
Sekarang para keluarga besar di Jepang sedang berkumpul di sebuah hotel yang sangat mewah, hotel itu bernama Hotel Kagaya yang terletak di Tokyo.
Tokyo sekarang sedang berada dalam ketegangan karena orang-orang penting di Jepang sedang berkumpul di satu tempat.
Hampir semua orang penting di Tokyo mereka bersiap karena takut akan terjadi hal yang sangat buruk.
Masalahnya adalah keluarga besar di Jepang sangatlah sensitif mereka takut jika tiba-tiba terjadi sebuah perang besar di tempat itu.
Para pemimpin keluarga besar di Jepang sekarang sedang berkumpul di sebuah ruangan yang tentu saja ruangan tersebut sangat mewah dan sangat nyaman untuk di gunakan sebagai ruang diskusi.
Di ruangan itu terjadi sebuah ketegangan, mereka semua terdiam dan saling bertatap satu sama lain, mereka terlihat sangat santai namun mereka mengluarkan aura yang sangat mengerikan.
Ruangan itu benar-benar menjadi ruangan para iblis.
"Hey kakek Minoru kenapa kau mengumpulkan kami di satu tempat ada apa?" Tanya Satoshi.
"Satoshi jaga sikapmu itu, atau kami akan membunuh mu di sini." Ucap Norio.
"Kalian masih saja seperti biasa selalu sensitif, iya iya maafkan aku, aku hanya bercanda, santai saja kenapa jadi tegang seperti ini." Ucap Satoshi.
"Clarissa kau semakin tambah cantik saja."
"Satoshi apa mulutmu mau aku robek?" Tanya Clarissa dengan tatapan yang mengerikan.
"Wow seperti biasanya mulut mu selalu pedas hahaha."
Tiba-tiba saja Minoru menghentakkan tongkat miliknya ke tanah pelan.
Dan langsung saja Satoshi terdiam begitu pula dengan yang lainnya, mereka semua langsung terdiam tidak ada yang berbicara, mereka semua merinding ketakutan.
Alasan mereka ketakutan karena orang yang berada di hadapan mereka alias Minoru, adalah orang nomor satu yang paling kuat di Jepang.
Walaupun usia dia sudah cukup tua sekitar 75 tahun, tapi tetap saja Minoru adalah sesosok orang yang sangat mengerikan.
Dia adalah orang yang paling di takuti di seluruh Jepang.
Dia memiliki pengalaman yang sangat banyak, dia juga sudah menjadi seorang jenius sejak lahir, kekuatan dia sangat kuat, kemampuan dia juga sangat hebat.
Tidak ada orang yang pernah bisa mengalahkan dia di Jepang.
Meskipun dia sudah tua, tetap saja tidak ada orang yang dapat mengalahkannya.
Itulah alasan mengapa Minoru sangat di takuti dan di segani oleh banyak orang.
Dan itu juga merupakan alasan kenapa keluarga Tanaka bisa bertahan sampai sekarang, itu semua berkat kepemimpinan nya.
Minoru sendiri sudah memimpin keluarga Tanaka selama puluhan tahun.
Selama dia memimpin keluarga Tanaka, banyak pro dan kontra tentang Minoru, banyak orang yang tidak menyukai Minoru karena cara memimpin dia sangat kejam dan terlalu mengerikan untuk masyrakat yang ada di bawah.
Minoru seperti tidak peduli pada hal itu, bagi dia yang terpenting keluarga dia tidaklah hancur, uang terus mengalir, kekuasaan masih di pegang oleh keluarga Tanaka.
__ADS_1
Sisanya tentang hal yang lain Minoru tidak peduli, itulah sikap yang tidak di sukai oleh kebanyakan orang yang ada di Jepang.
Minoru terlalu kejam, dia dapat membantai apapun yang menghalangi jalan nya, dia tidak pernah pandang bulu pada siapapun yang tidak mendukung nya, jika ada orang yang ingin melawan nya, maka dia harus siap dengan konsekuensi yang ada.
Sifat ini hampir mirip dengan Satoshi namun sebenarnya terdapat perbedaan yaitu Minoru lebih kejam dari pada Satoshi.
Jika Satoshi masih memiliki respect terhadap seorang perempuan maka Minoru tidak siapapun itu, apapun gendernya sekalinya dia mencari masalah dengan Minoru yang akan datang hanyalah kematian.
"Aku mengumpulkan kalian kemari karena ada hal yang ingin aku bahas, aku harap kali ini kalian akan serius dalam pertemuan ini, jika kalian tidak ingin serius, silahkan keluar dari ruangan ini sekarang, atau kalian akan aku bunuh di sini." Minoru dengan tatapan yang sangat mengerikan dan mengeluarkan aura yang sangat kuat.
Satoshi, Ren, Norio, Clarissa. Mereka berempat sontak langsung ketakutan, badan mereka tidak berhenti bergemetar.
Mereka semua tidak bisa tenang, ini adalah pertama kalinya bagi mereka, melihat Minoru yang sangat serius seperti itu, biasanya Minoru adalah orang yang sangat santai, tapi kali ini dia sangat berbeda.
Satoshi di sini merasa bersalah dia tiba-tiba saja berdoa agar dia tidak di bunuh oleh Minoru.
Satoshi hatinya merasa sangat tidak tenang, ia sangat ketakutan sekarang, sama halnya dengan yang lainnya.
Bahkan sampai membuat mereka semua sekarang sesak nafas, saking mengerikan nya aura yang di keluarkan oleh Minoru.
Bagi mereka Minoru adalah sesosok orang yang memiliki kekuatan di luar nalar mereka.
"Kalau begitu baiklah aku akan langsung pada intinya saja."
"Kalian pasti sudah mendengar berita tentang orang yang bernama Kefa, organisasi The King, dan wilayah prefektur Nagano." Minoru dengan tatapan yang mengerikan.
"Kami semua sudah mengetahui hal itu Minoru, apa masalah itu sangat besar, sampai kau harus mengumpulkan kami di sini?" Tanya Norio.
"MAAFKAN SAYA TUAN MINORU MAAFKAN SAYA KARENA TELAH LANCANG." Norio yang langsung menunduk hormat sambil mengeluarkan banyak keringat dingin.
Norio tidak pernah menyangka jika suasana hati dari Minoru sedang tidak baik, Minoru sekarang sedang dalam mode sangat sensitif, alasan nya mereka semua tidak mengetahuinya, namun yang pasti ini sangat berbahaya bagi mereka, jika mereka tidak hati-hati dalam berbicara bisa saja nyawa mereka akan langsung hilang di tempat.
Mereka semua menelan ludah mereka sendiri karena di sana atmosfernya sangat mengerikan.
"Aku memaafkan mu, kau berperilaku baik Norio, bagus aku cukup menyukainya."
"Kalian tau aku tidak akan mengumpulkan kalian jika masalah ini tidak penting, yang itu artinya masalah ini sangatlah penting bagiku."
"Kalau saya boleh tau kenapa tuan Minoru?" Tanya Clarissa sambil ketakutan.
"Itu semua karena instingku mengatakan bahwa orang yang bernama Kefa ini jika terus di biarkan bersama dengan organisasinya mereka akan menjadi sangat berbahaya bagi kita semua, orang ini dan organisasinya bisa jadi sebesar Yakuza, dan tidak menutup kemungkinan jika Kefa dan organisasi mereka akan berhasil mengalahkan kita semua."
"Kalian adalah orang-orang baru kalian masih belum memiliki pengalaman yang cukup banyak, jadi kalian tidak akan mengerti hal ini."
"Aku mengerti." Satoshi dengan beraninya berbicara sambil tersenyum penuh maksud.
"Hohhoho apa yang kau mengerti Satoshi?" Minoru yang bertanya dengan tatapan yang mengerikan pada Satoshi, Satoshi seperti menggali kuburan nya sendiri.
Norio, Clarissa, Ren tidak mengerti sama sekali kenapa Satoshi berbicara.
Mereka menganggap bahwa Satoshi adalah orang yang sangat bodoh karena berani angkat bicara ketika Minoru dalam keadaan sensitif.
__ADS_1
"Aku hanya perlu menghancurkan organisasinya dan membunuh Kefa bukan?" Satoshi yang tersenyum penuh maksud.
Minoru terdiam sesaat membuat suasana semakin tegang, Satoshi ketakutan, ia takut jika dia salah berbicara dan di bunuh di tempat oleh Minoru.
Tapi jika sampai hal itu terjadi tentunya Satoshi akan melawan Minoru walaupun akhirnya Satoshi tidak tau apa dia bisa bertahan hidup atau tidak.
"Ya kau benar, lalu dengan mengatakan seperti itu kau ingin apa?" Tanya Minoru sambil menatap tajam Satoshi.
Satoshi menghela nafas lega karena ia masih di beri kesempatan untuk hidup.
"Pertanyaan itulah yang aku tunggu-tunggu, tentu saja aku ingin mengemban tugas ini."
"Hmm begitukah, jadi kau ingin menghancurkan organisasi Kefa, merebut kekuasaan mu kembali, dan membunuh Kefa."
"Iya benar tuan Minoru, bagaimana pun juga wilayahku adalah tanggung jawabku." Ucap Satoshi, Satoshi di sini sangat berharap jika Minoru menyetujui apa yang dia inginkan itu.
Karena bagaimana pun juga jika Minoru sampai tidak setuju, maka Satoshi akan mengalami kerugian yang sangat besar, Satoshi sangat takut jika wilayahnya itu di ambil alih oleh keluarga Tanaka ataupun keluarga lainnya.
Minoru pun terdiam untuk sesaat, ruangan tersebut tiba-tiba menjadi hening tidak terdapat suara apapun.
Satoshi dan yang lainnya sedang menunggu keputusan dari Minoru.
"Baiklah aku menyetujui permintaan mu itu, tapi apa jaminan mu apa, kau tau aku tidak suka dengan omong kosong."
"Tuan Minoru santai saja jaminan nya adalah nyawaku sendiri." Ucap Satoshi dengan kepercayaan dirinya.
"Hanya itu saja?"
"Apa itu kurang menjamin tuan Minoru?" Satoshi yang kebingungan.
"Tentu saja, karena jika kau gagal maka sudah bisa di pastikan Jepang akan hancur, dan sudah di pastikan di Jepang pasti akan terjadi kericuhan, karena jika kau sampai kalah aku akan turun tangan langsung, menghabisi Kefa dan organisasinya sampai ke akar-akarnya." Ucap Minoru dengan tatapan yang mengerikan.
Minoru seperti ketakutan pada Kefa. Norio, Clarissa, Ren. Mereka bertiga menyadari hal itu.
Mereka bertiga sangat penasaran kenapa orang yang paling mengerikan di Jepang yaitu Minoru sampai ketakutan dengan Kefa.
Minoru ketakutan pasti ada alasan nya tersendiri, tapi hal yang tak logisnya adalah kenapa dia ketakutan pada bocah yang masih berumur 17 tahun.
"Baiklah jaminan selain nyawaku adalah keluargaku sendiri, bagaimana kakek Minoru apa dengan semua hal itu kau masih tidak setuju."
"Tampaknya kau sangat serius dalam hal ini, dan sangat yakin baiklah aku menyetujuinya, aku menyerahkan semuanya padamu, tapi perlu kau ingat aku tidak menerima kegagalan, sekalinya gagal kau tidak memiliki tempat untuk kembali."
"Santai saja sebelum menang aku tidak akan kembali, aku tidak akan mengecewakan mu."
"Ya kuharap begitu." Minoru pun berdiri dan tanpa melihat kebelakang ia pergi dari ruangan itu menyisakan mereka berempat.
Mereka berempat sedikit bernfas lega dan kemudian tak lama mereka juga meninggalkan ruangan itu.
Mereka berempat sudah menyadari satu sama lain, bahwa keluarga besar di Jepang tidak bisa bersama lagi.
Keluarga besar Jepang sekarang sudah mulai retak semuanya sekarang sudah berjalan sendiri-sendiri tidak seperti dulu, itu di sebabkan oleh penggantian kepala keluarga dari masing-masing keluarga.
__ADS_1