
"Tuan Farhan......" Teriak seseorang yang sedang berlarian menuju seseorang yang sedang bermain billiard.
Orang bernama Farhan itu pun langsung menghentikan permainan nya, dan langsung menghadap ke arah orang yang meneriaki nya itu.
"Ada apa? Sudah kubilang bukan jangan ganggu aku, ketika aku bermain Billiard." Ujar Farhan yang terlihat sangat kesal dan membuat orang itu ketakutan.
"Tenanglah Farhan, santailah, siapa tau dia kemari membawa berita yang sangat penting, jadi ada apa? Kenapa kau terlihat sangat khawatir begitu?" Tanya bawahan Farhan.
"Di-di-di depan, ada 6 orang yang tidak di kenal, membantai semua orang." Ujarnya yang membuat Farhan dan para bawahan yang sedang santai itu terkejut.
"Hah? Apa? Jangan bercanda di depan ada puluhan orang kan yang sedang nongkrong apa mereka semua di kalahkan?" Tanya bawahan Farhan yang terkejut.
"I-iya mereka di kalahkan tuan dengan mudah oleh 6 orang itu, sekarang mereka sedang di hajar oleh ratusan orang, tapi tampaknya mereka masih bisa bertahan." Ujar orang tersebut.
Mereka semua pun terkejut karena mendengar hal itu, kecuali Farhan dia tersenyum, dia seperti tertarik kepada 6 orang yang memasuki wilayah nya dan berani menganggu wilayahnya tersebut.
"Hah apa? Apa yang kau sampaikan itu benar? Kau tidak berbohong bukan."
"Tidak tuan aku berani bersumpah, tuan kumohon bantu kami, dia bilang dia hanya ingin bertemu dengan tuan Farhan, aku tidak tau alasan nya kenapa dia ingin bertemu dengan tuan Farhan, tapi yang pasti orang itu akan melakukan cara apapun, agar keinginan nya itu tercapai." Ujar orang tersebut.
"Sudah jangan banyak bicara ayo kita pergi kesana dan kita lihat langsung, siapa orang menarik yang telah berani menganggu kita semua."
"Sudah lama kita tidak kedatangan tamu yang menarik seperti mereka." Ujar Farhan sambil tersenyum.
Dia pun pergi dari sana dan di ikuti oleh 5 bawahan nya.
***
Kefa, Defa, Revan, Paskal, Iso, mereka semua sekarang sedang duduk di tumpukkan orang-orang yang sedang pingsan maupun kesakitan.
Mereka semua telah membantai ratusan orang anak Sma 10 Bandung, di sini terlihat Robert, Paskal, Iso, Revan yang sedikit terluka.
__ADS_1
Wajah mereka sedikit memar, sedangkan Kefa dan juga Defa mereka sama sekali tidak terluka, dan mereka sama sekali tidak kelelahan, berbeda dengan Revan, Paskal, Iso, Robert.
"Bos Kefa apa kau yakin pemimpin Sma 10 Bandung itu akan datang kemari?" Tanya Robert.
"Entahlah aku juga tidak tau Robert, tapi jika pemimpin Sma 10 Bandung itu adalah Pria, pastinya dia akan datang kemari, ya mari kita lihat saja nanti, aku rasa sebentar lagi juga dia akan datang kemari." Ujar Kefa.
"Kalau semisalnya dia tidak datang tuan bagaimana?" Tanya Paskal.
"Kita akan pulang saja, aku juga malas mencarinya, seperti tidak berguna saja, paling besok kita kemari lagi dan menyerang mereka lagi, sampai mereka semua menyerah kepada kita, dan memberitahu pemimpin mereka dimana, tapi itu hanya rencana B saja, aku yakin rencana A akan berhasil santai saja." Jawab Kefa.
Dan benar saja tak lama puluhan anak Sma yang di pimpin oleh satu orang, dan di belakang nya terdapat lima orang, dan di belakang nya lagi terdapat puluhan orang.
Mereka menghampiri Kefa dan yang lainnya, Kefa dan yang lainnya pun bangkit dari tempat duduk mereka.
"Apa kau pemimpin dari sekolahan ini?" Tanya Kefa pada Farhan.
"Ya itu benar, kau pandai menilai seseorang ternyata, oh iya aku ingin bertanya kau siapa?"
"Ohhh ternyata itu kauuu, hahahahaha apa yang di katakan Egi ternyata benar bukan ancaman belaka hahahha." Di sini Farhan saja yang mengetahui tentang Kefa, yang lainnya sama sekali tidak mengetahui, itu semua karena informasi mengenai Kefa hanya di ketahui oleh pemimpin saja.
Informasi Kefa sangatlah rahasia dan di tutup rapat, oleh karena itu wajar saja jika Farhan saja yang tau tentang Kefa.
"Apa kau mengenalku?" Tanya Kefa.
"Hhahaha ya tentu saja semua pemimpin Sma, Smp, di Bandung atau pun organisasi di luar, mereka semua pasti mengenal mu, kau adalah salah satu penerus keluarga Deluxe, Kefa Deluxe."
"Rumor tentang mu sudah menyebar dengan cepat, kau sekarang orang yang memegang seluruh Smp di Bandung."
Mendengar semua perkataan Farhan, membuat mereka semua terkejut, terutama dengan nama belakang Kefa yang tidak lain adalah Deluxe.
Mereka sama sekali tidak menyangka ternyata orang yang mereka lawan adalah salah satu dari keluarga terbesar di Indonesia.
__ADS_1
Jika mereka mengetahui hal itu dari awal mereka pastinya tidak akan memilih Kefa sebagai lawan mereka, mereka akan berpikir puluhan kali untuk melawan Kefa.
Karena takutnya jika Kefa memerintahkan dengan kekuasaan dia di keluarga Deluxe, bisa-bisa mereka semua terkena masalah.
Mereka semua sekarang mengerti kenapa orang yang menyerang sekolah mereka adalah orang-orang kuat, itu semua karena orang yang menyerang mereka bukanlah orang biasa.
Semuanya sekarang masuk akal.
"Yap aku tidak menyangka nya rumor tentang ku bisa menyebar secepat itu." Ujar Kefa sambil tersenyum.
Sekarang setelah mereka semua tau siapa lawan mereka, mereka sama sekali tidak menunjukan sikap sombong, justru mereka terlihat ingin menghormati Kefa, bagaimana pun juga mereka takut kepada keluarga Deluxe.
"Ngomong-ngomong kau datang kemari ingin bertemu dengan ku kan?"
"Iya ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu."
"Apa?" Tanya Farhan yang sama sekali tidak takut dengan Kefa, ia sama sekali tidak peduli dengan keluarga Deluxe, karena Farhan tau fakta tentang keluarga Deluxe.
Farhan di beritahu oleh Egi, bahwa keluarga Deluxe, tidak akan pernah ikut campur dalam masalah kecil, seperti sekarang ini.
Keluarga besar Deluxe hanya peduli pada masalah besar saja, mereka tidak akan pernah turun tangan untuk masalah seperti ini.
Di tambah semua keturunan Deluxe mereka semua di suruh mandiri. Itulah alasan kenapa Farhan tidak takut pada Kefa.
"Aku ingin mengambil alih kekuasaan di Sma ini, dan kalian semua harus patuh denganku, santai saja berbisnis dengan ku tidak akan merugikan kalian." Ujar Kefa.
"Kalau aku tidak mau?" Tanya Farhan sambil tersenyum penuh dengan maksud.
Kefa dan Farhan pun tiba-tiba saling tatap satu sama lain.
"Hmm yah aku mendengar rumor di sekolah ini, rumor tentang siapa yang kuat dia lah yang akan menjadi pemimpin sekolah ini, apa aku benar?" Tanya Kefa sambil tersenyum penuh maksud.
__ADS_1
"Ya itu benar aku sama sekali tidak menyangkal nya, jadi apa kau ingin bertarung dengan ku?" Tanya Farhan yang membuat semua bawahan nya terkejut.