Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 88 Rencana


__ADS_3

"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa kita harus membiarkan putri kita di tangkap oleh polisi begitu saja? Putri kita rugi dalam segala hal, dia yang di buli dia yang masuk penjara, ini gara-gara anak sialan itu"


"Entahlah aku juga tidak tau, tapi sepertinya putri kita memang harus di penjara, tapi paling tidak kita bisa meringankan masa tahanan putri kita, dan kita juga bisa memfasilitasi nya."


"Tapi tetap saja aku tidak terima dengan hal ini."


"Aku juga sama, tenang saja kita akan membalas dendam pada keluarga Tatsumoto dan juga anak bajingan itu."


"Ya aku setuju dengan mu kita harus membunuh mereka, berani sekali mereka mencari masalah dengan kita, apa mereka pikir kita adalah orang biasa cih...."


"Kalau begitu ayo kita pergi kita kumpulkan semua pasukan, kita akan membagi dua pasukan, 1 untuk membunuh orang bernama Kefa itu, dia bukanlah orang biasa jadi aku rasa kita harus mengirimkan lebih banyak pasukan, dan pasukan yang lebih kuat, dan 1 lagi kita kirimkan untuk Akihiro, Lala, dan Tsukia."


"Kita akan menyerang mereka ketika mereka kembali ke rumah, untuk pengiriman pasukan ke keluarga Tatsumoto kita hanya perlu sedikit orang saja, aku yakin mereka sama sekali tidak di jaga oleh penjaga, jadi sangat mudah untuk membunuh mereka."


"Dengan begini aku merasa sangat puas hahahaha."


"Apa kita perlu turun tangan?"


"Tidak perlu keroco seperti mereka cukup bawahan kita saja yang turun tangan."


"Aku tidak sabar mendengar berita kematian tentang mereka hahahaha."


"Kau benar, aku juga akan merasa sangat puas jika mereka mati, rasakan itu berani sekali kalian melawan kami hahahaa, inilah akibatnya jika kalian berani bermacam-macam dengan kami."


Mereka berdua yang terlihat sangat senang.


***


Kefa sekarang sedang menaruh kepalanya di meja, Kefa sekarang sedang memikirkan banyak hal, sambil berpikir Kefa melihat Tsukia yang dapat bergaul dengan wanita di kelasnya.


Kefa pikir ini adalah perkembangan yang sangat bagus Tsukia dapat bergaul dengan orang lain, walaupun Kefa tau sebagian ada teman yang Fake tapi Kefa rasa itu tidak masalah yang terpenting bagi Tsukia sekarang adalah, berkomunikasi dengan orang lain.


Tapi Tsukia cukup baik dalam hal berkomunikasi "Baguslah sekarang tidak ada yang berani membuli Tsukia lagi, yap dengan begini aku bisa tenang, tapi entah kenapa aku masih kepikiran dengan ancaman dua orang tua menyebalkan tadi."


"Aku memiliki firasat yang buruk tentang mereka berdua. Dan mereka berdua siapa, di lihat dari cara bertarung mereka berdua tadi, dua orang tua itu bukanlah orang biasa aku rasa."


"Sepertinya aku harus berhati-hati." Batin Kefa.


"Kefa....." Tsukia yang mencoba membangunkan Kefa.


"Iya ada apa?" Tanya Kefa.

__ADS_1


"Ini sudah masuk jam istirahat kedua, aku membangunkan mu karena kamu tertidur cukup lama."


"Sebenarnya aku tidak tidur aku memperhatikan mu dari tadi." Batin Kefa.


"Benarkah?"


"Iya kamu tertidur dari sejak jam pelajaran ketiga, kamu tidur sangat lama, aku ingin membangunkan mu tapi tidak enak."


"Oh iya lupakan hal itu, aku membangunkan mu juga, karena aku ingin kamu mencoba masakan makananku yang kedua ini, kamu pasti lapar, dan aku sangat yakin kamu pasti akan menyukainya."


"Entah kenapa aku jadi teringat Laura, rasanya hal ini benar-benar sangat de javu, bedanya di sini tidak ada penganggu seperti Robert dan Defa."


"Mereka berdua sedang melakukan apa yah, aku harap mereka baik-baik saja."


"Iya mana coba tunjukkan padaku, aku ingin mencobanya."


Mendengar itu Tsukia pun dengan buru-buru menunjukkan makanan nya pada Kefa.


Kefa pun sangat terpukau dengan bekal makanan yang di buat oleh Tsukia, Kefa merasa bahwa Tsukia lebih berbakat dalam hal memasak ketimbang Laura.


"Kamu sangat hebat bisa membuat bekal makanan seperti ini Tsukia, ini terlalu bagus dari segi penampilan nya, pasti kamu membuatnya cukup sulit."


"Tidak kok heheeh ayo cepat di coba, aku ingin tau bagaimana rasanya menurutmu." Tsukia yang tidak sabar mendapatkan komenter baik dari Kefa.


"Iya baiklah aku akan mencobanya, selamat makan."


"Wahhhh ini sangat enak Tsukia, aku sangat menyukainya, ini enak serius." Kefa yang makan dengan lahap.


Melihat itu Tsukia pun terlihat sangat senang.


"Kamu harus mencobanya, buka mulutmu." Kefa yang ingin menyuapi Tsukia.


Tsukia pun dengan malu-malu dan wajahnya yang penuh warna merah, ia membuka mulutnya dan merasakan suapan dari Kefa.


Tsukia sama sekali tidak pernah membayangkan hal ini terjadi padanya, ia benar-benar sangat senang.


"Bagaimana enak kan?"


"Iya enak, uhm Kefa mmmm....."


"Kenapa Tsukia?"

__ADS_1


"Apa aku bisa menyuapi mu juga?" Tanya Tsukia yang benar-benar sangat malu.


"Bodoh bodoh bodoh apa yang telah kukatakan tadi."


"Tentu saja."


"Eh........" Tsukia yang terkejut dengan jawaban Kefa.


"Ini coba suapi aku heheeh." Kefa sambil membuka mulutnya.


Tsukia pun dengan perasaan malu yang ingin meledak, ia menyuapi Kefa dengan penuh kelembutan.


"BUKANKAH KAMI MIRIP SEPERTI SEPASANG KEKASIH? AAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!! INI GILA INI BENAR-BENAR GILA AAAAA" Tsukia yang benar-benar merasa sangat senang.


"Tsukia apa kamu demam, wajahmu dari tadi benar-benar terlihat sangat merah, jika kamu tidak enak badan lebih baik izin, aku akan mengantarmu pulang."


"Uhm ah Kefa itu haha aku baik-baik saja, mungkin cuaca aga panas jadi wajahku merah yah begitu aku rasa hehee."


"Tapi sekarang sedang musim dingin Tsukia, kalau kamu baik-baik saja tidak apa."


"AH iya benar ini musim dingin aku lupa, aku baik-baik saja kok."


"TENANG TSUKIA, KENAPA AKU JADI SALAH TINGKAH BEGINI ADUHHH AKU TAKUT KEFA MENGANGGAPKU ANEH."


Mereka berdua pun melanjutkan makan siang mereka.


***


Seperti biasa Kefa mengantar Tsukia ke belakang sekolah, dan seperti biasa juga Akihiro dan Lala menjemput Tsukia.


Kefa dengan mereka mengobrol sebentar dan Akihiro, Lala memberikan informasi kepada Kefa.


Bahwa sekarang Tsukia kondisi nya lebih membaik lagi, itu semua berkata Kefa, Akihiro dan Lala mereka berdua benar-benar sangat senang akan hal itu.


Mereka mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Kefa, berkat Kefa kondisi putrinya tersebut sudah lebih membaik, namun masih jauh dari kata sehat.


Penyakit Tsukia sampai sekarang belum Kefa ketahui, Kefa ingin bertanya namun waktunya belum tepat.


Akihiro, Tsukia, dan Lala pun pergi.


Kefa pun sekarang sendirian di sana, entah kenapa perasaan Kefa saat ini sangat tidak enak dan sangat terganggu.

__ADS_1


Ia masih kepikiran dengan ancaman dua orang tua yang sepertinya mereka bukanlah orang biasa.


Entah kenapa tiba-tiba saja Kefa sangat khawatir pada Tsukia, Akihiro, dan Lala.


__ADS_2