Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 22 Di fitnah


__ADS_3

Sebelum Kefa pergi ke ruang kepala sekolah, Kefa membawa handphone nya untuk berjaga-jaga, jika ada sesuatu yang terjadi, Kefa kemungkinan akan menghubungi Hyuro jika terjadi sesuatu yang sangat buruk.


Tapi sebelum menghubungi Hyuro, Kefa menghubungi seseorang terlebih dahulu, yang tidak lain adalah polisi.


Kefa mempunyai rencana yang sangat matang untuk menghadapi masalah kali ini, Kefa yakin masalah kali ini ada hubungan nya dengan Raka dan yang lainnya, yang telah mencari masalah dengan Kefa kemarin.


Kefa yakin kejadian kemarin pastinya di beritahukan oleh Raka dan yang lainnya pada orang tua mereka, dan sekarang orang tua mereka ingin menuntut Kefa.


Kefa pun tersenyum kemenangan karena dia sekarang sudah merencanakan semuanya.


Kefa pun sekarang berada di ruang kepala sekolah yang cukup besar, dan di sana terdapat banyak orang.


Kefa cukup terkejut, ruangan kepala sekolah yang begitu besar, di isi oleh banyak orang, di sana terdapat orang-orang yang di hajar oleh Kefa yang bertotalan 31 orang.


Dan di sana juga ada orang tua atau wali mereka, sekitar 31 orang lebih.


Ruangan tersebut pun di penuhi banyak orang, dan Kefa di sini sudah mengetahui bahwa mereka semua sepertinya melaporkan semua kejadian kemarin kepada orang tua mereka, dan orang tua mereka sekarang sedang menuntut Kefa.


Semua orang tua di sana pun terlihat sangat membenci Kefa, dan mereka menatap Kefa dengan tatapan yang mengerikan. Kefa membalas tatapan mereka dengan senyuman.


"Aku tidak menyangka preman sekolah selemah ini, kalah bertarung bilang mamah papah, seperti anak bayi saja." Sahut Kefa.


Di sini Kefa di marahi oleh banyak orang tua, tapi dia tidak mendengar ucapan mereka sama sekali.


Kepala sekolah yang pusing pun menyuruh para orang tua untuk diam, dan kepala sekolah ingin bertanya dulu kepada Kefa, mengenai apa yang terjadi sebenarnya, kepala sekolah tersebu terlihat sangat adil.


Dia tidak menghakimi Kefa langsung, tapi dia ingin bertanya terlebih dahulu tentang sudut pandang Kefa.


Para orang tua terlihat kesal dengan kepala sekolah itu, tapi kepala sekolah itu menatap mereka dengan sangat mengerikan, dan membuat mereka terdiam.


"Jadi Kefa apa yang sebenarnya terjadi."


"Simpel saja pak kepala sekolah, yang sebenarnya terjadi adalah aku di rundung oleh mereka semua."


"Kalian semua adalah orang dewasa yang punya otak bukan, jika tidak punya kalian bukan manusia tapi hewan." Kefa yang mengejek mereka semua.


Mereka semua pun marah dan berteriak kepada Kefa, namun kepala sekolah membela Kefa.


"DIAMLAH KALIAN SEMUA!!!!!!!!!!! Kefa silahkan lanjutkan."


"Yang melaporkan ku di sini ada 31 orang dalam waktu bersamaan, dan aku baru masuk sekolah kemarin."

__ADS_1


"Coba jika kalian punya otak punya pikiran, mana mungkin aku yang baru masuk menghajar mereka semua, secara membabi buta aku ini bukan orang gila yang keluar dari rumah sakit jiwa."


"Baru masuk sekolah menghajar orang yang tidak di kenal konyol, yang aku ingin katakan di sini aku adalah korban disini!!!!!!!!!!!!!!"


"31 orang mencoba merundungku, dan aku hanya melakukan pembelaan diri, dan sekarang aku bersalah karena hanya membela diri."


Para orang tua pun melakukan pembelaan diri pada anak mereka, mereka yakin jika anak mereka tidak bersalah, namun ada sebagian orang tua yang terdiam dan berpikir.


"Kalau begitu bagaimana jika kasus ini kita laporkan polisi, bagaimana apa kalian setuju?" Tanya Kefa sambil tersenyum kemenangan.


Mendengar perkataan Kefa membuat 31 anak yang telah melakukan kesalahan itu, mereka bergemetar ketakutan.


Mereka sangat takut karena mereka lah yang bersalah, keringat dingin keluar dari tubuh mereka semua, dan mereka tidak tau harus apa.


"BU-buat apa masalah ini di laporkan pada polisi" Ujar Raka.


"Tentu saja untuk menyelesaikan semua masalah ini, bukan nya kalian sendiri yang memulai masalah ini, kalian juga bukan yang harus menyelesaikan nya, jadi agar semua selesai, dan tau siapa yang bersalah, serahkan saja pada polisi, jadi bagaimana para orang tua yang sangat pintar, dan kepala sekolah, apa kalian setuju, jika kalian tidka setuju aku anggap tuntutan kalian berakhir dan aku tidak bersalah." Kefa sambil tersenyum.


Para orang tua mereka dan kepala sekolah pun setuju, dan hal itu membuat 31 orang anak yang bersalah itu ketakutan.


Dan mereka mencoba untuk menenangkan diri dan yakin pada diri mereka sendiri, bahwa mereka tidak bersalah, dan lagi pula Kefa tidak memiliki bukti.


Kepala sekolah yang melihat ketenangan Kefa, ia sangat kagum pada Kefa, dan kepala sekolah itu juga tau bahwa Kefa tidaklah bersalah.


Menurut logika dari mana pun semua yang di katakan Kefa adalah benar, dan yang bodoh adalah para orang tua yang ada disana, mereka terpancing amarah oleh anak berumur 13 tahun yaitu Kefa.


Selain sangat tenang Kefa sangat cerdas, kepala sekolah di buat merinding oleh kecerdasan Kefa dalam menyelesaikan masalah.


Kepala sekolah juga tau, bahwa pada akhirnya Kefa ingin menghukum 31 orang anak yang telah berani macam-macam pada Kefa.


"Oh yah sebentar lagi polisi akan datang aku sudah menghubungi nya, jadi tidak perlu menelopon lagi." Ujar Kefa.


Yang membuat orang tua, murid di sana, kepala sekolah di sana terkejut.


Mereka pun menyadari bahwa semua sudah di rencanakan oleh Kefa.


Tak lama para polisi pun sudah datang ke sekolah dan sebentar lagi mereka akan memasuki ruangan kepala sekolah.


"Tidak ada penarikan kata kembali oke."


"Jadi bersiaplah, semoga beruntung." Kefa yang tersenyum pada mereka semua.

__ADS_1


Polisi pun akhirnya datang, kedatangan polisi membuat semua orang di sana semakin tegang dan semakin ketakutan, sekarang yang ketakutan bukan anak mereka saja, tapi orang tua mereka juga.


Mereka sama sekali tidak menyangka akan hal ini, dan jika memang benar Kefa tidak bersalah, maka mereka telah melakukan kesalahan, mereka secara tidak sengaja menjerumuskan anak mereka sendiri ke penjara.


Mereka yang menyadari itu mulai ketakutan, di sini kepala sekolah lah yang menjadi penanggung jawab.


Kepala sekolah menjelaskan semuanya pada 6 polisi yang datang secara langsung, dan mereka cukup berpangkat tinggi.


Di sini Kefa memegang telponnya dan menelopon Hyuro.


"Kek apa kakek bisa bantu Kefa?"


"Ya tentu saja hahahahah, kau perlu bantuan apa?"


Kefa pun disini menjelaskan masalahnya kepada Hyuro, Hyuro pun terlihat sangat marah dan sangat kesal akan hal itu.


Semua orang pun sangat penasaran, siapa lagi yang di telfon oleh Kefa, apa yang dia rencanakan lagi.


Kefa di sini tau bahwa para polisi itu sepertinya akan bekerja sama dengan para orang tua yang ada di sana, bagaimana pun juga para orang tua di sana sangatlah terkenal.


Mereka adalah penjabat pengusaha terkenal dan ada juga yang merupakan polisi, dan kemungkinan pangkat dia lebih tinggi dari pada orang yang ada di sana.


Itu semua bisa terlihat dari wajah para orang tua yang tiba-tiba saja tidak khawatir setelah kedatangan para polisi itu.


Dari situlah Kefa mulai curiga, dan sekarang dia merubah rencana nya, menjadi rencana B, dia akan meminta bantuan pada Hyuro.


Kefa sudah merencanakan semuanya, dan dia juga sudah berpikiran jika hal buruk terjadi apa yang harus dia lakukan, dan terbitlah rencana B.


Dengan rencana B ini Kefa tidak perlu takut pada apapun lagi, dan mereka lah yang akan ketakutan, karena kemungkinan para orang tua yang ada di sana, akan di marahi oleh Hyuro.


Hyuro yang marah dia sampai membelah dua meja kayu dia, dia sangat marah karena Kefa orang yang di anggap sebagai cucu Hyuro sendiri.


Telah di fitnah secara keji. "Kefa tunggulah sebentar, aku akan segera kesana dengan cepat, aku akan datang kesana sendirian, aku akan mengurangi sedikit keributan."


"Ya kakek maaf karena menyusahkan kakek."


"Ini tidak masalah, yang lebih penting adalah kau telah di fitnah oleh para bajingan rendahan itu, tunggu kakek, jika mereka sampai macam-macam dengan mu, aku akan menghancurkan sekolah mu itu."


Hyuro pun mematikan hpnya, dan Kefa di sini tersenyum pada semua orang.


Entah kenapa tiap kali Kefa tersenyum mereka merasakan yang namanya ketakutan, mereka tidak tau alasan nya. Senyuman Kefa terlihat biasa saja, namun di balik senyuman itulah yang mereka takutkan

__ADS_1


__ADS_2