
"Sayang aku pergi dulu sekarang, aku tidak bisa lagi menunda kepergian ku."
"Iya sayang aku mengerti, apa kamu yakin ingin pergi sendiri, tidak ingin aku antarkan sampai bandara."
"Tidak perlu sayang." Laura yang mencium kening Kefa.
"Kamu ingat yah selalu berhati-hati, jangan terlalu kegenitan sama wanita."
"Iya sayang iya, aku tidak pernah genit."
"Itu persaan mu saja."
"Iya Laura."
Laura pun menatap Kefa dengan tatapan tajam.
"Maksud ku Iya sayang."
"Mahluk satu ini memang sangat ribet." Batin Kefa.
Laura pun tersenyum. "Nah begitu baru benar heheh, kalau begitu aku pergi dulu, jaga baik-baik dirimu."
"Iya sayang kamu juga."
"Iya selama tinggal." Laura yang pergi tapi dia tertahan di pintu.
"Kenapa ada apa lagi?" Tanya Kefa.
"Apa kamu tidak ingin mencium ku?"
"Iya selamat tinggal berhati-hatilah." Kefa sambil mencium kening Laura.
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu." Laura yang pergi dengan semangat yang membara.
Setelah kepergian Laura, Kefa pun beristirahat di sofa dan menghela nafas.
Ia merasa tenang untuk sesaat karena tidak ada Laura lagi, namun hatinya juga menjadi hampa.
Kefa tiba-tiba mengingat dan mendengar suara Laura, biasanya di pagi hari Laura sudah berisik membangunkan dia menyuruh dia sarapan dan mandi.
Mereka selalu mengobrol di sofa itu, mengingat itu Kefa tersenyum.
Kefa terdiam sejenak baru saja Laura pergi beberapa saat, Kefa sudah seperti merasa kehilangan, di apartemen nya kini menjadi sepi.
Kefa sama sekali tidak bisa melarang Laura pergi, karena itu adalah perintah dari keluarganya langsung, jika Laura tidak menuruti perintah keluarga, Laura dan orang tuanya bisa saja di keluarkan dari keluarga besar.
Dan nantinya akan terjadi masalah yang sangat besar, Kefa sekarang belum memiliki kekuatan untuk melawan kelurga internasional Kefa dan Laura menyadari hal itu.
***
Laura sekarang berada di mobil milik keluarganya, ia di jemput oleh seseorang bawahan langsung dari keluarga besarnya.
"Bagaimana liburan mu nona selama setahun lebih ini?"
"Sangat menyenangkan."
"Baguslah jika nona menikmati liburannya, karena mulai dari sekarang nona mungkin akan tersiksa lagi."
"Itu tidak masalah, aku bisa menghadapinya, selama setahun lebih juga aku tidak bermalas-malasan dan aku juga di latih oleh seseorang."
"Apa dia adalah Kefa Deluxe kekasih nona?"
__ADS_1
"Iya benar."
"Hahhahaah jika dia adalah orang yang melatih nona, maka nona seharusnya sekarang menjadi seorang monster hahhaa."
"Apa kau tau tentang Kefa?"
"Tentu saja aku hampir mengetahui semuanya, dia sangat terkenal di kalangan atas, hampir semua orang mengetahui tentang dia, apalagi ayah dan ibunya adalah Edwart dan Rina."
"Aku penasaran memangnya sekuat apa ayah dan ibunya Kefa."
"Cukup kuat untuk menghancurkan 1 negara."
Mendengar itu Laura pun sangat terkejut, ia pun baru menyadari bahwa jika ayah dan ibunya Kefa itu benar-benar sangat kuat.
"Mereka berdua juga menjadi kandidat terkuat sebagai penerus keluarga Deluxe, tapi yah saudara yang lainnya tidak setuju akan hal itu, jadi kurang lebih sekarang keluarga Deluxe sedang berperang dingin antar saudara, sebenarnya hal itu sudah terjadi sejak lama, namun baru terlihat sangat jelas sekarang."
"Hmm begitu yah, keluarga Deluxe memang keluarga yang mengerikan."
"Tapi terdapat keluarga yang lebih mengerikan dari pada mereka."
"Iya aku mengetahui hal itu."
"Ngomong-ngomong kalian sudah sejauh mana nona." Bawahan Laura yang tersenyum pada Laura.
Laura dapat melihat bawahan nya tersenyum di kaca depan mobil yang ada di atas.
"HUH! Kau tidak perlu tau itu." Laura yang malu-malu menjawabnya.
"Hahahahah cinta remaja memang yang terbaik nona."
"Sudahlah jangan di bahas ayo kita cepat pergi."
Laura pun terdiam dan sekarang ia sedang melamun.
"Kefa apa dia sudah sarapan atau belum yah, aku tadi lupa menyiapkan sarapan, dia sekarang sedang apa yah..." Laura yang terus memikirkan keadaan Kefa.
Karena jika tidak ada Laura Kefa terlihat tidak terlalu peduli pada pola hidupnya dan Laura sangat khawatir akan hal itu.
Kepala Laura sekarang di penuhi dengan Kefa, mereka berdua baru saja berpisah, tapi mereka berdua sudah saling merindukan satu sama lain.
Laura juga terlihat sangat sedih karena harus berpisah dengan Kefa.
Mereka berdua berjanji satu sama lain, mereka pasti akan bertemu lagi, Laura juga akan berusaha dengan sangat baik agar perintah dari keluarganya itu cepat di selesaikan olehnya, agar dia dapat bertemu kembali dengan Kefa.
Sedangkan Kefa ia akan berusaha untuk menghancurkan keluarga Tanaka, di tangan keluarga Tanaka sampai kapanpun Jepang tidak akan menjadi negara maju.
Karena keluarga Tanaka mereka terlalu mementingkan diri sendiri.
Kefa dan yang lainnya juga sudah mengetahui keburukan keluarga Tanaka, ada beberapa dokumen yang membuktikan bahwa mereka adalah keluarga yang sangat kejam.
Bahkan pembunuhan pemimpin keluarga Kobayasi sebelum Satoshi juga sebenarnya adalah ulah dari keluarga Tanaka.
***
"Defa panggil Robert, Bima, Kenta, Egi, dan Oyama. Hari ini kita akan pergi ke kediaman Akazaya."
"Akazaya siapa itu tuan?"
"Pemimpin dari organisasi Yakuza."
Defa pun terdengar seperti terkejut.
__ADS_1
"Ada masalah apa tuan, kenapa kita akan pergi kesana?"
"Tidak ada masalah sebenarnya, hanya saja kemarin bawahan dari Akazaya, datang ke kantor ku, mereka membawa pesan dari Akazaya bahwa tuan nya itu mengundang ku ke kediaman nya."
"Begitu yah tuan, tapi orang sepenting dia mengundang kita, bukannya hal tersebut sangat aneh."
"Hmm entahlah aku juga tidak tau, yang terpenting kita datang saja."
"Baik tuan jika itu perintahmu, kalau begitu aku akan menghubungi yang lainnya."
"Ya aku tunggu kalian di apartemenku."
"Iya tuan baiklah."
Kefa pun menghela nafas, ia di sini berniat untuk menjadikan Yakuza sebagai mitra kerjama sama organisasi nya itu dalam menghancurkan keluarga Tanaka.
Karena setau Kefa keluarga Tanaka dan organisasi Yakuza tidak memiliki hubungan yang begitu baik.
Kefa harus memanfaatkan hal ini, karena jika ia bisa bekerja sama dengan organisasi Yakuza, maka Kefa dapat yakin bisa menghancurkan keluarga Tanaka.
***
Kefa, Defa, Robert, Kenta, Bima, Egi, Oyama. Mereka bertujuh sekarang sudah sampai di kediaman Akazaya.
Kediaman Akazaya sangat besar, kediaman Akazaya terlihat seperti sebuah mansion kuno Jepang.
Kediaman Akazaya juga terlihat sangat nyaman, lingkungan di sekitar sana masih sangat bagus, terdapat banyak tumbuhan yang banyak mengeluarkan oksigen.
Ketika mereka datang mereka langsung di sambut hangat oleh bawahan di sana.
Sekarang para bawahan yang ada di sana berbaris rapih membuat sebuah jalan untuk Kefa dan yang lainnya.
Bawahan di sana menggunakan seragam seperti taekwondo bedanya ada pada celana mereka yang berwarna hitam dan terdapat sabuk juga.
Dan di pinggang mereka terdapat katana, Yakuza memang terkenal dengan kehebatan nya dalam menggunakan katana.
Kefa dan yang lainnya melewati para pasukan Yakuza yang ada di sana dengan santai.
"Sepertinya mereka menyambut kita dengan ramah tuan." Ucap Defa.
"Ini bukan ramah lagi tapi meriah." Sahut Oyama.
"Organisasi Yakuza lebih besar dari pada organisasi kita, tapi mereka melakukan hal ini kepada kita semua, seharusnya kita bangga karena di sambut meriah seperti sekarang." Ucap Kenta.
"Tidak seharusnya mereka lah yang bangga karena dapat bertemu dengan Kefa." Ucap Bima.
"Yah aku rasa hal itu benar." Ucap Egi.
Kenta dan yang lain juga setuju akan hal itu.
Mereka semua tetap menjungjung tinggi Kefa pemimpin mereka itu.
"Kalian semua jangan berbuat masalah, aku ke sini ingin membahas rencana dengan Akazaya, aku ingin organisasi mereka membantu kita untuk menghancurkan keluarga Tanaka, bisa di bilang kita membutuhkan mereka untuk menghancurkan keluarga Tanaka."
"Siap tuan." Ucap mereka semua.
Mereka semua pun di bimbing oleh seseorang menuju tempat di mana jamuan itu berada.
Akhirnya mereka sampai di sebuah tempat yang sangat indah, seperti sebuah taman, dan terdapat sebuah bangunan yang cukup besar dan terbuka, dan di sana terdapat banyak makanan yang mejanya tidak menggunakan kursi, seperti mengambil tema tradisional.
Kefa dan mereka berenam di suruh duduk di sana dan menunggu kedatangan Akazaya.
__ADS_1