pandangan mata mulai kabur.
Ia menancapkan pedang nya di tanah untuk menopang diri nya, agar bisa tetap berdiri.
Sementara, Wu Ming, Qiao Jin, Zhao Sheng dan Zhu Fai.
Mereka sudah tak sadarkan diri tergeletak mengelilingi dirinya, akibat puluhan jarum beracun yang menancap di tubuh.
Lima pendekar aliran hitam, menghunus pedangnya dan menyerang Fang Xiang.
Namun, tiba-tiba dari langit muncul satu sosok berpakaian putih bersih, melayang terbang kearah mereka.
"Berani mencelakainya! Aku habisi kalian!" Bentakan keras sosok berpakaian putih, mengagetkan mereka hingga kaki mereka bergetar goyah.
Pemuda itu, yang tak lain Zhuang An membuka tangan kanannya dan berteriak.
"Tapak Dewa Langit!'
" Wuuss"
" Blaaar"
( Dan selanjutnya, yang terjadi adalah seperti di cerita pada bab 1/ pertama.)
*
*
*
*
*Setelah menyelamatkan Fang Xiang, Zhuang An menghadiahi sebuah kitab....
Zhuang An tersenyum bahagia, melihat reaksi Fang Xiang begitu antusias menerima Kitab Sakti Dewi Bulan. (Mohon maaf! Di bab 1 salah tulis: Kitab Dewa Langit. Yang benar Kitab Sakti Dewi Bulan)
Bahkan! Fang Xiang, mencium dan memeluk Kitab Sakti Dewi Bulan. Karena saking bahagianya.
"Engkau! Dari mana mendapatkan nya?" Suara Fang Xiang terdengar berbeda saat berbicara dengan Zhuang An, ada aura kasih sayang, yang muncul dari suaranya.
"Itu....! Cerita yang cukup panjang dan menarik!" Zhuang An, menjawab dengan membayangkan Alam Dimensi Energi.
"Och ya! Aku boleh mendengar nya?" Jawab Fang Xiang, penuh antusias dan diiringi senyuman lembut nya.
"Jadi, aku mendapatkannya di alam dimensi energi. Ada satu tempat yang dulu itu, dibuat dan dibangun oleh Kaisar Langit. Tempat tersebut dinamai Alam Dimensi Energi" Zhuang An, mulai menjelaskan.
"Tempat itu, diperuntukkan bagi keturunan Kaisar Dewa Langit. Awal mulanya, cerita dari putra dewa langit dihukum turun ke bumi karena kecerobohan nya" Zhuang An melanjutkan.
Zhuang An menuturkan, ketika putra kaisar dewa langit menjalani hukuman di bumi, dia jatuh hati dengan seorang gadis yang berbeda pada umumnya.
Dan gadis itu, tentu tinggal di bumi. Dari perkawinan dua ras yang berbeda ini lah, lahir keturunan campuran, yang disebut Manusia Setengah Dewa.
Dan karena Kaisar Dewa Langit, tidak ingin keturunannya terabaikan, maka ia mewariskan satu tempat yang dibangun dan susun sedemikian rupa.
Dan leluhur ku yang ke tujuh Zhuang Kun adalah salah satu keturunan dari putra kaisar dewa langit itu.
Kitab Dewa langit untuk dipelajari pendekar laki-laki dan Kitab dewi bulan untuk pendekar wanita.
.
.
__ADS_1