Penguasa Baru Dunia Modern

Penguasa Baru Dunia Modern
Episode 21 Masalah baru


__ADS_3

Kefa pun sekarang kembali kesekolah, dia sekarang berjalan bersama dengan Defa.


"Bagaimana apa kau tidak di tanya aneh-aneh oleh orang tua ku?" Tanya Kefa.


"Tidak tuan, semuanya masih aman, mereka hanya bertanya keamanan tuan bagaimana, dan aku hanya menjawab tuan baik-baik saja."


"Lagi pula aku merasa tidak berguna di sini tuan, aku merasa bahwa tuan sama sekali tidak butuh penjaga, tuan sendiri sudah sangat kuat." Defa sambil menghela nafas lemas.


"Tidak, aku pikir kau cukup berguna, dengan ada dirimu di sekolah, aku bisa melakukan apapun di sekolah, jika bukan kau yang menerima misi ini, ada kemungkinan masalahnya nanti akan jadi merepotkan, jadi sangat bagus kau menjadi penjaga ku."


"Apa tuan muda sedang menghiburku."


"Ya begitulah, aku lihat kau sangat lemas dan tidak bersemangat."


"Ya begitulah tuan muda."


"Tuan muda apa aku boleh mengikuti tuan kemana pun tuan pergi?"


"Apa kau berniat untuk menjadi bawahanku?"


"Iya tuan muda."


"Tentu saja boleh kau bebas melakukan apapun."


"Apa? Aku diterima tuan?" Defa yang terlihat sangat tidak percaya dan sangat syok, karena dia begitu saja di terima sebagai bawahan Kefa.


"Iya tentu saja."


"Ehhhhhhhh."


"Kenapa kau terkejut seperti itu?"


"Tu-tuan muda yakin menerima saya begitu saja?" Tanya nya yang masih tidak percaya.


"Iya tentu saja memang nya kenapa?" Kefa yang kebingungan.


"Tidak tuan tidak apa-apa aku hanya ingin berterima kasih tuan."


"Kenapa kau terlihat seperti terharu begitu?"


"Tuan menjadi bawahan tuan adalah suatu kebangaan tersendiri, menjadi bawahan tuan sama dengan menjadi orang yang sangat terpandang."


"Kenapa seperti itu."


"Tuan apa tuan muda jangan-jangan tidak tau, bahwa menjadi bawahan langsung dari keluarga Deluxe sangatlah sulit."


"Tidak aku tidak mengetahui hal itu."

__ADS_1


"Pantas saja kalau begitu, biar kuberitahu tuan, tuan muda aku adalah orang yang sangat beruntung karena aku bisa menerima langsung perintah dari ayah dan ibu tuan, aku juga sangat beruntung karena bisa menjadi bawahan tuan langsung, tuan harus tau siapapun yang menjadi bawahan langsung keluarga Deluxe, orang tersebut bisa di bilang sangatlah beruntung, dan salah satunya adalah aku tuan muda."


"Aku masih tidak percaya ini, semua keajaiban ini rasanya aku benar-benar tidak percaya, tuan muda, tuan muda harus tau bahwa di luaran sana masih ada banyak orang yang ingin menjadi bawahan tuan muda, bawahan langsung dari keluarga Deluxe, tapi mereka semua tidak diterima."


"Ya aku tidak menyangka ternyata sesulit itu yah."


"Iya tuan, intinya jika ingin menjadi bawahan keluarga Deluxe langsung, harus menderita terlebih dahulu."


"Ah begitu yah, yasudah aku tidak peduli juga."


"Kalau begitu buat apa aku menjelaskan semuanya tuan muda." Defa dengan wajah datar.


"Entahlah aku juga tidak meminta mu untuk menjelaskan nya." Ucap Kefa.


Defa pun menghela nafas lemas kembali.


Tak terasa mereka pun sampai di sekolah, seperti biasa pagi di sekolah sangatlah ramai.


Para murid di sana biasanya di antar langsung oleh orang tua mereka kesekolah menggunakan mobil mewah.


Mereka hanya di antar sampai gerbang sekolah saja, ketika sudah gerbang di sekolah para orang tua sudah tidak bisa masuk.


Kefa dan Defa di lirik oleh beberapa murid di sana.


Kefa dan Defa pun keheranan kenapa mereka di lirik dan di bicarakan di sana sini.


Kefa dan Defa mengaibaikan mereka semua, mereka terus berjalan kedepan, dan anehnya lagi jalan mereka sangat mulus sama sekali tidak ada yang menghalangi jalan mereka.


Ada yang menghalangi jalan mereka, mereka langsung menyingkir seperti ketakutan.


"Tuan muda apa sepertinya kisah tuan sudah tersebar luas?" Tanya Defa.


"Ya aku rasa seperti itu, makanya rata-rata orang di sini ketakutan pada ku." Jawab Kefa.


"Ya memang seharusnya mereka berperilaku seperti itu tuan."


"Di sekolah tolong panggil aku Kefa saja, dan bersikaplah seperti temanku, ini perintah."


"Baik tuan muda."


Mereka pun akhirnya sampai di kelas, ketika mereka berdua belum sampai kekelas, kelas tersebut terlihat ribut dan banyak orang yang mengobrol.


Namun ketika Kefa, dan Defa muncul semua orang di kelas langsung terdiam bisu, dan mereka semua terlihat ketakutan dan tidak ada yang berani memandang mereka.


Kefa dan Defa pun duduk di tempat yang dekat sekarang.


"Kenapa kau duduk di situ Defa?" Tanya Kefa.

__ADS_1


"Tidak aku hanya merasa duduk di dekat mu terasa lebih nyaman."


"Entah kenapa aku merasa jijik dengan perkataan mu Defa."


"Maaf Kefa, aku hanya bercanda, aku hanya ingin duduk di sebelah mu saja, apa ada masalah?" Tanya Defa.


"Tidak, kau bebas melakukan apapun yang kau mau."


"Selamat pagi bos." Robert yang memotong pembicaraan mereka.


"Yo selamat pagi Robert."


"Bos apa kau kenal dekat dengan Defa." Bisik Robert.


Defa pun menatap curiga Robert.


"Ya aku kenal baik Defa, dia juga adalah temanku Robert."


"Ah begitu yah bos, Defa perkenalkan aku adalah Robert dan aku adalah bawahan dari Kefa."


Defa pun di sini terlihat sangat kesal, karena bisa-bisanya orang seperti Robert menjadi bawahan Kefa, Defa seperti tidak iklas dengan hal itu.


Kefa pun memandang Defa dengan tatapan yang mengerikan, membuat dia menyadari kesalahan nya.


Defa telah meragukan Kefa, Defa pun langsung bersalaman dengan Robert


"Yah salam kenal aku adalah Defa, semoga kita bisa berteman baik." Defa sambil tersenyum.


Robert pun terlihat sangat senang. "Iya Defa tenang saja hehehe."


"Bos aku ingin melaporkan, aku telah menyelesaikan semua tugas dari bos, aku juga berlatih lebih, dan dalam waktu singkat aku merasa badanku ringan, ya walaupun badan ku juga terasa sakit, tapi itu tidak masalah bos, aku ingin berubah dengan sangat cepat."


"Begitu yah bagus kalau seperti itu Robert lanjutkan, kau sudah melakukan nya dengan baik, aku rasa mungkin sebentar lagi kau bisa berubah, aku yakin itu asal kau tidak menyerah dan terus berlatih."


"Iya bos siap laksanakan."


Kefa disini mengetahui hanya dalam sekali lirik, Kefa tau bahwa Robert sudah berusaha sangat keras.


Baru saja Kefa duduk tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggil Kefa.


Kefa pun merasa kebingungan, dan insting dia juga mulai berkata bahwa masalah besar akan segera datang.


Orang tersebut bilang bahwa Kefa di panggil keruangan kepala sekolah, Kefa pun merasa keheranan kenapa dia di panggil ke ruangan kepala sekolah.


Di sini Robert dan Defa ingin ikut, namun Kefa melarang mereka berdua, Kefa akan pergi sendirian.


"Sepertinya para sampah itu membuat masalah lagi dengan ku." Batin Kefa.

__ADS_1


Yang kemudian pergi ke ruangan kepala sekolah.


__ADS_2