Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 68 Tsukia


__ADS_3

"Ya! bagi kami kehadiran mu sangat menganggu, apa kau bisa pergi dari sini, sebelum kami melakukan sesuatu terhadap mu." Ujar temannya Tatsuhaka yang terlihat kesal.


"Akira!!!." Tatsuhaka yang terlihat kesal.


"Aku sedang makan jangan banyak bicara."


"Maafkan aku Tatsuhaka tapi orang ini benar-benar sangat menyebalkan."


"Seharusnya kalian bilang dari awal, kalau begitu aku pergi dulu terima kasih karena telah mengizinkanku makan bersama dengan kalian." Kefa pun pergi dari sana dengan santai.


"Tatsuhaka ada apa dengan mu?" Tanya temannya yang lain.


"Tidak ada, perasaanku hanya mengatakan orang yang telah kalian singgung bukan orang biasa." Jawab Tatushaka yang membuat mereka terkejut sekaligus tertawa.


"Hhhahaha kau sedang bercanda bukan."


"Tidak Akio aku tidak bercanda."


"Tapi bagaimana mungkin orang culun seperti dia, bisa membuatmu berpikiran seperti itu."


"Entahlah kita lihat saja nanti." Ujar Tatsuhaka.


***


Keesokan harinya Kefa sekolah seperti biasa, dia terkejut ketika melihat seorang wanita yang berada di samping dekat dengan tempat duduk Kefa.


Wanita tersebut terlihat cukup cantik dan memiliki rambut berwarna ungu, dan dia terlihat seperti wanita yang sedang sakit, karena dia membawa impusan ke sekolah.


Dia terlihat sangat memprihatinkan, dia kurus dan seperti orang yang memiliki banyak masalah bisa di bilang dia terlihat seperti setres.


"Ternyata bangku kosong kemarin itu tempat dia duduk."


"Pagi." Ujar orang tersebut yang menyapa Kefa.


Kefa pun cukup terkejut "Apa kau menyapaku?"


"Iya tentu saja siapa lagi orang yang ingin ku sapa memangnya." Ujar wanita itu sambil tersenyum


"Iya pagi juga." Kefa yang membalas senyuman wanita tersebut.


"Apa kamu murid baru juga di sini?" Tanya wanita tersebut.


"Iya apa kamu juga sama?"


"Iya heheh, oh yah perkenalkan aku adalah Yamamoto Tsukia, kamu dapat memanggil ku Tsukia namamu siapa?" Tanya wanita tersebut, wanita tersebut terlihat sangat baik kepada Kefa.

__ADS_1


Kefa yang mendengar nama itu ia teringat kembali dengan masa lalunya ketika dia kecil, tepatnya ketika ia bertemu dengan seorang anak perempuan berambut ungu dan berwajah sama sepertinya.


Dan orang itu juga bernama sama seperti orang yang sekarang sedang mengobrol dengan Kefa.


Kefa benar-benar sangat terkejut dan tidak mempercayai bahwa dia dapat bertemu kembali dengan gadis kecil di masa lalunya.


Kefa tidak menyangka nya sama sekali. Sekarang ia mengerti kenapa ia tadi sangat familiar dengan wanita yang duduk di sampingnya Kefa itu.


Kefa kemudian melihat Tsukia, dan tampaknya Tsukia adalah wanita yang berpenyakitan, bisa di lihat dari wajahnya yang spa, dan terlihat lemas.


Kefa menduga bahwa Tsukia memiliki riwayat penyakit yang bisa membuat dia mati, Kefa sekarang mengerti kenapa Tsukia ketika waktu itu bergumam jika dia tidak mati.


Sekarang Kefa mengerti maksud dari perkataan Tsukia.


"Halo?" Tsukia yang mencoba menyadarkan Kefa dari lamunan nya.


"Ah iya maaf, perkenalkan aku adalah Hitori Kefa."


"Hhahahahah nama mu sangat aneh kau berasal dari keluarga mana hahaha maaf aku jadi tertawa hahaha maafkan aku."


"Sudah aku duga nama keluargaku terlalu mencolok dan aga aneh, pantas saja kemarin saat perkenalan orang-orang seperti menahan tawa, ternyata karena itu." Batin Kefa.


"Iya tidak masalah."


"Uhuk uhuk...."


"Aku baik-baik saja tenang saja heheeh." Tsukia sambil tersenyum.


"Ngomong-ngomong namamu seperti seseorang yang pernah aku temui di Indonesia, hanya saja dia berasal dari keluarga terkenal, dan dia terlihat sangat tampan, walaupun aku merasa ada miripnya dengan mu, entah kenapa kamu sangat terlihat familiar bagiku."


"Hhahaha itu tidak mungkin, kita baru saja pertama kali bertemu kan hahaha."


Tsukia pun menatap Kefa dengan tatapan mencurigakan.


"Kau sangat aneh yah hitori."


"Iyakah, ngomong-ngomong panggil saja aku Kefa."


"Baiklah Kefa salam kenal."


"Salam kenal juga."


"Apa dia curiga yah kalau aku adalah Kefa yang pernah bertemu dengan nya" Batin Kefa yang takut jika sampai Tsukia mengetahui bahwa dia adalah Kefa yang waktu itu, tapi Kefa yakin Tsukia tidak akan menydarinya, karena penampilan Kefa sangatlah culun.


"Hmmm dia terlihat seperti orang itu, tapi tidak mungkin orang itu akan bersekolah di Jepang, dan tidak mungkin juga dia akan berpenampilan seperti ini, dia adalah salah satu penerus keluarga Deluxe, jadi aku rasa Kefa yang di hadapanku berbeda dengan Kefa waktu itu, mungkin secara kebetulan saja namanya sama, aku yakin seperti itu."

__ADS_1


"Tapi dia tadi berperilaku sangat aneh hmmm sudahlah aku tidak peduli juga, yang penting aku harus berteman dengan nya." Batin Tsukia.


"Kefa kau berasal dari mana?" Tanya Tsukia.


"Tentu saja dari Jepang itu sudah jelas bukan." Jawab Kefa sambil menggaruk kepala belakang nya.


"Kenapa dia terlihat mencurigakan." Batin Tsukia.


"Tapi mimik wajahmu seperti orang dari luar negeri."


"Hahaha itu mungkin saja bisa terjadi, karena aku keturunan dari Indonesia dan Jepang."


"Ayah ku keturunan Indonesia, ibuku Jepang, begitu makanya wajahku aga kayak orang luar tapi ada Jepangnya sedikit kan"


"Iya aku rasa kamu benar."


"Entah kenapa aku merasa makin curiga padanya." Batin Tsukia yang menatap datar Kefa.


"Oh yah kalau kamu bagaimana apa kamu asli orang Jepang."


"Iya ayah dan ibuku orang Jepang."


"Hmm begitu yah dari keluarga Tatsumoto, kalau tidak salah keluarga itu sangat terkenal kan di Jepang, aku pernah mendengarnya."


"Iya kamu benar, tapi kamu diam saja yah jangan beritahu orang lain, aku tidak ingin orang lain mengetahui hal itu."


"Lahh terus kenapa kamu memberitahunya padaku."


"Entahlah aku juga tidak tau, hmm entah kenapa aku tadi ingin memberitahu saja padamu, aku rasa kamu adalah orang yang baik."


"Begitukah terima kasih karena telah mempercayaiku dan menganggapku baik, aku akan menjaga rahasia mu."


"Iya terima kasih."


"Oh yah kenapa kemarin kamu tidak sekolah Tsukia?" Tanya Kefa.


"Ada beberapa masalah jadi aku tidak bisa berangkat sekolah, tapi mulai dari sekarang aku tidak akan bolos lagi, aku harus semangat sekolah, aku juga ingin menambah banyak teman."


"Begitu yah tujuan mu sangat bagus, aku akan mendukung mu, semangat yah."


"Iya terima kasih Kefa." Tsukia yang tersenyum yang membuat hati Kefa terpana, entah kenapa senyuman Tsukia terlihat sangat menyejukkan baginya.


Mereka berdua pun mengobrol hal lainnya, seperti bertanya tentang tugas kemarin, atau masalah pelajaran, intinya hampir semuanya mereka berdua bahas, mereka berdua terlihat sangat akrab.


Mereka berdua mengobrol berdua tanpa melihat sekitaran, serasa dunia milik mereka berdua saja, padahal banyak orang di sekitaran sana yang sedang menatap mereka berdua.

__ADS_1


Kefa bisa merasakan ada orang yang tidak suka dengan mereka berdua.


__ADS_2