Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 74 Tsukia yang terbuli


__ADS_3

Kefa hari ini berangkat ke sekolah cukup telat, karena dia bangun kesiangan, Kefa berlarian menuju sekolah.


Dan beruntungnya Kefa tidak telat, lima menit lagi saja gerbang pasti sudah di tutup, untungnya Kefa berlari dengan sangat cepat.


Kefa pun masuk ke kelas seperti biasa, ketika Kefa masuk ke kelas Kefa tidak melihat para tiga preman kelas bernama Keiro, Haira, dan Raize, beserta 2 wanita yang menyebalkan.


Kefa sebenarnya curiga dan keheranan, namun Kefa di sini berpikiran bahwa mungkin saja mereka tidak masuk sekolah karena malu.


Akibat kejadian kemarin, tapi yang lebih anehnya lagi di sini, Kefa sama sekali tidak melihat Tsukia tapi kantong dia berada di bangkunya.


Kefa pun merasakan keanehan dan kejanggalan, di sini juga Kefa melihat kantong lima orang yang menyebalkan itu.


Kefa di sini mulai sangat khawatir, Kefa pun di sini tiba-tiba bertanya pada pria yang ada di depan mejanya.


"Kau apa kau tau kemana perginya Tsukia?" Tanya Kefa yang terlihat sangat khawatir.


Orang tersebut seperti ketakutan ketika di tanya Kefa, ia terdiam untuk beberapa saat, tubuh dia bergemetar ketakutan.


"Cepat jawab kumohon kau mengetahui sesuatu bukan."


"I-iya ta-tadi aku melihat mereka membawa Tsukia ke toilet pria yang ada di ujung, aku ingin bilang dari tadi, tapi aku takut aku menjadi korban buli juga." Ujarnya dengan gagap.


"Tenang saja, terima kasih karena sudah memberitahuku kau pria yang baik." Kefa pun di sini langsung berlari ke tempat dimana Tsukia dan mereka berlima berada.


Kefa berlari dengan cepat dia bahkan menabrak orang-orang yang menghalangi jalannya, Kefa merasa khawatir pada Tsukia, Kefa takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan kepada Tsukia.


Kefa pun hampir sampai di tempat yang di tuju, dan Kefa di sini melihat 10 orang 8 pria 2 wanita.


Kefa mengatahui sebagian dari mereka, 2 wanita itu adalah dua wanita yang menyebalkan, dan ada Keiro, Haira, dan Raize, kemudian ada dua bawahannya Tatsuhaka yang membenci Kefa yaitu Akio, Akira.


Mereka semua tersenyum kepada Kefa, Kefa dari senyuman mereka saja sudah tau bahwa Tsukia sedang berada dalam bahaya.


Kefa pun berlari bergegas dengan cepat menuju toilet dan mengabaikan mereka, karena yang terpenting sekarang adalah Tsukia.


"TSUKIA!!!!!!!" Teriak Kefa yang mendobrak paksa toilet pria yang di kunci.


Kefa pun berhasil menghancurkan pintu tersebut, dan Kefa pun terkejut terdiam tidak dapat berbicara sedikit pun.


Di depan Kefa sekarang Tsukia terluka parah, dan mengeluarkan darah dari mulutnya Tsukia sekarang sedang berada dalam posisi pingsan.

__ADS_1


"TSUKIA!!!! BERTAHANLAH TSUKIA TSUKIA!!!!" Kefa pun di sini menggendong Tsukia di punggungnya.


"Sekarang aku harus membawa Tsukia cepat-cepat ke ruang kesehatan, bertahanlah Tsukia, aku berharap kau baik-baik saja!!!!!!!"


Kefa pun di sini berlari dengan cepat dan menabrak semua orang yang menghalanginya.


Kefa pun sekarang sudah sampai di ruang kesehatan, dan dokter di sana sangat terkejut ketika melihat keadaan Tsukia, dokter tersebut pun langsung menangani keadaan Tsukia.


Tsukia pun di berikan oksigen dan juga di impus. Dan diberikan sebuah obat suntik, Kefa tidak tau itu apa, tapi sepertinya itu adalah obat yang bagus.


"Bagaimana keadaan nya pak dokter." Kefa yang berada di samping Tsukia dan memegang satu lengannya menggunakan kedua lengan Kefa.


"Seharusnya dia sekarang baik-baik saja, aku sudah memberikan penenangan pertama padanya, dia akan baik-baik saja jadi tidak perlu terlalu khawatir."


"Untung saja kau cepat-cepat membawa dia kemari, jika tidak keadaan dia mungkin akan sangat parah, ngomong-ngomong kenapa hal ini bisa terjadi padanya?" Tanya Dokter.


"Pembulian." Kefa tanpa basa-basi.


Dokter tersebut pun sangat terkejut "Ba-bagaimana mungkin pembulian terjadi di sekolah ini."


"Itu bisa terjadi, kalian saja yang tidak pernah mengetahuinya."


"Iya tenang saja aku berani menjaminnya, seharusnya dia bentar lagi terbangun,"


"Oh yah jangan biarkan dia terlalu kecapean, dia sepertinya memiliki riwayat penyakit yang berbahaya, itu saja yang ingin aku katakan padamu kalau begitu aku pergi dulu, kau jaga baik-baik pacarmu itu." Dokter itu pun pergi.


"Iya terima kasih pak dokter."


"Sebenarnya apa yang terjadi di toilet tadi." Kefa yang overthingking dan benar-benar penasaran dengan apa yang terjadi di toilet.


Tapi di lihat dari kondisi Tsukia, sepertinya dia di buli secara fisik oleh mereka.


"Apa mereka mencoba untuk membunuh Tsukia, para anjing itu sialan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!." Batin Kefa yang benar-benar sangat kesal.


Kefa di sini mengingat wajah-wajah mereka yang tersenyum senang kepada Kefa, sepertinya mereka memang sudah merencanakan ini semua.


Dan mereka sepertinya ingin membalas dendam kepada Kefa.


"SIALAAN  APA MEREKA TIDAK ADA KAPOK-KAPOKNYA, HADEHH Sepertinya pelajaran yang ku berikan pada mereka belum cukup." Kefa yang terlihat sangat kesal.

__ADS_1


"Apa yang terjadi pada Tsukia, kenapa dia bisa terluka parah."


Tak lama Tsukia pun terbangun dari pingsannya, dia terlihat lemas dan dia menengok ke arah kanan, ketika ia bangun ia langsung melihat Kefa.


"TSUKIA!!!!" Kefa yang antusias karena Tsukia terbangun.


"Kefa." Tsukia sambil tersenyum, yang membuat hati Kefa seperti tersayat, Kefa benar-benar sangat marah dan sangat kesal sekarang, bisa-bisanya orang baik seperti Tsukia di buli oleh para bajingan.


"Akhirnya kamu tersadar juga, kamu berbaring saja beristirahat jangan banyak bergerak, tubuhmu masih sakit kan."


"Iya terima kasih Kefa, apa aku tadi pingsan yah."


"Iya aku menemukanmu di toilet."


Tsukia pun terlihat sangat sedih, namun ia menutupinya dengan senyuman "Kefa maafkan aku, karena aku merepotkan mu lagi."


"Harus berapa kali aku bilang padamu, kamu sama sekali tidak merepotkan ku Tsukia, sudah jangan banyak berpikir beristirahatlah dengan baik, aku akan membeli makanan dan minuman untuk mu."


"Itu tidak perlu Kefa a-"


Kefa pun tersenyum "Tsukia bergantung pada orang lain tidak ada salahnya kok, justru orang tersebut akan merasa senang, karena dia bisa berguna untuk orang lain, jangan berpikiran bahwa manusia itu semuanya sama."


Mendengar itu Tsukia pun terdiam dan tersenyum "Kefa terima kasih banyak."


"Sama-sama, beristirahat yah jangan banyak pikiran."


"Iyaa Kefa berhati-hatilah, dan Kefa aku mohon kepada mu untuk tidak melakukan sesuatu yang aneh, aku yakin kamu pasti sudah tau penyebab aku kenapa bisa begini."


"Iya benar aku mengetahuinya, dan untuk hal itu aku tidak bisa berjanji maaf Tsukia."


"Kefa aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa, karena diriku kamu nant-"


"Aku tidak selemah itu Tsukia, tenang saja semuanya akan baik-baik saja, sudah beristirahatlah aku akan pergi ke kantin."


"Iyaa Kefa maafkan aku." Gumam Tsukia pelan.


"Tidak perlu meminta maaf ini bukan salahmu," Kefa sambil tersenyum. Dan Kefa pun pergi dari sana.


"Baiklah mungkin sudah saatnya untuk menghabisi mereka semua." Batin Kefa.

__ADS_1


__ADS_2