Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 144 Di mulainya perang besar


__ADS_3

2 bulan telah berlalu, sekarang organisasi Kefa, perusahaan yang didirikan oleh Kefa, semakin maju pesat dan semakin besar.


Mereka mendapatkan keuntungan yang berkali-kali lipat dari sebelumnya, saham perusahaan Kefa juga naik drastis, para investor pun mulai meraup keuntungan walaupun kecil.


Tapi hal ini sangat baik, karena belum masuk 1 tahun tapi perusahaan The Big Group sudah meraup keuntungan yang sangat besar.


Ya walaupun ulang tahun perusahaan Kefa hanya beberapa bulan lagi.


Dan sekarang Kefa, Laura, Oyama mereka sudah naek kelas menjadi kelas 11 D, sedangkan Isamu, Izanagi, Arata dan yang lainnya mereka sekarang sudah lulus sekolah.


Mereka tidak melanjutkan ke universitas, mereka melakukan cuti setahun, kepala mereka terlalu setres jika mereka langsung melanjutkan sekolah mereka.


Lagi pula kehidupan mereka sudah terjamin, mau mereka sekolah atau tidak pun mereka akan tetap mempunyai uang yang cukup banyak.


Mereka sama sekali tidak mengkhawatirkan masa depan mereka, karena mereka telah bergabung di organisasi Kefa.


Organisasi dan perusahaan Kefa sekarang mereka menjadi masalah sangat besar bagi keluarga Hamada.


Dearah-daerah yang dulunya di miliki oleh keluarga Hamada, kini berpindah menjadi daerah Kefa.


Daerah-daerah yang berpindah ke kubu Kefa ini mereka semua berhianat kepada keluarga Hamada.


Mereka berhianat ada alasannya juga pertama karena di kepemimpinan keluarga Hamada mereka mengalami kerugian yang sangat besar, tidak ada kemajuan sama sekali.


Dan mereka sangat iri dengan daerah yang di kuasai oleh Kefa, karena daerah yang di kuasai oleh Kefa terlihat lebih sejahtra dan aman.


Keluarga Hamada pun sangat kesal akan hal ini, Kefa dan para bocah itu semakin menjadi-jadi.


Keluarga Hamada pun sekarang sedang mengadakan sebuah rapat besar-besaran lagi yang akan membahas pergerakan mereka selanjutnya.


Mereka telah mengerahkan berbagai cara untuk menyingkirkan para bocah itu, namun sayangnya semua rencana mereka selalu di gagalkan.


Mereka semua sekarang mengalami yang namanya titik buntu.


"Tatsuo bagaimana ini."


"Tatsuo bagaimana ini."


"Tatsuo apa yang harus kita lakukan sekarang."


"Tatsuo keluarga besar seperti kita tidak boleh sampai di kalahkan oleh para bocah, atau nantinya keluarga kita akan tercoreng dan di singkirkan oleh para keluarga besar."


"Tatsuo........" Semua orang yang melakukan protes pada Tatsuo.


"SEMUANYA DIAM!!!!!!!!!!!!!!!" Teriak Tatsuo yang terlihat sangat kesal.

__ADS_1


Semua orang di sana pun ketakutan, dan mereka semua pun langsung terdiam.


"Kalian tau aku lebih pusing dari pada kalian, jadi tenanglah biarkan aku berpikir."


"Aku tau kalian khawatir, tapi kalian harus tau bahwa aku lebih khawatir dari pada kalian semua."


"Dari pada kalian ricuh bertanya hal tidak jelas, lebih baik kalian menyampaikan sebuah saran agar bisa membantu memecahkan masalah yang di sebabkan oleh para bocah biadab ini."


"Tatsuo aku rasa ini sudah waktunya, jika kita terus mengulur waktu, maka kekuatan keluarga kita akan melemah, aku sarankan agar lebih baik kita melakukan nya sekarang."


"Maksudmu melakukan perang dengan para bocah biadab itu?"


"Ya kau benar, tidak ada cara lain selain ini, kita harus melakukan perang dengan para bocah itu, para bocah itu sudah keterlaluan, jika mereka di biarkan terus mereka bisa bersikap semena-mena terhadap kita."


"Tatsuo aku setuju dengan usulannya, kita memang harus bergerak sekarang, karena jika kita tidak bergerak sekarang, kita akan kalah total, karena kekuatan keluarga kita mulai melemah."


Tatsuo pun terdiam dan memikirkan banyak hal kedepannya.


Tatsuo mengakui bahwa saran dari mereka semua memang benar, jika dia tidak bergerak sekarang maka kekuatan keluarga akan melemah, karena para bocah itu memainkan politiknya sangat pintar.


Tatsuo mau tidak mau ia harus mengakui akal dari para bocah itu lebih pintar dari pada akal darinya dan keluarganya.


Selain itu jika keluarga Hamada tidak bergerak dan tidak melakukan perang besar.


Maka bisa jadi keluarga Hamada akan tersingkirkan dari bagian penting keluarga besar.


Ia pun membuka mulutnya.


"Aku mempunyai satu ide lagi yang lebih menarik." Ucap Tatsuo sambil tersenyum iblis.


Mereka semua yang ada di sana pun keheranan kebingungan dengan raut wajah yang di tunjukkan oleh Tatsuo.


Mereka sangat penasaran dengan rencana yang akan di buat oleh Tatsuo.


***


Kefa, Laura bersama dengan 10 orang yang menempati kursi penting di organisasi, sekarang mereka semua sedang berkumpul di dalam ruangan yang sangat mewah.


Mereka ingin membahas apa yang akan terjadi selanjutnya.


Akhir-akhir ini mereka semua menyadari bahwa banyak daerah yang lepas dari genggaman keluarga Hamada, dan masuk kedalam genggaman mereka.


Dan akhir-akhir ini juga keluarga Hamada melakukan beberapa penyerangan kecil-kecilan namun berujung kegagalan.


Walaupun seperti itu ini tetap saja berbahaya, ini seperti sebuah tanda-tanda bahwa perang besar melawan keluarga Hamada akan segera terjadi.

__ADS_1


Oyama di sini menjelaskan pada mereka semua informasi tentang situasi sekarang yang telah di kumpulkan olehnya dari berbagai orang.


"Sepertinya keluarga Hamada sebentar lagi akan menyerang kita." Ucap Kefa yang mengejutkan semua orang namun mereka juga mengerti apa maksud Kefa.


"Jadi mau tidak mau kita memang harus melakukan perang besar melawan keluarga Hamada ya." Ucap Daisuke.


"Ya itu benar aku rasa kita semua harus mempersiapkan semunya, karena aku sangat yakin dalam waktu dekat ini keluarga Hamada pasti akan bertindak."


"Kita tidak tau kapan mereka akan menyerang, menyerang dimana tapi yang pasti kita semua harus berhati-hati, yang paling penting ada sebuah informasi dan komunikasi." Ucap Laura.


"Aku setuju dengan istriku." Ucap Kefa.


Semua orang juga setuju dengan usulan dari Laura.


"Kenapa kita tidak lebih dulu menyerang mereka." Ucap Kazuki.


"Hmm aku rasa lebih baik kita bertahan dari pada menyerang, jika menyerang kita akan mengalami kerugian yang sangat banyak."


"Tapi jika kita bertahan kita mempunyai keuntungan yang sangat banyak, kita tau seluk beluk dari wilayah kita, dan masih banyak keuntungan lainnya." Ucap Kefa.


Apa yang dikatakan Kefa memang masuk akal, apalagi di tambah kali ini mereka akan berperang yang mempertaruhkan nyawa.


Di tambah lagi juga para pasukan mereka kebanyakan masih muda, mereka belum mempunyai pengalaman di lapangan.


Jadi memang paling tepat jika mereka bertahan saja.


"Tapi aku rasa menyerang langsung juga bukanlah ide yang buruk." Ucap Kefa yang membuat mereka semua terkejut.


Kefa adalah orang yang benar-benar sangat nekad, keputusan dia itu seperti berada di ujung jurang, bisa saja selamat dan bisa saja mati.


Tapi walaupun seperti itu, keputusan dia memang selalu tepat, dan mereka semua selalu selamat dan selalu menang.


Mereka semua pun terus membahas apa yang harus mereka lakukan dalam perang besar kali ini.


Jika perang besar benar-benar terjadi yang mereka perlukan adalah persenjataan.


Dan mereka semua hampir tidak memiliki kenalan ataupun channel untuk membeli banyak persenjataan.


Kefa pun di sini tersenyum.


"Masalah itu serahkan saja padaku, masalah persenjataan dan yang lainnya kalian tidak perlu khawatir, semuanya akan tersedia dalam waktu beberapa hari saja."


"Yang jadi masalah sekarang kita harus menyerang atau bertahan, aku juga sebenarnya kebingungan."


"Aku rasa masalah ini memang tidak bisa di putuskan dalam waktu satu hari, selain itu kita juga harus melihat sisi lain nya, seperti pasukan kita siap atau tidaknya, apa mental mereka siap untuk melakukan perang besar yang mempertaruhkan nyawa." Ucap Laura yang di setujui semua orang di sana.

__ADS_1


Mereka semua pun pada akhirnya menemukan titik buntu, dan mereka sama sekali belum bisa memutuskan hal apapun, namun yang pasti mereka telah menyelesaikan masalah persediaan senjata.


__ADS_2