
Kefa sekarang sedang berjalan dengan santai dan ingin kembali ke rumah, Kefa sama sekali tidak peduli dan sama sekali tidak takut, pada Mafia-mafia yang sekarang sedang mengincar dirinya.
Itu semua karena Kefa adalah seorang Raja di masa lalunya, dan seorang Raja tidak takut pada apapun, kebiasaan itu terbawa sampai sekarang.
Kefa yang berjalan dengan santai, tiba-tiba saja menghentikan langkahnya. Sekarang ia berada di daerah yang ramai dan banyak orang.
Ia mengetahui bahwa sebagian dari orang di sana ada yang sedang mengincar Kefa, dan ada kemungkinan mereka ingin membunuh Kefa.
Kefa juga tau bahwa ada penembak jarak jauh di sana, tapi sayangnya orang tersebut sekarang sudah mati, itu semua karena dia di bunuh oleh bawahan dari Edwart.
Dan sekarang yang jadi masalah bukanlah penembak jarak jauh, melainkan orang biasa yang menyamar sebagai pembunuh yang berada di dekat Kefa.
"1...2....3....Total ada 13 orang yang ingin membunuhku kah." Batin Kefa sambil melihat kesana kemari.
"Mereka cukup profesional, mereka tidak terlalu terburu-buru dan tampak terlihat tenang, tapi sayangnya yang mereka ingin bunuh bukanlah bocah biasa."
Kefa pun disini tiba-tiba berlari ke arah samping menuju tempat gang yang cukup kecil dan memasuki sebuah rumah yang kosong.
Kefa sudah mengetahui seluk beluk dari semua tempat di daerah tersebut, jadi Kefa mengetahui bahwa di dekat sana ada sebuah rumah kosong yang tak berpenghuni.
Rumah tersebut cukup besar dan terlihat mengerikan. Melihat target mereka kabur yaitu Kefa, mereka pun segera mengejar Kefa, namun sayangnya beberapa dari mereka berhasil di hadang oleh para bawahan Edwart.
Dan mereka berhasil membunuh dan membuat pingsan para musuh.
Namun ada beberapa musuh yang berhasil mengejar Kefa.
"Bawahan ayahku memang hebat dan terampil tapi tampaknya musuh juga cukup hebat, mungkin ini saatnya aku beraksi, dasar para mafia bodoh apa kalian pikir aku adalah bocah polos seperti pada umumnya." Batin Kefa.
"Jadi yang masuk ke rumah ini hanya ada 7 orang saja yah." Kefa yang sekarang berada di suatu tempat di lantai 2 rumah itu sambil melihat beberapa orang yang tengah masuk rumah.
Kefa pun menyimpan kantong nya, dan dia pun mulai beraksi, kali ini Kefa bersembunyi di suatu tempat yang dimana Kefa memperkirakan orang tersebut akan masuk ke dalam tempat itu tempat itu tidak lain adalah kamar.
Kefa sekarang menggunakan tehnik membunuh diam-diam, atau bisa di sebut ninja, ataupun seorang assasin. Kefa di sini menghilangkan hawa keberadaan nya dengan sangat baik.
Bagi Kefa hal ini sangatlah mudah, karena bagaimana pun juga dia memiliki segudang pengalaman.
"BOCAH!!!!!! BOCAH SIALAN KELUARLAH!!!!!! BOCAH!!!!!!!!! CIH SIALAN BOCAH INI SANGAT MEREPOTKAN."
"BOCAH KELUARLAH!!!!!" Teriak mereka yang sedang mencari Kefa.
__ADS_1
Dan tak lama benar saja dua orang masuk ke dalam tempat di mana Kefa berada, mereka sama sekali tidak menyadari Kefa berada di belakang mereka.
Mereka menggunakan senjata berupa pistol, mereka terlihat seperti polisi yang sedang mendobrak.
1 teman dia yang berada di belakang berhasil Kefa bunuh menggunakan kedua lengan nya dengan cara memutar kepala orang tersebut.
Kefa pun mengambil senjata pistol miliknya.
"Bro tampaknya bocah itu tidak ada di sini." Ujarnya sambil menatap kearah depan.
"Bro?" Orang tersebut yang keheranan karena temannya tidak menjawab perkataan dia.
Orang tersebut pun tiba-tiba memutar badan nya.
"Selamat tinggal." Kefa sambil tersenyum kepadanya, dan Kefa pun menembak dan mengarahkan nya ke arah jantung orang tersebut.
Orang tersebut tidak sempat menghindar ataupun menggunakan senjatanya karena ia terkejut.
Dua orang pun mati dengan mudah.
"SUARA TEMBAKAN APA ITU!!!!" Teman-teman nya yang mendengar suara tembakan pistol.
Kefa pun keluar dari kamar dengan berjalan santai sambil mengisi peluru pistol itu, dan kemudian 2 orang di lorong dengan polosnya mereka berlari.
Mereka berdua pun tumbang, mereka sama sekali tidak menyadari ada Kefa di sana, itu semua karena Kefa menghilangkan hawa keberadaan nya, jadi musuh sulit untuk mengetahui keberadaan Kefa dimana.
"4 tumbang sisa 3" Batin Kefa.
3 orang lagi yang berada di lantai bawah yang mendengar itu mereka segera menaiki tangga.
Kefa yang berada di lorong terbuka yang melihat 3 orang itu sedang naik tangga, Kefa melakukan tembakan dan mengenai 1 orang.
Orang tersebut pun mati, 2 orang tersebut sangat terkejut mereka berdua langsung berlari dan bersembunyi, dan mereka tiba-tiba saja menembakkan senjata mereka kearah suara tembakan itu berasal.
Tembakan mereka sama sekali tidak mengenai Kefa, Kefa dengan santai berjalan, dan salah satu dari mereka melihat Kefa, 1 orang dari mereka pun keluar dari coveran nya, namun sayangnya dengan cepat Kefa menembak duluan dan orang tersebut pun mati.
Tinggal sisa 1 orang lagi dan dia terlihat sangat ketakutan, ia sama sekali tidak menyangka bahwa bocah yang ingin mereka bunuh ternyata dia sangat mengerikan sangat terampil melebihi mereka.
Cara dia menembak cara dia memancing musuh intinya semua strategi yang ia gunakan sangatlah mengerikan.
__ADS_1
1 orang itu pun sama sekali tidak berani muncul dari coveran nya, karena kalau ia melakukan itu, ia akan mati seperti teman nya.
Keringat dingin bercucuran, tubuh dia bergemetar dan dia tidak tau harus apa, suara langkah kaki Kefa mulai terdengar.
Setiap kali Kefa melangkah, orang tersebut semakin ketakutan.
"APA-APAAN DENGAN BOCAH INI, DIA TERLIHAT SEPERTI BUKAN BOCAH MELAINKAN MALAIKAT MAUT, AKU YAKIN TEMAN KU YANG LAINNYA PASTI SUDAH MATI."
"Sialaan kenapa bocah ini terlihat sangat sadis dan mengerikan, dia tidak pandang bulu dalam membunuh seseorang, seharusnya anak seperti dia tidak bisa melakukan hal itu."
"Dan informasi juga mengatakan dia hanya bocah biasa yang sedikit bisa ilmu bela diri, sialaannn apa informasi itu bohong."
"Ini terlalu gila aku harus bagaimana sekarang sialaannn dasar bocah gila, apa-apaan tembakan nya itu sangat mengerikan, dari jarak sejauh itu dia bisa menembak tepat ke arah musuh, bukankah itu terlalu mengerikan untuk seukuran bocah sepertinya."
"SIAALLL DIA SEKARANG SUDAH DEKAT." Detak jantung orang tersebut yang semakin kencang karena ketakutan.
"Keluarlah aku tau kau ada di balik patung itu." Kefa yang sekarang sudah berada di tangga dan menembak patung yang berada di pinggiran bawah tangga itu.
Orang tersebut pun sangat ketakutan. Dia tidak berbiara sedikit pun, di sini dia berniat menembak Kefa.
"Percuma saja serangan mu akan meleset percayalah padaku." Ujar Kefa yang membuat mental orang tersebut semakin jatuh.
Orang tersebut pun semakin tidak yakin untuk menembak Kefa.
Namun orang tersebut hanya menganggap Kefa membual saja.
Orang tersebut pun keluar dan menembak Kefa dengan 3 peluru.
Namun sayangnya Kefa dengan mudahnya menghindari 3 peluru yang di tembakkan itu.
"Aku sudah bilang bukan." Kefa sambil tersenyum bengis, yang membuat orang tersebut ketakutan.
Kefa pun disini melakukan tembakan yang mengarah kearah lengan orang tersebut yang sedang memegang pistol.
Pistol orang tersebut pun terlempar, dan orang tersebut pun berteriak kesakitan.
Karena lengan nya terkena peluru Kefa.
Orang tersebut pun terjatuh lemas ke tanah, itu semua karena dia terkejut sekaligus ketakutan.
__ADS_1
Kefa pun menatap orang tersebut dengan tatapan yang mengerikan, sambil berjalan menuruni tangga.
"Aku sudah bilang padamu bukan? Apapun yang kau lakukan percuma saja."