
"Halo tes tes tes.........."
"Bagaimana apa mereka berhasil?"
"Tidak sepertinya mereka bertiga juga telah mati oleh anak itu."
"HAH? APA? SIALAN!!!!!!!!!!!" Musuh yang kesal dan membantingkan barang di sana.
Semua musuh pun sakit kepala, mereka sekarang sedang berkumpul di satu tempat, mereka sama sekali tidak menyangka bahwa anak Sma itu bisa mengalahkan personil mereka.
Padahal personil mereka adalah orang-orang yang sangat terlatih, tapi bagaimana bisa di kalahkan oleh anak Sma.
Informasi yang mereka dapatkan sangatlah sedikit, namun menurut informasi orang bernama Kefa ini bukanlah orang biasa.
Mereka mengira bukan orang biasa yang di maksud hanya jago berkelahi saja, mereka tidak menyangka, Kefa ternyata dia juga jago dalam hal kemampuan menggunakan senjata pistol.
Selain itu dia juga jago dalam hal menyembunyikan hawa keberadaan nya, bukan itu saja Kefa juga sangat jago dalam hal memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya.
Kefa benar-benar sangat mengerikan, dan mereka bertujuh sekarang sedang pusing dan sedang memikirkan bagaimana caranya mereka membunuh orang yang sangat mengerikan itu.
Di tembak oleh banyak orang saja, Kefa masih bisa selamat. Dia benar-benar seperti bukan manusia saja.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa kita harus kabur kembali terlebih dahulu dan merencakan ulang semuanya?"
"Dasar bodoh jika kita kembali sekarang tanpa hasil bos pasti akan marah dan menghukum kita, dia pasti akan menghajar kita habis-habisan atau bisa jadi kita di bunuh, kau tau sendiri sifat bos bagaimana dia menolak adanya kegagalan."
"Iya benar tapi jika seperti ini juga kita akan mati."
"Woy jaga bicaramu, kita tidak akan mati lawan kita hanyalah 1 orang dan jumlah kita masih banyak, kita juga bukan orang biasa, apa kau bodoh kenapa kau ketakutan pada bocah itu, aku tau bocah itu bisa mengalahkan teman kita yang lain, tapi dia juga belum tentu bisa mengalahkan kita"
"Sekarang kita harus serius."
Mereka semua pun tiba-tiba saja menjadi termotivasi apa yang di katakan temannya itu ada benarnya juga, mereka semua pun mengambil senjata mereka, dan mereka sekarang akan mulai serius.
Mereka akan membunuh Kefa, mereka tidak akan lalai lagi seperti di awal.
Mereka di awal terlalu meremehkan Kefa, sekarang mereka mengerti kenapa mereka di kirim oleh bos mereka untuk membunuh bocah Sma bernama Kefa.
Baru saja keluar dari persembunyian mereka salah satu teman mereka yang berada di depan, tertembak oleh Kefa.
Kefa mengarahkan temabakan nya kearah kepala orang tersebut, adanya serangan mendadak membuat musuh panik, mereka mencari coveran.
Musuh yang panik kemudian mencari keberadaan Kefa dimana, mereka mendengar suara itu berasal, tapi mereka sama sekali tidak bisa melihat Kefa berada di mana.
__ADS_1
"SIALAN!!!!" Musuh yang sangat kesal.
Tiba-tiba saja 2 orang yang lainnya juga ikut tertembak mati, kali ini yang menembak mereka suara nya dari beda arah.
"Apa-apaan bocah itu pergerakan dia kenapa sangat cepat, perasaan tadi dia ada di sana kenapa dia sekarang jadi di dekat sini, gila!!!!!"
"Ini bukan saatnya takjub bodoh, kita harus fokus."
Mereka pun menganggukan kepala mereka, jumlah mereka lebih banyak tapi mereka sekarang sedang di kurung di satu tempat oleh Kefa.
"Tersisa 4 lagi yah, mereka benar-benar tidak ingin keluar dari coveran mereka, hadehh sepertinya aku harus maju biar semuanya cepat selesai."
Kefa pun menunjukkan dirinya.
"Dasar bodoh apa kau pikir kami juga tidak bisa menembak dengan tepat."
Para musuh pun sedikit keluar dari coveran nya.
Kefa pun berlari kearah samping menghindari serangan mereka.
Kefa pun kemudian berlari di tembok dan melompat, Kefa kemudian memutarkan badan nya dan menembak 4 orang itu dengan mudah.
4 orang itu pun mati di tempat.
Tiba-tiba saja handphone Kefa berdering. Kefa pun melihat hpnya.
"Haruki? Orang menyebalkan itu kenapa dia menelopon ku tumben sekali."
Kefa pun mengangkat telpon dari Haruki.
Kefa sambil menelopon sambil berlarian.
"Ada apa? Aku sedang terburu-buru sekarang kak Haruki."
"Sudah tenang adikku yang bodoh. Aku sudah menyelamatkan kekasihmu dan keluarga kekasihmu itu, hadehhh kau ini bodoh sekali, kenapa kau bisa lalai seperti ini."
"Untung saja aku selalu mengawasimu, dan untung saja aku tepat waktu, aku berhasil menyelamatkan kekasihmu itu berterima kasihlah padaku, coba kau pikir jika tidak ada aku, apa yang akan terjadi pada mereka."
Kefa pun menghentikan langkahnya, ia pun bernafas dengan lega sekarang.
"Terima kasih banyak kak Haruki." Ucap Kefa yang tulus yang membuat Haruki cukup tercengang.
Ia tidak menyangka bocah sombong itu bisa berterima kasih dengan tulus padanya.
__ADS_1
"Kak Haruki apa mereka semua baik-baik saja?"
"Tidak Tsukia dia terluka dan penyakitnya kambuh."
"APA!!! JADI KEADAAN DIA SEKARANG BAGAIMANA?"
"Tenanglah dulu Kefa jangan panik santai, aku sudah melakukan pertolongan pertama seharusnya mereka sekarang sudah berada di rumah sakit, dan aku yakin Tsukia sekarang baik-baik saja."
Kefa pun bernafas dengan lega, walaupun seperti itu sekarang dia benar-benar sangat kesal.
"Berikan informasi siapa yang telah menyerang."
"Apa yang ingin kau lakukan Kefa?" Tanya Haruki yang merubah raut wajahnya jadi khawatir.
"Aku ingin membunuh mereka semua."
Haruki yang mendengar jawaban Kefa tiba-tiba tersenyum dan kemudian tertawa dengan keras.
"Hahahhahaha."
"Kenapa kau tertawa."
"Tidak hanya saja aku masih tidak percaya anak Sma sepertimu bisa-bisa nya berbicara seperti itu, tapi yah kau memang keturunan keluarga Deluxe, aku tidak terkejut sama sekali."
"Tapi yah mentalmu itu benar-benar sangat kuat dan perlu aku akui, aku rasa Edwart dan Rina tidak sebaik dirimu, kau lebih hebat dari mereka."
"Ini bukan saatnya membahas hal itu, cepat berikan informasi tentang mereka, aku akan menyelesaikan nya sendiri."
"Apa kau yakin bisa melakukan nya? Dua orang ini bukanlah orang biasa Kefa."
"Kau pikir aku siapa, tenang saja tidak ada yang tidak bisa aku lakukan." Ucap Kefa yang terlihat angkuh yang membuat Haruki tertawa dengan keras lagi.
"Hhahahhaah........"
"Kau memang keren Kefa kau cocok menjadi adikku. Tapi sebelumnya Kefa aku ingin mengatakan sesuatu padamu, ini masalah serius Kefa."
"Apa?"
"Jika kau berhasil membunuh mereka, maka kau akan mencampuri urusan Jepang, dan ada kemungkinan kau akan di incar oleh para Mafia Jepang, dan mau tidak mau kau harus-"
"Aku mengerti kau tidka perlu memberitahuku, aku tau apa yang aku lakukan, memang tujuanku dari awal itu"
"Begitukah hahaha kalau begitu selamat datang di Jepang Kefa."
__ADS_1
"Ya" Kefa sambil tersenyum.