Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 178 Pemakaman


__ADS_3

Kefa, Laura, dan seluruh anggota maupun para pemimpin dari Organisasi, perusahaan, milik Kefa.


Mereka semua sekarang sedang berada di pemakaman terbuka milik Kefa pemakaman itu memiliki nama, namanya adalah pemakaman The last. Pemakaman itu di khususkan untuk orang-orang yang telah gugur dalam membela organisasi maupun perusahaan.


Kefa baru saja membeli pemakaman itu, pemakaman itu masih sebuah lapangan belum di isi apapun, dan baru sekarang pemakaman itu di isi dengan makam.


Makamnya tidak lain adalah teman-teman Kefa yaitu Daichi, Iwao, Saichi, Hokatsu, dan Kiara.


Mereka berlima di makamkan dengan makam yang indah penuh dengan bunga dan yang lainnya, intinya pemakaman mereka seperti pemakaman elit.


Di pemakaman itu sekarang terjadi hujan kecil.


Orang yang datang ke pemakaman mereka berlima bukan ratusan saja tapi ribuan.


Dan mereka semua kompak memakai baju serba hitam, bahkan payung mereka semua juga hitam.


Di sana juga di penuhi dengan tangisan dari keluarga Saichi, Daichi, Iwao.


Kefa sudah meminta maaf pada keluarga mereka, namun keluarga mereka sepertinya masih tidak bisa menerima kejadian itu.


Kefa tidak masalah akan hal itu, ia mengerti bagaimana sakitnya di tinggalkan oleh orang yang di sayangi.


Kefa di sini di payungi oleh Laura, mereka berdua berada di paling depan, karena bagaimana pun juga mereka berdua adalah pemimpin dari mereka berlima.


Kefa pun disini maju bersama dengan Laura dan memberikan bunga.


"Maaf jika sampai akhir aku menjadi pemimpin yang buruk untuk kalian bertiga, dan maaf Hokatsu aku tidak bisa menetapi janjiku untuk menjaga selalu Kiara, dan Kiara maafkan aku karena tidak bisa menjagamu, semoga kalian tenang di alam sana."


"Dan tenang saja aku pasti akan membalas dendam untuk hal ini, aku bersumpah dan berjanji pada kalian, aku akan membunuh semua keluarga Kobayasi sampai tak tersisa." Kefa yang terlihat sangat kesal.


Sebagai pemimpin dia merasa sedikit gagal karena kelengahan dia para teman-teman nya menjadi mati.


"Iwao, Saichi, Daichi aku baru saja mengenal kalian, kalian adalah teman yang sangat baik untuk Kefa, kalian benar-benar sangat hebat, aku sebagai istri Kefa sangat bangga pada kalian bertiga, terima kasih karena sudah menemani Kefa."


"Dan Hokatsu maafkan juga aku, karena tidak bisa menjaga Kiara, dan Kiara tenang saja aku berjanji padamu, aku pasti akan......"


"Menikahi Kefa dan menjadikannya suamiku, kau tenang saja di sana Kiara." Batin Laura.


"Akan apa?" Tanya Kefa yang penasaran.


"Rahasia." Laura yang tersenyum pada Kefa.


Kefa dan Laura pun mundur kemudian bergantianlah dengan Arata, Isamu, dan teman-teman yang lainnya.


Arata maju kedepan.

__ADS_1


"Dasar bodoh kenapa kau meninggalkan ku sendirian seperti ini, padahal kita sudah merencanakan masa depan kita bukan, kita akan menikah dengan wanita impian kita dan akan melakukan double date, membeli rumah bersebelahan, dan masih banyak lagi."


"Belum juga salah satunya tercapai kau sudah tidur selamanya, aku sangat sedih teman, kau adalah teman ku yang paling berharga kita sudah belasan tahun berteman, kau adalah orang yang hebat teman, selamat jalan semoga tenang di alam sana, dan tenang saja aku akan mewakilkan keinginan mu itu."


"Dan satu hal lagi, aku akan membalas dendam atas kematian mu ini, sebelum keluarga Kobayasi semuanya mati, maka aku tidak akan bisa hidup tenang." Arata pun menyimpan bunga di sana.


"Dan untuk Hokatsu, Iwao, Saichi, Kiara kalian berempat juga teman terbaikku, aku ingin berterima kasih pada kalian semua, terima kasih karena sudah menjadi bagian dari cerita kehidupan ku."


Kemudian bergantianlah dengan teman yang lainnya, dan tentu saja keluarga dari Iwao, Saichi, dan Daichi.


Juga menyampaikan kesedihan mereka atas kehilangan mereka berlima.


Mereka kurang lebih menyampaikan hal yang sama, mereka tidak menyangka mereka berlima akan mati muda, mereka semua juga merindukan sosok mereka berlima, mereka berterima kasih karena mereka berlima telah hadir di cerita kehidupan mereka.


Intinya banyak hal yang mereka perbincangkan di sana. Dan salah satu yang paling penting nya adalah keinginan mereka semua untuk membalaskan dendam atas kematian mereka berlima.


Hujan tak menghalangi mereka, hujan di sini justru membawa suasana yang terlihat semakin sedih.


Singkatnya para orang-orang penting sudah mengucapkan bela sungkawa mereka terhadap mereka berlima.


Dan upacara pemakaman pun selesai.


Di sini Kefa dan Laura yang paling terdepan menatap kearah belakang, lebih tepatnya menatap para pasukan nya.


Kefa, dan Laura pun berangkat pergi dari sana, para pasukan Kefa pun membuka kan jalan untuk Kefa, Laura dan orang penting lainnya.


Sambil berjalan keluar mereka semua mengingat kenangan bersama mereka berlima, dan ketika mereka mengingat hal itu, mereka juga mengingat dendam mereka terhadap keluarga Kobayasi.


Mereka pun sampai di tempat parkiran, ketika mereka sampai di tempat parkiran di depan mereka terdapat 8 orang yang seperti memimpin puluhan orang.


Mereka saling berlawanan arah.


Laura di sini tersenyum senang, sedangkan yang lainnya mereka kebingungan siapakah mereka.


Kefa di sini terlihat sangat senang juga.


Begitu pula dengan 8 orang dan puluhan orang itu, ketika melihat Kefa dan Laura mereka terlihat sangat senang juga.


Kefa di sini maju kedepan begitu pula dengan 8 orang itu.


Mereka pun saling berpelukan satu sama lain.


Mereka terlihat sangat senang.


Oyama, Kazuki dan yang lainnya pun bertanya-tanya siapa mereka sebenarnya.

__ADS_1


Laura pun menjelaskan kepada mereka.


"Mereka adalah teman-teman Kefa dari Indonesia, kemarin malam aku menghubungi mereka dan meminta bantuan mereka untuk datang Ke Jepang, dan sepertinya mereka tidak pakai lama langsung pergi dan baru sampai ke Jepang."


"Begitu yah pantas saja tuan Kefa terlihat sangat senang, saat melihat mereka." Ucap Kenta.


"Iya mau bagaimana pun juga sebelum mengenal kalian, Kefa telah mengenal mereka semua, dan pertemanan mereka lebih lama."


"Terus kenapa mereka tidak ke Jepang dan membantu tuan Kefa?" Oyama yang kebingungan, ia memiliki banyak pertanyaan tentang hal itu.


"Ceritanya sangat panjang, hal itu juga sebuah rahasia Oyama, kalau kau ingin mengetahui alasan nya kau dapat bertanya pada Kefa."


Oyama pun menganggukan kepalanya.


Laura di sini maju ke dekat Kefa juga.


"Selamat datang di Jepang untuk kalian semua." Ucap Laura.


"Yah Laura sesuai janji kami semua datang ke Jepang." Ucap Defa.


"Iya terima kasih."


"Jadi ini semua karena mu yah Laura."


"Iya sayang."


"Terima kasih." Kefa yang tersenyum dan berterima kasih pada Laura.


"Sama-sama." Laura yang merasa sangat senang, karena Kefa juga ikut senang.


"Maaf aku tidak menyampaikan pada kalian secara langsung, justru Laura lah yang menyampaikan nya."


"Haahahah santai saja bos Kefa."


Mereka pun sedikit mengobrol.


"Kalian semua tidak pernah berubah sama sekali hahaha, oh yah lebih baik kita pergi ke markas ku, kita mengobrol di sana, lagi pula markasnya tidak jauh dari sini."


"Baiklah tuan Kefa kami hanya mengikuti perintah tuan Kefa saja." Ucap Bima.


"Oh yah sebelum itu perkenalkan juga mereka adalah teman ku yang berasal dari Jepang."


Mereka semua pun di sini saling bersalaman dan saling memperkenalkan satu sama lain.


Mereka juga mengobrol-ngobrol sedikit, sampai akhirnya mereka pergi dari sana menuju markas Kefa.

__ADS_1


__ADS_2