Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 113 Obrolan ibu dan anak


__ADS_3

Mendengar cerita panjang dari ibunya, Kefa pun terlihat cukup sedih, Kefa tidak pernah menyangka ibunya itu memiliki banyak kenangan buruk.


Bagi seorang pria ibu merupakan sesosok wanita yang tidak akan pernah bisa di bandingkan dengan apapun, bagi anak pria ibu adalah malaikat mereka.


Jadi wajar saja bila Kefa sedih karena mendengar cerita kelam ibunya itu, Kefa sama sekali tidak bisa membayangkan bagaimana ibunya dulu bertahan di dalam sebuah keluarga yang mengerikan.


Rina tiba-tiba saja memeluk Kefa dengan erat, Kefa pun memeluk ibunya juga.


"Itu semua sudah berlalu, sekarang ibu sudah bahagia, apalagi ibu memiliki seorang putra seperti mu, ibu sangat bangga padamu nak, terima kasih karena sudah mendatangkan kebahagiaan kepada ibumu ini."


"Iya bu." Kefa tidak bisa mengatakan apapun lagi.


Kefa dan Rina pun memenangkan diri mereka.


"Mereka terlalu kejam ibu."


"Iya begitulah dunia yang sebenarnya Kefa, mereka akan melakukan apapun untuk menjadi sesuatu yang mereka inginkan."


"Iya ibu aku setuju dengan ibu, di dunia ini kita tidak boleh menjadi orang munafik."


"Ibu setuju dengan ungkapan mu itu."


"Kefa dunia yang akan kamu masuki adalah dunia yang sangat kejam Kefa, apa setelah mengetahui semua itu kamu tetap bersikeras dengan tujuan mu itu? Ibu akan mendukung apapun keputusan mu Kefa, hanya saja tolong berjanji pada ibu, jangan sampai kamu menyesali apa yang telah kamu pilih."


"Aku akan tetap memegang teguh tujuanku ibu."


"Begitukah jadi itu pilihan mu yah, ibu sangat senang dengan pilihan mu." Ucap Rina sambil tersenyum.


"Terima kasih ibu, tapi ayah apa dia tidak masalah dengan ini?"


"Hhhahaha dia tidak perlu di dengar, kamu lakukan apapun yang kamu suka, urusan ayah biar ibu yang menangani nya, kamu percaya pada ibukan?"


"Iya ibu aku percaya pada ibu."


"Bagus, ibu akan selalu mendukungmu selagi jalan mu itu, masih di jalan yang benar, tapi kalau sudah tidak benar, ibumulah yang akan menantangmu di barisan paling depan."


"Iya ibu."


Ibunya Kefa Rina dia memang memiliki sifat anak-anak sangat manja dan masih banyak lagi, tapi ketika dia serius dia akan berubah menjadi seseorang yang sangat bijak seperti sekarang.


Kefa sangat menyayangi ibunya tersebut, bahkan setelah mendengar semua cerita itu, rasanya Kefa ingin membalas dendam kepada keluarga Tanaka.


Kefa akan menghancurkan keluarga Tanaka, ambisi Kefa sekarang justru semakin besar, dan tujuan Kefa justru semakin membesar.

__ADS_1


Kefa akan menghabisi orang yang telah menyakiti hati ibunya itu.


Kefa akan mengusut tuntas masalah kakek neneknya yang sudah meninggal itu, Kefa akan mencari tau siapa yang telah membunuh mereka.


Kefa pasti akan membalaskan dendam, Kefa juga akan membalas dendam pada keluarga yang telah menyakiti ibunya itu.


Kefa sangat kesal dan marah, tapi di depan ibunya, Kefa tidak berani menunjukkan nya.


"Ibu kabar ayah bagaimana?"


"Hhahah tumben kamu bertanya tentang Edwart, apa kamu merindukan ayahmu itu?"


"Ya kalau boleh jujur aku merindukan nya ibu."


"Dia tidak baik-baik saja Kefa, setelah dia mengusir mu, banyak hal yang berubah."


"Tapi yah ibu rasa segini masih cukup baik, semuanya menurut ibu masih terkontrol."


"Syukurlah kalau begitu, lalu ibu bagaimana dengan musuh di sana?"


"Anak ibu memang sangat pintar, jika kau bertanya tentang hal itu, jawabannya tidak ada."


"Begitu yah jadi musuhnya sangat sulit untuk di kalahkan."


"Iya ibu aku mengerti tapi ibu dan ayah harus berhati-hati, apalagi aku tidak ada di sana."


"Hhahahahahah sekarang kamu masih remaja, jadi tidak kamu tidak perlu memikirkan hal itu, tenang saja ibu dan ayahmu ini bukan orang biasa."


"Iya ibu Kefa mengerti."


"Oh yah Kefa, ibu ingin mengetahui tujuan mu di Jepang apa saja, apa ibu boleh mengetahuinya?" Tanya Rina.


"Tentu saja ibu, aku juga akan berkonsultasi dengan ibu."


"Humu humu bagus." Rina sambil menganggukan kepalanya.


Kefa pun kemudian menjelaskan tujuan nya, yaitu dia ingin menguasai Jepang.


Ibunya Kefa Rina saat mendengar hal itu ia terkejut, namun akhirnya dia berekspresi seperti biasa lagi.


"Tujuanmu sangat besar nak."


"Hheeheh."

__ADS_1


"Tapi ibu yakin kamu pasti bisa melakukan nya, tapi selalu ingat saran dari ibumu ini nak, jangan terlalu terburu-buru, santai tapi pasti, maksud ibu lama juga tidak masalah yang terpenting tujuan mu tercapai."


"Iya ibu aku mengerti."


"Dan selalu ingat juga, ketika kamu marah emosi, jangan ambil keputusan, ketika kamu gagal tidak apa-apa kamu hanya perlu mencoba lagi, ketika kamu gelisah minta saran dari orang lain dan dengarkan, ketika kamu gembiara berbagilah dengan orang lain, ketika kamu sedih bersandanglah pada seseorang entah itu pasangan teman keluarga."


"Selalu ingat kamu tidak sendirian Kefa, tanpa kamu sadari sendiri banyak orang di dekat mu yang sangat peduli padamu dan sangat mencintaimu."


"Iya ibu Kefa mengerti terima kasih atas saran yang ibu berikan, Kefa pasti akan menerapkan nya kedalam kehidupan Kefa." Kefa sambil tersenyum.


"Bagus nak, anak ibu memang sangat cerdas." Rina yang memeluk Kefa kembali.


"Hhehehe."


"Ibu rencananya ibu tinggal di Jepang berapa lama?"


"Hanya dua hari saja sayang, ibu tidak bisa tinggal lama-lama di Jepang, ada beberapa alasan yang tidak bisa ibu katakan padamu."


"Iya ibu Kefa tidak masalah, jadi ibu besok akan kembali ke Indonesia lagi?"


"Iya malamnya ibu akan kembali."


"Begitu yah, kalau begitu besok aku akan absen dari sekolah, aku ingin menghabisi waktu bersama dengan ibu, hehehe aku sangat merindukan hari dimana, ibu dan aku menghabiskan waktu bersama."


Rina yang mendengar ucapan dari Kefa itu terdiam tidak berkata apapun, Rina terlihat sangat syok.


"Kenapa ibu?"


"Tidak ibu hanya syok saja, bagaimana bisa anak ibu yang sangat dingin mengatakan hal itu, ibu merasa tidak percaya jika kamu Kefa."


"Ibu apa ibu pikir aku ini apa."


"Manusia setengah es."


Kefa pun menatap datar ibunya.


"Hhahahah ibu bercanda, ibu hanya bercanda, ibu hanya terkejut saja, tiba-tiba kamu berkata seperti itu, tidak seperti Kefa biasanya."


Mereka pun kemudian mengobrol sebentar lagi, mereka bercanda tertawa dan merasa sangat senang.


Hubungan anak dan ibu mereka sangat baik.


Kefa sangat senang ketika ia melihat senyuman ibunya, sebisa mungkin Kefa ingin melindungi senyuman ibunya itu.

__ADS_1


Kefa di kehidupan lamanya yang sangat dingin dan tidak berperasaan, perlahan berubah tanpa Kefa sadari sendiri.


__ADS_2